56 research outputs found
STUDI KOMPREHENSIF PENGARUH DAN PENGOPTIMALAN DEAKTIVASI KATALIS TERHADAP PROSES PADA ALAT PRIMARY REFORMER (101-B) DI PABRIK AMONIA PUSRI-IV PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG
(Muhammad Rafli Firmansyah, 2021, 51 halaman, tabel, 11 gambar, 4 lampiran)
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang merupakan salah satu industri yang
memanfaatkan amonia untuk memproduksi pupuk urea dan NPK. Untuk dapat
memproduksi amonia, dibutuhkan gas sintesa. Pengolahan gas alam menjadi gas
sintesa dengan menggunakan Primary Reformer, tidak pernah lepas dari sebuah
permasalahan. Diantara permasalahan tersebut, deaktivasi katalis merupakan
permasalahan yang pasti terjadi. Proses deaktivasi ini, dalam beberapa kasus,
dapat diperburuk dengan adanya endapan carbon deposit pada katalis. Hal ini
dapat menyebabkan penurunan kemampuan katalis tersebut untuk mengkonversi
gas alam, yang banyak mengandung metana, menjadi gas sintesa. Akibatnya,
terjadi methane slip. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau pengaruh carbon
deposit terhadap methane slip dan bagaimana pengoptimalannya. Peninjauan
dilakukan dengan metode micro-kinetic analysis, dimana terlebih dulu
mempelajari mekanisme reaksi pada permukaan katalis, lalu mengevaluasi
kinetika reaksi secara umum dan reaksi pembentukan carbon deposit.
Berdasarkan ini, disimpulkan bahwa carbon deposit memperburuk proses
deaktivasi katalis dengan banyaknya sisi aktif katalis yang tertutup oleh carbon.
Namun, kondisi ini masih dapat diantisipasi dengan mengatur dan menjaga
kondisi operasi pada temperatur 777ºC dan tekanan antara 27 – 30,5 kg/cm2
KEMAMPUAN BERPIKIR METAFORIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PROGRAM LINEAR DITINJAU DARI SELF EFFICACY KELAS XI MA MA’ARIF NU KOTA BLITAR
Skripsi dengan judul “Kemampuan Berpikir Metaforis Siswa dalam menyelesaikan Masalah Program Linear Ditinjau dari Self Efficacy Siswa Kelas MA MA’arif NU Kota Blitar” ini ditulis oleh Mohammad Rafli Agna Firmansyah, NIM. 126204202107, Program Studi Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, yang dibimbing oleh bapak Beni Asyhar, S.Si., M.Pd.
Kata kunci: Berpikir Metaforis, Penyelesaian Masalah, Self Efficacy
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya adalah siswa belum terbiasa menyelesaikan soal-soal berbasis pemecahan masalah. Faktor lainnya adalah siswa belum terbiasa untuk berpikir metaforis dalam pemecahan masalah. Berpikir metaforis adalah proses mengubah suatu materi dari ide yang satu ke ide yang lain atau menghubungkan masalah matematika dengan kehidupan nyata serta pengalaman matematika yang sudah diperoleh. Selain itu terdapat faktor yang mempengaruhi kemampuan berpikir metaforis siswa yakni self efficacy. Self efficacy merupakan keyakinan seorang siswa terhadap kemampuannya dalam mencapai tujuan dan melakukan tugas. Siswa memiliki self efficacy yang beragam sehingga terdapat perbedaan dalam kemampuan berpikir metaforisnya.
