1,720,958 research outputs found

    Design Expert System to Identify Student Talent Based on Personality Type Using Certainty Factor Method in SMP Muhammadiyah Kandis Siak Riau Province

    No full text
    The goal of this research is to create a system design that "can assist parents and teachers in recognizing the talents of their students" based on the child's personality, so that parents and teachers can provide "the right education and learning patterns for students". The author discovers that there is no expert system in SMP Muhammadiyah Kandis to identify children's talents based on personality type using certainty factor methods, and that at SMP Muhammadiyah Kandis, evaluations are still done manually and only to determine intelligence, not to determine student talent. The research method that the author uses is the Research and Development method, where the development method that the author uses is the Waterfall method according to Pressman, which the stages consist of Communication, Planning, Modeling, Construction, Development.‎ Based on the findings of the authors' research, the authors were successful in creating this research product, with the functional suitability test results from two experts obtaining a feasibility value of 100%, which was declared Very Fair, and the compatibility test results obtaining a feasibility value of 100%, which was declared Very Eligible and the feasibility score for the usability test was 86.3%, which was declared Very Eligible, and the feasibility score for the material result test was 81%, which was declared Very Eligible, and the feasibility score for the Indonesian linguistic test was 87.5%, which was declared Very Eligible. The aim of this study is to develop a expert system to identify children's interests and talents that are validated and worthy of being operated.</p

    Pengaruh Intensitas Menonton Program Acara Journey di Metro TV dan Channel Youtube Journey Terhadap Minat Berwisata Budaya di Kalangan Mahasiswa JABODETABEK

    Full text link
    Oleh: Febryanto Pada tahun 2015 sampai 2019 jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Program acara Journey di Metro Tv dan channel Youtube Journey merupakan tayangan dokumenter perjalanan yang menggambarkan tema pertualangan ke tempat-tempat wisata budaya di Indonesia dan mancanegara, dan Journey masuk dalam daftar pemenang anugerah pewarta wisata Indonesia 2017 dan 2018. Oleh karena itu, peneliti tertarik ingin mengkaji tayangan program Journey di Metro Tv yang menyajikan perjalanan-perjalanan wisata di daerah nusantara dan mancanegara, memberikan pengaruh pada peningkatan jumlah wisatawan di Indonesia dan di luar Indonesia. Peneliti tertarik ingin mengetahui apakah intensitas menonton Journey berpengaruh terhadap minat berwisata budaya di kalangan mahasiswa Jabodetabek. Ada 3 tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton tayangan Journey di Metro Tv dan channel Youtube Journey di kalangan mahasiswa Jabodetabek, untuk mengetahui minat berwisata budaya di kalangan mahasiswa Jabodetabek, dan untuk mengetahui pengaruh intensitas menonton tayangan Journey Metro Tv dan channel Youtube Journey terhadap minat wisata budaya di kalangan mahasiswa Jabodetabek. Teori penelitian ini menggunakan teori Stimulus, Organisme, Responde (S-O-R). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, metode survei, dan uji regresi linear sederhana. Survei yang dilakukan sebanyak 407 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat intensitas menonton dan minat berwisata budaya di kalangan mahasiswa Jabodetabek yang menonton di Metro Tv dan channel Youtube Journey tergolong sedang. Sedangkan pengaruh intensitas menonton Journey di Metro Tv dan channel Youtube Journey terhadap minat berwisata budaya di kalangan mahasiswa sebesar 32% sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, hasil penelitian dengan hipotesis (H1) terdapat pengaruh intensitas menonton program Journey di Metro Tv dan channel Youtube Journey terhadap minat wisata budaya dapat diterima kebenarannya

    ANALISIS POTENSI SUNGAI TAPUNG UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO

    Full text link
    Kabupaten Kampar merupakan kabupaten yang sedang berkembang. Pertumbuhan penduduk di Kabupaten kampar tepatnya di daerah Tapung telah menyebabkan kekurangan energi listrik, dengan jumlah penduduk sebanyak 403.894 dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,42% pertahun. Untuk itu perlu adanya pembangunan energi listrik terbarukan khususnya diwilayah pedesaan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat pedesaan. Energi terbarukan yang dimaksud dalam hal ini adalah PLTMH. Dimana kapasitas daya yang mampu dihasilkan melebihi 100 kw. Metode yang digunakan dalam perhitungan debit menggunakan metode F.J.Mock. dalam perhitungan F.J.Mock dibutuhkan data curah hujan, penguapan, dan daerah tangkapan air. Data curah hujan yang dipakai adalah data curah hujan 10 tahun terakhir, serta metode Penman modifikasi untuk menghitung penguapan. Berdasarkan perhitungan F.J.Mock, dengan menggunakan probabilitas 80% diperoleh debit rencana sebesar 1.09 m3/detik. Saluran pembawa berbentuk trapesium dengan dimensi lebar bawah 1.18 meter, lebar atas 2.37 meter dan tinggi 1 meter. Dari hasil perhitungan didapat pipa penstok dengan panjang 65 meter. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa sungai kampar memiliki potensi sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro. Daya yang dihasilkan sebesar 114 mw dengan tinggi jatuh (head) 15 meter

