590 research outputs found
Development of reliability and probabilistic safety assessment program RiskA
AbstractPSA (probabilistic safety assessment) software, the indispensable tool in nuclear safety assessment, has been widely used. An integrated reliability and PSA program named RiskA has been developed by FDS Team. RiskA supplies several standard PSA modules including fault tree analysis, event tree analysis, uncertainty analysis, failure mode and effect analysis and reliability database, etc. RiskA has several advanced features such as extensible framework, fast fault tree analysis, multiple models formats support and web-based co-modeling. Not only the overview of the architecture and basic functions of RiskA, but also the challenges and solutions in the development procedure of RiskA were introduced. The comparison between RiskA and other popular PSA codes has demonstrated that the calculation and analysis of RiskA is more accurate and efficient. Based on the development of this code package, many applications of safety and reliability analysis of some research reactors and nuclear power plants were performed
KOMPARASI MINAT REKREATIF DAN MINAT BELAJAR ANTARA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI SMA NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Febriyanti, Riska. 2009. Komparasi Minat Rekreatif dan Minat Belajar Antara Siswa Laki-laki dan Perempuan di SMA Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Widada, M. Si, (2) Dr. Andi Mappiare A.T, M. Pd. Kata kunci: Minat rekreatif, minat belajar, laki-laki, perempuan. Adanya perbedaan tingkah laku antara laki-laki dan perempuan bukanlah semata-mata karena perbedaan jenis kelamin. Mungkin yang dapat membedakan antara laki-laki dan perempuan adalah dalam hal peranan dan perhatiannya terhadap sesuatu pekerjaan, hal ini merupakan akibat pengaruh kultural. Adanya konsep tentang gender yang kadang disamakan dengan konsep jenis kelamin seringkali menimbulkan dampak tertentu bagi kedua jenis kelamin tersebut yang pada akhirnya juga dapat mempengaruhi adanya perbedaan minat antara laki-laki dan perempuan. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) memperoleh gambaran mengenai sebaran minat rekreatif siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang, (2) memperoleh gambaran mengenai sebaran minat belajar siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang, (3) memperoleh gambaran mengenai perbedaan minat rekreatif antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang dan (4) memperoleh gambaran mengenai perbedaan minat belajar antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 2 Malang kelas X dan XI. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling nonprobabilitas, yaitu sampling kebetulan atau sampling seadanya. Pengumpulan data menggunakan alat ukur angket tertutup dengan klasifikasi untuk angket minat rekreatif berupa option a, b, c, dan d, sedangkan untuk minat belajar dengan klasifikasi selalu, sering, kadang, dan tidak pernah. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase dan Uji-t. Dari hasil penelitian di SMA Negeri 2 Malang menunjukkan bahwa (1) siswa laki-laki memiliki minat rekreatif relatif lebih tinggi dibandingkan dengan siswa perempuan, (2) untuk minat belajar, siswa laki-laki dan perempuan relatif memiliki minat belajar yang hampir sama, (3) hasil analisis Uji-t untuk minat rekreatif diperoleh nilai t-hitung sebesar 3, 184 dengan koefisien probabilitas error (p) 0,000. Dengan nilai p 0,05 maka dalam hal ini Ho diterima dan H1 ditolak, yang berarti tidak ada perbedaan minat belajar antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 2 Malang. Sehubungan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang ingin penulis sampaikan, kepada 1) Konselor, sebagai bahan informasi bagi siswa baik dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir, dapat memberikan pengetahuannya dalam hal peningkatan minat belajar sehingga siswa yang memiliki minat belajar rendah dapat termotivasi untuk meningkatkan minat belajarnya, karena pada dasarnya baik siswa laki-laki maupun perempuan memiliki minat belajar yang sama. Selain itu konselor juga dapat memberikan informasi mengenai penyaluran yang tepat sehubungan dengan minat rekreatif yang dimiliki siswa, 2) Guru, selain berusaha untuk menciptakan suasana yang mendukung minat belajar siswa juga perlu memperhatikan minat rekreatif yang mungkin juga dimiliki oleh siswanya sehingga dapat mengerti keadaan siswa dan dapat memberikan pengarahan yang tepat serta metode pembelajaran yang efektif, 3) Siswa, dengan minat rekreatif yang dimilikinya agar berusaha menyalurkannya dengan baik sehingga tidak mengganggu kegiatan belajarnya. Selain itu siswa juga perlu untuk selalu meningkatkan dan mempertahankan minat belajarnya sehingga mampu bersaing untuk memperoleh prestasi yang terbaik, 4) Peneliti lain, yang tertarik untuk melakukan penelitian lanjutan hendaknya memperluas ruang lingkup penelitian yang memiliki latar belakang sekolah yang berbeda seperti SMA, MAN atau SMK.