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir metaforis siswa dengan self efficacy rendah di kelas XI MA Ma’arif NU Kota Blitar. 2) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir metaforis siswa dengan self efficacy sedang di kelas XI MA Ma’arif NU Kota Blitar. 3) Untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir metaforis siswa dengan self efficacy tinggi di kelas XI MA Ma’arif NU Kota Blitar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data melalui angket, tes, dan wawancara. Pada analisis data menggunakan model Miles and Huberman antara lain reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tempat penelitian ini di MA Ma’arif NU Kota Blitar. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa dengan self efficacy rendah, 2 siswa dengan self efficacy sedang, dan 2 siswa dengan self efficacy tinggi. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Siswa dengan self efficacy rendah hanya memenuhi indikator berpikir metaforis connect, relate, dan explore belum memenuhi indikator analyze, transform, dan experience. (2) Siswa dengan self efficacy sedang memenuhi indikator berpikir metaforis connect, relate, explore, dan analyze belum memenuhi indikator transform, dan experience. (3) Siswa dengan self efficacy tinggi mampu memenuhi indikator berpikir metaforis connect, relate, explore, analyze, transform, dan experience
Kebijakan keimigrasian tenaga kerja asing guna mengatasi migrasi tenaga kerja asing di Kota Bandung : Studi pada Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Kota Bandung)
Adanya ketidaksesuaian data Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kota Bandung dengan data Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) yang diterbitkan oleh Disnaker Kota Bandung serta masalah administratif lainnya perlu adanya peraaturan yang tegas untuk mengatasi permasalahan tersebut agar tidak menimbulkan kesenjangan antara TKA dengan pekerja domestik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan kebijakan keimigrasian tenaga kerja asing oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung dalam mengatasi migrasi tenaga kerja asing di Kota Bandung.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan memberikan deskripsi mendalam mengenai penerapan kebijakan tenaga kerja asing dalam mengatasi migrasi tenaga kerja asing di kota Bandung.
Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Adam Smith (1973) yang mencakup empat aspek utama yaitu Idealized Policy, Target Group, Implementing Organization, dan Environmental Factor. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung telah menjalankan kebijakan keimigrasian Tenaga Kerja Asing dengan baik melalui pengawasan, pembatasan, dan pengaturan terhadap Tenaga Kerja Asing yang bekerja di Kota Bandung
Analisis Pengaruh Peningkatan Tarif Parkir Terhadap Pergeseran Moda di Kawasan Pakuwon Trade Center dan Royal Plaza di Kota Surabaya
Tingginya pergerakan manusia menuju ke kawasan Daerah Pusat Kegiatan (DPK) berupa kawasan perdagangan dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan kendaraan pribadi merupakan penyebab utama dari kemacetan yang terjadi di Kota Surabaya. Beberapa pusat perdagangan seperti Pakuwon Trade Center (PTC) dan Royal Plaza berpotensi dalam menjadi tarikan yang menimbulkan kemacetan dengan berbagai dampak negatif pada sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Diperlukan sebuah strategi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi melalui beberapa konsep seperti Manajemen Kebutuhan Transportasi (MKT) yang bersifat Push dalam aspek ekonomis. Strategi ini dapat dilakukan melalui manajemen parkir dengan metode parking pricing berupa peningkatan tarif parkir. Beragam penelitian terus dilakukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan mampu untuk mendorong peralihan moda oleh pengguna kendaraan pribadi menuju ke transportasi publik/ angkutan umum.
Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian mengenai bagaimana pengaruh peningkatan tarif parkir terhadap keputusan pergeseran moda menuju ke transportasi umum terutama pada kawasan Pakuwon Trade Center dan Royal Plaza. Penelitian dilakukan dengan mengidentifikasi karakteristik pengguna kendaraan pribadi pada dua kawasan tersebut. Kemudian akan diidentifikasi mengenai karakteristik parkir dapat mempengaruhi kebersediaan pengunjung untuk membayarkan peningkatan tarif parkir dengan menggunakan pemodelan melalui analisis regresi logit biner/ binomial. Terakhir, untuk mengetahui bagaimana pengaruh peningkatan tarif parkir terhadap keputusan pergeseran moda oleh pengunjung juga akan dimodelkan melalui analisis regresi logit biner/ binomial. Hasil pemodelan tersebut menunjukkan bahwa ketika fasilitas parkir yang diterima oleh pengunjung meningkat, maka kebersediaan membayar peningkatan tarif parkir juga ikut meningkat. Sedangkan ketika tarif parkir mengalami peningkatan (kebersediaan membayar peningkatan tarif parkir menurun) maka peluang pergeseran moda juga ikut meningkat, karena disebabkan menurunnya minat pengunjung untuk melakukan parkir dengan kendaraan pribadi. Sehingga konsep MKT yang bersifat push ini mampu untuk mendorong pergeseran moda.
