8 research outputs found

    PENGARUH TEMAN SEBAYA, PENGETAHUAN, MEDIA MASA TERHADAP PERILAKU DIET MAHASIWI STIKES PAYUNG NEGERI PEKANBARU

    No full text
    &lt;p&gt;&lt;em&gt;Background: Diet is actually a way of combining between 60-70% carbohydrate, 10-15% protein and 20-25% fat. Based on research conducted Sasti (2015) Indonesia specifically no exact figures regarding dietary behaviors in adolescents. The prediction is based on data the average prevalence of adolescents in Indonesia who do unhealthy diets found a figure of42.6%.Objective: to determine the relationship of peer influence, knowledge and the role of mass media on the behavior of student diet STIKes Payung Negeri Pekanbaru. Methodology: This type of research is quantitative analytical research with correlation design with cross sectional research usingtechnique stratified random sampling yaitu a population made up of units that have different characteristics orheterogeneous.The sample in this study sebayak 71 sophomore I DII Midwifery. The data analysis univariate and bivariate withtest chi-squareResults showed that the influence of peers(pvalue 0.046 &amp;lt;0.05 and POR = 3.725 and the influence of mass media exposure(pvalue 0.041 &amp;lt;0.05 and POR = 3.321) have a relationship significantly to the dietary behavior of respondents.Conclusions: there is a significant correlation between the influence of peers and mass media exposure to dietary behavior &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diet yang sebenarnya adalah cara mengkombinasi antara 60-70% karbohidrat, 10-15% protein, dan 20-25% lemak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sasti (2015) Indonesia secara khusus belum ada angka yang pasti mengenai perilaku diet pada remaja. Prediksi yang didasarkan data rata-rata prevalensi remaja di Indonesia yang melakukan diet tidak sehat ditemukan angka sebesar 42,6%.Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan pengaruh teman sebaya, pengetahuan dan peran media masa terhadap perilaku diet mahasiswi STIKes Payung Negeri Pekanbaru. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan Desain korelasi dengan pendekatan &lt;em&gt;cross sectional &lt;/em&gt;peneliti menggunakan teknik &lt;em&gt;Stratified Random Sampling &lt;/em&gt;yaitu suatu populasi terdiri dari unit yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda atau heterogen. Sampel dalam penelitian ini sebayak 71 orang mahasiswi tingkat I DII Kebidanan. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji &lt;em&gt;chi-square&lt;/em&gt;Hasil : menunjukan bahwa pengaruh teman sebaya (&lt;em&gt;p value&lt;/em&gt; 0,046 &amp;lt; 0,05 dan POR = 3,725 dan pengaruh paparan media massa (&lt;em&gt;p value&lt;/em&gt; 0,041 &amp;lt; 0,05 dan POR = 3,321)memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku diet responden.Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dan paparan media massa terhadap perilaku diet mahasiswi DIII Kebidanan TIKes PayungNegeri Pekanbaru.&lt;/p&gt;</jats:p

    Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Kenakalan Remaja Pada Siswa-Siswi MAN 2 Model Kota Pekanbaru Tahun 2018

    Get PDF
    Kenakalan remaja merupakan perilaku luas, mulai dari perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial sampai tindak kriminal.Remaja melakukan perbuatan-perbuatan sesuai dengan keinginannya, sesuai dengan kesenangannya. Pada tahun 2015 terdapat kasus kenakalan remaja sebanyak 3 kasus, dan pada tahun 2016 kasus kenakalan remaja ini mengalami peningkatan menjadi 10 kasus.Berdasarkan survei yang telah dilakukan di MAN 2 Model Pekanbaru jumlah seluruh siswa yaitu 273 dan siswi 385 dengan total keseluruhan 658 siswa/i.Dari pelanggaran point yang telah ditetapakan oleh MAN 2 Model Pekanbaru, jika jumlah pelanggaran point telah mencapai 1000 maka siswa-siswi akan dikeluarkan oleh pihak sekolah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Faktor yang mempengaruhi perilaku kenakalan remaja pada siswa-siswi MAN 2 Model Kota Pekanbaru Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desaincross sectional. Penelitian ini dilakukan Februari 2018 – Juli 2018 di MAN 2&nbsp; Model Pekanbaru. Adapun jumlah populasi kelas X yaitu 198 dan kelas XI yaitu 213, jadi seluruh populasi kelas X dan XI yaitu 411 dan semua populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian yang digunakan kuesioner .Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menyimpulkan tidak ada pengaruh yang signifikan antara kontrol diri (Pvalue= 0,358&gt;α = 0,05) dan pengaruh teman sebaya (Pvalue= 0,003&lt;α = 0,05) dengan kenakalan remaja dan tidak ada pengaruh yang signifikan konsep diri (Pvalue = 0,600&gt;α = 0,05) dengan kenakalan remaja dengan nilai CI 95%. Diharapkan siswa/i lebih bisa mengendalikan diri dan mengembangkan konsep diri yang positif pada dirinya, sehingga siswa/i tidak akan mudah terpengaruh oleh teman yang melakukan kenakalan. &nbsp; &nbsp; &nbsp

    EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL VIDEO TERHADAP PERUBAHAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG OBESITAS DI SMPN 1 PEKANBARU TAHUN 2019

    Get PDF
    Obesity is an increase in the amount of energy that is piled up as a process of increasing fat loss. In 2010 in Riau Province the incidence of obesity was 10.95%. The presence and development of Audio Visual Aid (AVA) media cannot consider the advantages that can provide a more real picture and increase memory retention because it is more interesting and easy to understand. Quantitative research type, quasy experiment method. Research Related to Know About Health Education with Audio Visual Video Media on Changes in Youth Knowledge About Obesity in SMPN 1 Pekanbaru. The study was conducted at SMPN 1 Pekanbaru. The study population was all students in Class 1 and 2 fighting 435 people who were sampled. Sampling technique used (probability sampling). Data collection by questionnaire. Data processing using computerized statistical analysis T Dependent with a degree of confidence 95% p = 0.05. The results of the study showed that before and after health education at SMPN 1 Pekanbaru with AVA media, there were differences in nuanced and more effective knowledg

    PENGARUH TEMAN SEBAYA, PENGETAHUAN, MEDIA MASA TERHADAP PERILAKU DIET MAHASIWI STIKES PAYUNG NEGERI PEKANBARU

    No full text
    Background: Diet is actually a way of combining between 60-70% carbohydrate, 10-15% protein and 20-25% fat. Based on research conducted Sasti (2015) Indonesia specifically no exact figures regarding dietary behaviors in adolescents. The prediction is based on data the average prevalence of adolescents in Indonesia who do unhealthy diets found a figure of42.6%.Objective: to determine the relationship of peer influence, knowledge and the role of mass media on the behavior of student diet STIKes Payung Negeri Pekanbaru. Methodology: This type of research is quantitative analytical research with correlation design with cross sectional research usingtechnique stratified random sampling yaitu a population made up of units that have different characteristics orheterogeneous.The sample in this study sebayak 71 sophomore I DII Midwifery. The data analysis univariate and bivariate withtest chi-squareResults showed that the influence of peers(pvalue 0.046 &lt;0.05 and POR = 3.725 and the influence of mass media exposure(pvalue 0.041 &lt;0.05 and POR = 3.321) have a relationship significantly to the dietary behavior of respondents.Conclusions: there is a significant correlation between the influence of peers and mass media exposure to dietary behavior  Diet yang sebenarnya adalah cara mengkombinasi antara 60-70% karbohidrat, 10-15% protein, dan 20-25% lemak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Sasti (2015) Indonesia secara khusus belum ada angka yang pasti mengenai perilaku diet pada remaja. Prediksi yang didasarkan data rata-rata prevalensi remaja di Indonesia yang melakukan diet tidak sehat ditemukan angka sebesar 42,6%.Tujuan penelitian : untuk mengetahui hubungan pengaruh teman sebaya, pengetahuan dan peran media masa terhadap perilaku diet mahasiswi STIKes Payung Negeri Pekanbaru. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan Desain korelasi dengan pendekatan cross sectional peneliti menggunakan teknik Stratified Random Sampling yaitu suatu populasi terdiri dari unit yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda atau heterogen. Sampel dalam penelitian ini sebayak 71 orang mahasiswi tingkat I DII Kebidanan. Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji chi-squareHasil : menunjukan bahwa pengaruh teman sebaya (p value 0,046 &lt; 0,05 dan POR = 3,725 dan pengaruh paparan media massa (p value 0,041 &lt; 0,05 dan POR = 3,321)memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku diet responden.Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara pengaruh teman sebaya dan paparan media massa terhadap perilaku diet mahasiswi DIII Kebidanan TIKes PayungNegeri Pekanbaru

    PENGARUH LINGKUNGAN FISIK TERHADAP TERJADINYA STRESS KERJA PADA PEKERJA INDUSTRI BENGKEL LAS DI KOTA PEKANBARU

    Get PDF
    Stressisan inevitable consequence of modern life. Job stress can be define dasaphysical and mental responses that occurwhenthe demand/job requirements do notmatch the capabilities, resources orneeds ofthe worker. Based on theresults ofthe initial survey conducted by researchersin May 2016, thatintheworkshopthere isa riskof physicalwork environmenthazardssuch astemperature, lightingandnoisecoming fromthe equipment. Thistypeof researchdesignisAnalyticcross sectional study, witha samplesizeof65peopleworkingin thewelding shopPekanbaru. Sampling was done bypurposive sampling. Data analysis was performedusing univariate, bivariatechi-squaretest, and multivaria telogistic regression. The result showed that the variables that significantly influencethe works tessis temperature (OR = 22.36), lighthing (OR =13.51), noise (OR =2.04) and age(OR =1.85). This study found 33 of 65 respondent sex periencing work stress (50.8%). Variable related tojob stress are work experience, hours worked, age, use of PPE, noise, temperature and lighting. Variables that have a significant impactis the temperature, lighting, noise, age. The most dominant variableis the temperature (OR: 22.36). Should be applied to the management of stress on workers' so stresscan be overcome. Keyword&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : &nbsp;&nbsp;&nbsp; Job stress, welding shop, the physicalenvironmen

