1,720,978 research outputs found
Penyesuaian Setting Ruang Bermain Anak Usia Dini Pada Masa Pandemi Covid-19
Dunia anak adalah dunia bermain, semua aktifitas keseharian anak-anak sebagian besar dihabiskan untuk bermain, dengan cara bermain anak-anak dapat menjelajahi lingkunganya dan belajar mengembangkan kompetensi yang dimilikinya. Merebaknya virus Covid-19 memang memberi dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan manusia tidak kecuali aspek pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini yang semula dilakukan dengan tatap muka berubah menjadi jarak jauh, pendidikan yang semula dilakukan secara bersama-sama kini dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing. Intinya banyak terjadi perubahan di dunia pendidikan anak usia dini bahkan mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya termasuk aspek bermain anak yang menimbulkan dampak psikis dan sosial motorik bagi tumbuh kembang anak. Kebijakan pembelajaran jarak jauh yang ditetapkan oleh pemerintah pun tidak mampu mengatasi permasalah pendidikan anak usia dini yang merupakan generasi penerus bangsa, meskipun akses internet telah tersedia, pembelajaran jarak jauh secara daring masih menyimpan tantangan dan belum mampu menjawab kebutuhan bermain anak usia dini. Tantangan serupa pun dihadapi oleh orang tua yang harus beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran anak di rumah. Untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak usia dini serta menunjang proses pembelajaran anak diperlukan ruang belajar yang mendukung dan membuat anak bersemangat dalam bermain di masa pandemi. Peran lingkungan pembelajaran dengan mengatur setting ruang yang cocok untuk aktifitas bermain anak perlu untuk di kaji lebih dalam. Penelitian ini akan fokus pada pola adaptasi yang dilakukan oleh playgroup maupun orang tua dalam mensiasati ruang bermain anak usia dini
Peningkatan Kompetensi Guru dan Siswa Hanacaraka Edukids Montessori School Pada Masa Pandemi Covid 19
Pendidikan anak usia dini dalam hal ini yang disebut dengan sekolah bermain, atau biasa dikenal dengan sebutan playgroup di Indonesia memerlukan perhatian khusus pada masa pandemi Covid-19. Di masa pandemi ini banyak anak yang kurang bergerak, sering bermain gawai karena kehilangan teman bermain dan kesempatan untuk bermain di luar. Padahal, di masa Covid-19 ini anak harus tetap mendapatkan haknya untuk bermain sehingga orang tua dan guru harus kreatif dan memperbanyak wawasan agar anak tidak bosan dan stres. Seiiring dengan dimulainya kembali pendidikan tatap muka pada awal tahun 2021, Hanacaraka Edukids Montessori School mulai bersiap kembali memberikan pelayanan pendidikan kepada siswanya, Dalam mempersiapkan lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat di sekolah tentunya protocol kesehatan sudah harus diterapkan, disamping itu perlu adanya aktifitas yang dapat merangsang anak dan guru untuk memulai kembali meningkatkan kompetensi khususnya dalam dunia seni dan kerajinan dengan melakukan kegiatan bersama-sama dapat menumbuhkan aspek psikososial yang selama ini tidak terpenuhi selama pandemi. Beberapa kegiatan art and craft yang di tawarkan pada kegiatan penyuluhan seni ini diantaranya kegitan menghias pot serta menanam pohon dan kegiatan membuat mural bersama guru dan siswa
Peningkatan Nilai Produk Limbah Kayu sebagai Elemen Dekoratif Interior untuk UMKM Furnitur di Desa Wisata Giriasih, Gunung Kidul
