6 research outputs found
Pesan Dakwah Dalam Lagu “Ya Asyiqol Musthofa” Cover Versi Nissa Sabyan (Analisis Semiotik Ferdinand De Saussure)
Penelitian ini akan mengungkap makna pesan dakwah dalam lagu “Ya Asyiqol Musthofa” yang di cover oleh Grup Musik Sabyan Gambus dengan menggunakan analisis semiotik Ferdinand de Saussure. Achmad Mushoffa, seorang vokalis Grup Hadroh Al-Mubarok yang berasal dari Kudus merupakan penulis lagu ini. Dalam tulisan ini metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika Ferdinand de Saussure. Teori Saussure mengungkapkan bahwa tanda pada hakikatnya mempunyai unsur saling keterkaitan yaitu antara penanda, pertanda maupun makna yang ingin disampaikan kepada para pendengarnya. Lirik Lagu Ya Asyiqol Musthofa berisikan tentang sebuah kerinduan umat kepada sosok Nabi Muhammad SAW. Hal tersebut dapat ditinjau dari judul lagunya “Ya Asyiqol Musthofa” yang memiliki makna “wahai perindu Nabi”. Dalam proses analisis semiotik ini, penulis mencoba merelevansikan makna dari lirik lagu “Ya Asyiqol Musthofa” dengan pesan dakwah apa yang terdapat di dalamnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam setiap bait lirik lagu “Ya Asyiqol Musthofa” terdapat makna yang memiliki saling keterhubungan antara bait, baik bait satu maupun dengan bait selanjutnya
Aktivitas Dakwah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Dalam Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah Di Kecamatan Purbolinggo
Da'wah activity is an activity or effort carried out by humans, organizations or institutions to achieve their daily needs. Activities such as studying, attending school, participating in scientific assemblies, discussions, and other activities are examples of human needs. The Ansor Youth Movement (GP) is a youth, community, and religious organization with a populist character. The Ansor Youth Movement is an autonomous body under the auspices of Nahdlatul Ulama (NU). The Ansor Youth Movement (GP) is not only trying to build and create a society that has an understanding of the Islamic faith, but the Ansor Youth Movement (GP) is also trying to increase ukhuwah Islamiyah between fellow human beings. The purpose of this study was to determine the da'wah activities of the Ansor Youth Movement (GP) in increasing ukhuwah Islamiyah in Purbolinggo District. This research is a field research (Field Research) and the nature of this research is descriptive. The collection method used is observation, interviews and documentation.Aktivitas dakwah adalah suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan manusia, organisasi atau lembaga untuk mencapai memenuhi kebutuhan hidupnya. Aktivitas seperti belajar, bersekolah, mengikuti majelis ilmu, berdiskusi, serta kegiatan-kegiatan lainnya adalah salah satu contoh kebutuhan manusia.Gerakan Pemuda (GP) Ansor adalah sebuah organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan keagamaan yang berwatak kerakyatan. Gerakan Pemuda Ansor adalah badan otonom dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Gerakan Pemuda (GP) Ansor tidak hanya berusaha membangun dan mewujudkan masyarakat yang memiliki pemahaman akidah islam, akan tetapi Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga berusaha meningkatkan ukhuwah islamiyah antar sesama manusia. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas dakwah Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam meningkatkan ukhuwah islamiyah di Kecamatan Purbolinggo. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Reseach) dan sifat penelitian ini adalah deskriptif. Metode pengumpulan yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi
AKTIVITAS DAKWAH GERAKAN PEMUDA (GP) ANSOR DALAM MENINGKATKAN TALI SILATURAHMI DI KECAMATAN PURBOLINGGO KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
ABSTRAK
Aktivitas dakwah adalah suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan manusia,
organisasi atau lembaga untuk mencapai memenuhi kebutuhan hidupnya.
Aktivitas seperti belajar, bersekolah, mengikuti majelis ilmu, berdiskusi, serta
kegiatan-kegiatan lainnya adalah salah satu contoh kebutuhan manusia.Gerakan
Pemuda (GP) Ansor adalah sebuah organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, dan
keagamaan yang berwatak kerakyatan. Gerakan Pemuda Ansor adalah badan
otonom dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Gerakan Pemuda (GP) Ansor
tidak hanya berusaha membangun dan mewujudkan masyarakat yang memiliki
pemahaman akidah islam, akan tetapi Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga berusaha
meningkatkan tali silaturahmi antar sesama manusia. Tujuan dalam penelitian ini
yaitu untuk mengetahui aktivitas dakwah Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam
meningkatkan tali silaturahmi di Kecamatan Purbolinggo dan untuk mengetahui
faktor pendukung dan penghambat Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam
meningkatkan silaturahmi di Kecamatan Purbolinggo.Penelitian ini adalah
penelitian lapangan (Field Reseach) dan sifat penelitian ini adalah deskriptif.