=================================================================================================================================
The high movement of people to the Central Business District (CBD) in the form of trade and service areas to fulfill their needs by using private vehicles is the main cause of congestion that occurs in Surabaya City. Several trade centers such as Pakuwon Trade Center (PTC) and Royal Plaza have the potential to become a pull that causes congestion with various negative impacts on social, economic and environmental aspects. A strategy is needed to reduce the use of private vehicles through several concepts such as Transportation Demand Management (TDM) which is Push in the economic aspect. This strategy can be done through parking management with the parking pricing method in the form of increasing parking rates. Various studies continue to be carried out to find out how much the increase of parking rates is able to encourage mode shift by private vehicle users to public transportation.
In this study, research will be conducted on how parking rates increase effect on the decision to shift modes to public transportation, especially in the Pakuwon Trade Center and Royal Plaza areas. The research was conducted by identifying the characteristics of private vehicle users in the two areas. Then it will be identified about parking characteristics that can affect the willingness of visitors to pay increased parking rates using modeling through binary / binomial logit regression analysis. Finally, to find out how the effect of increased parking rates on mode shift decisions by visitors will also be modeled through binary / binomial logit regression analysis. The modeling results show that when the parking facilities received by visitors increase, the willingness to pay an increase in parking rates also increased. Meanwhile, when the parking rates increases (the willingness to pay of increased parking rates is decreasing), the opportunity to shift modes also increased, due to the lower interest of visitors to park with private vehicles. So that the concept of MKT which is push is able to encourage mode shift
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM MEMBANGUN BRAND IMAGE PADA LAFI SWIMMING ACADEMY (Studi Pada Instagram @lafiswimmingacademy)
This study aims to analyze the utilization of Instagram social media in shaping and strengthening the brand image of Lafi Swimming Academy as one of the swimming sports academies located in Surabaya. Along with the development of digital technology, social media has become a strategic medium in marketing activities and brand image development, particularly for service-based businesses. Instagram was chosen as the object of this study due to its strong visual appeal and interactivity, as well as its ability to reach a wider audience more quickly. This research uses a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and documentation.
The results of the study indicate that the consistent and well-structured use of Instagram features-such as feeds, stories, reels, and highlights-has significantly contributed to increasing consumer interest and fostering a positive image of the academy in the public eye. The digital strategy implemented by Lafi Swimming Academy has proven effective in attracting the target audience and building closer engagement with consumers. Based on the AISAS model (Attention, Interest, Search, Action, Share), Instagram-based marketing activities facilitate two-way communication that effectively builds trust and consumer loyalty. In conclusion, Instagram plays a vital role in building and maintaining the brand image of Lafi Swimming Academy amid the increasingly competitive sports service industry.
Keywords: Instagram, social media, brand image, digital marketing strategy, Lafi Swimming Academ
Manajemen Strategik Kepala Tata Usaha dalam Meningkatkan Mutu Layanan Administrasi Sekolah di SMAN 7 Banjarmasin
Tata usaha sekolah mempunyai peranan penting bagi kelancaran
administrasi sekolah, tata usaha sekolah perlu diperhatikan karena memiliki
peranan dan fungsi yang strategis. Oleh karena itu adanya manajemen tata usaha
dapat meningkatkan pelayanan administrasi agar berjalan secara maksimal.
Eksistensi SMA Negeri 7 Banjarmasin adalah salah satu representasi dari lembaga
pendidikan yang sudah memiliki manajemen tata usaha yang baik dan terstruktur
sehingga layak untuk diteliti.
