1,720,955 research outputs found
PERILAKU RETAK PELAT BETON BERTULANG AKIBAT BEBAN STATIK
Masalah lebar retak merupakan hal yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut, kajian riset tentang lebar retak, baik dari teori klasik sampai sekarang masih dibahas dalam sejumlah artikel jurnal. Adapun maksud penelitian ini adalah membuktikan lebar retak komposit pelat dengan variasi tulangan akibat beban statik. Pengujian ini menggunakan pelat dengan ukuran 170x60x20 cm diletakkan diatas tumpuan sederhana. Beban diberikan secara bertahap sampai mencapai retak yang diijinkan (ACI committee 224) sebesar 0,4 mm, benda uji dibuat sebanyak 6 benda uji masing-masing 3D13, 4D13, 5D13, 6D13, 5D16, 6D16. Dari 6 benda uji yang diteliti dapat diuraikan bahwa setelah mencapai retak awal, penambahan beban dilakukan tiap 1 KN agar data yang diperoleh lebih akurat. Kaitannya dengan spasi tulangan, perambatan retak lebih lambat sesuai dengan spasi tulangan pada masing-masing benda uji. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa semakin banyak tulangan yang dipasang (ρ semakin besar) maka lebar retak maksimum semakin kecil. Berdasarkan grafik hubungan antara tegangan baja dan lebar retak antara eksperimen, peraturan dan peneliti ternyata bahwa pengaruh angka tulangan ρ pada beban statik adalah: .Hasil peraturan dan peneliti relatif lebih linier dibandingkan dengan eksperimen. Hasil eksperimen lebih besar dibandingkan dengan hasil peraturan dan peneliti, hasil peraturan lebih kecil dari hasil peneliti. Dari hasil rata-rata perhitungan ditemukan bahwa perambatan retak pada eksperimen lebih cepat dari hasil peneliti dan peraturan.Kata kunci: potensi debit, Sungai Maiting, PLT
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
EVALUASI KINERJA ARUS LALU LINTAS DISEPUTARAN TAMAN BUGIS KOTA SUMBAWA BESAR
Perubahan arus lalu lintas menjadi satu arah pada ruas jalan utama yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. tentunya akan berimbas pada pengguna jalan yang memiliki kecenderungan untuk memilih jarak tempuh terpendek melalui jalan-jalan alternatif yang menghubungkan jalan utama. Akibat penerapan jalur satu arah, hambatan samping pada ruas jalan tersebut semakin bertambah serta kinerja arus lalu lintas semakin meningkat. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengevaluasi Kinerja Arus Lalu Lintas Di Seputaran Taman Bugis Kota Sumbawa Besar.
Untuk menganalisis kinerja, dan hambatan samping ruas jalan yaitu menggunakan metode MKJI 1997. Kinerja arus lalu lintas setelah adanya perubahan arus satu arah yaitu di seputaran Taman Bugis arah utara Tugu Mas Sumbawa saat ini mempunyai Derajat kejenuhan lebih tinggi yaitu 0,59 dari ruas jalan utama jalan Diponegoro dengan nilai maximum derajat kejenuhan 0,24 dan berada pada tingkat pelayanan C (dengan nilai DS 0,45 – 0,74) dimana arus lalu lintas ramai dan kecepatan lalu lintas terbatas karena kapasitas jalan yang rendah yaitu sebesar 2555,19 smp/jam dengan hambatan samping yang tinggi ? 604 kej/jam. kemudian setelah adanya perubahan arus jalur satu arah pada ruas jalan Diponegoro seputaran Taman Bugis arah utara Tugu Mas Sumbawa, kinerja ruas jalan utama jalan Diponegoro berdasarkan volume semakin meningkat yaitu dengan volume maksimum rata-rata sebesar 5738.46 smp/jam. Sehingga ruas jalan utama jalan Diponegoro masih layak dan memadai dalam menampung volume lalu lintas dengan kapasitas jalan yang dimiliki 6204smp/jam (satuan mobil penumpang/jam). Dimana tingkat pelayanan yaitu A dan masih dikatakan normal untuk kapasitas jalan yang digunakan. dan hambatan samping yang dimiliki saat ini pada ruas jalan Diponegoro dikategorikan sedang (M) karena hambatannya ? 400. Sehingga berdasarkan volume yang cukup meningkat, dan kecepatan yang rendah, kepadatan arus pada kedua ruas jalan yang diamati tersebut cukup lancar. Hal ini menandakan bahwa penerapan jalur satu arah pada ruas jalan Diponegoro seputaran Taman Bugis arah Utara Tugu Mas Sumbawa sudah efektif untuk dilakukan
OPTIMASI PENGGUNAAN PERALATAN PEMINDAHAN TANAH MEKANIS UNTUK MENINGKATKAN KINERJA WAKTU DAN BIAYA : (STUDI KASUS: PROYEK JALAN LINGKAR SELATAN LUNYUK)
Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan dengan kurun waktu yang terbatas dan sumber daya tertentu untuk mendapatkan hasil pekerjaan konstruksi yang baik. Terdapat beberapa elemen pendukung untuk mencapai hasil pekerjaan konstruksi yang baik. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan bantuan peralatan pemindahan tanah mekanis. Oleh karena itu penggunaan peralatan pemindahan tanah mekanis harus disesuaikan antara kondisi lapangan, kapasitas alat dan jumlah alat agar mencapai kondisi yang optimal. Kondisi optimal yaitu kondisi yang ideal dimana suatu pekerjaan dapat selesai dengan biaya dan waktu yang telah ditentukan. Tujuan dari penelitian ini adalah: Menganalisis kombinasi penggunaan peralatan pemindahan tanah mekanis untuk mencapai kondisi optimal, Menganalisis durasi pekerjaan gali dan buang tanah yang optimal, Menganalisis biaya pada pekerjaan gali dan buang tanah yang optimal. Pemilihan peralatan pemindahan tanah mekanis yang optimal dilakukan dengan menentukan waktu kerja, jenis alat, dan menghitung masing-masing biaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Dari hasil penelitian didapatkan kombinasi peralatan pemindahan tanah mekanis yang optimal yaitu kombinasi alternatif 1 dengan, waktu kerja normal , dan jumlah alat Excavator PC200 3 unit, Dumptruck fm260JD 6 unit dapat menyelesaikan pekerjaan gali dan buang tanah dengan durasi total 6 hari atau lebih cepat 2 hari dari kombinasi eksisting dan biaya total sebesar Rp 284,061,901.76 atau berkurang 14% dari kombinasi eksisting
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
