438 research outputs found
PENGARUH PENGGUNAAN E-LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IX DI SMP NEGERI 1 SIOMPU BARAT KABUPATEN BUTON SELATAN
Rahmat Sucipto Febrianto, 2021. Pengaruh Penggunaan E-Learning
Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas
IX Di Smp Negeri 1 Siompu Barat Kabupaten Buton Selatan. Universitas
Negeri Makassar (Dosen Pembimbing: Dr. Nurhikmah H, S.Pd., M.Si. dan Dr.
Farida Febriati, SS., M.Si.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan e-learning
terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas IX di
SMP Negeri 1 Siompu Barat Kabupaten Buton Selatan. Jumlah siswa yang
diteliti pada kelas eksperimen adalah 28 orang dan pada kelas kontrol adalah
29 orang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode praeksperimen. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa
kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu Barat. Sampel dipilih dengan menggunakan
teknik Purposive Sampling, dimana dipilih atas pertimbangan jumlah siswa
yang hampir sama dan kemampuan siswa relatif sama dilihat dari nilai rata-rata
siswa. Hasil dari penelitian ini dapat di lihat dari nilai rata-rata posttest peserta
didik yang diberikan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran
e-learning (kelas eksperimen) sebesar 60,36 lebih besar daripada rata-rata
posttest peserta didik yang diberikan pembelajaran dengan menggunakan
pendekatan konvensional (kelas kontrol) sebesar 59,13. Untuk itu dilakukan
analisis statistik melalui analisis One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Hal
tersebut menunjukkan terdapat perbedaan antara Hasil belajar siswa pada mata
pelajaran Bahasa Indonesia kelas eksperimen jika dibandingkan dengan hasil
belajar Bahasa Indonesia pada kelas kontrol. Dengan demikian, penggunaan
media pembelajaran e-learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia lebih
efektif dibandingkan pembelajaran menggunakan pendekatan konvensional
dalam upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IX di SMP Negeri
1 Siompu Barat. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Penggunaan ELearning Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
pada Kelas eksperimen (IX A) dengan kelas kontrol (IX C) di SMP Negeri 1
Siompu Barat Kabupaten Buton Selatan.
Kata Kunci: E-learning, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, Hasil Belaja
Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian Hasil Daerah Kabupaten Jeneponto
RAHMAT FEBRIANTO SYAM, 1229542068. Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Hasil Daerah Kabupaten Jeneponto. Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer, Jurusan Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar, 2018, Pembimbing: Hj Dyah Darma Andayani dan Suhartono.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Untuk mengetahuai hasil rancang bangun sistem informasi penjualan dan pembelian hasil daerah kabupaten Jeneponto (2) Untuk mengetahui bagaimana tanggapan pengguna terhadap sistem informasi penjualan dan pembelian hasil daerah kabupaten Jeneponto. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian R&D (research and development). Sistem informasi tersebut dirancang dengan model pengembangan Prototyping. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto. Subjek penelitian pada perancangan sistem ini adalah calon Pembeli dan penjual di Dinas pertanian kabupaten Jeneponto. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi dan angket. Instrument penelian yang digunakan berasal dari factor dan sub factor ISO 9126. Metode analisis data penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengujian sistem menggunakan pengujian ISO 9126 pada aspek functionality dinyatakan sangat layak dengan persentase seratus persen. Aspek usability dilakukan pada 15 orang responden dinyatakan sangat baik dengan persentase sembilan puluh dua koma satu persen. Pengujian portability pada sistem informasi mendapat nilai rata – rata 1 dengan persentase seratus persen. Hasil penelitian pengembangan sistem Informasi penjualan dan pembelian hasil daerah kabupaten jeneponto