Desa Wisata Giriasih, dengan statusnya sebagai desa wisata di wilayah Kapanewon Gunungkidul, memilikipotensi besar dalam aspek sumber daya alam dan budaya serta keberadaan UMKM yang mendukungperekonomian masyarakat. Salah satu UMKM yang berkembang cukup pesat dan dapat stabil memenuhipesanan pasar adalah industri mebel dan furnitur. Industri mebel dan furnitur di Desa Giriasih menghadapipermasalahan banyaknya limbah kayu sisa produksi yang belum termanfaatkan. Limbah-limbah kayu sisaproduksi mebel sementara hanya digunakan sebagai kayu bakar, padahal limbah ini mempunyai nilaiekonomis apabila dapat diolah kembali dengan kreativitas yang lebih baik. Program penyuluhan seni iniberupaya menjawab permasalahan tersebut dengan mendesain aksesori interior berbahan limbah sisaproduksi dari UMKM di Desa Wisata Giriasih. Metode yang digunakan dalam program penyuluhan iniadalah melalui workshop yang dilalui melalui tahapan explosing, redefining, managing, prototyping, dantrandspoting. Sasaran dari program ini adalah para perajin kayu berbasis UMKM dan masyarakat umum diDesa Wisata Giriasih. Luaran dari program penyuluhan ini berupa dua buah desain produk asesoris interiorberbahan limbah kayu berupa desain produk mebel penyimpanan dan meja gambar portable. Dari hasilproduk olahan limbah tersebut kemudian dipromosikan di gerai unggulan produk ekspor dan kerajinankreatif di Kota Yogyakarta dengan harapan dapat berdampak positif terhadap pelaku UMKM di Desa WisataGiriasih. Giriasih tourism village, a tourism village in Gunungkidul, has great potentials in terms of natural resources,cultures, and MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises). One of the MSMEs which quite rapidly andstably meet the market demands is the furniture industry. The furniture industry in Giriasih village is facinga problem since a lot of wood waste has not been wisely utilized. So far, wood waste from furniture production isonly used as firewood even though the wastes have high value and potentially worthy to reprocess. By conductingthis activity, the authors attempt to tackle this problem by designing interior accessories made from woodproduction waste. The authors conducted workshop as a method that went through several stages: exploring,redefining, managing, prototyping, and trendspotting. The target of this program is MSME-based woodcraftsmen and the society. The output of this program is 2 interior accessory product designs made from woodwaste in the form of storage furniture product designs and portable drawing tables. The results of the processedwaste products were then promoted at leading export product and creative craft outlets in Yogyakarta.Keywords: waste, wood, decorative, interior, Giriasih Tourism Villag
Pengembangan Desain Ergonomis pada UMKM Emping Melinjo di Desa Wisata Giriasih, Kabupaten Gunung Kidul
Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari mata kuliah Ergonomi Desain berbasis kuliah lapangan yang bertujuan menerapkan keilmuan ergonomi dalam kehidupan masyarakat desa, dengan mengangkat studi kasus pada industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Desa wisata Giriasih, Kabupaten Gunung Kidul. Program ini bertujuan memberikan usulan desain yang lebih ergonomis bagi perajin emping melinjo. Industri emping melinjo dengan skala rumahan ini menjadi salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Wisata Giriasih yang perlu untuk dikembangkan karena menjadi salah satu komoditas pertanian dan perdagangan yang diunggulkan. Dengan pendekatan ergonomi dihasilkan beberapa usulan desain yang berupaya meningkatkan produktivitas kerja perajin emping melinjo. Desain yang dihasilkan merupakan hasil analisis permasalahan ergonomis terkait dengan zona kerja dan alat bantu kerja yang lebih efektif, nyaman, aman, sehat, dan efisien. This community service program is a follow-up of Field Lecture-based Ergonomics course which aims to apply ergonomics theory in rural community practice by conducting a case study on Micro, Small and Medium Enterprises in Giriasih Tourism Village, Gunung Kidul