1,720,970 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Perjanjian kredit dengan jamninan hak tanggungan yang dibatalkan (studi kasus putusan mahkamah agung Nomor 919/Pdt/2009) / oleh Fera

    No full text
    abstrak (A) Nama : Fera (NIM : 205040004). (B) Judul Skripsi : Perjanjian Kredit Dengan Jaminan Hak Tanggungan Yang Dibatalkan (Studi Kasus : Putusan Mahkamah Agung Nomor 919K/PDT/2001) (C) Halaman : ix + 94 + lampiran (D) Kata Kunci : Pembatalan Akta Hak Tanggungan (E) Isi : Pemberian kredit mengandung risiko yang sangat tinggi yaitu berkaitan dengan dana yang dipinjamkan kepada debitur untuk waktu yang telah diperjanjikan. Jaminan yang diterima oleh bank dapat berupa hak atas tanah, simpanan (deposito), piutang dagang, mesin pabrik, bahan baku, stok barang dagangan dan lain-lain. Khususnya mengenai jaminan hak atas tanah diatur dalam Undang-undang No. Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitan dengan tanah. Menurut Pasal 6 jo Pasal 20 Undang-undang ini dikatakan apabila debitur cidera janji, maka pemegang Hak Tanggungan mempunyai hak untuk menjual objek Hak Tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut, hal ini sangat dimungkinkan karena dalam sertifikat Hak Tanggungan tercantum kata-kata ?Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa?. Tetapi dalam prakteknya Pemegang Hak Tanggungan Khususnya Bank Pembangunan daerah Lampung (BPD) tidak dapat mengeksekusi Objek Hak Tanggungan yang berikan oleh Sudirman Tanjung (debitur), hal ini disebabkan karena objek Hak Tanggungan yang diberikan debitur kepada kreditur adalah bukan milik debitur. Penyerahan Akta Hak Tanggungan yang bukan milik debitur ini dapat terjadi karena debitur melakukan pemalsuan tanda tangan terhadap surat kuasa Aziz untuk memberikan kuasa kepada debitur dan pemalsuan terhadap surat persetujuan suami istri untuk menyerahkan sertipikat hak milik tanah yang akan dibebankan Hak Tanggungan. Dari masalah ini terdapat akibat hukum yaitu dari segi kreditur terjadi kelalaian / ketidak hati-hatian dan kedudukan kreditur menjadi kreditur konkuren menjadi kreditur konkuren; dari segi debitur terjadi akibat hukum penipuan dan pemalsuan. Seharusnya berdasarkan Pasal 1131 KUHPerdata dan Pasal 1132 KUHPerdata BPD Lampung sebagai kreditur yang dirugikan karena telah meminjamkan uang kepada debitur (Sudirman Tanjung) semestinya mendapatkan perlindungan hukum untuk memperoleh pelunasan piutangnya dari debitur. (F) Acuan : 19 (1982-2006) (G) Pembimbing Hanafi Tanawijaya, S.H., M.H. (H) Penulis Fer

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    ANALISIS SIFAT BIOFISIK TANAH PADA LAHAN MIRING YANG DIBUDIDAYA JAGUNG DI DESA SONGGAJAH KECAMATAN KEMPO KEBUPATEN DOMPU

    Full text link
    Pada lahan miring tanahlebihrentanmengalamikerusakan, terutamaoleherosi, dibandingkanlahan yang relatif datar, Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perubahan sifat biofisik tanah pada lahan miring yang ditanami jagung. Metode yang digunakanadalahmetodedeksriptif, denganmelakukanpendekatan survey.Penelitianinidilaksanakan di Desa Songgajah, Kecamatan Kempo, KabupatenDompu Oktober 2019. Analisis data menggunakan Standar deviasi. Parameter yang diamati adalah Suhu tanah, C-organik, Total organisme tanah, Kemiringan lahan, dan kadar lengas. Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa Pada lahan hutan Atas memiliki nilai C-Organik yang tinggi 2,09% dan lahan hutan bawah sebesar 2,63% dan dibandingkan pada lahan jagung atas memiliki nilai C-Organik sebesar 1.6% dan lahan jagung bawah sebesae 1.73%. Dan pada nilai total organisme tanah pada lahan hutan memiliki total organisme sedangkan pada lahan jagung tidak memiliki total organisme dan nilai kadar lenga yang tinggin terdapat pada lahan hutan Atas memiliki nilai sebesar 4,24% dan lahan hutan bawah memiliki nilai sebesar 4,89% sedangkan lahan jagung Atas memiliki nilai sebesar 3,36% dan lahan jagung bawah memiliki nilai sebesar 2,91%. Dan nilai suhu tanah yang tinggi terdapat pada lahan jagung atas memiliki nilai sebesar 38, 00OC dan lahan jagung bawah memiliki nilai sebesar 40,67OC sedangkan pada lahan hutan atas memiliki nilai sebesar 34,33OC dan lahan hutan bawah sebesar 35, 00OC dan Perubahantanah yang di Alihfungsilahanhutanmenjadilahanjagung di DesaSonggajahmenunjukanbahwakesuburan yang ada di tanahhutanlebihtinggitingkatkesuburanya di bandingkan dengan lahan jagung dikarenakan lahan jagung sudah memiliki banyak perubahan dalam pengolaha

    STUDI EKSPLORASI TENTANG KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN KALASAN SLEMAN YOGYAKARTA

    No full text
    STUDI EKSPLORASI TENTANG KEMAMPUAN GURU DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN KALASAN SLEMAN YOGYAKARTA Oleh: Ariani Fera Tantini NIM. 08404241020 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kemampuan guru IPS dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran di SMP Negeri se-Kecamatan Kalasan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan didukung pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah guru IPS sebanyak 8 guru dan 4 kepala sekolah SMP Negeri di Kecamatan Kalasan. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam pengumpulan data dengan observasi peneliti menggunakan instrumen berupa APKG I (Alat Penilaian Kemampuan Guru I) dan APKG II. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif. Analisis kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan guru dalam perencanaan pembelajaran IPS dengan indikator penilaian dalam APKG I adalah cukup baik, dengan persentase sebesar 75%, (2) kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran IPS dengan indikator penilaian dalam APKG II adalah baik, dengan persentase sebesar 62,5%, (3) kemampuan guru dalam evaluasi pembelajaran IPS dengan indikator penilaian dalam APKG II adalah sangat baik, dengan persentase sebesar 75%. Kata Kunci: kemampuan guru, pembelajaran IPS
    corecore