PENINGKATAN AKTIVITAS PEMBELAJARAN LEMPAR LEMBING GAYA HOP STEP MENGGUNAKAN GAYA MENGAJAR INKLUSI UNTUK SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 SUMBERGEMPOL KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK Febrianto, Rahmat Agung. 2012. Peningkatan Aktivitas Pembelajaran Lempar Lembing Gaya Hop Step dengan Gaya Mengajar Inklusi untuk Kelas VIII A SMPN 1 Sumbergempol Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Mardianto, M. Kes., (II) Drs. Mulyani Surendra, M. S. Kata kunci: Peningkatan aktivitas, Lempar Lembing Gaya Hop Step, Gaya Inklusi. Lempar lembing gaya hop step adalah gaya dalam lempar lembing yang menggunakan langkah jingkat/hop. Berdasarkan hasil observasi awal diperoleh hasil bahwa tingkat keberhasilan penguasaan keterampilan lempar lembing gaya hop step kelas VIII A SMPN 1 Sumbergempol Kabupaten Tulungagung masih belum baik, masih ditemukan beberapa kesalahan dalam melakukan teknik awalan, melangkah, melempar dan sikap akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran lempar lembing gaya hop step dengan gaya mengajar inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Pelaksanaan tindakan kelas ini dilakukan melalui dua siklus di mana tiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Sumbergempol yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi (pengamatan), dokumentasi dan tes. Pemberian metode gaya inklusi ini terbukti mampu meningkatkan keterampilan siswa dari siklus ke siklus. Hal ini bisa dilihat dari persentase keberhasilan siswa dalam melakukan gerakan lempar lembing setelah diberikan tindakan dari siklus1 dan siklus 2 hasilnya, pada tiap-tiap aspek sudah terjadi peningkatan, dari aspek psikomotor pada teknik awalan sebesar 100% (27 siswa), teknik melangkah sebesar 100% (27 siswa), teknik melempar sebesar 100% (27 siswa) dan teknik sikap akhir sebsar 92,5% (25 siswa), peningkatan juga terjadi pada aspek kognitif dan afektif. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah dengan pemberian metode gaya inklusi dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran lempar lembing gaya hop step siswa kelas VIII A SMPN 1 Sumbergempol. Saran berdasarkan penelitian ini: (1) Bagi guru pendidikan jasmani dapat menggunakan gaya mengajar inklusi untuk meningkatkan aktivitas pembelajaran lempar lembing gaya hop step pada siswa (2) Bagi peneliti yang akan melakukan penelitian yang sama, diharapkan dapat mengembangkan pembelajaran lempar lembing gaya hop step dengan variasi lain untuk diterapkan pada pembelajaran penjasorkes
KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966
ABSTRAK
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer.
Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer
ABSTRACT
In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military.
Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar
PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA
ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1] tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda. ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang. [PO1]Oleh sebab itu
PENGUKURAN KUALITAS AUDIT: SEBUAH ESAI
This paper discusses audit quality issue. The issue becomes importantafter the fall of Andersen accounting firm, which is one of the biggestinternational accounting firms. To define audit quality, the author uses twoprimary dimensions from DeAngelo (1981b): competency and independency. Butunlike DeAngelo’s market approach, the author uses actual competency andindependency.Another issue is unit of analysis. Researchers should separate the workquality of an accounting firm and that of an auditor. This separation implies thatif competency is assumed to be constant, auditors working in big and smallaccounting firms are different only in terms of independency.It does not mean that this paper is complete enough to support auditingresearches to understand the whole audit quality measurement problem. Thepaper is expected to guide future researches examining audit quality byconsidering weaknesses of the existing measurement tools
OPTIMALISASI PRODUK DAN PENINGKATAN NILAI TAMBAH HASIL PENJUALAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN DI ERA DIGITAL DENGAN MELIBATKAN IPTEK PADA USAHA ARUNIA BAKERY DI SURABAYA
Dalam dunia usaha sekarang ini tingkat persaingan antara industri-
industri bisnis semakin ketat, tak terkecuali dengan perusahaan-
perusahaan yang berada di Indonesia. Dengan semakin majunya
teknologi pada era globalisasi ini, setiap perusahaan berusaha untuk
selalu meningkatkan kualitas produksi maupun pemasaran dengan
tujuan memaksimalkan keuntungan agar sesuai target yang hendak
dicapai oleh setiap perusahaan. Persaingan yang semakin ketat dalam
dunia bisnis menuntut perusahaan agar lebih memiliki inovasi agar
dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Dan kami pun membuat
program pelaksanaan peningkatan hasil penjualan Arunia Bakery
pada Era digital ini. Kampung Gemol adalah nama salah satu kampung
yang berada di wilayah Surabaya. Secara geografis kampung ini
merupakan sebuah kampung yang sangat asri. Menyangkut masalah
persoalan peningkatan hasil penjualan di era digital. optimalisasi
produk ini dilakukan di kampung Dukuh Gemol RT 02, RW 03,
Kelurahan Jajar Tunggal, Kec. Wiyung, Kota Surabaya yang bertujuan
untuk meningkatkan hasil penjualan dan sebagai sarana pembelajaran
dan sebagai salah satu wilayah yang akan dikembangkan mutu
penjualan dengan baik
BUKU AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK PERGURUAN TINGGI UMUM
Puji syukur Alhamdulillah kami panjatkan kepada
Allah Subhana Wa‟ Ta‟ala karena atas rahmat dan
hidayah-Nya niat baik hamba-Nya dapat terlaksana,
sehingga penulis mampu menyelesaikan bahan ajar yang
berjudul “Bahan Ajar Mata Kuliah Pendidikan Agama
Islam”. Bahan ajar ini disusun berdasarkan referensi dari
buku-buku pilihan. Pembuatan bahan ajar ini bertujuan
untuk menembah pengetahuan bagi para mahasiswa dan
pembaca tentang materi yang berkenaan dengan
pendidikan terintegrasi. Selain menggunakan bahasa yang
mudah dipahami, bahan ajar ini disajikan dari rangkuman
beberapa buku yang dijadikan sebagai acuan.
Rasa terimakasih penulis tujukan kepada semua
pihak yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan
bahan ajar ini. Penulis menyadari bahwa bahan ajar ini
masih jauh dari kata sempurna, baik dari bentuk
penyusunan maupun materi. Oleh karena itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun
demi kesempurnaan penulisan bahan ajar ini
PENGARUH VARIASI TEKANAN DAN TEMPERATUR TERHADAP KEKUATAN TARIK BELT CONVEYOR PADA PENYAMBUNGAN METODE HOT SPLICING
Belt conveyor pada dasarnya merupakan peralatan yang cukup sederhana. Alat tersebut terdiri dari sabuk yang tahan terhadap pengangkutan benda padat. Sabuk yang digunakan pada belt conveyor ini dapat dibuat dari berbagai jenis bahan misalnya dari karet, plastik, kulit ataupun logam yang tergantung dari jenis dan sifat bahan yang akan diangkut. Untuk mengangkut bahan-bahan yang panas, sabuk yang digunakan terbuat dari logam yang tahan terhadap panas.
Dalam penelitian ini digunakan belt dengan tipe EP 100 2P. Variasi yang diguakan adalah dengan tekanan 5 Bar, 6 Bar, dan 7 Bar dan Temperatur Vulkanisasi 1200 C, 1300 C dan 1400 C dan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan kekuatan tarik sambungan belt conveyor. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Uji dan Bahan Fakultas Teknik Universitas Jember untuk pengujian kekuatan tarik.
Dari hasil penelitian diperoleh data rata-rata hasil pengujian tarik tertinggi sebesar 2,49 MPa yaitu pada pengujian tarik sambungan belt dengan tekanan 5 Bar dengan temperatur vulkanisasi 1200 C, sedangkan rata-rata hasil pengujian tarik terendah sebesar 1,11 MPa diperoleh dari sambungan belt dengan Tekanan 6 Bar dengan temperature vulkanisasi 1400 C
Karakteristik Perusahaan yang Mengganti Auditor sebagai Dampak dari Kasus Enron dan Keputusan Menteri Keuangan Indonesia
- …
