1,720,967 research outputs found

    Pengaruh Desentralisasi Fiskal terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara (Periode Tahun 2014 – 2018).

    No full text
    Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu daerah yang menjalankan Otonomi, jika dilihat dari nilai derajat desentralisasi fiskal yaitu rasio antara pendapatan asli daerah dengan total pendapatan daerah yang merupakan ukuran tingkat kemandirian daerah menunjukkan bahwa rata-rata derajat desentralisasi fiskal pada tahun 2014 – 2018 sebesar 49,05%, dapat disimpulkan bahwa desentralisasi fiskal di provinsi Sumatera Utara dikategorikan dalam tingkatan baik artinya tingkat kemandirian keuangan di Provinsi Sumatera Utara sudah dikategorikan mandiri namun, permasalahan kemiskinan belum dapat terselesaikan. Data yang digunakan adalah 33 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara dengan periode tahun 2014 – 2018. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dan Random Effect Model (REM). Hasil estimasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Desentralisasi fiskal yang diukur dengan Derajat Desentralisasi Fiskal memiliki pengaruh negatif dan signifikan. Faktor lain yang memengaruhi kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara adalah Rata-rata lama sekolah, jumlah penduduk, dan pertumbuhan ekonomi

    The impact of infrastructure development to economic growth in sukabumi

    No full text
    Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi.Ketersediaan infrastruktur menjadi tuntutan yang sangat penting dalam menjalankan roda perekonomian suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perkembangan infrastruktur di Kota Sukabumi dan menganalisis pengaruh dari infrastruktur panjang jalan, listrik, air bersih, ranjang rumah sakit dan sekolah terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi. Analisis ini menggunakan metode analisis regresi berganda berbasis OLS (Ordinary Least Square) dengan menggunakan data sekunder time series di Kota Sukabumi tahun 1990-2012. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai pengukuran output, panjang jalan (Km), jumlah energi listrik yang terjual (kWh), volume air bersih yang tersalurkan (m 3 ), jumlah ranjang rumah sakit yang tersedia ( unit) dan jumlah sekolah (unit). Hasil menunjukan bahwa berdasarkan model dalam analisis, infrastruktur jalan, listrik dan sekolah memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi.Sedangkan infrastruktur air bersih dan ranjang rumah sakit memberikan pengaruh yang positif dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Sukabumi.Infrastructure is a driving wheel of economic growth. The availability of infrastructure became an important demand in running the economic w heel of an area. The purpose of this research was to explain the infrastructure developing and analyze the influence of long road, electricity, clean water, hospital bed and school to economic growth in Sukabumi. The analysis was used multiple regression analysis method with OLS (Ordinary Least Square)-based and time series secondary data in Sukabumi from 1990 to 2012. The variable that used in this research was Gross Domestic Regional Product (GDRP) as output measurement, the long road (Km), total of sold-electricity (kWh), the volume of accessed-clean water (m 3 ), total of available-hospital bed (unit) and total of school (unit). The result showed based on model analysis, the long road, electricity and school infrastructure gave a negative influence to economic growth in Sukabumi, whereas clean water and hospital bed infrastructure gave a positive influence and significant contribution to economic growth in Sukabumi