PENGARUH FINANCING TO DEPOSIT RATIO, NON PERFORMING FINANCING, DAN BIAYA OPERASIONAL PENDAPATAN OPERASIONAL TERHADAP RETURN ON ASSETS DENGAN CAPITAL ADEQUACY RATIO SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT BANK BCA SYARIAH PERIODE 2014-2024
Skripsi dengan judul “Pengaruh Financing To Deposit Ratio, Non Performing Financing, Dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional Terhadap Return On Assets Dengan Capital Adequacy Ratio Sebagai Variabel Intervening Pada PT Bank BCA Syariah Periode 2014-2024” ini ditulis oleh Riska Ayu Febriyanti, NIM 126401212064, dengan pembimbing Dr. Binti Nur Asiyah, M.Si. Kata Kunci: ROA, FDR, NPF, BOPO, CAR, Path Analysis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi ROA Bank BCA Syariah yang signifikan selama periode penelitian, mulai dari penurunan pada tahun 2019-2020 akibat pandemi COVID-19 hingga peningkatan mencapai 1,61% pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Financing to Deposit Ratio (FDR), Non Performing Financing (NPF), dan Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Return On Assets (ROA) dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebagai variabel intervening pada PT Bank BCA Syariah periode 2014-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Data yang digunakan berupa data sekunder dari laporan keuangan triwulanan Bank BCA Syariah periode 2014-2024 dengan total 44 sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) FDR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap ROA; (2) NPF berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA; (3) BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA; (4) CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA; (5) FDR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap CAR; (6) NPF berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap CAR; (7) BOPO berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap CAR; (8) CAR tidak mampu memediasi hubungan antara FDR, NPF, dan BOPO terhadap ROA secara signifikan. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen Bank BCA Syariah perlu lebih menekankan pada efisiensi operasional karena BOPO terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap ROA. Selain itu, hasil penelitian yang menunjukkan pengaruh positif NPF terhadap ROA yang bertentangan dengan teori bahwa pembiayaan bermasalah seharusnya menurunkan profitabilitas mengindikasikan adanya kemampuan bank dalam mengelola pembiayaan bermasalah secara efektif. Hal ini menunjukkan bahwa strategi restrukturisasi dan penagihan yang diterapkan Bank BCA Syariah cukup berhasil sehingga peningkatan NPF tidak langsung menekan laba. Oleh karena itu, bank perlu mempertahankan sistem manajemen risiko dan kebijakan pembiayaan yang adaptif agar tetap mampu menjaga profitabilitas di tengah potensi risiko pembiayaan
PENERAPAN THEORY OF CONSTRAINT (TOC) UNTUK PERBAIKAN STASIUN KERJA BOTTLENECK DAN THROUGHPUT PRODUKSI
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected] Terima kasi
Kemampuan Dalam Menggunakan Verba “Memakai” Pada Siswa Kelas Xi Bahasa Sma Negeri 3 Probolinggo Tahun Ajaran 2013/2014
Latar belakang timbulnya penelitian ini berdasar pada aturan penggunaan verba memakai dalam kalimat bahasa Jepang. Namun pembelajar bahasa Jepang sering mengalami kesulitan dalam menggunakan verba memakai ini. Sehingga penelitian ini mengambil judul “ Kemampuan dalam menggunakan verba memakai pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014”. Berdasarkan latar belakang timbulnya kesulitan tersebut maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana kemampuan dalam menggunakan verba memakai pada siswa XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014? (2) Kesulitan apa saja yang dihadapi siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014 dalam menggunakan verba memakai? Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang menggunakan tes dan angket. Data yang digunakan merupakan hasil dari soal – soal tes yang telah memenuhi perhitungan validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan dengan cara memuat data dalam tabel, membuat grafik dan mendeskripsikan hasil berdasarkan grafik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Bentuk kesalahan penggunaan verba“memakai” pada siswa XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014 adalah peletakan verba“memakai” dengan kata bendanya dalam kalimat bahasa Jepang kurang tepat dikarenakan siswa belum benar – benar paham dengan penggunaan dari setiap jenis verba“memakai” dalam bahasa Jepang. (2) Penyebab siswa kurang mampu menggunakan verba memakai adalah sebagai berikut berdasarkan pendapat popular yang bersumber pada : (a) Huruf Jepang yang dipelajari terlalu banyak sehingga kurang hafal menyebabkan siswa belum lancar dalam membaca soal-soal yang diberikan. (b) Verba“memakai” terlalu banyak dalam bahasa Jepang dan penggunaanya pada setiap benda berbeda-beda, sehingga siswa sulit untuk mempelajarinya
KEMAMPUAN DALAM MENGGUNAKAN VERBA “MEMAKAI†PADA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 3 PROBOLINGGO TAHUN AJARAN 2013/2014
Kata Kunci : Kemampuan dan Verba (Kata kerja)Latar belakang timbulnya penelitian ini berdasar pada aturan penggunaan verba memakai dalam kalimat bahasa Jepang. Namun pembelajar bahasa Jepang sering mengalami kesulitan dalam menggunakan verba memakai ini. Sehingga penelitian ini mengambil judul “ Kemampuan dalam menggunakan verba memakai pada siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014â€. Berdasarkan latar belakang timbulnya kesulitan tersebut maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah (1) Bagaimana kemampuan dalam menggunakan verba memakai pada siswa XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014? (2) Kesulitan apa saja yang dihadapi siswa kelas XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014 dalam menggunakan verba memakai?Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang menggunakan tes dan angket. Data yang digunakan merupakan hasil dari soal – soal tes yang telah memenuhi perhitungan validitas dan reliabilitas. Analisis dilakukan dengan cara memuat data dalam tabel, membuat grafik dan mendeskripsikan hasil berdasarkan grafik. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Bentuk kesalahan penggunaan verba“memakai†pada siswa XI Bahasa SMA Negeri 3 Probolinggo tahun ajaran 2013/2014 adalah peletakan verba“memakai†dengan kata bendanya dalam kalimat bahasa Jepang kurang tepat dikarenakan siswa belum benar – benar paham dengan penggunaan dari setiap jenis verba“memakai†dalam bahasa Jepang. (2) Penyebab siswa kurang mampu menggunakan verba memakai adalah sebagai berikut berdasarkan pendapat popular yang bersumber pada : (a) Huruf Jepang yang dipelajari terlalu banyak sehingga kurang hafal menyebabkan siswa belum lancar dalam membaca soal-soal yang diberikan. (b) Verba“memakai†terlalu banyak dalam bahasa Jepang dan penggunaanya pada setiap benda berbeda-beda, sehingga siswa sulit untuk mempelajarinya
STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SANTRI MADINATUL ULUM DALAM BERBELANJA DI MADINAH ORYZA MART DESA CANGKRING JENGGAWAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keputusan santri Pondok Pesantren Madintaul Ulum dalam berbelanja di Madinah Oryza Mart. Sebuah unit usaha yang dikelola oleh pesantren. Metode yang digunakan adalah penedekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data( memilih data sesuai fokus penelitian), menyajikan data dalam bentuk narasi tematik, serta menarik kesimpulan dari pola-pola temuan yang muncul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa empat faktor utama kualitas produk, harga, fasilitas, dan lokasi yang berpengaruh terhadap keputusan pemeblian santri. Faktor harga menjadi yang paling dominan karena harga yang lebih murah dari pada pesaingnya dan letak toko yang strategis yaitu di depan gerbang pesantren, yang memudahkan akses santri untuk berbelanja. Adapaun kelemahan yang di temukan adalah terbatsanya variasi produk dan fasilitas yang belum maksimal seperti AC yang rusak. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan layanan dan kelengkapan produk sangat penting untuk mendukung kenyamanan serta kemandirian ekonomi pesantren
- …