Metode pengumpulan yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan
dokumentasi. Selanjutnya penelitian tersebut dianalisa menggunakan analisis
kualitatif yang menghasilkan data berupa kata-kata yang peneliti amati.Dari hasil
penelitian lapangan ditemukan aktivitas dakwah yang digunakan yaitu dengan
menggunakan metode dakwah seperti dakwah bil-lisan, dakwah dan dakwah bilhaal serta unsur-unsur dakwah seperti pelaku dakwah (Da’i), penerima dakwah
(Mad’u), materi Dakwah (Maddah), media Dakwah (Wasilah), metode dakwah
(Approach) dan efek dakwah (Atsar). Dari hasil penelitian juga peneliti dapat
mengetahui faktor pendukung dan penghambat seperti Sumber Daya Manusia,
Organisasi Yang Solid, Struktur Kepengurusan, Memiliki Satkoriyon Banser,
dukungan dari masyarakat sekitar yang mendukung penuh aktivitas dakwah yang
dilakukan Ansor. Faktor penghambatnya seperti, Kaderisasi Yang Kurang Efisien,
Kurangnya Semangat Antar Individu menjadikan hambatan tersendiri dalam
aktivitas dakwah yang dilakukan oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL YOUTUBE SEBAGAI MEDIA DAKWAH TERHADAP KAUM MUDA (STUDI TERHADAP AKUN YOUTUBE USTADZ HANAN ATTAKI)
Da’wah in this era, there are many social media platforms that can be
used to preach efficiently and effectively while still reaching mad’u more
broadly. YouTube is one of the media platforms with the greatest potential.
Recently, social media has been very viral and familiar, Ustadz who is very
consistent in preaching to young people is Ustadz Hanan Attaki. Ustadz
Hanan Attaki in conveying his da’wah uses rhetoric that can attract the
attention of young people and young people to understand. Then his da’wah
messages often raise topics related to social problems, love problems, heart
problems and matters related to the problems of today’s youth.
The purpose of this research is to find out how Ustadz Hanan Attaki’s
da’wah message conveys to young people, as well as how Ustadz Hanan
Attaki's da'wah rhetoric is on his YouTube channel. This type of research is a
qualitative descriptive research, the data obtained is in the form of videos
from observations and documentation. Then after the data collected was
analyzed to answer research questions and describe in full.
The results of this study are that Ustadz Hanan Attaki’s YouTube
channel makes himself the main character in conveying his preaching among
young people. Ustadz Hanan Attaki’s YouTube channel Ustadz Hanan Attaki
answers the concerns that young people feel today, the da'wah message
conveyed by Ustadz Hanan Attaki characterizes that Allah is the medicine for
the heart and a way of life for young people, therefore this da’wah content is
very suitable for teenagers who are experiencing problems in his life
Analisa Pengaruh Variasi Diameter Lubang Katalis Pada Sistem Catalytic Converter Terhadap Kadar Gas Buang NOx Berbasis Eksperimen
Meningkatnya jumlah kapal kecil yang beroperasi juga menghasilkan dampak terhadap penurunan kualitas udara yang dapat merusak ekosistem. Oleh karena itu diperlukannya suatu teknologi yang dapat mengurangi gas emisi yang dari motor diesel salah satunya adalah Catalytic Converter. Namun karena mahalnya harga Catalytic Converter konvensional yang beredar dipasaran, peneliti menggunakan bahan yang jauh lebih murah yaitu zeolit dan semen putih. Terdapat beberapa hal yang mempengaruhi efesiensi dari sistem Catalytic Converter dalam mengurangi kadar emisi gas buang salah satunya adalah luas permukaan katalis yang mengalami kontak langsung dengan gas buang. Pada penelitian ini akan dikaji kadar emisi NOX yang dikeluarkan oleh motor diesel dengan variasi diameter lubang katalis yang berbeda. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen, menggunakan katalis dengan variasi diameter lubang 6 mm, 7 mm, 8 mm, 9 mm, dan 10 mm sebagai pembanding. Pengambilan data dilakukan menggunakan katalis yang dibentuk oleh campuran zeolit-semen putih dengan perbandingan 1:1 pada load 25%, 50%, 75%, dan 100%. Didapat berdasarkan rata-rata emisi yang dihasilkan tiap variasi pada setiap load, didapat bahwa katalis dengan diameter lubang 8 mm memiliki emisi NOX paling rendah dibanding variasi katalis lainnya yaitu sebesar 265,5 ppm, sedangkan pada variasi 6 mm, 7 mm, 9 mm, dan 10 mm berturut-turut sebesar 277,3 ppm, 274 ppm, 268,5 ppm, dan 273,8 ppm. Namun penggunaan katalis yang menggunakan campuran zeolite-semen putih dengan perbandingan 1:1 malah memperburuk emisi NOX yang dihasilkan hingga mencapai paling tinggi 31,5 % dibandingkan dengan yang tanpa menggunakan katalis.
