62 research outputs found
PREDICTION OF RIVER FLOW DISCHARGE USING HYBRID NEURAL NETWORK ALGORITHM
Imam Suprayogi, Bochari, Manyuk Fauzi, Joleha, Nurdin, Muhammad Idraq Ibnuts Tsauri, Azmer
ANALISIS KETERSEDIAAN AIR PADA DAS KAMPAR MENGGUNAKAN MODEL IHACRES
Ketersediaan air pada sub DAS Kampar Kanan merupakan suatu hal yang sangat penting. Kebutuhan Air yang terus meningkat seiring dengan lajunya pertumbuhan penduduk, sehingga diperlukan upaya pengkajian ketersediaan air dimasa yang akan datang. Pemodelan rainfall-runoff digunakan untuk memprediksi nilai runoff salah satunya yaitu model IHACRES. Model IHACRES menghasilkan parameter nonlinier loss module dan linier unit hydrograph module. AWLR yang akan digunakan yaitu stasiun Danau Bingkuang, Data Hujan yang akan digunakan yaitu stasiun Pantai Raja dan stasiun klimatologi yang digunakan yaitu stasiun Pasar Kampar. Penentuan keberhasilan model digunakan persamaan R2 dan R untuk menghitung simpangan yang terjadi. Tahap kalibrasi, verifikasi dan simulasi dimulai tahun 2010-2015. Pada tahap kalibrasi Model IHACRES Skema terbaik yaitu skema 2 dengan nilai R2 0,850 dan nilai R 0,864. Sedangkan tahap verifikasi dilakukan dengan tahun selanjutnya skema terbaik yaitu skema 1 dengan nilai R2 tertinggi dengan nilai R2 -4,558 dan nilai R -1,722 dan tahap simulasi skema terbaik yaitu skema 4 dengan nilai R2 -2,683 dan nilai R -1,320. Ketersedian air pada DAS Kampar tersedia sepanjang tahun
ANALISIS NILAI INVESTASI BANGUNAN DAN PEMANFAATAN RUANG WILAYAH UNTUK KEBUTUHAN PENILAIAN DAYA DUKUNG DAERAH ALIRAN SUNGAI (DDD) ROKAN
Tujuan utama penelitian adalah melakukan analisis nilai investasi bangunan sebagai monitoring dan evaluasi investasi bangunan untuk mengetahui besar kecilnya sumber daya buatan manusia yang telah dibangun di DAS yang perlu dilindungi dari kerusakan yang disebabkan oleh degradasi DAS dan pemanfaatan ruang wilayah adalah untuk mengetahui perubahan kondisi kawasan lindung dan kawasan budidaya terkait ada tidak adanya kecenderungan pemanfaatan lahan yang menyebabkan kawasan dimaksud terdegradasi dari waktu ke waktu. Metode pendekatan yang digunakan adalah menggunakan pendekatan Peraturan Menteri Kehutanan No. 61/ Menhut - II/ 2014 Republik Indonesia tentang Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DAS. Adapun data yang dipergunakan untuk kebutuhan analisis adalah jumlah penduduk, nilai investasi bangunan air, luas liputan vegetasi, luas kawasan lindung dalam DAS, luas lahan dengan lereng 0 - 250 dan luas kawasan budidaya dalam DAS yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, BP-DASHL Indragiri Rokan dan Dinas PUPR Provinsi Riau. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa nilai investasi bangunan dan pemanfaatan ruang wilayah memberikan sumbangan nilai 17.5 untuk kebutuhan analisis kebutuhan daya dukung DAS Roka
ANALISIS ALOKASI AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI TAPUNG KANAN
Daerah Aliran Sungai (DAS) Tapung Kanan merupakan bagian Sub DAS dari DAS Siak yang terdapat pada Wilayah Sungai Siak, yang mana merupakan salah satu DAS dengan kondisi kritis dan memerlukan prioritas penanganan. Hal ini dikarenakan pemanfaatan sumber daya air yang tidak terkendali sehingga menyebabkan ketersedian air cenderung berkurang dan kualitas air menurun. Akibat dari permasalahan ini, maka diperlukan pengelolaan dan pengalokasian air untuk menyediakan dan merealisasikan kebutuhan air untuk para pengguna air. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk, menganalisis potensi ketersediaan air pada DAS Tapung Kanan, menganalisis kesetimbangan antara potensi ketersediaan air dan kebutuhan air (neraca air) pada DAS Tapung Kanan, dan melakukan alokasi air pada DAS Tapung Kanan dengan prioritas pemanfaatan air berdasarkan rekomendasi teknis dari instansi terkait. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis. Metode analisis ketersediaan air yang digunakan yaitu metode regional. Analisis neraca air dilakukan pada 3 asumsi skenario, meliputi musim kering, musim normal, dan musim basah. Hasil dari penelitian ini yaitu setiap node DAS Tapung Kanan menunjukkan kondisi neraca air surplus pada rencana alokasi air yang akan digunakan berdasarkan prakiraan sifat musim hujan 2022/2023 yang dikeluarkan oleh BMKG yaitu skenario musim normal. Pada musim kering terdapat beberapa node yang mengalami defisit, maka besar air yang dialokasikan perlu dikurangi atau mengatur faktor k
Wave pattern simulation around the breakwater configuration in Bantan coast, Bengkalis