Regency. The objective of this program is to propose ergonomic design for emping (an Indonesian chips made of Gnetum gnemon) producers. The home-scale emping industry is one of the potentials owned by Giriasih tourism village which is highly essential to be developed because it is one of the superior agricultural and trade commodities. Implementing the ergonomics approach, the authors provide several ergonomics design to increase the work productivity of emping producers. The designs were generated according to the analysis of ergonomic problems related to work zones and work aids that are more effective, comfortable, safe, healthy and efficient
PENGEMBANGAN SEKOLAH SIAGA BENCANA DITINJAU DARI KEMAMPUAN ORIENTASI DAN MOBILITASI PADA JALUR EVAKUASI BENCANA STUDI KASUS MTSLB/A YAKETUNIS YOGYAKARTA
Sekolah memiliki peranan penting dalam upaya membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana, sebagai satuan pendidikan YAKETUNIS memiliki tanggung jawab menyelanggarakan pendidikan agar siswa mampu mengembangkan potensi diri dan membangun budaya termasuk budaya kesiapsiagaan menghadapi bencana.Pelatihan orientasi dan mobilitasi bagi penyandang disabilitas penting dilakukan sebagai salah satu upaya pengenalan lingkungan dalam program sekolah siaga bencana. Kemampuan mengenali lingkungan sekolah dapat lebih dioptimalkan dengan penggunaan peta jalur evakuasi bencana yang telah diberi huruf braile, sehingga pada saat mata pelajaran orientasi dan mobilitasi peta tersebut dapat digunakan sebagai rujukan untuk lebih mengenali lingkungan fisiknya serta membekali diri dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana
Eksplorasi Desain Elemen Estetis Interior Dengan Metode Upcycle
Pengelolaan sampah diberbagai daerah di Indonesia selalu menjadi permasalahan serius yangbelum ditemukan solusinya, Indonesia berada di peringkat ke-3 sebagai penghasil sampah terbesardi dunia. Permasalahan sampah semakin serius mengingat jumlah penduduk juga semakinbertambah, bonus demografi yang dialami di tahun 2021 selain membawa harapan jugamenghadirkan ancaman berupa pengelolaan limbah hasil dari aktifitas manusia. Pengelolaansampah menjadi isu penting yang perlu dipecahkan bersama-sama diberbagai sektor. Perlu adanyakontribusi diberbagai bidang dan lini masyarakat untuk dapat mengelola sampah menjadi lebihbaik. Paradigma pengelolaan sampah sebelumnya yang berfokus pada upaya pembuangan harusdapat diubah dengan kesadaran untuk memanfaatkan kembali sampah yang masih berguna danbernilai estetis
Kajian Wayfinding dan Orientasi Ruang Ditinjau dari Aspek Desain Interior Pada Perpustakaan Umum di KotaYogyakarta
Perpustakan sebagai jantung pendidikan merupakan fasilitas publik yang utama bagi kota Yogyakarta dalam upaya menghasilkan generasi dan sumber daya manusia yang gemar membaca pustaka serta meningkatkan budaya literasi di lingkungan masyarakat. Keberadaan perpustakaan umum di kota Yogyakarta yang setrategis sebagai pusat studi membutuhkan perhatian khusus diberbagai aspek, salah satunya aspek pelayanan pengetahuan yang mendukung seperti aspek desain interior. Aktifitas literasi dalam mencari sumber pustaka memerlukan desain wayfinding yang efektif dan efisien. Orientasi arah serta pola sirkulasi pengunjung terkait zonasi serta sistem penanda ruang merupakan salah satu parameter yang digunakan dalam mengkaji wayfinding desain interior perpustakaan
Desain Furniture Sektor Pelayanan Publik Pada Masa Pandemi Covid-19