=====================================================================================================================================
The increasing number of small vessels operating also has an impact on reducing air quality which can damage the ecosystem. Therefore, a technology that can reduce gas emissions from diesel motors is needed, one of which is a Catalytic Converter. However, due to the high price of conventional Catalytic Converters on the market, researchers use much cheaper materials, namely zeolite and white cement. There are several things that affect the efficiency of the Catalytic Converter system in reducing exhaust emission levels, one of which is the surface area of the catalyst that is in direct contact with the exhaust gas. In this study, the NOX emission levels released by diesel motors with different catalyst hole diameter variations will be studied. The method used in this research is experimental, using catalysts with variations in hole diameter of 6 mm, 7 mm, 8 mm, 9 mm, and 10 mm as a comparison. Data was collected using a catalyst formed by a mixture of zeolite-white cement in a ratio of 1:1 at loads of 25%, 50%, 75%, and 100%. Based on the average emissions produced by each variation at each load, it was found that the catalyst with a hole diameter of 8 mm had the lowest NOX emissions compared to other catalyst variations which amounted to 265.5 ppm, while the variations of 6 mm, 7 mm, 9 mm, and 10 mm were 277.3 ppm, 274 ppm, 268.5 ppm, and 273.8 ppm respectively. However, the use of a catalyst that uses a zeolite-white cement mixture in a ratio of 1:1 actually worsens the NOX emissions produced to a maximum of 31.5% compared to those without using a catalyst
Modern Era Da’wah Problems Perspective Surat Taha: 44
With the increasing presence of digital media, the challenges of proselytizing faced by Muslims are also increasingly complex which can haunt Muslims who often access the media. Therefore, the author reveals a phenomenon intertwined in proselytizing activities with the perspective of Taha verse 44. This research is a descriptive qualitative research based on library research. The results of this study revealed that when carrying out proselytizing activities, a da'i should have a good personality, because the success and strength of a proselytizing depends on the person of the proselytizer himself. In the letter of Taha: 44, there is a story of the journey of the prophet Moses and the Prophet Aaron who were commanded by Allah Almighty to provide good education to Pharaoh. The verse explains how important it is as preachers to choose the right method of preaching, namely through rhetoric or meek words. Therefore, meekness is a shaky attitude that is always in demand among many people. So that with that trait will give birth to tranquility and peace for both da'i and mad'u perpetrators.
Dengan kehadiran media digital yang semakin tinggi, tantangan dakwah yang dihadapi umat Islam juga semakin kompleks yang dapat menghantui umat Islam yang sering mengakses media. Oleh karena itu, penulis mengungkapkan fenomena yang terjalin dalam aktifitas dakwah dengan perspektif surat Thaha ayat 44. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan berbasis penelitian perpustakaan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa saat melaksanakan aktivitas dakwah, seorang da’i hendaknya memiliki kepribadian yang baik, sebab kesuksesan dan kekuatannya suatu dakwah sangat bergantung kepada pribadi dari pembawa dakwah itu sendiri. dalam surat Taha: 44, terdapat kisah perjalanan nabi Musa dan Nabi Harun yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk memberikan edukasi yang baik kepada Fir’aun. Dalam ayat tersebut dijelaskan betapa pentingnya sebagai para pendakwah memilih metode yang tepat dalam menyampaikan dakwah, yakni melalui retorika atau perkataan yang lemah lembut. Oleh karena itu lemah lembut adalah sikap syahdu yang selalu diminati dikalangan banyak orang. Sehingga dengan sifat itu akan melahirkan ketenangan dan kedamaian baik bagi pelaku da’i maupun mad’u
