4 research outputs found

    UNSUR-UNSUR PEMBANGUN ANIME MAHOU SHOUJO MADOKA MAGICA KARYA GEN UROBUCHI

    No full text
    ABSTRACT Septianingrum, Frida Rustika. 2016. “The Constructive Elements of Anime MahouShoujoMadokaMagica Written by Gen Urobuchi”. Thesis (S-1). Japanese Study, Faculty of Humanities Diponegoro University Semarang. The first advisor Drs. M. Hermintoyo, M.Pd. The second advisor Budi Mulyadi, S.Pd. M.Hum. Anime as one of the form of drama, has constructive elements that consist of plot, character and characterization, setting, language, theme and moral value. In the anime MahouShoujoMadokaMagica, plot and character become a major element that separates this anime from other story with similar genre, fantasy. Dark plot with heavy conflict and splendid characterization has made this anime intrigued for further research. The purpose of this research is to find the intrinsic elements, to find the psychology dimension of the main characters and to find the evidences of fantasy genre in the anime MahouShoujoMadokaMagica. The result of this research are: anime MahouShoujoMadokaMagica uses mixed plot which divided by three phases, those three phases are introduction phase, situation phase and resolution phase. The main characters of MahouShoujoMadokaMagica are MadokaKaname, Homura Akemi, Sayaka Miki, Mami Tomoe, Kyouko Sakura and Kyuubey. This anime usesMitakihara City as it’s main location setting, the time setting is future and the social setting is the female empowerment. MahouShojoMadokaMagica uses two kinds of languge: term and conversation. The psychological structure of the main characters are id, ego and superego. The fantasy genre can be seen in the use of magical elements, miracle, monster, etc. Keywords: anime, structural theory, characterization, literal psychology theory and fantasy

    PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA ACUAN (BI RATE), NILAI TUKAR RUPIAH DAN GROSS DOMESTIC PRODUCT (GDP) TERHADAP NON PERFORMING FINANCING PERBANKAN SYARIAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Pengaruh Inflasi terhadap Non Performing Financing perbankan syariah, (2) Pengaruh Suku Bunga Acuan (BI Rate) terhadap Non Performing Financing perbankan syariah, (3) Pengaruh Nilai Tukar Rupiah terhadap Non Performing Financing perbankan syariah, (4) Pengaruh GDP terhadap Non Performing Financing perbankan syariah. Periode penelitian ini adalah tahun 2011-2014. Penelitian ini bersifat asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan jasa keuangan sektor perbankan syariah yang termasuk dalam Bank Umum Syariah periode tahun 2011 sampai dengan 2014. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel Inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Non Performing Financing dengan koefisien regresi sebesar -0,361 dan signifikansi 0,267. (2) BI Rate masuk dalam excluded variables. (3) Nilai Tukar (IDR/USD) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Non Performing Financing dengan koefisien regresi sebesar 0,126 dan signifikansi 0,040. (4) GDP tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap Non Performing Financing dengan koefisien regresi sebesar -0,046 dan signifikansi 0,826. (5) Hasil Uji Koefisien Determinasi dalam penelitian ini memperoleh nilai (Adjusted R² ) adalah 15,8%

    Tradisi tu’u blanja pihak mempelai laki-laki kepada keluarga pihak mempelai perempuan perspektif Al-‘urf: Studi kasus di Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

