9 research outputs found

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kehamilan pada Remaja di Kabupaten Lampung Timur Tahun 2011

    No full text
    Masa remaja sebagai masa dimana perubahan fisik, mental dan sosial ekonomi terjadi dan merupakan titik rawan karena remaja selalu mempunyai sifat ingin tahu dan mempunyai kecendrungan mencoba hal-hal baru. Kenyataan bahwa kehamilan pada remaja dibawah 20 tahun makin meningkat dan menjadi masalah. Seks pra nikah dan perkawinan remaja menyebabkan terjadinya kehamilan di usia remaja dengan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan. Berbagai faktor mempengaruhinya yaitu faktor internal seperti kematangan organ seks yang terlalu cepat, emosi yang belum stabil, rasa ingin tahu dan pengetahuan tentang seks yang kurang atau salah. Sedangkan faktor eksternal seperti pergaulan hidup bebas, faktor lingkungan seperti keluarga, media massa, teman sebaya, permisivitas dan kecerobohan dalam prilaku seks, terbatasnya pelayanan reproduksi untuk kalangan remaja, status sosial ekonomi, dibesarkan dalam keluarga dengan satu orang tua, dan pendidikkan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan pada remaja di Kabupaten Lampung Timur. Rancangan penelitian merupakan studi case control. Populasi penelitian adalah seluruh remaja wanita baik yang hamil maupun yang tidak hamil yang ada di Kabupaten Lampung Timur Tahun 2011 dengan sampel berjumlah 270 orang, terdiri dari 135 kelompok kasus dan 135 pada kelompok kontrol. Hasil penelitian menyimpulkan terdapat hubungan antara kehamilan pada remaja dengan pengetahuan tentang seksualitas d(p= 0,000), prilaku seksual (p= 0,000), pengaruh teman sebaya (p= 0,020), pengaruh media informasi (p=0,000)

    Edukasi Mengatasi Nyeri Putting Dan Permasalahan Menyusui

    No full text
    Kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan tema Sukses Mengatasi Nyeri Putting dan Permasalahan Menyusui, dilaksanakan pada tanggal 23 November 2023 di Desa Way Hui Kabupaten Lampung Selatan, dengan sasaran kelas ibu menyusui. Pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari rangkaian upaya untuk membentuk Desa Binaan Tangguh ASI.Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan pada ibu menyusui tentang nyeri putting dan permasalahan menyusui lainnya serta beragam cara untuk mengatasi masalah tersebut. Nyeri puting susu memberikan dampak yang luas bagi ibu dan bayi, bukan hanya karena rasa sakit yang menimbulkan gangguan aktivitas umum, gangguan mood (suasana hati), dan gangguan tidur, tetapi  dalam waktu lama sakit dapat mempengaruhi produksi ASI dan merupakan penyumbang utama penyapihan dini bahkan berkaitan dengan mastitis dan depresi (Dauglas, 2022).  Pemberian ASI secara eksklusif kepada bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai anak berusia dua tahun atau lebih termasuk Resolusi World Health Assembly (WHA) No:55.25 tahun 2002 tentang Global Strategy on Infant and Young Child Feeding. Oleh karena itu dengan pengetahuan yang baik mengenai cara mengatasi nyeri putting dan permasalahan menyusui pada ibu diharapkan dapat meningkatkan kualiatas dan kuantitas ASI yang pada akhirnya mempengaruhi kecukupan gizi pada bayi dan anak.Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan edukasi pada ibu menyusui. Materi diberikan dengan metode ceramah dan praktik secara langsung serta menggunakan media presentasi powerpoint.Hasil kegiatan berupa tersosialisasi dan terlaksananya edukasi tentang sukses mengatasi nyeri putting dan permasalahan menyusui yang ditujukan pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas karang anyar. Evaluasi dilakukan secara langsung dengan diskusi untuk menggali pemahaman ibu. Praktik posisi dan pelekatan yang benar dalam menyusui dan upaya pencegahan nyeri dan pengobatan ringan untuk nyeri pada Ibu menyusui. Kata kunci : Ibu Menyusui, nyeri putting, masalah menyusu

    Determinants of Breast pain in Breastfeeding Mothers in the Area of Karang Anyar Community Health Center, South Lampung District, Indonesia