Tujuan dari penelitian ini: (1) Untuk mengetahui perencanaan tata usaha
dalam menjaga mutu layanan administrasi sekolah di SMA Negeri 7 Banjarmasin,
(2) Untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan tata usaha dalam menjaga
mutu layanan administrasi sekolah di SMA Negeri 7 Banjarmasin, (3) Untuk
mengetahui dan menganalisis evaluasi tata usaha dalam menjaga mutu layanan
administrasi sekolah di SMA Negeri 7 Banjarmasin. Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus,
sedangkan teknis analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang
meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan tata usaha di SMA
Negeri 7 Banjarmasin mencakup perekrutan pegawai tata usaha, pembagian tugas
dan kewajiban, pelibatan warga sekolah, perumusan strategi pelaksanaan, serta
perhatian terhadap kebutuhan dalam proses pelaksanaan. Pelaksanaan tata usaha
dilakukan sesuai dengan bentuk layanan administrasi yang ada, dengan peran
penting pemimpin dalam menggerakkan anggotanya, serta pemenuhan kebutuhan
untuk meningkatkan pelayanan administrasi melalui strategi yang tepat dan
identifikasi faktor pendukung. Evaluasi dilakukan dengan mereview ulang
program kerja, mengidentifikasi kendala, dan memberikan solusi untuk mengatasi
hambatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelayanan administrasi telah
berjalan dengan baik, namun tetap diperlukan tindak lanjut untuk mengidentifikasi
peluang dan meminimalisir kelemahan yang ada
Perbaikan Tata Letak Fasilitas Unit Suku Cadang Bolt Machine Dengan Menggunakan Metode ABC Dan Class Based Storage
Pergudangan merupakan fasilitas penting dalam sistem produksi, berfungsi untuk menyimpan bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi secara terorganisir agar mudah diakses saat dibutuhkan. PT Petrokimia Gresik menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan gudang, khususnya dalam penataan bolt machine, yaitu mesin yang digunakan untuk memasang, mengencangkan, atau memproduksi baut secara otomatis maupun semi-otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak penyimpanan bolt machine agar lebih efisien dan optimal dalam pemanfaatan ruang gudang. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi penataan barang yang tidak sistematis, kelebihan stok yang melebihi kapasitas rak, serta kesulitan dalam pengambilan dan pemindahan barang akibat posisi penyimpanan yang kurang tepat. Metode yang digunakan adalah klasifikasi ABC dan Class-Based Storage, dengan analisis data pengeluaran barang selama periode Maret 2023 hingga Maret 2024 yang mencakup 120 jenis item dengan total 148.790 transaksi. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa 18 item masuk kategori A, 7 item kategori B, dan 95 item kategori C. Perancangan tata letak baru mengacu pada prinsip penempatan strategis: kategori A (fast moving) ditempatkan di Golden Zone, kategori B di Silver Zone, dan kategori C di Bronze Zone. Implementasi usulan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kerja dan efektivitas sistem logistik internal PT Petrokimia Gresik secara keseluruhan
NFT Galeri Di Kota Malang
Proyek ini bertujuan untuk merancang Galeri Arsitektur Berteknologi Tinggi dengan tema yang menggambarkan perpaduan antara unsur seni dan nilai-nilai arsitektur berteknologi tinggi. Galeri ini diharapkan menjadi evolusi dari tradisi seni khas Malang dengan sentuhan elemen modern yang mencerminkan kemajuan teknologi saat ini. Pendekatan yang diambil untuk memperkenalkan Galeri Arsitektur NFT kepada masyarakat adalah melalui serangkaian lokakarya yang melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder dalam proses perancangan. Arsitektur berteknologi tinggi dalam proyek ini diterapkan dengan prinsip dasar yang mencakup penekanan pada struktur eksterior bangunan. Penggunaan space frame dan eskalator kaca berlapis merupakan elemen kunci dalam desain ini. Kaca berlapis eskalator dirancang untuk menciptakan akses yang