65 research outputs found

    KARAKTERISTIK METALURGI PADA ZAMAN ZULKARNAIN DALAM KAJIAN SAINS: BESI DAN TEMBAGA

    No full text
    Zulkarnain's story is found along the line of Al-Kahfi's letters. One of the most popular was when Zulkarnain was asked by the creatures living between the two mountains to stop the exit of yakjuj and makjuj the destroyer. Zulkarnain was asked to make fortifications or high walls as a barrier to the destroyer. By Iskandar Zulkarnain made a fort with pieces of hot iron doused with melted copper. The characteristics of the mixture of steel and copper when combined will produce a sturdy and strong steel iron. Some elements are combined with steel in order to improve the tensile ability of steel iron. In some studies, it is combining steel with copper. Copper alloy steel is expected to increase the attractiveness of the steel iron. This will be seen by obtaining existing data on the mixture between steel and copper. The purpose of this study is to find out the relationship between science and Zulkarnain's story and to know how the characteristics of the mixture of iron with copper in the manufacture of barrier walls. In the manufacture of barrier fortifications using casting techniques. For data collection through the study of literature. In collecting data, the author collects data and information related to the Quranic interpretation of iron and copper,  characteristics of steel, characteristics of copper, foundry techniques, and quranic interpretation of the  story  of Zulkarnain through supporting data sourced from research journals. . The method used uses a qualitative method that contains descriptive explanations with existing data. The results of the research obtained that from several studies it is known that the alloy between copper metal and steel iron produces a strong steel attraction and has a high ultimate stress compare.d to without an alloy. The alloy also prevents from the effects of corrosion on iro

    PENGARUH PERLAKUAN PANAS TERHADAP SIFAT KEKERASAN BAJA PADUAN RENDAH UNTUK BAHAN PISAU PENYAYAT BATANG KARET

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini didasarkan adanya keluhan dari petani penyadap karet yang mengeluhkanpsiau penyadapnya sering aus, rompal dan retak. Sehinga peneliti mencoba mencari jalan keluarnyadengan membuat pisau baru dari bahan pegas daun mobil (Per bekas).Spesimen dalam penelitian ini ialah pisau penyanyat yang di potong bagian pisaunya, jumlahspesimen adalah 7 buah, salah satunya benda yang telah di pakai, 1 buah dari pandai besi dan 5 buahdibuah sendiri diberi perlakuan panas dengan temperatur bervariasi dari 810 °C, 820 °C, 830 °C, 840°C dan 850 °C.Selanjutnya di lakukan proses quenching dan pengujian kekerasan dengan alat Uji Rockwell, sertastruktur mikro. Data hasil penelitian di analisa dengan teknik deskriptif dan hasil analisa di tampilkandalam bentuk diagram batang.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian kekerasan akibat didinginkan lajupendinginan air lebih cepat, karbon yang terjebak dari struktur austenit (FCC) berubah menjadimartensit (BCT) lebih banyak dan austenite sisa pada temperatur kamar yang tidak sempatbertransformasi menjadi martensit lebih sedikit. hal inilah yang menyebabkan kekerasan denganpendingin mengunakan air terjadi.Disarankan agar mengunakan menggunakan temperatur antara 810°C dan 820°C. Agar material yangdi peroleh adalah material yang ulet dan keras sehinga mata pisau tidak muda patah dan tumpul.Kata Kunci: Baja Pegas Daun, Pisau Karet, Produksi, Martensit

    Pengendalian Proses Cliner Buring Untuk Memenuhi Standar Kualitas Menggunakan Metode SPC

    No full text
    Abstrak : Proses operasi Clinker Buring menjadikan semen adalah poses kehalusan semen(blaine) menjadi fokus perhatian dalam mereduksi biaya penggunaan energi terutamaconsumption power. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parameter operasikehalusan semen (blaine) dan mengendalikan sistem operasi kehalusan semen (blain) sertamengendalikan sistem operasionalnya yang terdiri atas Dampar Fan, Speed Separatordan Weight Feeder untuk menghasilkan semen halus (blaine) yang memenuhi standar.Permasalahan yang sering terjadi dalam proses operasi clinker buring menjadi semenditentukan oleh material yaitu clinker yang dikirim dari sumber (Baturaja -OKU) ke PabrikPengolahan di Kertapati Palembang, Mesin - mesin yang dipergunakan, cara pengoperasiandan operator mesin.Dengan demikian output yang diharapkan dari pengendalian parameter operasi ini adalahreduction cost of Production (Penurunan Biaya Produksi) yang bersumber dari Consumptionpower dan kualitas semen yang dihasilkan dengan indikator kehalusan yang merata danmemenuhi standar.Kata Kunci : parameter operasi, blaine, pengendalian kualita