    No full text
    ABSTRACT Nipple pain during breastfeeding significantly impacts the emotional well-being, daily activities, and sleep patterns of mothers, increasing the risk of early breastfeeding cessation and postpartum depression. Previous studies have reported high prevalence rates of nipple pain among breastfeeding mothers in various countries. This study aims to identify the factors contributing to nipple pain, utilizing a cross-sectional design and Shomers's statistical test. Nipple pain severity was assessed using visual analog scores, with nipple lesions, latch-on techniques, nipple shape, and maternal parity as independent variables. The results demonstrate strong positive associations between nipple pain and nipple lesions (P value 0.000, r = 0.866), latch-on techniques (P value 0.000, r = 0.629), and nipple shape (P value 0.001, r = 0.341). However, there is no significant correlation (P value 0.132) between nipple pain and maternal parity (r = -0.182). To promote successful breastfeeding, healthcare facilities should prioritize the provision of education on proper breastfeeding techniques, pain prevention and management strategies, and solutions to address the unique challenges faced by breastfeeding mothers. Key word: Nipple pain Nipple trauma Lacth-on Parity Nipple Shap

    Edukasi Meningkatkan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Dan Gerakan Tanam Katu, Kelor,Kacang-kacangan Di Desa Jati Mulyo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan

    No full text
    Puskesmas Karang Anyar merupakan salah satu puskesmas yang menjadi mitra Pusat unggulan (Center of Excellence) Jurusan Kebidanan di bidang manajemen laktasi.  Wilayah kerja puskesmas Karang Anyar meliputi 12 Desa. Berdasarkan Data Puskesmas Karang Anyar Tahun 2021 jumlah bayi dan balita di Posyandu Teratai 2 Desa Jati Mulyo sebanyak 120 anak. Tercatat 52 Ibu menyusui bayinya. Menyusui memerlukan upaya pengelolaan kesehatan yang baik agar derajat kesehatan ibu dan anak dapat tercapai dengan maksimal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan edukasi cara meningkatkan produksi ASI dan memberikan dukungan agar ibu menyusui bersedia mengkonsumsi makanan bergizi termasuk sayur-sayuran.Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan bibit tanaman sayur katuk, kelor dan kacang tanah sebagai bahan konsumsi sayur untuk meningkatkan produksi ASI. Selain itu edukasi kepada ibu menyusui dan kader tentang upaya meningkatkan produksi ASI juga diberikan.  Kegiatan berjalan dengan baik dan telah dilaksanakan Pada Tanggal 15 September 2022 di dua tempat yaitu penanaman kelor katu dan kacang yang dilaksanakan di kebun tanaman obat dan sayur milik Desa Jatimulyo. Dan pemberian edukasi di Posyandu teratai 2. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 64 orang. Diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dan dapat memotivasi ibu untuk sukses menyusui  dan meningkatkan motivasi pentingnya konsumsi sayur untuk ibu menyusui. Kata kunci : Edukasi, Menyusui, Produksi ASI

    PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU HAMIL MENGENAI GIZI DAN SUMBER PANGAN LOKAL UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KAMPUNG NOTOHARJO KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    No full text
    Pregnant women's knowledge about nutritional needs during pregnancy is very important to improve maternal and fetal health and prevent stunting. This will be even more meaningful if it is complemented by the mother's skills in utilizing local food sources as an affordable nutritional solution. Therefore, combining activities to educate mothers while providing direct practice is a good choice and suits the needs of pregnant women. This is the background to the community service activities of lecturers and students at the Tanjungkarang Health Polytechnic in Notoharjo village, Trimurjo district, Central Lampung. This activity involves direct practice in the form of introducing local food sources, using the KIA Book as a source of knowledge, and making soy milk as an alternative source of protein. The results of the activity showed an increase in pregnant women's understanding of daily nutritional needs and skills in practicing nutritional knowledge. This activity shows that community-based education involving local food sources has the potential to increase pregnant women's awareness of the importance of balanced and affordable nutrition to prevent stuntin