    No full text
    INDONESIA: Dalam skripsi ini, penulis membahas mengenai pandangan Masyarakat di Ende selatan Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, terhadap hantaran tu’u blanja dalam tradisi perkawinan. Hal ini dilatar belakangi oleh kepercayaan masyarakat ende terhadap tu’u blanja dalam tradisi perkawinan. tu’u blanja merupakan tradisi yang memiliki nilai-nilai luhur dan merupakan bentuk penghargaan terhadap perempuan. Adapun tujuan dari tu’u blanja adalah sebagai suatu proses menuju pada jenjang pernikah, sebagai penanda bahwa si gadis sudah resmi menjadi tunangan dan akan berpindah kesuku laki-laki, juga sebagai suatu penghargaan bagi orang tua si gadis yang telah merawat anak gadisnya dengan baik, dan dapat menaikan derajat keluarga laki-laki. Rumusan Masalah dari penelitian ini yaitu Bagaimana pandangan masyarakat dan tokoh masyarakat terhadap praktek tradisi tu’u blanja kepada keluarga mempelai perempuan, apa factor yang melatar belakangi masyarakat kecamatan Ende mempertahankan tradisi tu’u blanja, serta bagaimana tinjauan al-urf’ terhadap tradisi ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian empiris yang menggunakan pendekatan kualitatif Perspektifal-urf’. Adapun sumber data yang digunakan yakni primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumensi. Sedangkan metode pengolahan data menggunakan tahapan editing, classifying, verifying, analyzing dan analisis deskriptif kualitatif Dari penelitian ini peneliti menarik kesimpulan tradisi tu’u blanja merupakan ritual dalam proses pernikahan atau pemberian uang, dan peralatan perempuan kepada calon mempelai perempuan untuk merayakan pernikahannya, uang yang diberikan tergantung permintaan calon mempelai perempuan. Faktor yang melatar belakangi tradisi tu’u blanja masih dipertahankan yaitu karena factor tradisi dari nenek moyang, faktor ekonomi, dan factor status sosial dalam masyarakat. Apabila ditinjau dengan konsep al-urf’ maka tradisi tu’u blanja masuk dalam urf’ khusus yaitu kegiatan yang berlaku disuatu daerah tertentu tradisi ini hanya berlaku untuk masyarakat Ende, jika dilihat dari tujuan syara’ termasuk urf’ shahih karena semua rangkaian tradisi tu’u blanja memiliki tujuan yang baik dan tidak menentang ajaran agama islam. ENGLISH: In this thesis, the author discusses the views of the Community of south Ende of Ende District, East Nusa Tenggara, against the delivery of tu'u blanja in the tradition of marriage. This is based on the beliefs of the ende community towards tu'u blanja in the tradition of marriage. Tu'u blanja is a tradition that has noble values and a form of respect for women. The purpose of tu'u blanja is as a process to go the level of marriage, as the design that the girl has been officially becoming fiancé and will move to the tribe of men, as well as a tribute to the parents of the girl who has treated the daughter well ,and can raise the degree of male family. Problem formulation of this research: how are the society and community leaders view against the practice of tu'u blanja tradition toward the bride family, what are the background factors of society of Ende sub-district to maintain the tradition of tu'u blanja, and how are the al-urf purposes toward this tradition. This research is a type of empirical research by using qualitative approach perspective of al-urf. The data sources used primary and secondary. Methods of data collection used observation, interview and documentation. the method of data processing used the stages of editing, classifying, verifying, analyzing and analysis descriptive qualitative. From this research, the researcher concluded that tu'u blanja tradition is a ritual in the process of marriage or giving money, and equipment of women to the prospective bride to celebrate the marriage, the money that is given depends on the request of the prospective bride. Factors that caused the tradition tu'u blanja the ancestors, economic factors, and social status factors in the society. When it is viewed with the concept of al-urf 'then the tradition of tu'u blanja is in the special urf, namely the activities that apply in a certain area and this tradition only applies to the community of Ende, when it is viewed from the goal of syara', it includes of urf sahih because the traditions tu’u blanja has a good purpose and accordance to the teachings of Isla

    Laporan KKN Kelompok 1021

    No full text
    Kuliah Kerja Nyata merupakan salah satu bentuk pengabdian Perguruan Tinggi kepada masyarakat melalui pemberian bantuan, penyuluhan, pembimbingan, pendampingan serta kegiatan lain yang sifatnya untuk meningkatkan kualitas hidup berbagai lapisan masyarakat. Melalui KKN mahasiswa dihadapkan secara langsung dengan kehidupan bermasyarakat sehingga hubungan saling memberi dan menerima antara keduanya. Tujuan program pembangunan fisik adalah untuk revitalisasi dan melengkapi sarana prasarana yang ada. Adapun metode yang digunakan adalah dengan melibatkan warga dalam usaha perbaikan infrastruktur tersebut. Sedangkan tujuan program nonfisik secara keseluruhan adalah untuk menumbuhkan kemampuan dan kreativitas warga Dukuh Grogol VII dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia. Metode yang digunakan dalam bidang pendidikan ialah dengan mendampingi bimbingan belajar, baik mata pelajaran sekolah maupun di bidang olahraga. Sedangkan, dalam bidang kerohanian adalah dengan mengajar TPA, di bidang keolahragaan dengan pendampingan voli dan pelatihan sepak bola mini. Adapun hasil yang diperoleh dari program pembangunan fisik adalah dengan diselesaikannya plang untuk himbauan warga dan informasi dusun. Sedangkan program nonfisik adalah terselenggaranya bimbingan belajar untuk mata pelajaran umum, pendampingan TPA, serta kegiatan lain berupa penyuluhan-penyuluhan
    corecore