    ANALISIS PERBANDINGAN SISTEM DAN KONSEP PRODUKTIVITAS PADA INDUSTRI MANUFAKTUR DAN JASA

    No full text
    Abstrak: Upaya suatu bangsa untuk meningkatkan produktivitas pertama-tama harus dimulai dengan unit ekonomi, yaitu industri manufaktur dan jasa. Oleh karena itu memahami sistem dan konsep produktivitas dalam industri-industri tersebut menjadi penting. Secara umum, produktivitas suatu industri terkait dengan seberapa efektif input sumber daya dalam suatu proses (proses manufaktur, proses layanan), ditransformasikan menjadi nilai bagi pelanggan. Bahkan, konsep produktivitas berbasis manufaktur, sebagai sistem tertutup, mengasumsikan bahwa konfigurasi sumber daya input yang diubah dalam proses produksi tidak mengarah pada perubahan kualitas dalam output (asumsi kualitas konstan). Namun, dalam konteks layanan, sebagai sistem terbuka, perubahan dalam sumber daya produksi dan sistem produksi memang memengaruhi persepsi kualitas layanan. Itulah sebabnya, istilah produktivitas telah menciptakan banyak kebingungan dalam layanan, dan konsep produktivitas layanan sering kali digunakan secara sembarangan dan pengukuran yang tidak tepat. Tujuan makalah ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan konsep produktivitas berbasis manufaktur dan layanan sebagai sistem tertutup dan terbuka.Kata kunci: produktivitas, industri manufaktur, industri jas

    Pengaruh Konstruksi Baja Yang Terbakar Diberi Perlakuan PendinginanAir

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai kekerasan pada prosesperlakuan panas (Heat Treatment) yang diberi media pendingin berupa air, oli, pasir danudara secara mendadak (Quenching) yang kemudian dilihat struktur mikronya pada bajakarbon menengah.Hasil pengujian kekerasan baja yang telah mengalami pemanasan dan didinginkan di dalamair laut dan air tawar (tabel 1 sebesar 57,42 HRc dan tabel 2 sebesar 45,24 HRc), keduatabel menunjukkan data kecendrungan semakin tinggi temperatur pemanasan semakin kerasbaja tersebut. Hal ini dikarenakan semakin tinggi temperatur pemanasan, austenit yangterbentuk semakin banyak, dan dengan waktu penahanan yang cukup pada temperaturtersebut, austenit semakin homogen. Austenit inilah yang memungkinkan dapatbertransformasi menjadi martensite pada saat dilakukan pendinginan cepat.Akibat dari pendingin yang sangat cepat maka struktur yang terbentuk adalah martensit(Gambar 11 s.d 21), ini pulalah yang membuat baja semakin keras karena struktur martensitadalah struktur yang paling keras di dalam baja, sayangnya struktur ini diikuti oleh sifatyang tidak baik yaitu sifat yang getas dan sangat rentan terhadap beban selnjutnya.Jika kita bandingkan hasil pengujian kekerasan akibat didinginkan di dalam air laut danair tawar (Gambar 11), pendingin dengan media air laut menghasilkan sifat kekerasanlebih tinggi. Hal ini disebabkan temperatur air laut lebih rendah dibanding temperatur airtawar oleh pengaruh kadar garam. Sehingga laju pendinginan air laut lebih cepat, karbonyang terjebak dari struktur austenit (FCC) menjadi martensit (BCT) lebih banyak danaustenite sisa pada temperatur kamar yang tidak sempat bertransformasi menjadi martensitlebih sedikit. hal inilah yangmenyebabkan kekerasan dengan pendingin air laut lebih tinggidari pendinginan jika menggunakan air tawar.Kedua metode pendingin ini bila kita bandingkan dengan benda uji tanpa perlakuan, keduaduanyamempunyai nilai kekerasan jauh lebih tinggi, artinya baja yang telah terbakar akanmenaikkan nilai kekerasan, menaikkan kekuatan tetapi material menjadi sangat getas.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai kekerasan dengan memberi perlakuan panasdan di beri pendinginan air laut dan air tawar, air laut lebih keras dan lebih tinggidibandingkan pengaruh perubahan mikro dari pada air tawar.Kata kunci: Heat Treatment, Quenching, Austenit, Martensit, FCC, BCT

    Aplikasi Model M.C.E (Manufacturing Cycle Efficiency) untuk Memperdek Timeto- process Pada Pengolahan C.P.O (Crude Palm Oil)