    RINTISAN PROGRAM POSYANDU PRIMA DI KAMPUNG NOTOHARJO KECAMATAN TRIMURJO KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    No full text
    Inovasi layanan posyandu sesuai dengan transformasi layanan kesehatan primer melahirkan wadah baru yang dikenal dengan Posyandu Prima. Layanan kesehatan posyandu prima menjangkau semua masyarakat karena setiap fase kehidupan selalu ada permasalahan kesehatan tersendiri. Mewujudkan posyandu prima membutuhkan persiapan yang tidak mudah karena melibatkan pembiayaan tinggi, SDM dan kerjasama lintas sektor. Namun selalu ada jalan untuk mewujudkan hal baik. Untuk menyiasatinya Pengabdian Masyarakat Dosen Poltekkes Tanjungkarang difokuskan pada persiapan yang dapat dilakukan sejak dini yaitu mempersiapkan SDM kader. Rintisan Posyandu Prima di Desa Notoharjo mulai berjalan dengan membekali dan menyiapkan kader terlebih dahulu. Metode kegiatan dimulai dengan advokasi, sosialisasi, pelatihan posyandu prima untuk kader, praktik kunjungan rumah, penguatan keterampilan kunjungan rumah dan survey kesehatan masyarakat. Hasilnya diperoleh responden usia produktif sebanyak 95 orang. Kesehatan masyarakat Desa Notoharjo termasuk dalam keadaan baik. Masalah kesehatan usia produktif yang muncul adalah kebiasaan merokok (37,9%) hipertensi (4,2%) dan gangguan penglihatan (9,5%), Ini masih menjadi fenomena karena sebagian besar warga tidak tahu keadaan kesehatan dirinya sendiri karena minimnya pemeriksaan/deteksi dini penyakit. Kata Kunci: Posyandu prima, rintisan

    Interprofessional Education: A Study of Curriculum Development and Implementation in Learning Process in Applied Bachelor Study Program in Health Polytechnic of Tanjungkarang

    No full text
    One of the global problems in the health system is health service fragmented and overlaps among the health profession. This phenomenon occurs due to a lack of communication and cooperation among health personnel so that the health service is not effective and efficient. The transformation of health service is needed through a comprehensive and collaborative health service, which focuses on the client. Intercollaboration capability cannot be formed spontaneously, but need training since they are on campus. So that interprofessional education (IPE) should be integrated into the curriculum and the learning process should give meaningful learning experiences that can make students from different professions interact and cooperate This study is a descriptive study that aims to describe curriculum development and the implementation of IPE in four applied bachelor study programs in Poltekkes Tanjungkarang. In curriculum development activity it was obtained the agreement of IPE learning was implemented through a theoretical lecture with one credit inserted in a related course, one credit of practicum, and three credits of clinical practicum in community. Curriculum development and IPE learning development in Poltekkes Tanjungkarang was implemented based on the commitment and cooperation of all parties. The implementation of IPE learning using Team-Based Learning (TBL) and evaluation with a website-based survey. Keywords: interprofessional education (IPE), curriculum developmen

    AKSI KOLABORASI: MEMBENTUK DESA RAMAH MENYUSUI DI DESA MRANGGI JAYA KECAMATAN PUTRA RUMBIA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    No full text
    Kampung Mranggi Jaya merupakan salah satu desa di Kecamatan Putra Rumbia Kabupaten Lampung Tengah dengan jumlah penduduk sebanyak 1522 jiwa. Karakteristik penduduk sebagian besar adalah keluarga pra sejahtera yaitu sebanyak 469 KK, dan hanya 21 KK yang termasuk dalam kelompok sejahtera.  Tidak ada fasilitas puskesmas pembantu, tidak ada tempat praktik bidan dan bahkan bidan sendiri tidak ada di desa tersebut.  Ada 2 Posyandu yang aktif dengan 20 kader posyandu. Dari data puskesmas Bina Karya Utama diketahui cakupan ASI eksklusif Desa meranggi jaya sebesar 66,7%. Ini menunjukkan bahwa cakupan tersebut masih belum sesuai dengan target nasional.  Didukung dengan karakteristik yang ada, sangat layak bagi Desa Mranggi Jaya untuk mendapatkan prioritas edukasi kesehatan termasuk edukasi mengenai menyusui. Dari paparan kelembagaan Desa juga belum ada komunitas yang peduli dengan keadaan ibu menyusui. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk Aksi Kolaborasi : Membentuk Desa Ramah Menyusui ini ditujukan pada Desa Mranggi Jaya Kecamatan Putra Rumbia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan ibu menyusui mengenai manfaat ASI dan menyusui serta terbentuknya komunitas ramah ASI untuk mendukung keberhasilan menyusui. Sasaran kegiatan meliputi kader, ibu hamil dan ibu menyusui yang berjumlah 30 orang. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Maret  s.d September 2022. Hasil kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan kader dan ibu-ibu dari hasil pretes diketahui hanya 35% ibu yang sudah memiliki pengetahuan yang baik mengenai ASI dan menyusui setelah kegiatan edukasi dan pelatihan pengetahuan peserta meningkat menjadi 78,5% dengan pengetahuan baik. Terdistribusinya lembar komitmen menyusui, terbentuknya komunitas ramah ASI yang dilengkapi dengan alat konseling kit sebanyak 5 paket. Meskipun pengetahuan meningkat keterampilan kader dalam memberikan edukasi menyusui kepada ibu hamil maupun ibu menyusui masih perlu ditingkatkan, beberapa kader belum dapat berkomunikasi interpersonal secara lancar karena hambatan rasa percaya diri. Hal ini dapat disebabkan oleh tingkat pendidikan kader dan pengalaman kader yg belum terbiasa memberikan edukasi langsung di meja 5 posyandu. Disarankan untuk dilakukan pendampingan berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh pihak puskesmas maupun tim Pengabmas