    PERENCANAAN LAPIS TAMBAHAN PERKERASAN JALAN DENGAN METODE HRODI (RUAS JALAN PEKANBARU-BANGKINANG)

    Full text link
    Kondisi jalan yang rusak pada ruas jalan Raya Pekanbaru – Bangkinang (Km 53+130, Km 68+133) yang nampak : patahan halus, kepingan bergelombang dan turunnya permukaan jalan. Semua hal tersebut diakibatkan faktor perlawanan dari pengguna jalan yang dapat mengakibatkan dampak negatif pada pengembangan daerah sekitar. Tulisan ini menjelaskan tentang perencanaan ketebalan lapis permukaan jalan. Proses perencanaan ini menggunakan metode Hot Rolled Overlay Design for Indonesia (HRODI), dimana metode dan garis besar aktivitas perencanaan terdiri dari : pengumpulan data dan analisis data. Hasilnya memperlihatkan bahwa ketebalan lapis permukaan (lapis tambahan) jalan diperoleh hasil yang bervariasi, dimulai dari 3 cm, 7 cm sampai 9 cm adalah campuran HRS (Hot Rolled Sheet) dan ATBL (Asphalt Treated Base Leveling)

    ANALISIS KINERJA KONSULTAN PENGAWAS PADA PROYEK GEDUNG PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KAMPAR

    Full text link
    Jalan merupakan prasarana infrastruktur dasar yang dibutuhkan manusia untuk dapat melakukan pergerakan dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dalam rangka pemenuhan kebutuhan. Di Indonesia, penyelenggaraan jalan terbagi atas tiga kewenangan yaitu pemerintah pusat yang berwenang dalam penyelenggaraan jalan nasional dan jalan tol, pemerintah daerah provinsi yang berwenang dalam penyelenggaraan jalan provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota yang berwenang dalam penyelenggaraan jalan kabupaten/kota. Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No: 08/PRT/M/2011 tentang Pembagian Subklasifikasi dan Subkualifikasi Usaha Jasa Konstruksi, Pengawas konstruksi adalah penyedia jasa orang perseorangan atau badan usaha yang dinyatakan ahli yang profesional di bidang pengawasan jasa konstruksi yang mampu melaksanakan pekerjaan pengawasan konstruksi sampai selesai dan diserahterimakan. Penelitian ini bertujuan :1) Mengidentifikasi faktor-faktor pengawasan yang berpengaruh terhadap kinerja konsultan pengawas; dan 2) Mengetahui seberapa besar pengaruh faktor pengawasan terhadap kinerja konsultan pengawas. Metode analisis yang dipergunakan adalah analisa regresi berganda. Jumlah sampel yang ada adalah 33 konsultan pengawas proyek jalan dan jembatan di Provinsi Riau. Kesimpulan yang diperoleh adalah: 1) Keenam aspek tersebut memberikan pengaruh secara umum terhadap peningkatan atau penurunan Kinerja Konsultan Pengawas proyek jalan dan jembatan di Provinsi Riau; Aspek Mutu, Aspek Biaya, Aspek Kualifikasi Personil dan Aspek Pelaporan memberikan pengaruh signifikan secara khusus terhadap peningkatan atau penurunan Kinerja Konsultan Pengawas proyek jalan dan jembatan di Provinsi Riau; dan Aspek Kuantitas dan Aspek Waktu tidak memberikan pengaruh signifikan secara khusus terhadap faktor yang sama; dan 3) Formula dari penelitian ini adalah Y = 0,165 + 2,097X1 + 0,339X2 - 4,217X3 + 0,786X4 + 1,125X5 + 0,859X6. Pimpinan dan pegawai yang ada di Provinsi Riau harus memperhatikan peran penting dari keenam faktor tersebut dan faktor-faktor lainnya terhadap terhadap peningkatan atau penurunan Kinerja Konsultan Pengawas untuk setiap proyek jalan dan jembatan di Provinsi Riau, dalam rangka menjamin pembangunan daerah ke depan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Laporan Kajian fasilitas pemanfaatan cagar budaya studi kasus Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara

    No full text
    Pada tahun 2018, BPCB Kalimantan Timur telah melaksanakan kegiatan Kajian Fasilitas Pemanfaatan Cagar Buday Dipelihara di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu di Kota Balikpapan dan Kabupaten Paser. Tahun 2019, BPCB Kalimantan Timur telah melaksanakan kegiatan Kajian Fasilitas Pemanfaatan Cagar Budaya Dipelihara di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Kutai Barat. Selanjutnya pada tahun anggaran 2020, BPCB Kalimantan Timur telah melaksanakan kegiatan kajian fasilitas pemanfaatan di Kota Samarinda dan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Pada tahun 2020 ini juga dilaksanakan kegiatan Kajian Fasilitas Pemanfaatan Cagar Budaya Dipelihara di Kota Tarakan dan Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Kajian tersebut dilaksanakan dengan cara melakukan observasi dan wawancara terhadap pengunjung, juru pelihara, organisasi atau kelompok masyarakat yang tinggal di sekitar situs, yang kemudian ikut mengelola cagar budaya sebagai objek wisata
    corecore