1,721,090 research outputs found

    Hubungan Motivasi Intrinsik dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Aktivis Universitas Negeri Makassar.

    Full text link
    Abstrak Fausiah Nur L. 2011. Hubungan Motivasi Intrinsik dengan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Aktivis Universitas Negeri Makassar. Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan motivasi intrinsik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktivis Universitas Negeri Makassar Subjek penelitian ini sebanyak 50 orang mahasiswa aktivis Universitas Negeri Makassar. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala motivasi intrinsik dan skala prokrastinasi akademik. Data penelitian dianalisa dengan menggunakan korelasi product moment. Hasil analisa menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara motivasi intrinsik dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa aktivis Universitas Negeri Makassar. Sumbangan efektif atau r square sebesar 0,375 yang menunjukkan bahwa 37,5% perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa aktivis dipengaruhi oleh faktor motivasi intrinsik. Kata kunci: motivasi intrinsik, prokrastinasi akademi

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MURID KELAS IV SDN 22 TONDONGKURA KECAMATAN TONDONG TALLASA KABUPATEN PANGKEP

    Full text link
    Fausiah, 2012. Peningkatan Hasil Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Pada Murid Kelas IV SD Negeri 22Tondongkura Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep. Skripsi. Dibimbing oleh Drs. Andi Makkasau, M.Si. dan Dra. Nurhaedah, M.Si.; Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini dilandasi oleh kenyataan di lapangan bahwa hasil belajar murid pada Mata Pelajaran IPS masih rendah. Masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah peningkatan hasil belajar IPS pada murid kelas IV SD Negeri 22 Tondongkura melalui model pembelajaran make a match? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningktan hasil belajar IPS pada murid kelas IV SD Negeri 22 Tondongkura melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian adalah guru dan murid kelas IV SD Negeri 22 Tondongkura yang berjumlah 26 murid. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni: (1) perencanaan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan/observasi; dan (4) refleksi. Fokus dalam penelitian ini terdiri dari faktor murid yaitu dengan melihat apakah tingkat pemahaman murid terhadap materi berada dalam kategori yang diharapkan dan faktor guru yaitu dengan memperhatikan bagaimana persiapan materi dan kesesuaian metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar IPS pada murid kelas IV SD Negeri 22 Tondongkura setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dalam pembelajaran. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas belajar murid dan aktivitas mengajar guru mengalami perkembangan setiap siklus, selain itu dari hasil tes formatif pada pada siklus I belum tuntas megalami peningkatan di siklus II dan tuntas. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan keterampilan guru, murid, dan berimplikasi tehadap hasil belajar murid

    Pengaruh Penambahan Antioksidan GSH (Glutathione) Terhadap Tingkat Pematangan Oosit Sapi Bali Secara In Vitro

    Full text link
    2014Andi Fausiah (I 111 10 265) Pengaruh Penambahan Antioksidan GSH (Glutathione) \ud terhadap Tingkat Pematangan Oosit Sapi Bali Secara In Vitro. Dibawah bimbingan Abd. \ud Latief Toleng Sebagai Pembimbing Utama dan Muhammad Yusuf Sebagai \ud Pembimbing Anggota. \ud \ud Ovarium sapi betina dari RPH (Rumah Potong Hewan) dapat dimaturasi secara in \ud vitro. Namun demikian, dalam maturasi tersebut, memungkinkan terjadinya ROS \ud (Reactive Oxygen Species). Oleh karena itu, penambahan antioksidan GSH (Glutathione) \ud diharapkan mengurangi efek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh \ud tingkat pematangan oosit sapi Bali secara in vitro dengan penambahan GSH \ud (Glutathione). Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratorium berdasarkan \ud Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (Tanpa penambahan, Penambahan \ud GSH (Glutathione) 5 ??l/ml, 10 ??l/ml dan 20 ??l/ml). Koleksi oosit dilakukan dengan \ud menyayat folikel yang terdapat pada permukaan ovarium. Pematangan oosit dilakukan \ud pada medium maturasi dalam inkubator CO2\ud 5%, dengan temperatur 38,5\ud o\ud C. Sel-sel \ud kumulus oosit dihilangkan, kemudian difiksasi, dan selanjutnya dilakukan pengamatan \ud dibawah mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan GSH \ud (Glutathione) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tingkat persentase kematangan \ud oosit yang mencapai M-II. Dapat disimpulan bahwa level GSH 5 ??l/ml sampai 20 ??l/ml \ud tidak mempengaruhi tingkat pematangan oosit sapi Bali. \ud Kata Kunci : Ovarium, Sapi Bali, Antoksidan, Glutathione, Metaphase I, Metaphase-II

    Peningkatan Kemampuan Berbicara Bahasa Bugis Melalui Metode Demonstrasi Pada SDN 64 Balambang Kecamatan Bua Kabupaten Luwu

    No full text
    Andi Fausiah (F5 11 11 622). Peningkatan Kemampuan Berbicara Bahasa Bugis Melalui Metode Demonstrasi Pada SDN 64 Balambang Kecamatan Bua Kabupaten Luwu (dibimbing oleh Ibu Gusnawaty, dan Bapak M. Dalyan Tahir).Kemampuan berbicara bahasa Bugis di Kabupaten Luwu sudah mulai memprihatinkan, utamanya bagi generasi muda yang ada pada daerah tersebut. Sekolah SDN 64 Balambang memilih bahasa Bugis sebagai mata pelajaran muatan lokal untuk mengantisipasi hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan metode demonstrasi sebagai metode ajar dalam mata pelajaran muatan bahasa Bugis. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode yakni observasi, wawancara, dan penyebaran angket. kemudian data dianalisis denganmetode kuantitatif, yakni dengan melakukan penskoran pada hasil angket. Yang menjadi penilaian, yaitu kategori sangat baik, baik, cukup, dan kurang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan tindakan siklus I dan siklus II nilai rata-rata berbicara bahasa Bugis siswa 48,43% pada kategori kurang yang dilakukan pada tindakan prasiklus, dan nilai tersebut belum mencapai target yang ditentukan. Sehingga dilakukan tindakan pada siklus I. Setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata-rata bahasa Bugis siswa menjadi 61,06% terjadi peningkatan. Peningkatan ini belum mencapai target nilai yang telah ditetapkan. Sehingga dilakukan tindakan pada siklus II dan nilai rata-rata berbicara bahasa Bugis yang dicapai siswa pada siklus II yaitu 70,31 pada kategori baik dan mencapai target yang sudah ditetapkan. Hal ini mengindikasikan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Bugis siswa. Dengan demikian, metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasaBugis siswa kelas IV SDN 64 Balambang di Kabupaten Luwuxv + 95 hlm

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore