197 research outputs found
PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN MELALUI PENDEKATAN KEMITRAAN DI SD NEGERI CANDISARI
Endang Titik LestariABSTRAKDalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah di SDN Candisari, penulis menemukan permasalahan pada kemampuan guru dalam menyiapkan dan melaksanakan proses pembelajaran masih rendah. Motivasi guru untuk belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalnya juga rendah, hubungan komunikasi dan kerjasama antara kepala sekolah, guru dan masyarakat renggang dan kurang terjalin dengan baik, serta keterlibatan partisipatif dari masyarakat khususnya orang tua siswa dalam pendidikan anak sangat rendah. Untuk mengatasi hal ini penulis memilih pendekatan kemitraanuntuk membuka peluang terciptanya komunikasi dua arah yang saling mengisi. Pendekatan ini direalisasikan ke dalam langkah nyata yang terbagi dua yaitu langkah operasional bagi guru melalui Fogrudismensupak (Foccus Group Discussion, Mentoring, Supervise Akademik) dan langkah operasional bagi orang tua siswa melalui PK Komsek (Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). Dalam pengaplikasiannya, semua langkah operasional ini terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dan peran partisipasi orang tua siswa dalam peningkatan kualitas pendidikan anak di sekolah.Kata Kunci: Kemitraan, FGD, Mentoring, Supak, PK, KomsekIn managing duty as a Headmaster in SDN Candisari, the author discovered problems with regard to teachers’ ability in preparing and executing teaching program, which is considered inadequate. In addition, teachers’ motivation to improve their own professionalism is low, communication and cooperative relationship between the school principal, teachers and the society is sparse and less than developed and there is very minimal degree of participation from society as well as parents’ involvement in their children’s education. To handles this issues, the author preferred partnership approach with intention to build bi-directional chance for communication that can complement each other. This approach is put into practice by dividing into two operational steps i.e. Fogrudismensupak (Focus Group Discussion, Mentoring, Supervise Academically) for teachers as well an operatioal step for parents i.e. PK Komsek (Class Community, School Committee/ Paguyuban Kelas, Komite Sekolah). In its application both operational steps are proven capable of improving teachers’ competence and parental involvement in the effort to develop better education at school.Keywords: Partnership, FGD, Mentoring, Supak, PK, Komse
Perlindungan Profesi Guru di Indonesia
ABSTRAKSI: Perlindungan hukum dan profesi bagi guru merupakan bagian integral dari upaya untuk memenuhi hak-hak guru. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang meliputi: memperoleh penghasilan di atas kebutuhan minimum dan jaminan kesejahteraan sosial; mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja; memperoleh perlindungan dalam melaksanakan tugas dan hak atas kekayaan intelektual; memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi pembelajaran untuk memperlancar tugas keprofesionalan; memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana; memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, termasuk penghargaan dan/atau sanksi kepada peserta didik; memperoleh rasa aman dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas; memiliki kebebasan berserikat dalam organisasi profesi; memiliki kesempatan berperan dalam menentukan kebijakan pendidikan; memperoleh kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik/kompetensi; serta memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. Sehubungan dengan hadirnya Undang-Undang yang mengatur tentang hak-hak dan perlindungan terhadap anak, termasuk peserta didik di sekolah, perlu upaya sinkronisasi dan integrasi agar, dalam pelaksanaannya, undang-undang tersebut tidak bertentangan dengan Undang-Undang Guru dan Dosen di Indonesia. KATA KUNCI: Perlindungan Hukum; Profesi Guru; Hak-hak guru; Hak Anak atau Peserta Didik; Integrasi dan Sinkronisasi. ABSTRACT: “Protecting Teachers’ Profession in Indonesia”. Professional and legal protection for teachers is an integral part of the efforts to fulfill the rights of teachers. It is in accordance with the Law No.14 Year 2005 on Teachers and Lecturers, that include: earning a living above the minimum requirement and a guarantee of social welfare; getting promotions and awards in accordance with the duties and job performance; getting protected in performing their duties and for their intellectual property rights; gaining the opportunity to improve their learning competencies to facilitate professional tasks; acquiring and utilizing the facilities and infrastructure; having freedom in their assessments and in determining students’ graduation, including giving awards and/or sanctions to the students; gaining a sense of safety in performing the task; getting the freedom to be involved in professional organizations; having the opportunity to take part in determining education policy; gaining the opportunity to develop and improve the academic qualifications/competencies; and having training and professional development in the field. In accordance with the Act that regulates the rights and protection of children, including students at the school, efforts of synchronization and integration are needed so that, in practice, the Act will not be in conflict with the Law on Teachers and Lecturers in Indonesia.KEY WORD: Legal Protection; Teacher Profession; Rights of Teachers; Rights of Children; Integration and Syncronization.About the Author: Prof. Dr. H. Endang Komara adalah Guru Besar Sosiologi Pendidikan, Ketua STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Pasundan, dan Ketua KORPRI KOPERTIS (Korps Pegawai Republik Indonesia, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Indonesia. Alamat emel: [email protected] to cite this article? Komara, Endang. (2016). “Perlindungan Profesi Guru di Indonesia” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Vol.1(2) September, pp.151-160. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online). Chronicle of the article: Accepted (May 24, 2016); Revised (July 29, 2016); and Published (September 30, 2016).</jats:p
BEBERAPA FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (Studi di SD Al-Irsyad Al Islamiyyah 01 dan 02 Purwokerto)
Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan yang jumlahnya meningkat di seluruh dunia. Prevalensi obesitas pada anak cenderung meningkat baik di negara maju maupun negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai faktor host dan environment yang merupakan faktor risiko obesitas pada anak usia Sekolah Dasar di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 dan 02 Purwokerto.
