5 research outputs found
hubungan antara self efficacy, self esteem dan perilaku prokrastinasi siswa madrasah aliyah negeri di malang raya
ABSTRAK Putrisari, Friska. 2017. Hubungan antara Self Efficacy, Self Esteem dan Perilaku Prokrastinasi Siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Univeritas Negeri Malang. Pembimbing : (1) Dr. H. IM. Hambali, M.Pd., (II) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. Kata: self efficacy, self esteem, prokrastinasi, siswa MANProkrastinasi merupakan kecenderungan seseorang untuk menunda-nunda mengerjakan atau menyelesaikan tugas yang sedang ia hadapi yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kecemasan, karena pada akhirnya tugas tidak terselesaikan dengan tepat waktu dan maksimal atau bahkan gagal menyelesaikannya. Faktor penyebab prokrastinasi diantaranya adalah perilaku self efficacy dan self esteem. Self efficacy adalah keyakinan seseorang akan kemampuannya untuk menyelesaikan tugas. Self esteem adalah proses evaluasi yang ditujukan individu pada diri sendiri yang nantinya berkaitan dengan proses penerimaan individu terhadap dirinya.Siswa Madrasah Aliyah memiliki kecenderungan melakukan prokrastinasi mengingat pendidikan di Madrasah Aliyah menuntut siswa untuk lebih menguasai ilmu agama secara mendalam, harus menempuh mata pelajaran lebih banyak dan memiliki jam belajar lebih lama di sekolah. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara self efficacy danself esteem dengan perilaku prokrastinasi siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Penelitian ini juga akan melihat hubungan secara parsial antara self efficacy dengan prokastinasi dan self esteem dengan prokrastinasi.Penelitian ini menggunakan langkah-langkah dalam pendekatan kuantitatif korelasi jenis regresi berganda yaitu : (1) merumuskan masalah dan menentukan tujuan penelitian, (2) menentukan konsep serta penggalian kajian pustaka, (3) mengambil sampel, (4) membuat dan menyusun invetory, (5) melakukan uji lapangan, (6) mengolah data (7) menganalisis dan melaporkan. Instrumen yang digunakan peneliti dalam bentuk skala dan terdiri dari tiga skala. Pertama, skala self efficacy yaitu Children’s Preceived Academic Self-Efficacy Subscale from The Morgan-Jinks Student Efficacy Scale (MJSES) yang dikembangkan Jinks dan Morgan (1999) yang telah diterjemahkan terlebih dahulu sebelumnya. Kedua, skala self esteem yaitu The Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI) yang diadaptasi dari Mangantes (2005). Ketiga, skala prorastinasi yaitu skala prokrastinasi yang disusun berdasarkan teoi Ferrari yang diadaptasi dari Uke (2016). Teknik analisis data menggunakan analsis deskriptif untuk menentukan frekuensi, persentase dan standar deviasi, selain itu juga digunakan teknik analisis korelasi regresi berganda untuk melihat hubungan antar variabel, analisis dilakukan dengan bantuan program SPSS 23.0 for windows.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self efficacy, self esteem dan prokrastiansi siswa Madrasah Aliyah termasuk dalam tingkatan sedang. Hasil uji hipotetik menunjukkan bahwa hubungan antara self efficacy dan self esteem memiliki hubungan secara signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan antar variabel termasuk kedalam kriteria sedang dengan nilai R = ,432. Perhitungan secara parsial didapatkan hasil yaitu hubungan antara self efficacy dengan prokrastinasi memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan nilai p = ,015. Hubungan keduanya masuk kedalam kriteria rendah dengan nilai r = -2,443. Sedangkan antara self esteem dengan prokrastinasi memiliki hubungan sangat signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan keduanya termasuk dalam kriteria tinggi dengan nilai r = -8,056. Dari hasil uji dapat diartikan bahwa terjadi hubungan yang negatif antar variabel maksudanya adalah jika self efficacy dan self esteem tinggi maka prokrastinasi rendah, sebaliknya jika self efficacy dan self esteem rendah maka prokrastinasi tinggi.Self efficacy dan self esteem memiliki kontribusi sebesar 18,7% dalam terbentuknya perilaku prokrastinasi. Hal ini menunjukkan bahwa self efficacy dan self esteem menyumbang 18,7% pengaruh untuk terbentuknya perilaku prokrastinasi.Saran untuk konselor berdasarkan penelitian ini adalah agar konselor dapat membantu meningkatkan self efficacy dan self esteem untuk mencegah perilaku prokrastinasi pada siswa. sedangkan untuk peneliti selanjutnya adalah agar dapat mengembangkan produk atau media untuk peningkatan self efficacy dan self esteem yang bertujuan mengurangi dan mencegah perilaku prokrastinasi pada siswa
Hubungan self efficacy, self esteem dan perilaku prokrastinasi siswa madrasah aliyah negeri di Malang Raya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan self esteem dengan perilaku prokrastinasi siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu korelasi regresi berganda. Analisis data menggunakan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara self efficacy dan self esteem memiliki hubungan secara signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan antar variabel termasuk kedalam kriteria sedang dengan nilai R = ,432.Self efficacy dan self esteem menyumbang sebesar 18,7% pengaruh terhadap perilaku prokrastinasi. Perhitungan secara parsial didapatkan hasil yaitu hubungan antara self efficacy dengan prokrastinasi memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan nilai p = ,015. Hubungan keduanya masuk kedalam kriteria rendah dengan nilai r = -2,443. Sedangkan antara self esteem dengan prokrastinasi memiliki hubungan sangat signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan keduanya termasuk dalam kriteria tinggi dengan nilai r = -8,056.</jats:p