    Model Pemberdayaan Masyarakat Terintegrasi dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Anak Usia Dini di Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar

    Get PDF
    Stunting adalah suatu kondisi yang menyerang anak di bawah usia lima tahun. Hal ini sering terjadi akibat kekurangan gizi kronis dan terserang infeksi berulang trauma selama 1.000 tahun pertama kehidupan ( HPK ) , yaitu pada saat masih dalam bentuk janin hingga anak usia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila Panjang atau tinggi badannya berada di minus 2 standar deviasi tinggi anak. Stunting dapat menyebabkan anak tersebut lebih rentan terjangkit penyakit dan mengalami keterlambatan pertumbuhan fisik. Stunting ini juga disebabkan karena minimnya pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya asupan gizi selama masa kehamilan yang dapat menyebabkan anak mengalami stunting, keterbatasan perekonomian, dan juga minimnya fasilitas Kesehatan. Metode pengabdian yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan memberikan kuisioner terkait stunting kepada masyarakat Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar khusunya kelompok Tani Pulai Tarandam dan Kelompok Pengajian Ar- Raudhoh Sasapan dan observasi terhadap anak-anak balita . Temuan dilapangan menunjukkan bahwa masih terdapat anak-anak yang mengalami stunting, karna kondisi tersebutlah diadakan model pemberdayaan masyarakat terintegrasi dalam Upaya pencegahan stunting yang diharapkan akan menurunkan angka stunting pada anak usia dini di Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar menuju 0 stuntin

    Efektivitas Media Promosi Kesehatan Berbasis Website Terhadap Pengetahuan Tentang Bahaya Merokok Pada Remaja Di SMA Negeri 2 Bukit Batu

    Get PDF
    mematikan dan berbahaya bagi tubuh. Data BPS Tahun 2023 menunjukkan prevalensi merokok pada penduduk usia ³ 15 tahun di Provinsi Riau sebesar 27,76%. Berdasarkan catatan BK terdapat 18 siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah, dilanjutkan penuturan bahwa rata-rata siswa di SMA Negeri 2 Bukit Batu merupakan perokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas media promosi kesehatan berbasis website terhadap pengetahuan tentang bahaya merokok pada remaja di SMA Negeri 2 Bukit Batu. Penelitian ini bersifat kualitatif dan desain penelitian quasi experiment dengan one group pretest-posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki kelas XI-XII yang berjumlah 122 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 122 responden. Hasil uji statistik menunjukkan peningkatan yang signifikan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan media promosi kesehatan berbasis website dengan p-value = 0,000 (p &lt; 0,05) maka Ho ditolak yang artinya terdapat efektivitas media promosi kesehatan berbasis website terhadap pengetahuan tentang bahaya merokok pada remaja di SMA Negeri 2 Bukit Bat

    Hubungan Literasi Kesehatan Lingkungan Dengan Kemampuan Problem Solving Mahasiswa Dalam Isu Lingkungan

    Get PDF
    Tantangan lingkungan yang semakin kompleks di Provinsi Riau menuntut generasi muda memiliki literasi kesehatan lingkungan (Environmental Health Literacy/EHL) dan kemampuan problem solving yang baik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi kesehatan lingkungan dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam menghadapi isu lingkungan di Provinsi Riau. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 412 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Riau yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner EHL yang diadaptasi dari Febria et al (2024) dan instrumen problem solving yang dikembangkan berdasarkan tahapan pemecahan masalah. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Pearson, uji beda (t-test dan ANOVA), dan analisis regresi berganda. Hasil penelitian rata-rata skor EHL mahasiswa adalah 78,45 ± 12,68 dengan 47,3% berada pada kategori tinggi. Kemampuan problem solving memiliki rata-rata 76,32 ± 11,94. Terdapat hubungan positif signifikan antara EHL dengan kemampuan problem solving (r = 0,487; p &lt; 0,001). EHL berkontribusi 23,7% terhadap varians kemampuan problem solving (R² = 0,237). Mahasiswa bidang kesehatan, semester akhir, dan perempuan menunjukkan EHL yang lebih tinggi secara signifikan. Kesimpulan: Literasi kesehatan lingkungan berkorelasi positif dengan kemampuan problem solving mahasiswa dalam isu lingkungan. Pengembangan program pendidikan yang mengintegrasikan EHL dengan keterampilan pemecahan masalah diperlukan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan lingkungan di Provinsi Ria
    corecore