Penyelenggara pelayanan publik seperti mengalami shock dalam memberikan pelayanan publik di tengah wabah Covid 19, meskipun protokol kesehatan telah di berlakukan namun tetap saja perlu perbaikan dan pembenahan baik dari segi sistem palayanan maupun desain interior layanan publik. Beberapa solusi dan inovasi yang terkesan mendadak menjadi solusi singkat salah satunya dengan menerapkan kursi kosong yang di beri jarak untuk meminimalisir kontak langsung antar warga, meja layanan yang diberi sekat mika plastik, hingga ruangan-ruangan yang diberi partisi semi permanen. Aspek ergonomi serta antropometri menjadi hal penting dalam mengkaji penerapan desain furniture pelayanan publik di masa pandemi Covid-19 agar aktifitas pelayanan publik dapat tetap beroperasi dengan efektif, nyaman, aman dan efisien selama masa pandemi. Untuk memberi ulasan mengenai antropometri terutama dalam memperoleh data mengenai posture kerja baik bagi pemberi jasa pelayanan publik maupun penerimanya digunakan assessment dengan metode RULA (Rapid Upper Limp Assesment), metode ini digunakan untuk menginvestigasi dan menilai posisi kerja yang dilakukan oleh tubuh bagian atas, seperti mengangkat, menarik, menulis, membaca, dan lain sebagainya. Fasilitas publik yang merupakan elemen interior berupa tempat duduk, meja layanan dan lainnya memiliki peranan penting dalam kegiatan pelayanan publik, penelitian ini akan menginvestigasi furniture pelayanan publik yang hasilnya akan dijadikan pedoman untuk memberikan usulan desain furniture pelayanan publik di masa pandem
Eksplorasi Desain Elemen Estetis Interior Dengan Metode Upcycle Material Limbah Pada Bank Sampah Gemah Ripah Bantul
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, timbunan sampah kabupaten Bantul tahun 2020 sebesar 139,72 m3/per hari. Timbunan sampah tersebut akan terus bertambah dengan jumlah penduduk Bantul saat ini 64.365 jiwa. Upaya pengurangan sampah perlu terus dilakukan salah satunya dengan membangun bank sampah. Bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah dengan cara dipilah dan
ditabung di bank sampah yang dibuktikan dengan buku rekening tabungan sampah (Suwerda, 2012). Ada sekitar 170 kelompok pengelola sampah yang ada di kabupaten Bantul, namun sebagian besar diantaranya tidak aktif karena kurangnya peran masyarakat, masih ada paradigma sampah merupakan hasil dari sisa kegiatan manusia karena tidak lagi berguna dan nyaman dilihat sehingga semua benda yang tidak lagi
berguna disebut dengan sampah. Pengelolaan sampah yang berkelanjutan perlu untuk merubah paradigma yang sebelumnya dari kumpul-angkut-buang menjadi pengelolaan yang bertumpu pengurangan dan penanganan sampah dengan cara memilah dan
menabung sampah menjadi barang yang kembali memiliki nilai guna dan estetika. Salah satu kelompok bank sampah di Bantul yang masih aktif dan sering menjadi role model untuk pengelolaan sampah di berbagai daerah di Indonesia adalah kelompok bank sampah Gemah Ripah. Pengeloaan bank sampah Gemah Ripah sudah berjalan 14 tahun dan terus berinovasi untuk dapat menggugah kesadaraan masyarakat akan
pentingnya pengelolaan sampah. Keberadaan bank sampah Gemah Ripah masih membutuhkan peran serta dari berbagai disiplin ilmu khususnya ilmu desain, karena masih banyak material limbah yang terkumpul seperti material kaca, besi, kertas, kardus dan lain-lain belum dapat dioptimalkan menjadi barang yang memiliki nilai guna dan estetika. Di dalam disiplin ilmu interior, salah satu tujuan dari perancangannya adalah
pengayaan estetis terhadap fungsi ruang dan peningkatan kualitas psikologis pengguna, dengan adanya kontribusi desain interior dalam pengelolaan sampah diharapkan dapat
meningkatkan nilai guna serta estetika dari limbah material menjadi elemen estetis interior yang dapat meningkatkan kualitas psikologis pengguna ruang. Tujuan dari
penelitian ini adalah mengekplorasi material
limbah yang belum termanfaatkan secara optimal di bank sampah Gemah Ripah menjadi elemen interior yang dapat digunakan bagi para anggota bank sampah dan nasabahnya.
