1,721,177 research outputs found

    Analisis Hak Asuh Anak Dalam Perkawinan Adat Desa Durjela Kepulauan Aru, Maluku Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun1974 Tentang Perkawinan / oleh Femy Tengko

    No full text
    abstrak (A). Nama : Femy Tengko (B). Judul Skripsi : Analisis Hak Asuh Anak Dalam Perkawinan Adat Desa Durjela Kepulauan Aru, Maluku Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun1974 Tentang Perkawinan (C). Halaman : ix + 89 + 20 + 2011 (D). Kata Kunci : Hak Asuh Anak dalam perkawinan adat. (E). Isi : Adat istiadat adalah suatu kebiasaan yang hidup, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat. Perkawinan merupakan ikatan suci antara laki-laki dengan perempuan dalam rumah tangga. Perkawinan ini diharapkan dapat berlangsung tetapi kadangkala perkawinan itu tidak bisa dipertahankan dan memilih untuk bercerai serta adapula putusnya perkawinan karena salah satu pasangan meninggal dunia. perceraian juga membawa akibat hukum terhadap anak, yaitu orang tua tidak dapat memelihara anak secara bersama-sama lagi. Seperti contoh, munculnya kasus hak asuh anak pada Desa Durjela dimana jika terjadi peceraian baik perceraian karena ketidakcocokan atau perceraian karena kematian dimana hak asuh anaknya jatuh ke pihak suami dan mertua. Adapun permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah Apakah pelaksanaan hak asuh anak dalam hukum perkawinan adat Desa Durjela Kepulauan Aru sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yaitu metode yang datanya didapatkan dari hasil penelitian lapangan atau hasil yang didapatkan dari penelitian langsung di masyarakat melalui wawancara. Data hasil penelitian ini menyatakan bahwa jika terjadi perceraian baik perceraian karena ketidakcocokan atau perceraian karena kematian maka hak asuh anak tetap jatuh ke pihak suami dan mertua sehingga pihak isteri tidak mempunyai hak sama sekali dalam merawat dan membesarkan anak-anaknya. Pihak isteri hanya bisa pasrah dengan keadaan tersebut dan tidak bisa menuntut karena itu sudah merupakan adat desa tersebut. Kesimpulan dari penulis bahwa hak asuh anak yang ada pada perkawinan adat Desa Durjela sangat jelas bertentangan dengan ketentuan yang ada pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan pada Pasal 41 dimana dalam pasal itu jika terjadi perceraian maka hak asuh anak harus berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Walaupun UUP mengharuskan seperti itu tetapi dalam hal ini hukum adatlah yang lebih tinggi dari hukum nasional. Saran dari penulis, sebaiknya tetap menghormati adat Desa Durjela dan bagi pihak suami harus memberikan kebebasan bagi isteri kapan saja untuk bertemu dengan anak-anaknya dan jangan ada pembatasan waktu sehingga Isteri tidak terlalu merasa kecewa dan sedih. (F). Acuan: 20 ( 1967-2011) (G). Pembimbing Ibu Hj. Prihatini Adnin, S.H., M.Hum. (H). Penulis Femy Tengk

    Tenri Femy Farasiah's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Tenri Femy Farasiah's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Tenri Femy Farasiah's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    HUBUNGAN KONTROL DIRI DAN KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJ

    Full text link
    ABSTRAK Hubungan Kontrol Diri dan Kematangan Emosi Dengan Penyesuaian Diri Pada Remaja Oleh: Femy Permatasari Penyesuaian diri merupakan salah satu tugas perkembang yang akan dan harus dilakukan oleh setiap individu. Proses penyesuaian diri setiap individu tentunya berbeda-beda, banyak faktor yang dapat mempengaruhi prosses penyesuaian diri individu, baik faktor internal ataupun eksternal. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 341 siswa dan menggunakan teknik cluster sampling untuk mendapatkan sampel, sehingga diperoleh sampel sebanyak 111 siswa SMA N 4 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi dua prediktor, dengan menggunakan alat ukur skala penyesuaian diri, skala kontrol diri, dan skala kematangan emosi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan kontrol diri dan kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada remaja. Berdasarkan ketiga hipotesis yang diajukan diperoleh hasil bahwa ketiga hipotesis diterima yang ditunjukan pada hipotesis pertama bahwa terdapat hubungan kontrol diri dan kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada remaja α = 0,643 dan taraf signifikan P<0,001. Hipotesisi kedua terdapat hubungan kontrol diri dengan penyesuaian diri pada remaja α = 0,528 dengan p = <0,001 dan pada hipotesis ketiga terdapat hubungan kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada remaja α = 0,503 dengan p = 0,001. Kata kunci: Penyesuaian diri, Kontrol Diri, Kematangan Emosi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    POTENSI PARIWISATA DALAM MENDORONG EKONOMI BERKELANJUTAN DI KOTA PALOPO

    Full text link
    ABSTRAK xxi Femy Tamara, 2024.” Potensi Sektor Pariwisata dalam Mendorong Ekonomi Berkelanjutan di Kota Palopo." Skripsi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing oleh Ikhsan Purnama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi sektor pariwisata di Kota Palopo dalam mendorong ekonomi keberlanjutan dan untuk mengetahui kendala yang di hadapi dalam mengoptimalkan sektor pariwisata untuk mendukung ekonomi keberlanjutan Kota Palopo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode peneltian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini ialah sumber data primer yaitu pihak dinas pariwisata, dan pengelolah wisata kambo highlind dan masyarakat kambo. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data, display data dan penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bahwa (1) Potensi sektor pariwisata di Kota Palopo, terutama melalui Wisata Kambo Highland, menunjukkan peluang besar untuk mendukung ekonomi berkelanjutan. Dengan fokus pada kelestarian lingkungan dan keterlibatan komunitas lokal, Palopo dapat mempertahankan daya tarik wisata alamnya dalam jangka panjang. Pengembangan infrastruktur pariwisata yang berkelanjutan, seperti homestay lokal dan jalur trekking yang terkelola baik, akan meningkatkan pendapatan lokal dan menciptakan lapangan kerja baru. Kambo Highland bukan hanya menjadi destinasi pariwisata yang sukses secara ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan sosial di Kota Palopo. (2) Kendala dalam mengoptimalkan sektor pariwisata di Kota Palopo, tantangan terkait infrastruktur yang belum memadai, seperti akses jalan dan fasilitas umum, perlu segera diatasi. Kendala ini mempengaruhi kenyamanan dan pengalaman wisatawan di Kambo Highland. Strategi yang telah direncanakan mencakup peningkatan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperbaiki infrastruktur, alokasi anggaran yang memadai, dan pemantauan kebutuhan pengunjung. Dengan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah dan sektor pariwisata, Kambo Highland diharapkan dapat menjadi destinasi yang lebih berdaya saing dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekonomi lokal di Kota Palopo. Kata Kunci: Ekonomi Berkelanjutan, Sektor Pariwisat
    corecore