Metode: Jenis penelitian adalah observasional dengan rancangan kasus kontrol matching umur dan jenis kelamin. Populasi studi adalah siswa kelas 2-5 SD Al Irsyad Al Islamiyah 01 dan 02 Purwokerto. Jumlah subyek 100 yang terdiri dari 50 kasus dan 50 kontrol.Teknik pengambilan subyek secara simple random sampling. Analisis data menggunakan chi square, Odd Ratio (OR) dan regresi logistik.
Hasil: Faktor risiko kejadian obesitas adalah obesitas pada ayah, (p=0,016; OR=3,74; 95% CI=1,27-10,94), asupan energi tinggi, (p=0,002; OR=5,42; 95% CI= 1,88-15,60), asupan lemak tinggi, (p=0,012; OR=3,74; 95% CI= 1,34-10,43 ), aktivitas fisik ringan (p=0,014; OR= 4,39; 95% CI= 1,35-14,24).
Simpulan: Faktor yang terbukti berperan sebagai faktor risiko obesitas adalah obesitas pada ayah, asupan energi tinggi, asupan lemak tinggi dan aktivitas fisik ringan.
Kata Kunci : Anak usia sekolah dasar, Obesitas, Faktor Risiko
Background: Obesity is a serious health problem significantly increasing in the world. The obesity prevalence to children tends to increase both in advance and developing countries. The objective of the study was to assess the various host and environment factors as risks factors for obesity in elementary school Al Irsyad Al Islamiyyah 01 and 02 Purwokerto.
Method: The design of the study was case control matching age and gander. The population was grade 2-5 elementary school student Al Irsyad Al Islamiyyah 01 and 02 Purwokerto. There were 100 subject consisted of 50 subject for case group and 50 subject for control group.
Results: Paternal obesity (p=0.016; OR=3.74; CI=1.27-10.94), high energy consumption (p=0.002; OR=5.42; 95 CI=1.88-15.60), high fat consumption (p=0.012; OR=3.74; 95% CI=1.34-10.43), and sedentary (p=0.014=4.39; 95% CI=1.35-14.24) were proven as risks factors of obesity in elementary school children after conducted logistic reggresion analysis.
Conclusion: The risk factors of obesity were paternal obesity, high energy consumption, high fat consumption, and sedentary.
Keywords: Elementary school children, obesity, risk factor
The Tutor's Strategies in Speaking Class to TEYL in 'Fun English Course'
This research aimed to find out what kind of the strategies that tutor used in speaking class to TEYL and to know students’ attitude toward the implementation of the strategies. The researcher used mixed method by analyzing the data that has been collected from 3 research instruments, which were observation, interview, and questionnaire. This subject of the research consists of an English tutor and 6 students of the fifth grades in Fun English Course. The research findings revealed that the tutor used four types of strategies in the speaking class, as outlined by Thornbury (2005), those strategies are (1) Cooperative Activities, (2) Creative Task, (3) Role-play and Simulations, and (4) Drilling. Regarding the students' attitudes towards the tutor's implementation of these strategies, based on Wenden’s (1991) classification of attitudes into cognitive, affective, and behavioural components, the results of each component indicated a positive level in students’ attitude with an average score of 4.50. This suggests that the tutor’ strategies was successful in fostering a positive attitude among the students, which makes students feel comfortable when they are learning, improving their pronunciation and make them more confident to speaking English in front of the class, especially during speaking class sessions
Survei Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Masyarakat di Kabupaten Banyumas
Background: Covid 19 is nowadays becoming a global problem. This disease caused by the infection of SARS-Cov-2 and can spread out from human to human by saliva splash. The prevention behavior of this disease are by washing hands with soap on running water for twenty seconds, applying hands with hand sanitizer, wearing mask, preventing crowd, and keeping distance for 1-2 meters. Those efforts, however, are still rarely done by the people. Aims: This research aims to know the covid-19 prevention behavior of people in Banyumas. Method: This research is an observational descriptive research which uses cross-sectional approach. The samples of this research are 450 people, and the data were collected by online questionnaire. Results: the behavior of washing hands using soap on running water for 20 seconds (50.4%), applying hand sanitizer (50.4%), wearing mask in shop, mall, restaurant and other public facilities such as worship places (76.4%), doing activity among the crowd and keeping distance for 1-2 meters (60.2%). Conclusion: There is a need for health education related to Covid-19 prevention to improve behaviour to prevent the transmission of Covid-19, since the respondent proportion in doing prevention is about 90% from entire samples
