1,721,289 research outputs found
GOJEK: The Road to Being SEA’s Super App
This case study delves into the remarkable journey of Gojek, an Indonesian startup, as it evolved into Southeast Asia's leading super app. The study examines three key growth strategies employed by Gojek: business scope expansion, product expansion, and geographic expansion. Initially a platform for ojek (motorcycle taxi) bookings, Gojek expanded its services to encompass transportation, logistics, food delivery, and payments, among others. The company's success led to its status as Indonesia's first decacorn in 2019, and subsequent expansion into Vietnam and Singapore. This paper explores the challenges faced by Gojek during its growth trajectory and examines how the company harnessed its human capital and technology to overcome these hurdles. Additionally, the study identifies how the leader’s strong growth vision and network, coupled with Gojek’s agility, business scalability, innovation, and social impact propelled Gojek's growth and concludes with recommendations to address current challenges. Overall, this case study demonstrates the transformative potential for a small startup to become an industry giant through a combination of the right people, mindset, and a culture of innovation.
PELAKSANAAN LAYANAN KONSEING INDIVIDUAL DALAM MENINGKATKAN SELF ACTUALIZATION SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 14 PEKANBARU
ABSTRAK
Fitri Handayani (2020) : Pelaksanaan Layanan Konseing Individual dalam Meningkatkan Self Actualization Siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Pekanbaru
Layanan konseling individual adalah konseling yang dilaksanakan oleh seorang pembimbing (konselor) terhadap seorang klien dalam rangka pengentasan masalah pribadi klien. Self actualization adalah kebutuhan orang untuk menjadi seharusnya sesuai dengan potensi, kebutuhan kreatif, realisasi diri, dan pengembangan self. Adapun rumusan dari penelitian ini bagaimana pelaksanaan layanan konseling individual dalam meningkatkan self actualization siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Pekanbaru. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan layanan konseling individu dalam meningkatkan Self Actualization siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Pekanbaru Riau. Adapun informan dalam penelitian adalah 4 orang guru bimbingan konseling dan 3 orang siswa. Penelitian ini dianalisis dengan deskriptif kualitatif dalam bentuk kalimat-kalimat. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa pelaksanaan layanan konseling individul dalam meningkatkan self actualization di Sekolah Menengah Atas Negeri 14 Pekanbaru adalah cukup terlaksana. Hal ini dapat terbukti karena tiga orang siswa yang telah diberikan layanan konseling individual merasa lebih ringan masalah aktualisasi yang ada pada dirinya serta puas akan solusi yang diberikan oleh guru bimbingan konseling. Adapun faktor pendukung dari keempat guru bimbingan konseling adalah minat siswa, penerimaan diri siswa, moralitas siswa dan sosail siswa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah sarana dan prasarana serta waktu yang kurang memadai untuk melaksanakan layanan konseling individual.
Kata Kunci: Layanan Konseling Individual, Self Actualization
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL DRILLING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 KAMPAR TIMUR
FITRI HANDAYANI (2023) : PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL DRILLING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 KAMPAR TIMUR
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata
pelajaran geografi yakni pada materi potensi sumber daya alam. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Snowball Drilling terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Geografi di SMA
Negeri 1 Kampar Timur. Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode
Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang terdiri
dari 10 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI 9 sebagai kelas kontrol
dan kelas XI 10 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan tes dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji T-Test dan diperoleh
nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,05 yang berarti Ha di
terima Ho ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh
penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Drilling terhadap hasil belajar
pada materi potensi sumber daya alam, dilihat dari nilai rata-rata pretest kelas
eksperimen sebesar 70,15 menjadi 89,24. Pada nilai postest kelas eksperimen,
menunjukkan kenaikan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen sebesar 27%.
Kata Kunci: Snowball Drilling, Hasil Belaja
THE USE OF CODE SWITCHING AND CODE MIXING IN ENGLISH TEACHING AND LEARNING PROCESS AT MAN 3 PEKANBARU
ABSTRAK
Fitri Handayani Harahap, (2023): Penggunaan Code Switching dan Code Mixing dalam Proses Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa Inggris di MAN 3 Pekanbaru.
Skripsi ini mengkaji penggunaan pergantian kode (code switching) dan pencampuran kode (code mixing) dalam proses pengajaran dan pembelajaran bahasa Inggris di MAN 3 Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi jenis-jenis pergantian kode dan pencampuran kode yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di dalam kelas, serta alasan di balik penggunaan kedua fenomena bahasa tersebut. Desain penelitian kualitatif digunakan dengan melibatkan pengamatan di kelas, wawancara dengan para guru, dan analisis rekaman ujaran guru. Temuan penelitian menunjukkan bahwa para guru bahasa Inggris di MAN 3 Pekanbaru menggunakan pergantian kode intra-kalimat, pergantian kode antar-kalimat, dan pergantian kode dengan penggunaan tanda tag. Selain itu, pencampuran kode dilakukan melalui alternasi, leksikalisasi konsisten, dan penyisipan. Alasan penggunaan fenomena bahasa ini meliputi pembahasan topik tertentu, penekanan pada poin-poin penting, pengulangan untuk penjelasan, membantu siswa memahami kosakata dan struktur kalimat yang tidak familiar, serta memberikan bantuan yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana pergantian kode dan pencampuran kode digunakan dalam kelas bahasa Inggris, memberikan wawasan mengenai tujuan dan efek penggunaannya.
Kata kunci : Alih kode; campur kode
ANALISIS ORGANOLEPTIK OLAHAN IKAN ASAP TRADISIONAL DI DESA KEDUNGBOTO KABUPATEN PASURUAN DAN KAJIAN MUTUNYA
Fitri Handayani. 2020. Analisis Organoleptik Olahan Ika AsapTradisional Di Desa Kedungboto Kabupaten Pasuruan. Dibawah Bimbingan Dr. Ir. E awati, M.P. Ikan asap merupakan salah satu bentuk diversifikasi bahan pangan yang bertujuan untuk mengawetkan makanan dengan mengurangi kadar air yang terkandung didalam ikan. Sampel yang dipilih adalah ikan patin asap, ikan nila asap, dan ikan bandeng asap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis organoleptik pada ketiga sampel ikan tersebut dan untuk mengkaji mutu dari ketiga sampel yang di asap secara tradisional. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif sedangkan untuk uji organoleptik yaitu menggunakan metode hedonik. Hasil penelitian pada uji organoleptik nilai tertinggi menunjukkan pada ikan patin asap baik dari segi tekstur, aroma dan rasa. Untuk kajian mutu yang diperoleh dari study literatur ketiga sampel yang dipilih yang hanya memenuhi standarisasi ISO hanya sampel nila asap dan bandeng asap. Sedangkan pada patin asap masih melebihi dari 60% maksimum kadar air. Selain mengurangi kadar air, pengasapan juga mengubah rasa ikan menjadi lebih nikmat dan lezat. Tidak sedikit peminat yang terdapat di sentra ikan Asap KedungbotoKab. Pasuruan. Banyak konsumen yang berasal dari luar daerah demi menikmati ikan asap yang terdapat di pasar ikan asap tersebut. Tulisan ini juga menyajikan tingkat kesukaan konsumen terhadap sampel yang dipilih. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa ikan patin lebih diminati oleh konsumen dari pada sampel ikan yang lain
PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR YANG DIBERI TOMAT (Lycopersicon esculentum) AFKIR OLAHAN
ABSTRAK
PRODUKTIVITAS AYAM PETELUR YANG DIBERI TOMAT
(Lycopersicon esculentum) AFKIR OLAHAN
Oleh
Ulvi Fitri Handayani (1531612024)
(Di bawah bimbingan: Prof. Dr. Ir. Maria Endo Mahata, MS., Prof. Dr. Ir. Yose Rizal, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Irfan Suliansyah, MS dan Prof. Dr. Ir. Wizna, MS)
Tomat merupakan jenis buah atau sayur mengandung senyawa likopen dan memiliki kemampuan untuk menurunkan kolesterol. Akan tetapi, pada penelitian-penelitian terdahulu likopen pada tomat masih kontradiksi dalam menurunkan kolesterol telur pada ayam petelur. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian dengan tiga tahap penelitian yaitu: Tahap I pengolahan tomat secara fisika (perebusan dan pengukusan dengan durasi waktu yang berbeda-beda (0, 4, 8, 12 dan 16 menit); Tahap II penambahan minyak (minyak kelapa dan sawit) dengan dosis yang berbeda-beda (0,25; 0,5; 0,75; 1; 1,25%); Tahap III percobaan Feeding trial pada ayam petelur menggunakan produk olahan tomat (POT) terbaik dengan level dosis 0, 6, 12, dan 18 % dalam ransum serta suplementasi simvastatin dengan dosis 0,03%. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat peningkatan secara nyata (P0,05) dengan lama pemanasan 12 menit. Pengukusan merupakan metode yang tepat dalam mempertahankan kandungan abu pada tomat dibandingkan dengan metode perebusan secara nyata (P0,05) terhadap performa ayam petelur.
