2 research outputs found

    Analisis perhitungan awal waktu shalat idul fitri menurut Lembaga Falakiyah NU (LFNU) Kabupaten Kudus

    No full text
    Shalat idul fitri adalah salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan (muakaddah) akan tetapi awal waktu pelaksanaannya masih belum banyak yang membahas, karena hal tersebut banyak masyarakat yang masih kebingungan ketika 1 syawal atau hari raya idul fitri mengenai kapan dimulainya shalat idul fitri. Hingga muncul lah ide dari K. Azhar Lathif Nashiran (Ketua LFNU Kudus) untuk mencantumkan waktu shalat idul Fitri pada jadwal imsakiyah yang dikeluarkan oleh LFNU Kudus dan belum ada lembaga yang mencantumkan waktu shalat idul fitri ada jadwal imsakiyahnya, hal ini dilakukan agar mempermudah masyarakat untuk melakukan ibadah shalat idul fitri. Dari sinilah penulis tertarik untuk meneliti metode apa yang digunakan oleh LFNU kabupaten Kudus dalam penentuan awal waktu shalat idul fitri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, sumber data primer yang digunakan penulis adalah hasil dari wawancara dengan ketua LFNU kabupaten Kudus, sedangkan data sekunder didaptkaan dari karya ilmiah, artikel dan buku-buku yang berkaitan dengan pembahasan khususnya shalat idul fitri, metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah wawancara secara langsung dengan LFNU kabupaten Kudus dan metode dokumentasi yaitu pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan penelitian. Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif atau dengan menguraikan dan menyimpulkan hasil dari penelitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menentukan awal waktu shalat idul fitri LFNU Kudus menggunakan waktu dhuha sebagai patokan perhitungan, kemudian apabila waktu dhuha jam 6 lebih ≤ 5 menit maka dibulatkan menjadi 06:05 dan apabila jam 6 lebih ≥ 5 menit maka dibulatkan menjadi 06:10 , selisih waktu ini sendiri karena mengikuti anjuran fiqih untuk mengakhirkan awal waktu shalat idul fitri agar masyarakat memiliki sedikit kelonggaran waktu untuk berzakat fitrah. Keyword: awal waktu shalat, Idul Fitri, LFNU Kudus

    تأثير وسيلة تلمي مور لترقية مهارة القراءة بالمدرسة محمدية السادسة سوجيه وارس المتوسطة بوجونجارا

    No full text
    LearningArabic language learning in Indonesia is organized in religious schools and Islamic boarding schools. but most of the learning carried out still uses a traditional traditional system and rarely use innovative learning media. innovative learning media. Based on the reality that occurs in Arabic language learning in Indonesia, the author wants to use media that are commonly used in Arabic language learning. learning in Indonesia, the author wants to use media that is commonly used in English language learning, namely Hot Potatoes Software. English language learning, namely Hot Potatoes Software which can be used to create learning exercises and to create learning exercises and aims to improve reading skills. reading skills. The formulation of the problem used by the author is the effectiveness of the use of tell me more in improving reading skills at SMPM 6 Sugihwaras Bojonegoro The research method used in this research is an experiment using the The research method used in this research is an experiment using a quantitative approach, with the independent variable Quantitative approach, with the independent variable the use of Tell Me More and the dependent variable student reading skills. This study uses a one-group method with a population of all 7th grade students of SMP M Sugihwaras. The sample used similar because the total number of 7th grade students is less than 100. data collection instruments consisted of Questionnaires, and Tests. Summary of the results of this study are: 1) Arabic language learning at SMPM 6 Sugihwaras is in the nature of Arabic language learning. Arabic language learning in the application of tell me more media to improve reading skills according to the conditions of the students of SMPM 6 Sugihwaras. reading skills in accordance with the conditions of SMPM 6 Sugihwaras students in this case they show enthusiastically follow the learning. It can be said to be effective, this is shown by the increase in student scores after the use of hot pots. with the increase in student scores after the use of hot Potatoes, besides that the results showed that the T-count value (-12.213) was smaller than the T-table value (2.30). the value of T Table (2.30) this indicates the rejection of Ho with a value of significance value of 0.000 which is smaller than 0.005. this shows the hypothesis that learning Arabic with Hot Potatoes is effective is accepted.   &nbsp
    corecore