    PEMBERDAYAAN WANITA TANI MELALUI OLAHAN KOPI BUBUK DI DESA MEKAR JAYA KECAMATAN GEDUNG SURIAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT

    No full text
    ABSTRAK Suatu wilayah dengan sumber daya alam yang melimpah akan berpengaruh pada tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Sumber daya alam yang baik akan mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Namun saat ini, sumber daya alam yang sebenarnya melimpah , sebaliknya kurang memberi manfaat bagi masyarakat, hal ini terjadi bukan karena buruknya kualitas alam, tetapi karena rendahnya kemampuan masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam secara optimal, sehingga sumber daya alam yang potensial dibiarkan begitu saja. Maka dengan ini dilakukanlan suatu pemberdayaan kepada wanita tani melalui Kelompok Wanita Tani. Tujuan dibentuknya kelompok-kelompok ini adalah untuk untuk mempermudah memberikan informasi mengenai teknologi-teknologi baru maupun sebagai wadah masyarakat untuk kegiatan pengembangan dan pemberdayaan kelompok masyarakat tani tersebut, dengan memanfaatkan potensi potensi atau sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitarnya Adapun penelitian ini adalah untuk mengetahui secara lebih detail mengenai proses pemberdayaan yang dilakukan kepada para perempuan tani di Desa Mekar Jaya dengan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam memanfaatkan hasil potensi lokal yang di sekitar mereka yaitu Kopi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deangan jenis penelitian yaitu field Reaserch dan melalui pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan dengan pertimbangan subjektif peneliti.dasar pertimbangan ditentukan peneliti dengan berdasarkan kriteria yang harus dipenuhi sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukan dengan adanya proses pemberdayaan yang di lakukan kepada para wanita tani di Desa Mekar Jaya dalam pengolahan hasil potensi lokal yaitu kopi dengan melalaui proses iii pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan kapasitas para wanita tani yang merupakan anggota kelompok wanita tani (KWT) Mawar sehingga mereka dapat mengolah dan memanfaatkan potensi lokal yang ada disekitar mereka secara optimal. Kata Kunci :Pemberdayaan Wanita, potensi Lokal iv ABSTRACT A region with abundant natural resources will influence the level of welfare of its people. Good natural resources will bring benefits to the welfare of society. However, currently, natural resources which are actually abundant, on the contrary provide less benefit to society, this happens not because of the poor quality of nature, but because of the low ability of society to manage and utilize natural resources optimally, so that potential natural resources are left to waste. just. So with this, empowerment is carried out for women farmers through the Women Farmers Group. The purpose of forming these groups is to make it easier to provide information about new technologies and as a community forum for development and empowerment activities for farming community groups, by utilizing the potential or resources available in the surrounding environment. This research is to find out in more detail about the empowerment process carried out for women farmers in Mekar Jaya Village through the Women Farmers Group (KWT) in utilizing the local potential around them, namely Coffee. In this research, the researcher used a qualitative method with a type of research, namely field research and through a qualitative and descriptive approach. The data collection techniques in this research are through observation, interviews and documentation. In this research, the author used a purposive sampling technique, namely sampling based on the researcher's subjective considerations. The basis for consideration was determined by the researcher based on the criteria that must be met as a sample. The results of the research show that the empowerment process carried out for women farmers in Mekar Jaya Village in processing local potential products, namely coffee, through a training and mentoring process, can increase the capacity of women farmers who are members of the Mawar Women Farmers Group (KWT) so that they can optimally process and utilize the local potential around them. Keywords: Women's Empowerment, Local potentia
    corecore