Bantan Coast in Bengkalis Island that suffered worst abrasion due to wave attack. Protection of abrasion area against the wave can be done by proper lay-out of breakwater with certain configuration. To get the optimal configuration of breakwater, wave pattern around the breakwater were analyzed quantitatively. It was conducted to obtain the optimum condition of wave height reduction produced. Evaluation of breakwater lay-out effect to wave pattern can be done by numerical model approached. Wave pattern simulation that occurred due to the breakwater was done by Surface water Modelling System (SMS) - CGWAVE software module. This module is a 2-D depth average numerical model using finite element model. To get accurate simulation, a deviation of the numerical result and the measurement result at several locations was used as the indicator parameter in the calibration process. The results showed that from the result of calibration process was used 1.3 meters wave height and 5.4 seconds wave period. Three breakwaters 20 meters slit configuration produced a maximum value of wave height reduction and wave velocity reduction (in comparison wave simulation without breakwater). This configuration produces 60% height reduction and 14% velocity reduction
OPTIMASI TEKNIS PENYEDIAAN AIR BERSIH (PAB) (STUDI KASUS KOTA PASIR PENGARAIAN)
Pemenuhan suplai air bersih di Kabupaten Rokan Hulu khususnya di Kota Pasir Pengaraian masih sangatterbatas. Berdasarkan hasil survei lapangan maka diketahui bahwa pelayanan air bersih untuk kota PasirPengaraian hanya sebesar 21,89 % yang artinya pelayanan air bersih eksisting masih jauh dibawah targetpelayanan air bersih pemerintah yaitu sebesar 68% untuk wilayah perkotaan.Penelitian ini memaparkan upaya untuk pemenuhan air bersih di Kota Pasir Pengaraian dengan melakukanoptimasi pelayanan dan pengembangan SPAM Kota Pasir Pengaraian. Cara yang dilakukan adalah pembangunaninfrastruktur air bersih dengan sistem bertahap yaitu jangka pendek, jangka mengah dan jangka panjang.Pengembangan yang dilakukan adalah Pengembangan Pembangunan Perpipaan Di Instalasi Pengolohan Air(IPA) ; Pengembangan Pembangunan Di Lokasi Intake Sungai Batang Lubuh ; Pengembangan Di Reservoir TVRI; Pengembangan Di lokasi IPA Pawan ; Pengembangan Dilokasi Reservoir Langgopan ; Distribusi Dengan PolaSistem Komputerisas
Kajian Faktor dan Aktor Pendukung Strategi Pengendalian Pencemaran Sungai Siak Menggunakan Analytical Hierarchy Process(AHP)
Fenomena umum pengambilan keputusan bidang Pengembangan Sumberdaya Air adalah bersifat kompleks, multi sektor dan multi aktor, memerlukan keterpaduan antara aspek teknik dan non-teknik, diperlukan prosedur analisis secara sistematis yang mampu memadukan berbagai maksud yang saling kompetitif dan Decision Support System (DSS) merupakan bagian penting sebagai alat analisis untuk pengambilan keputusan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menyusun strategi pengelolaan pencemaran Sungai Siak dengan menitik beratkan peran faktor dan aktor pendukung agar tetap berkelanjutan Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan modelAHP sebagai salah satu cabang Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang memiliki keunggulan sebagai program bantu (tool) untuk pengambilan keputusan pada bidang Sumberdaya Air yang diterapkanpadaberbagaikasusdanterbuktisukses memecahkan berbagaiproblempengambilan keputusan. Data yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah menggunakan data primer dan data sekunder. Adapun data primer adalah berupa data kuesioner dengan sasaran penilaian dari pakar (expert judgment) yang dianggap berkompeten menilai terkait pengolahan pencemaran sungai Siak meliputi Perguruan Tinggi diwakili oleh Universitas Riau (UR), Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Riau, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jikalahari, BPDAS Indragiri Rokan. Balitbangda Provinsi Riau dan BWS III Sumatera. PirantiLunakyangdigunakan adalah program AHP SCUBK yang dikembangkan oleh Simon Barnard SCB Assosiated Ltd United Kingdom untuk mendapatkan bobot dari komponen faktor dan aktor. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa Strategi pengendalian pencemaran air Sungai Siak menggunakan AHP dengan menetapkan urutan prioritas faktor adalah dukungan kebijakan, anggaran, SDM dan sarana prasarana yang didukung menggunakan aktor prioritas secara berurutan adalah Pemerintah, Masyarakat /Organisasi masyarakat /Lembaga Swadaya Masyarakat /Tokoh Masyarakat, Industri/Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi
PEMODELAN PENELUSURAN BANJIR MENGGUNAKAN METODE ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM PADA SUNGAI ROKAN KANAN