Hubungan self efficacy, self esteem dan perilaku prokrastinasi siswa madrasah aliyah negeri di Malang Raya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dan self esteem dengan perilaku prokrastinasi siswa Madrasah Aliyah Negeri di Malang Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu korelasi regresi berganda. Analisis data menggunakan bantuan program SPSS 23.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara self efficacy dan self esteem memiliki hubungan secara signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan antar variabel termasuk kedalam kriteria sedang dengan nilai R = ,432.Self efficacy dan self esteem menyumbang sebesar 18,7% pengaruh terhadap perilaku prokrastinasi. Perhitungan secara parsial didapatkan hasil yaitu hubungan antara self efficacy dengan prokrastinasi memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan nilai p = ,015. Hubungan keduanya masuk kedalam kriteria rendah dengan nilai r = -2,443. Sedangkan antara self esteem dengan prokrastinasi memiliki hubungan sangat signifikan dengan nilai p = ,000. Hubungan keduanya termasuk dalam kriteria tinggi dengan nilai r = -8,056
Hubungan self-efficacy, self-esteem dan perilaku prokrastinasi siswa madrasah aliyah negeri di Malang Raya
This study aims to determine the relationship between self-efficacy and self-esteem with the student procrastination behavior Madrasah Aliyah in Malang Raya. This study uses measures in a quantitative approach that is research correlation multiple regression. Data analysis were performed with SPSS 23.0 for Windows. The results showed that the relationship between self-efficacy and self-esteem has a significant relationship with p =, 000. Relationships between variables included in the criteria being the value of R =,432. Self-efficacy and self-esteem accounted for 18.7% influence on the behavior of procrastination. Partial calculation showed that the relationship between self-efficacy with procrastination have a very significant with p = .015. Their relationship into low criteria with r = -2.443. While between self-esteem with procrastination have a very significant relationship with p=, 000. Relationships are both included in the high criteria with a value of r = -8.056
Strategi Media Relations Hotel Four Points by Sheraton Manado Dalam Mengelola Publisitas di Media Berita
Strategi Media Relations merupakan hal sangat penting bagi setiap institusi, termasuk Hotel Four Points by Sheraton Manado. Terlebih pada saat ini, ketika publikasi dan pemberitaan di hotel ini mengalami penurunan dan mengakibatkan penempatan berita dan publikasi pada rubrik kategori berita yang tidak tepat. Tujuan dari tulisan ini ada dua, pertama, untuk mendiskirpsikan faktor pendukung dan faktor penghambatFour Points by Sheraton Manado dalam menjalankan program media relations. Kedua, memetakan strategi media relations dari Four Points by Sheraton Manado dalam mengelolah publisitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan desain penelitian studi kasus serta paradigma konstruktivisme untuk memahami proses interpretasi suatu peristiwa kemudian membentuk ulang konstruksi-konstruksi yang didapatkan penulis dari hasil interaksi dengan objek yang diteliti. Hasil dari penelitian ini adalah yang pertama, faktor pedukung program media relations Four Point by Sheraton Manado dalah keaktifan wartawan dan adanya hubungan yang baik, sedangkan faktor penghambat adalah tindakan tidak professional dari wartawan dan tidak efektifnya komunikasi. Kedua, strategi media relations yang dijalankan Four Points by Sheraton Manado adalah pengelolaan relasi dan special event.A Media Relations strategy is necessary for every institution, including Four Points by Sheraton Manado. Especially when the publication and coverage in Four Points by Sheraton Manado have decreased and resulted in the placement of news and publications in the wrong rubric. The purpose of this paper is twofold. First, to describe the supporting factors and the inhibiting factors of Four Points by Sheraton Manado in running a media relations program. Second, map the media relations strategy of Four Points by Sheraton Manado in managing publicity. The method used in this research is a qualitative method with a case study research design as well as the constructivism paradigm to understand the process of interpreting an event and then reshaping the constructs that the author gets from the results of interactions with the object under study. The results of this study are, first, factor supporters of the Four Points by Sheraton Manado media relations program are the activeness of journalists and there is a good relationship between them. While factor the obstacle is the unprofessional actions of journalists and not effective communication. Second, the media relations strategy implemented by Four Points by Sheraton Manado are relationship management and special events