    Tingkat Kemiskinan di Pulau Papua Tahun 2011-2017

    No full text
    Pembangunan ekonomi adalah serangkaian upaya dan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan standar hidup masyarakat secara keseluruhan. Salah satu tujuan pembangunan ekonomi adalah pengentasan kemiskinan. Kemiskinan memiliki arti kehilangan kesejahteraan. Provinsi Papua dan Papua Barat yang terletak di Pulau Papua memiliki tingkat kemiskinan tertinggi pertama dan kedua di Indonesia selama tahun 2011 hingga 2017. Apabila dilihat dalam level kabupaten/kota, tingkat kemiskinan di Pulau Papua sangat beragam. Tujuan studi ini adalah: (1) untuk menganalisis pola penyebaran tingkat kemiskinan di Pulau Papua tahun 2011 dan 2017; (2) untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan masing-masing kabupaten/kota di Pulau Papua dengan mempertimbangkan ruang geografis pada data panel. Pola penyebaran tingkat kemiskinan dianalisis secara deskriptif melalui peta penyebaran tingkat kemiskinan. Faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan masing-masing kabupaten/kota dianalisis secara kuantitatif menggunakan model Geographically Weighted Panel Regression (GWPR) yang menghasilkan model lokal. Data yang digunakan merupakan data tahunan yang mencakup 40 kabupaten/kota di Pulau Papua dengan periode penelitian dari tahun 2011 sampai 2017. Hasil analisis pola penyebaran tingkat kemiskinan di Pulau Papua menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan yang tinggi di Pulau Papua tersebar di daerah pegunungan. Hasil estimasi menggunakan model GWPR menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kemiskinan berbeda antara satu kabupaten/kota dengan yang lainnya. Hal ini diakibatkan karena adanya heterogenitas spasial atau keragaman spasial. Variabel-variabel yang berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kemiskinan adalah: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh di 18 kabupaten/kota, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sektor primer berpengaruh di 7 kabupaten/kota; PDRB per kapita sektor sekunder berpengaruh di 26 kabupaten/kota; dan PDRB per kapita sektor tersier berpengaruh di 14 kabupaten/kota. Prioritas kebijakan dalam upaya penurunan tingkat kemiskinan di masing-masing kabupaten/kota adalah: peningkatan output sektor sekunder di Nabire, Paniai, Mimika, Waropen, Puncak, Dogiyai, Intan Jaya, dan Deiyai; peningkatan output sektor tersier di Fakfak, Kaimana, Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Manokwari, Sorong Selatan, Sorong, Raja Ampat, Tambrauw, Maybrat, Kepulauan Yapen, Biak Numfor, Supiori, dan Kota Sorong; peningkatan IPM dan output sektor sekunder di Merauke, Jayawijaya, Puncak Jaya, Boven Digoel, Mappi, Asmat, Yahukimo, Tolikara, Mamberamo Raya, Nduga, dan Lanny Jaya; peningkatan IPM, output sektor primer, dan output sektor sekunder di Jayapura, Pegunungan Bintang, Sarmi, Keerom, Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Kota Jayapura

    Analisis Pengaruh Kinerja BPRS terhadap Penyaluran Pembiayaan Modal Kerja dan Investasi BPRS di Indonesia (Periode: 2011-2016).

    No full text
    Bentuk kegiatan operasional perbankan syariah untuk mendorong sektor riil yaitu memberikan pembiayaan. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) melakukan pembiayaan untuk modal kerja dan investasi karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Menganalisis dan membandingkan pengaruh kinerja BPRS terhadap penyaluran pembiayaan modal kerja dan investasi BPRS di Indonesia (2) Menganalisis respon pembiayaan modal kerja dan investasi karena guncangan dari kinerja BPRS serta melihat kontribusi masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2011 sampai 2016. Metode analisis yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian ini menunjukkan variabel DPK, FDR, dan ERDPK berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan NPF, BOPO dan ERP berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan modal kerja. Variabel CAR dan ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap pembiayaan modal kerja. Variabel DPK, CAR, ROA, NPF, FDR dan ERP berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan BOPO dan ERDPK berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pembiayaan investasi. Respon pembiayaan modal kerja BPRS terhadap guncangan yang timbul dari variabel kinerja BPRS paling cepat stabil saat terjadi guncangan pada variabel FDR. Respon pembiayaan investasi BPRS terhadap guncangan yang timbul dari variabel kinerja BPRS paling cepat stabil saat terjadi guncangan pada variabel DPK. Variabel yang membentuk keragaman pada tingkat pembiayaan modal kerja dan investasi BPRS di Indonesia dengan kontribusi paling besar dijelaskan oleh DPK