Flood is an occurence that marked with the increase in the water exceeds the capacity of volume water reservoirsuch as a river or water channel, factors that cause flooding in terms of meteorology are high rainfall and seawater was high, resulting in high water level increases. Flood predictable with see natural phenomena such asrainfall. One of method for flood prediction is with flood routing method. Flood routing is done as a means to reduce an adverse impact by flooding, Flood Routing is a hydrograph flow omputation in a downstream stream based on hydrograph flow of an upstream location. The purpose of this studyis to develop flood routing model in the Rokan Kanan river with use softcomputing Adaptive Neuro Fuzzy InferenceSystem (ANFIS). The data used in this research is secondary data 2014 to 2016 year, Data of Rokan Kanan river were collectedfrom BWS Sumatera III in Pekanbaru. The Scenarios date used in this research is Q t+0, Q t+4, Q t+8, Q t+12and Q t+16 with used variation of data comparison training and testing 70% : 30%, 60% : 40%, 80% : 20% and50% : 50%. The results of this flood routing study in Rokan Kanan river, produce a correlation value of R =0,6074 obtained during the use of data scenarios Q t+12 with used variation of data 80% : 20% and is classifiedas a strong correlatioan.
 
Analisis Angkutan Sedimen Sungai Batang Kuranji Di Kota Padang Menggunakan HEC-RAS 6.1
Sedimentation is one of the problems that often occurs in rivers. Sedimentation that occurs continuously will cause siltation of the riverbed so that it can cause flooding due to reduced cross-sectional capacity of the river. Understanding these conditions, this study was conducted to examine the distribution of sediment transport that occurs in rivers. The river that is the location of the study is Batang Kuranji River which is located in the city of Padang, West Sumatra. HEC-RAS version 6.1 was used to model and simulate the sediment transport process. Simulations were carried out with a duration of 100 days and three flow conditions, flood discharge at return times of 2, 5 and 10 years. The sediment transport function used is the Meyer Peter-Muller equation. The results indicate the occurrence of sedimentary material deposits scattered throughout the study location. The total volume of sediment deposit in flood discharge conditions for 2, 5 and 10 years, respectively, is 6,978 m3; 2,989 m3 and 132 m3. The highest sediment deposit occurred in the simulation with a 10-year return period discharge at RS 14 (STA 1+350) which was 5,141,533 m3. After analysis, the high sediment deposition in the Batang Kuranji river section is caused by a decrease in flow velocity due to the influence of tides at the river estuary
MODEL PREDIKSI KEDALAMAN MUKA AIR TANAH PADA LAHAN GAMBUT TROPIS
Penelitian ini bertujuan untuk membuat model prediksi kedalaman muka air tanah pada lahan gambut tropis menggunakan metode regresi dengan model konseptual dan memprediksi elevasi muka air tanah untuk waktu kedepan dengan rentang waktu tertentu. Sasaran dari penelitian ini adalah mampu menganalisa serta memprediksi tinggi muka air tanah yang akurat, relatif cepat dan biaya yang relatif terjangkau. Pengembangan dari penelitian ini adalah salah satu dasar dalam pengelolaan tata air ekosistem gambut. Penelitian ini mengacu pada data cuaca yang telah direkam melalui alat SESAME. Data yang dapat direkam melalui alat SESAME adalah data curah hujan, data suhu, dan data elevasi muka air tanah yang berbentuk file csv beserta grafik. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini berdasarkan 4 skenario permodelan, yaitu (1) dengan menggunakan panjang data 1 bulan, (2) dengan menggunakan panjang data 3 bulan, (3) dengan menggunakan panjang data 6 bulan, (4) dengan menggunakan panjang data 12 bulan. Dari 4 skenario tersebut, dapat diketahui yang lebih akurat dalam memprediksi elevasi muka air tanah untuk rentang waktu kedepan adalah dengan menggunakan panjang data 3 bulan dengan nilai korelasi (R) = 0, 77 atau 77% dengan prilaku intensitas curah hujan rendah dibulan juni dan juli, intensitas curah hujan tinggi dibulan agustus. Dengan menggunakan panjang data 3 bulan, permodelan menggunakan metode regresi mampu memprediksi tinggi muka air tanah untuk waktu 3 bulan ke depan secara akurat dengan nilai korelasi (R) = 0,98 atau 98%. Dalam studi ini dapat disimpulkan bahwa metode regresi dengan model konseptual mampu membuat permodelan dalam prediksi elevasi muka air tanah untuk waktu kedepan dengan rentang waktu tertentu
- …