Kata kunci : ayam petelur, kolesterol, likopen, POT dan toma
ANALISIS KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR CAMAT BANDAR PETALANGAN KABUPATEN PELALAWAN
ABSTRAK
ANALISIS KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DALAM
MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR CAMAT
BANDAR PETALANGAN KABUPATEN PELALAWAN
Oleh : Friska Fitri Handayani
Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Camat bandar Petalangan
Kabupaten Pelalawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja
Aparatur Sipil Negara dalam meningkatkan pelayanan publik di kantor Camat
bandar Petalangan Kabupaten Pelalawan dan faktor penghambat kinerja
Aparatur Sipil Negara dalam meningkatkan pelayanan publik pada kantor Camat
ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu analisa
yang memberikan gambaran terperinci berdasarkan hasil observasi, wawancara
dan dokumentasi. Dari hasil analisa yang penulis lakukan, penulis menarik
kesimpulan bahwa kinerja pegawai dilihat dari Sasaran Kerja Pegawai (SKP),
ditinjau dari aspek Kuantitas, Kualitas dan waktu dikategorikan kurang baik. Dan
ditinjau dari aspek biaya dikategorikan sudah baik. Dilihat dari Perilaku Kerja
pegawai, ditinjau dari aspek integritas, komitmen, dan disiplin dikategorikan
kurang baik. Ditinjau dari aspek orientasi pelayanan sudah dikategorikan baik.
Peningkatan pelayanan publik dari aspek berwujud dikategorikan sudah baik.
Kehandalan dan ketanggapan dikategorikan belum baik.
Kata Kunci : Kinerja, Pelayanan Publi
Efektivitas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Covid 19
Fitri Handayani. NIM: 1708203174. EFEKTIVITAS PERATURAN
PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 1 TAHUN 2020 TENTANG KEBIJAKAN KEUANGAN NEGARA DAN
STABILITAS SISTEM KEUANGAN UNTUK PENANGANAN PANDEMI COVID
19, 2021.
Dunia saat ini digemparkan oleh munculnya pandemi penyakit Coronavirus
Disease 19 (COVID-19). Yang menyebabkan kerugian di berbagai sektor, termasuk
ekonomi. Di Indonesia sendiri Pemerintah mengambil tindakan untuk
menanggulangi dampak ekonomi dari COVID-19 dengan membentuk Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020
tentang Kebijakan Keuangan Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk
Penanganan Pandemi Coronavirus Disease 19 (Covid-19).
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dari pertanyaan-pertanyaan yang
menjadi rumusan masalah: “Efektivitas Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan
Negara Dan Stabilitas Sistem Keuangan Untuk Penanganan Pandemi Covid 19”.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan dengan
cara studi kepustakaan, interview (wawancara), dokumentasi kemudian dianalisis
dengan metode deskriptif-kualitatif.
Adapun hasil dari penelitian ini: 1. Faktor dikeluarkanya Perppu no 1 tahun
2020 adalah karena pandemi corona termasuk kegentingan yang memaksa, adanya
kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan suatu masalah secara cepat berdasarkan
undang-undang, undang-undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga
terjadi kekosongan hukum. Maka, jika dilihat dari segi prosedural UU ini telah
mengikuti apa yang diperintahkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, karena
kondisi darurat atau hal ihwal kegentingan yang memaksa yaitu pandemi virus
corona disease. 2. Efektivitas Perppu no 1 tahun 2020, jika dilihat dari segi materi
muatannya dan ditinjau dari keempat indikator dalam faktor-faktor yang
mempengaruhi penegak hukum dari teori soerjono soekanto, bahwa Perppu RI no
1 tahun 2020 banyak yang bertentangan dengan Undang-undang Dasar maupun UU
lainya terutama pada Pasal 27, sehingga dikhawatirkan ketika keadaan pandemi
corona sudah bisa diatasi dan masyarakat bahkan negara telah mampu
membangkitkan perekonomian, ketentuan UU tersebut dikhawatirkan akan
membuka celah penyelewengan hukum. Sehingga dapat dikatakan tidak efektif
dalam pelaksanaan nya untuk menangani pandemi covid 19 di indonesia.
Kata kunci: Efektivitas, Perppu no 1 tahun 2020, Pandemi covid 1
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SCAFFOLDING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 TAPUNG
ABSTRAK
Nurul Fitri Handayani, (2020): Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Scaffolding terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tapung
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran scaffolding terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tapung. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tapung. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Quasy Eksperimen Design dengan rancangan penelitian Non-equivalent Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa yang belajar ekonomi di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tapung yang berjumlah 120. Sedangkan sampel penelitian ini adalah siswa IPS kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tapung yang berjumlah 60 siswa, terdiri dari 30 siswa kelas eksperimen dan 30 siswa kelas kontrol dengan menggunakan teknik pengambilan Purposive Sampling dengan pertimbangan nilai rata-rata hasil pretest kelas mendekati sama. Subjek dalam penelitian ini guru dan siswa kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tapung, sedangkan objek pada penelitian ini adalah proses pelaksanaan penerapan model pembelajaran scaffolding sebagai usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan presentase. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model pembelajaran scaffolding terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tapung dengan thitung > ttabel baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1% (2,0012,663), dan nilai sig. <0,05 (0,001<0,05) yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil uji effect size menunjukan besaran pengaruh penerapan model pembelajaran scaffolding terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tapung adalah sebesar 0,80 tergolong besar.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Scaffolding, Hasil belaja
Analisis Tindak Tutur Kondektur Bus Trans Padang Jurusan Lubuk Buaya-Pasar Raya:Tinjauan Pragmatik
ABSTRAK
Fitri Handayani, 2018 “Analisis Tindak Tutur Kondektur Bus Trans Padang Jurusan Lubuk Buaya- Pasar Raya” Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas. Pembimbing I Dra. Sri Wahyuni, M. Ed. dan Pembimbing II Dr. Aslinda, M. Hum.
Masalah yang dibahas dalam skripsi ini adalah (1) jenis-jenis tindak tutur apa sajakah yang digunakan oleh kondektur bus Trans Padang jurusan Lubuk Buaya- Pasar Raya. (2) bagaimanakah modus kalimat pengungkap tindak tutur dalam tuturan kondektur bus Trans Padang jurusan Lubuk Buaya- Pasar Raya.Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan jenis-jenis tindak tutur kondektur bus Trans Padang jurusan Lubuk Buaya- Pasar Raya. (2) menjelaskan modus kalimat pengungkap tindak tutur dalam tuturan kondektur bus Trans Padang jurusan Lubuk Buaya- Pasar Raya. Penyediaan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dengan teknik dasarnya adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik rekam dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik dasarnya adalah teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding memperbedakan (HBB). Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan menggunakan metode penyajian informal. Berdasarkan analisis data ditemukan lima jenis tindak tutur yang digunakan oleh kondektur bus Trans Padang jurusan Lubuk Buaya- Pasar Raya, yaitu tindak tutur representatif, tindak tutur komisif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, dan tindak tutur deklaratif. Pada tindak tutur representatif ditemukan dua jenis tindakan, yaitu melaporkan dan memberitahukan; pada tindak tutur komisif ditemukan satu jenis tindakan, yaitu berjanji; pada tindak tutur direktif ditemukan lima jenis tindakan, yaitu menyuruh, meminta, mengajak, bertanya, dan menyarankan; pada tindak tutur ekspresif ditemukan dua jenis tindakan, yaitu meminta maaf dan mengucapkan terima kasih; pada tindak tutur deklaratif ditemukan satu jenis tindakan, yaitu setuju. Berdasarkan modus kalimat pengungkap tindak tutur dalam tuturan kondektur bus Trans Padang Jurusan Lubuk Buaya- Pasar Raya ditemukan modus kalimat berita, modus kalimat tanya, dan modus kalimat perintah. Modus kalimat berita yang ditemukan berfungsi untuk memberitakan dan meminta; modus kalimat tanya yang ditemukan berfungsi untuk bertanya, menyuruh, meminta, dan mengajak; modus kalimat perintah yang ditemukan berfungsi untuk menyuruh dan meminta.
Kata Kunci: Tindak Tutur, Kondektur, Trans Padan
- …