    Pengaruh Sertifikat Halal Terhadap Peningkatan Penjualan Umkm Jasaboga Kota Bogor

    No full text
    Jasaboga (katering) adalah salahsatu UMKM produk jasa yang rentan menggunakan bahan yang haram. Dari 89 unit hanya 42 UMKM jasaboga di Kota Bogor yang memiliki sertifikat halal (LPPOM MUI 2015) .Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produsen jasaboga untuk memiliki sertifikat halal LPPOM MUI dan menganalisis pengaruh kepemilikan sertifikat halal pada penjualan jasaboga (katering) di Kota Bogor. Hasil penelitian dengan metode analisis regresi logistik menunjukkan, terdapat tiga variabel yang signifikan yaitu motivasi pencantuman label, organisasi dan aksesibilitas sedangkan pada hasil Wilcoxon rank sum test memperlihatkan Asymp. Sig. (2-tailed) dengan nilai sebesar 0,027 dan nilai Z hitung (-2.206 ) < Z tabel (1,96) Maka, keputusan dari hasil uji adalah menolak Ho dan menerima Ha yang artinya terbukti ada perbedaan yang berarti pada omset UMKM jasaboga sebelum dan setelah memiliki sertifikat halal LPPOM MUI

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Dampak Korupsi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia (Studi Kasus: Mekanisme Dugaan Korupsi APBD di Pemerintah Provinsi Banten Tahun 2011).

    No full text
    Decentralization is marked with the announcement of Regulation Number 22 in 1999 about the Region Government, and Regulation Number 25 in 1999 about the Financial Proportion between Central and Region Government. But apparently there are lots of problems in the implementations, one of them is a lot of corruption cases are revealed, with lots of corruption suspects are the authorities in that region and the resource of corruption is the local budget. Finally, that may bring a negative impact for the region economic growth. The aims of this study are: (1) To analyze local budget corruption in the mechanism of rent seeking at Banten Province, (2) To analyze the impact of corruption for the regional economic growth in Indonesia. Result showed that there is a local budget corruption assumptions have been done by the executive and legislative persons with the cooperation with the third person in the local budget managing, that behavior is triggered by the high cost political system. Then the result of the data processing showed that the impact of corruption for the regional economic growth is negative and significant, which means the region economic growth should have been more higher than now. In that case, an effort should be done to increase the region economic growth by eliminating the corruption in Region/national level by starting to create a low budget political system

    Pengaruh Program Pendayagunaan Dana Zakat terhadap Tingkat Kemiskinan Penerima Manfaat: Studi Kasus Lembaga Amil Zakat Nasional Al Azhar Jakarta.

    No full text
    Kemiskinan merupakan masalah fundamental yang dihadapi Indonesia. Mengatasi pengangguran merupakan solusi potensial untuk mengatasi kemiskinan. Pemberian pelatihan kerja yang beriringan dengan pembekalan nilai spiritual oleh LAZNAS Al Azhar melalui Rumah Gemilang Indonesia diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan material dan spiritual para pesertanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah rumah tangga miskin sebelum dan setelah pelatihan di RGI berdasarkan Kuadran CIBEST, serta untuk mengetahui perbedaan rata-rata pendapatan rumah tangga penerima manfaat RGI pada periode sebelum dan setelah pelatihan. Metode dalam penelitian ini adalah Model CIBEST dan Uji t dua sampel berpasangan. Hasil analisis terhadap 30 responden, menunjukkan bahwa jumlah rumah tangga miskin berdasarkan Kuadran CIBEST (kuadran I-IV) sebelum dan sesudah pelatihan adalah 13, 8, 6, 3 dan 26, 0, 4, 0. Hasil analisis Uji t dua sampel berpasangan menunjukkan bahwa terjadi perbedaan rata-rata pendapatan rumah tangga penerima manfaat RGI sebelum dan setelah periode pelatihan sebesar 81.28 persen

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore