1,720,979 research outputs found
ANALISIS TANDA DALAM TIGA CERPEN KARYA FRANSISCA DEWI RIA UTARI
ABSTRAK
Penelitian ini berangkat dari semakin uniknya penyampaian peristiwa melalui tanda dalam suatu karya sastra yang diterbitkan melalui media koran, atau yang biasa disebut sebagai sastra koran. Salah satu cerpenis koran yang karyanya menarik perhatian peneliti adalah Fransisca Dewi Ria Utari. Adapun karyanya yang menarik perhatian peneliti dan dipilih peneliti sebagai objek kajiannya, yaitu "Liang Liu", "Pohon Mati", dan "Bunga Mawar Kuning di Halaman Belakang". Ketiga cerpen ini dipilih, karena ketiga cerpen ini memiliki proses cerita unik yang diungkapkan secara intrinsik melalui tanda. Adapun tujuan penelitian ini dilakukan, yaitu (1) mendeskripsikan struktur cerpen; (2) mendeskripsikan makna dari tanda-tanda tumbuhan yang terkandung di dalam ketiga cerpen; dan (3) mendeskripsikan kaitan tanda-tanda tumbuhan yang terkandung di dalam ketiga cerpen dengan kehidupan, cinta, dan kematian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Pisau analisis yang digunakan pada penelitian ini, yaitu analisis struktur menurut T. Todorov dan analisis semiotik sastra menurut Charles S. Peirce yang disempurnakan oleh Charles W. Morris. Hasil dari penelitian ini, yaitu (1) ketiga cerpen ini memiliki struktur yang utuh dan banyak menggunakan tanda dalam menyiratkan pesan di dalam cerpen; (2) ketiga cerpen ini memiliki pemaknaan yang unik, yang kebanyakan disampaikan melalui tanda yang masuk ke dalam ikon, indeks, dan simbol; dan (3) kesemua tanda yang terkandung pada masing-masing cerpen memiliki hubungan antar-tanda yang bersifat kausal dan makna dari masing-masing tanda memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan, cinta, dan kematian.
Kata kunci: sastra koran, cerpen, analisis struktur, semiotik, ikon, indeks, simbol
ABSTRACT
This research departs from the increasingly unique delivery of events through signs in a literary work published through newspaper media, or commonly referred to as newspaper literature. One newspaper writer whose work attracts the attention of researchers is Fransisca Dewi Ria Utari. As for her work that attracted the attention of researchers and selected researchers as the object of her studies, namely "Liang Liu", "Pohon Mati", and "Sepetak Mawar Kuning di Halaman Belakang". These three short stories were chosen because these three short stories have unique stories that are intrinsically expressed through signs. The purpose of this study was carried out, namely (1) describing the structure of the short story; (2) describe the meaning of plant signs contained in the three short stories; and (3) describe the relationship of plant signs contained in the three short stories with life, love, and death. The method used in this research is a descriptive-analytical method. The theory used in this research is structural analysis according to T. Todorov and semiotic analysis of literature according to Charles S. Peirce, perfected by Charles W. Morris. The results of this study, namely (1) these three short stories have a complete structure and use a lot of signs in implying messages in the short stories; (2) these three short stories have unique meanings, most of which are conveyed through plant marks; and (3) all signs contained in each of the short stories have a causal relationship between the signs and the meaning of each sign has a close relationship with life, love, and death.
Keywords: newspaper literature, short stories, structural analysis, semiotics, icon, index, symbo
PENINGKATAN APRESIASI, KEAKTIFAN, DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 GRABAG MELALUI PENDEKATAN DISCOVERY
Fransisca Dewi Presti Anggarini dan Victor NoviantoABSTRAKPenelitian ini bertujuan 1) meningkatkan apresiasi dalam pembelajaran ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran discovery 2) meningkatkan keaktifan dalam pembelajaran ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran discovery. 3) Meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran discovery. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X A SMA N 1 Grabag Magelang yang berjumlah 32 siswa. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian disimpulkan bahwa 1) Peningkatan apresiasi dalam pembelajaran ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran discovery Apresiasi belajar meningkat ditunjukkan dari siswa yang mempunyai apresiasi belajar baik pada pra siklus 21 siswa (65,63%) meningkat siklus I menjadi 23 siswa (71,88%), meningkat pada siklus II menjadi 30 siswa (93,75%). 2) Peningkatan keaktifan dalam pembelajaran ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran discovery, ditunjukkan dari siswa yang mempunyai keaktifan belajar baik pada pra siklus 18 siswa (56,25%) meningkat pada siklus I menjadi 25 siswa (78,13%), meningkat pada siklus II menjadi 31 siswa (96,88%). 3) Peningkatan hasil belajar dalam pembelajaran ekonomi dengan menggunakan metode pembelajaran discovery pada siswa kelas X A di SMA N 1 Grabag Kabupaten Magelang, ditunjukkan dari siswa yang mencapai nilai KKm dicapai pada pra siklus adalah 17 siswa (53,12%), pada siklus I menjadi 24 siswa (74%) mencapai nilai KKM, dan pada siklus II 30 siswa (93,75% mencapai nilai KKM)Kata Kunci: keaktifan, prestasi belajar, model pembelajaran make a matchThis study aims at 1) increasing appreciation in economic learning by using discovery learning methods 2) increasing the activeness in economic learning by using discovery learning methods 3) Improve learning outcomes in economic learning by using discovery learning methods. This research is classroom action research. The subjects of this study were students of class X A Grabag Magelang N 1 High School, amounting to 32 students. Data collection techniques are carried out by observation and tests. The data analysis technique uses quantitative descriptive techniques with percentages. The results of the study concluded that 1) Increased appreciation in economic learning by using discovery learning. Increased learning appreciation was shown from students who had good learning appreciation in the pre-cycle 21 students (65.63%) increased the first cycle to 23 students (71.88%), increased in the second cycle to 30 students Fransisca Dewi Presti Anggarini adalah Alumni Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta dan Victor Novianto adalah Dosen Program Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta.Jurnal Sosialita, Vol. 13, No.1, Maret 2020 Fransica dan Victor, Peningkatan Apresiasi…14(93.75%). 2) Increased activity in economic learning using discovery learning methods shown from students who have good learning activeness in the pre-cycle 18 students (56.25%) increased in cycle I to 25 students (78.13%), increased in the second cycle to 31 students (96.88%). 3) Improving learning outcomes in economic learning by using discovery learning methods, shown from students who achieved KKm scores achieved in the pre-cycle were 17 students (53.12%), in the first cycle became 24 students (74%) reached the KKM score, and in the second cycle 30 students (93.75% reached the KKM score).Keywords: appreciation, active learning outcomes, discovery learning model
ASUHAN KEPERAWATAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT : ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG
ASUHAN KEPERAWATAN KERUSAKAN INTEGRITAS KULIT : ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG Fransisca Dewi Novianti1, Sri Utami Dwiningsih, MNS.21Mahasiswa Program Studi DIII Keperawatan Semarang2Dosen Jurusan Keperawatan SemarangEmail : [email protected] Belakang : Diabetes mellitus biasa disebut dengan silent killer (pembunuh diam diam) karena penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi yaitu penyakit jantung, gagal ginjal, gangguan penglihatan, infeksi paru, gangguan pembuluh darah, stroke dan lebih parahnya penyakit diabetes ini bisa mengakibatkan ulkus diabetik dan mengalami gangguan integritas kulit apabila tidak cepat ditangani (Rafu, 2019).Tujuan : Mendeskripsikan asuhan keperawatan kerusakan integritas kulit : ulkus diabetikum pada pasien diabetes mellitus di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Metode : Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan di ruang Ayyub 2 pada dua responden di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kedua responden mengalami gangguan integritas jaringan berhubungan dengan perubahan sirkulasi (akibat diabetes mellitus). Hasil evaluasi kedua klien didapatkan penurunan skor bates jansen yaitu dengan total skor keseluruhan 65 skor, klien 1 dari skor 39 menjadi 34 dan klien 2 dari skor 37 menjadi 31. Didapatkan hasil pada kedua responden ukuran luka mengalami penurunan sekitar 2cm pada hari ketiga dilakukan asuhan keperawatan.Simpulan : Setelah dilakukan implementasi pada kedua responden masalah teratasi sebagian, sehingga diperlukan observasi pengkajian luka Bates-Jansen dan melakukan perawatan luka secara lebih lanjut agar menunjukkan hasil yang maksimal.Kata kunci : ulkus diabetikum, gangguan integritas jaringan luka, perawatan luk
Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo
Mangesti, Fransisca. Dewi. 2020. Peran Orang Tua Dalam Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Skripsi. Jurusan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo. Pembimbing Dr. Umi Rohmah, M.Pd.I
Kata kunci: Peran Orang Tua, Kemampuan Berbahasa, Anak Usia Dini
Kemampuan berbahasa adalah kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang bermakna, logis, dan sistematis yang dimiliki oleh anak usi dini. Secara sederhana, kemampuan berbahasa dapat diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki oleh anak untuk berbicara dan berinteraksi dengan teman serta lingkungannya. Kemampuan berbahasa terbagi dalam tiga lingkup perkembangan yang tercantum dalam Permendikbud No. 137 Tahun 2014, yaitu memahami bahasa, mengungkapkan bahasa, keaksaraan. Sebagai bekal untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya, maka kemampuan berbahasa anak usia dini harus dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan demikian kemampuan berbahasa anak dapat berkembang. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di TK Muslimat NU 001 Ponorogo masih ada beberapa anak yang mengalami keterlambatan dalam hal mengungkapkan bahasa, seperti anak belum bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, hanya bisa menggunakan bahasa Inggris dan anak masih terlihat cedal dalam mengungkapkan kata.
Tujuan penelitian ini adalah(1) untuk mendeskripsikan peran orang tua sebagai pembimbing dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo; dan (2) untuk mendeskripsikan peran orang tua sebagai pendidik dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi khasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi metode, waktu dan sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis model Miles dan Huberman dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifiksi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Peran orang tua sebagai pembimbing dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo adalah dengan mengajaknya bicara, bermain, bercerita tanya jawab, mengajarkan bermain kartu bergambar, buku cerita, bernyanyi, berhitung., memberikan pujian, berkomunikasi, melatih senam lidah, mendengarkan cerita., memberikan contoh ucapan yang baik, membaca, bermain peran.Berkaitan dengan penelitian tentang peran orang tua dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini, diperoleh data kemampuan berbahasa anak di TK Muslimat MNU 001 Ponorogo melalui kegiatan wawancara tertutup secara sampling terhadap 4 orang wali murid yakni 1 orang sudah mampu berbahasa dengan baik, 1 orang masih cedal, dan 2 orang lainnya masih belum mampu berbicara. (2) peran orang tua sebagai pendidik dalam mengembangkan kemampuan berbahasa anak usia dini di TK Muslimat NU 001 Ponorogo adallah sebagai berikut: Mengikutkan bimbingan belajar, mengajarkan menyapa temanya, menyediakan audio visual., tebak kata, mengajarkan mengucap salam, mengajak berkomunikasi ketika memakaikan pakaian, menyebutkan nama-nama benda di sekitar , menghafal huruf abjad, mengajarkan nama-nama hewan beserta bunyi, membiasakan membaca nama-nama benda di dapur, memberikan dasar pendidikan, keterampilan dasar, kasih sayang, rasa aman, dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik kepada anak, memberikan bantuan anak, dukungan atau motivasi, dan informasi tentang cara belajar yang baik dan tepat.dengan adanya orang tua sebagai pendidik anak lebih mengerti bahasa, lebih percaya diri dan banyak menguasai bahasa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