GOVERNANCE STRATEGIES TO ALLEVIATE POVERTY IN TASIKMALAYA CITY
Poverty reduction remains a major challenge in Indonesia. Although government reports always show a yearly decrease in poverty, this is not always accurate. The same situation occurred in Tasikmalaya City. In 2020, Tasikmalaya City was identified as the poorest city in West Java. Despite a decline in the poverty rate in Tasikmalaya City, from 12.72% in 2022 to 11.53% in 2023, poverty remains a significant issue. This research aims to examine how the government manages and controls poverty in Tasikmalaya City. The study uses a qualitative approach. Key informants were selected through purposive sampling. Primary data was collected via interviews and observations, while secondary data came from literature and document studies. Data analysis employed triangulation based on Miles and Huberman. The findings indicate that government governance has not effectively impacted poverty reduction; collaboration, particularly regarding poverty alleviation programs, has not been carried out optimally. Recommendations suggest that the government should apply the principles of good governance to improve collaboration among OPDs in implementing poverty reduction programs
PENERAPAN KEMAMPUAN POSITIF (WRITING EXPLORING) PADA REMAJA UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI DI SMA 1 WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN
Progam Studi Pendidikan Profesi Ners Progam ProfesiPoltekkes Kemenkes SemarangKIAN, Juni 2022Yoga Tomi Prabowo1), Rr. Sri Endang Pujiastuti2), Sawab3)Coresponden author : Rr. Sri Endang PujiastutEmail Peneliti Utama : [email protected] PENERAPAN KEMAMPUAN POSITIF (WRITING EXPLORING) PADA REMAJA UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI DI SMA 1 WIRADESA KABUPATEN PEKALONGANLatar Belakang : Kesehatan jiwa menurut WHO (World Heald Organization) dapat diartikan dengan kondisi sehat dan bahagia, mampu menghadapi tandangan hidup serta memiliki kemampuan untuk menyadari suatu potensi yang ada pada dalam dirinya sendiri. Individu yang dapat berespon positif terhadap suatu stresor, maka individu tersebut akan tercapai sehat jiwa ditandai dengan kondisi sejahtera baik secara emosional, psikologis, maupun perilaku sosial. Masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan dewasa yang padda umumnya dimulai usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia 19 tahun atau 20 tahun (Jahja, 2011 dalam Putro, 2017). Berdasarkan Depkes dalam Muflih, Hamzah, & Purniawan dalam sekitar 80% remaja yang berusia 11-18 tahun menunjukan perilaku beresiko tinggi minimal satu kali dalam periode tersebut, misalnya berkelakuan buruk di sekolah, penyalahgunaan zat/ ganja serta perilaku antisosial. Konsep diri seorang remaja bila tidak didukung dari penghargaan pada dirinya sendiri maka sulit baginya untuk menjalani kehidupan. Konsep diri yang didukung dengan kemampuan positif akan membuat seseorang untuk percaya diri dan mampu menerima kritikan dari orang lain sehingga individu tersebut mampu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapainya. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau menurunkan rasa cemas adalah dengan metode Writing Exploring atau menulis pengelaman emosional. Menulis memiliki suatu kekuatan tersendiri karena menulis merupakan suatu bentuk mengeksplorasi dan mengekspresikan yang terjadi pada area kognitif dan pengungkapan rasa meliputi emosi dan spiritual yang dijadikan sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan mengembangkan suatu pemikiran serta kesadaran akan suatu peristiwa.Tujuan : Mendiskripsikan kemampuan positif (Writing Exploring) yang dimiliki oleh remaja SMA.Metode : Dengan menggunakan metode studi kasus terhadap penerapan writing exploring dengan jumlah responden 3 responden dan terdapat 4 sesi atau tahapan dan dilaksanakan selama 4 kali pertemuan berturut-turut. Hasil : hasil dari penelitian ini yaitu sebelum dilakukan intervensi pada responden belum mengidentifikasi kemampuan positif yang dimilikinya namun setelah dilakukan writing exploring, responden dapat menggali dan mengidentifikasi secara efektif dengan menuliskan kejadian traumatis dan kemampuan positif yang dialaminya
- …