Sample dari penelitian ini adalah nasabah dari bank sampah gemah ripah yang menabung sampah yang kemudian dipilah menjadi barang yang kembali memiliki fungsi dan estetika di bidang interior. Metode upcyle berupaya mengekplorasi barang
bekas atau material limbah yang terkumpul dari nasabah bank sampah manjadi sesuatu benda yang memiliki manfaat lain seperti sebagai elemen estetis interior. Pengumpulan
data dilakukan dengan cara pra upcycle dan post upcycle, dimana di tahap awal akan mengidentifikasi karakter material sampah yang terkumpul, kemudian di tahap selanjutnya mengekplorasi desain yang dapat dimanfaatkan kembali bagi nasabah sebagai elemen estetis interior. Luaran dari penelitian diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Tingkat
Kesiapan Teknologi pada penelitian ini berada di level 3, dimana pada penelitian ini akan menghasilkan desain sebagai dasar dari pengembangan teknologi pengelolaan sampah yang dapat diaplikasikan kepada pengguna atau nasabah bank sampah dengan metode upcyle. Pengelolaan sampah menjadi isu penting yang perlu dipecahkan bersama-sama diberbagai sektor,kontribusi desain interior berupaya mengurangi dan
mengolah kembali limbah yang ada untuk dapat lebih bermanfaat dan bernilai estetis
Perancangan desain Area Bermain Anak Usia Dini Pada Masa Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 telah merubah tatanan dunia dan memberikan dampak dan perubahan
yang luar biasa dari segala bidang, baik kesehatan, ekonomi, sosial-budaya,termasuk juga
dunia pendidikan anak usia dini. Meskipun resiko kesehatan akibat infeksi Corona virus bagi
anak relatif rendah dibandingkan kelompok usia yang lebih tua, namun anak-anak berpotensi
mengalami dampak yang lebih serius akibat beragam dampak sekunder baik dalam jangka
pendek maupun jangka panjang. Anak-anak merupakan korban yang tidak terlihat karena
keterbatasan interaksi sosial membuat proses belajar dan bermain menjadi terhambat yang
berpotensi menimbulkan dampak psikis dan motorik bagi tumbuh kembang anak usia dini yang
sedang berada di masa ke-emasan (golden period). Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan
penyesuaian ruang bermain anak usia dini yang dilakukan oleh sekolah (playgroup) dan orang
tua di rumah pada masa pandemi Covid-19 sehingga didapatkan usulan desain area bermain
anak yang mempertimbangkan aspek kebutuhan anak usia dini
Anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses tumbuh kembang yang
sangat mendasar bagi kelanjutan kehidupan di kemudian hari. Dunia anak adalah dunia
bermain, semua aktifitas keseharian anak-anak sebagian besar dihabiskan untuk bermain,
dengan cara bermain anak-anak dapat menjelajahi lingkunganya dan belajar mengembangkan
kompetensi yang dimilikinya. Pendidikan anak usia dini harus menyesuaikan diri dalam
menghadapi perubahan tatanan dalam proses belajar dan bermain, dengan pendekatan kualitatif
dan metode photovoice penelitian ini akan membedah permasalahan setting area bermain yang
diperlukan oleh anak usia dini dalam masa pandemi, metode photovoice akan memberikan
ruang yang lebih luas kepada pihak sekolah dan orang tua untuk menceritakan permasalahan
sekaligus strategi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan area bermain anak usia dini.
Sebagai proses perancangan desain metode yang digunakan adalah metode desain thinking
yang dimulai dengan fase discovery, interpretation, ideation, experimentationdan evolution
Penelitian ini akan fokus pada pola adaptasi yang dilakukan oleh playgroup maupun orang tua
dalam mensiasati ruang bermain anak usia dini, hasil dari penelitian diharapkan dapat memberi
kontribusi terhadap perkembangan dunia pendidikan anak usia dini terutama di era destruptif
dimana semua lini kehidupan memerlukan penyesuaian ulang dalam memberikan pelayanan
pendidikan yang optimal di masa pandemi Covid-19. Data yang didapat darisekolah dan orang
tua akan dijadikan pedoman untuk memberikan usulan desain ruangbermain anak dengan
menggunakan kriteria desain ruang bermain anak yang mencakup aspek keselamatan,
kesehatan, kenyamanan, kemudahan, keamanan, dan keindahan. Luaran dari penelitian ini
diharapkan dapat menjadi alternative solusi bagi terciptanya lingkungan bermain anak usia dini
yang bai
- …