transparan, memungkinkan pengunjung dengan mudah melihat sekitar area bangunan. Selain itu, elemen ini juga bertujuan untuk memberikan pengalaman unik kepada pengunjung, menggabungkan aspek seni, teknologi, dan transparansi dalam desain arsitektur yang inovatif. Proyek ini tidak hanya berfungsi sebagai galeri seni tetapi juga sebagai wadah untuk memperkenalkan konsep NFT (Non-Fungible Token) kepada masyarakat. Ini adalah langkah penting dalam menghubungkan dunia seni tradisional dengan perkembangan teknologi modern, yang dapat membuka peluang baru bagi seniman dan kolektor. Dengan demikian, Galeri Arsitektur Berteknologi Tinggi ini diharapkan dapat menjadi pusat inspirasi, pendidikan, dan apresiasi seni yang unik, sekaligus menghubungkan masa lalu seni Malang dengan masa depan teknologi tinggi
Strategi humas dalam membangun reputasi Dinas Perhubungan Kota Bandung melalui program Ramah Disabilitas
Dinas Perhubungan Kota Bandung Melalui Program Ramah Disabilitas. Strategi public relations merupakan rencana atau cara yang digunakan untuk membangun hubungan baik dan reputasi positif antara sebuah organisasi dengan publiknya. Meningkatnya tuntutan publik akan layanan transportasi yang inklusif mendorong Dinas Perhubungan Kota Bandung merancang strategi melalui Program Ramah Disabilitas untuk mempertahankan reputasi institusi. Program ini menjadi sarana strategis dalam menjaga dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah.
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Dinas Perhubungan Kota Bandung dalam membangun reputasi institusi melalui Program Ramah Disabilitas sebagai upaya mewujudkan transportasi publik yang inklusif dan aksesibel. Analisis dilakukan dengan meninjau tujuan jangka panjang lembaga, budaya organisasi yang mendukung inklusivitas, serta upaya pencitraan positif di mata publik, menggunakan model VCI (Vision, Culture, Image) dari Margaret J. Hatch dan Majken Schultz pada tahun (2003) untuk memahami keterkaitan visi, budaya, dan citra dalam membentuk reputasi yang berkelanjutan.
Penelitian ini berlandaskan pada paradigma konstruktivisme dan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap temuan di lapangan. Data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perhubungan Kota Bandung dalam membangun reputasi melalui program disabilitas melalui tiga elemen, yaitu : 1) Visi (Vision) berfokus pada integrasi visi inklusivitas dalam sarana dan prasarana strategi serta strategi komunikasi visi inklusif melalui pendekatan multikanal dan partisipatif, 2) Budaya (Culture) berfokus pada kolaborasi lintas bidang sebagai budaya kerja yang mendukung implementasi program dan budaya partisipatif sebagai wujud nilai inklusivitas, 3) Citra (Image) berfokus pada strategi meningkatkan kepercayaan publik melalui komunikasi dua transparansi sebagai upaya meningkatkan kepercayaan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Dinas Perhubungan Kota Bandung melalui program ramah disabilitas dapat menjaga dan membangun reputasi postif di masyarakat
SIMULASI PRODUKSI GAS SINTESA MELALUI PROSES BIOGAS STEAM REFORMING DENGAN KATALIS Ni/MgO-Al2O3 DAN Ni/La2O3-Al2O3
A renewable energy system to produce electricity from biogas feed by integrating the reforming process with an SOFC (Solid Oxide Fuel Cell) was evaluated through experimental and modeling study. The system performance was evaluated using the Aspen Plus process simulation tool and through biogas steam reforming experiments over 10 wt% Ni/MgO-Al2O3 and Ni/La2O3-Al2O3. Biogas steam reforming simulations were conducted for biogas feeds with CH4/CO2 ratios of 40/60, 50/50 and 60/40 at S/C ratios of 1.00–2.00 over a temperature range of 873–1123 K. The experimental data conclude that positive CO2 conversion was attained at temperatures higher than 1073 K. The results show that the proposed system can provide a viable approach to maximizing renewable methane resources for localized power generatio
- …