    No full text
    Konsusmsi CPO (crude palm oil) untuk penyediaan minyak nabati dunia telahmencapai 27,7% pada tahun 2002, diversifikasi produk CPO untuk produk pangan mencapaipangsa pasar 90% terutama untuk bahan baku minyak goreng dan pangsa pasar nonpangansebesar 10%, diperkirakan pada tahun mendatang terus mengalami peningkatan.Bahan baku CPO adalah TBS (tandan buah segar).Kompleksitas produk dan aliran proses operasi menentukan kapabilitas manajemen operasiuntuk memperpendek waktu proses TBS menjadi CPO yang merupakan focus perhatiandalam studi aliran proses yang dipecahkan dengan pendekatan MCE (Manufacture CycleEfficiency) karena itu. model MCE berkemampuan mereduksi pemborosan sumberdayayang digunakan untuk operasi, sehingga aktivitas yang tidak meningkatkan nilai tambahproduk dapat dihilangkan.Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran aliran proses manufaktur pengolahanTBS (tandan buah segar) bahan baku minyak sawit menjadi CPO. Analisis pemecahanmasalah untuk menentukan performansi dengan menggunakan bagan aliran proses, baganproses operasi (Operations Process Chart). Hasil analisis menunjukan bahwa waktu kritisyang terjadi pada aliran proses pengolahan TBS menjadi CPO terletak pada stasiun loadingramp ke stasiun perebusan yang membutuhkan waktu operasi paling lama yaitu sebesar100 menit/ton TBS. Performansi aliran proses yang terdiri dari MLT, Production rate,kapasitas dan utilisasi masing-masing menghasilkan 57,72 jam, 0,069 ton/jam, 16,56 ton/jam dan 55,2%.Kata kunci : MCE, MLT, Aliran proses

    Deep Brain Stimulation (DBS) and Implant-friendly (IF) Mode Calculator

    No full text
    Repository includes MATLAB codes. Raw input and and output files may be requested by emailing the author. The code that supports the findings of this study is openly available at https://github.com/AliSaMRI/DBS_IF_Mode_CalculatorThe purpose of this study is to present a strategy to calculate the implant-friendly (IF) excitation modes—which mitigate the radiofrequency (RF) heating at the contacts of deep brain stimulation (DBS) electrodes—of multi-channel RF coils at 7T. Methods: An induced RF current on an implantable electrode generates a scattered magnetic field whose left-handed circularly polarizing component (B1+) is approximated using a -mapping technique and subsequently utilized as a gauge for the electrode’s induced current. Using this approach, the relative induced currents due to each channel of a multi-channel RF coil on the DBS electrode were calculated. The IF modes of the corresponding multi-channel coil were determined by calculating the null space of the relative induced currents. The proposed strategy was tested and validated for unilateral and bilateral commercial DBS electrodes (directional lead, Infinity DBS system, Abbott Laboratories) placed inside a uniform phantom by performing heating and imaging studies on a 7T MRI scanner using a 16-channel transceive RF coil. Results: Individual IF modes nor shim solutions obtained from IF modes did not induce significant temperature increase when used for a high-power Turbo Spin Echo sequence. In contrast, shimming with the scanner’s toolbox (i.e., based on per-channel B1+ fields) resulted in a more than 2°C temperature increase for the same amount of input power. Conclusion: A strategy for calculating the IF modes of a multi-channel RF coil is presented. This strategy was validated using a 16-channel RF coil at 7T for unilateral and bilateral commercial DBS electrodes inside a uniform phantom.Sadeghi-Tarakameh, Alireza; DelaBarre, Lance; Zulkarnain, Nur Izzati Huda; Harel, Noam; Eryaman, Yigitcan. (2023). Deep Brain Stimulation (DBS) and Implant-friendly (IF) Mode Calculator. Retrieved from the University Digital Conservancy, https://doi.org/10.13020/h56h-bd77

    Maintenance management on public facilities by local authorities / Eddie Zulkarnain Said

    No full text
    As we know, many people lived in cities. On behalf of that, cities should have a complete facilities accommodation within it. Among them are the recreation parks that have many uses for outdoor activities. Recreation parks can gives human satisfaction, which they can have fresh air while doing many beneficial activities with family and friends. These outdoor activities also increase the social among human. Many recreation parks nowadays have been built to fulfill the demand of the people. With the presence of other utility equipped at the park it can increase the economy of the country because of the tourist; local or international visit many recreational parks in this country. There are many recreation parks based or back to the basic which involves the nature source for instance trees,-lake, flowers and other nature sources. And so of that, development has taken place at the said areas which it needs to be maintained for public uses day by day. In short, this dissertation will study on the Maintenance Management on public facilities by Local Authorities and it is hoped that author can come out with rationale solution and recommendation regarding the study area

    PERANCANGAN DAN PEMBUATAN KAIT TUNGGAL JENIS EYE HOOK DENGAN BEBAN 0,5 TON

    No full text
    Sebuah kait biasanya dilengkapi dengan kait pengaman untuk mencegah tali baja terlepas dari kait saat diberikan beban, baik beban angkat maupun angkut. Pada perancangan dan pembuatan kait ini terdapat berbagai proses mesin produksi yang dilakukan, untuk proses awal pembuatan kait dilakukan dengan proses kerja tempa dimana bahan yang digunakan ialah baja kontruksi mesin S45C. Pemilihan bahan ditentukan setelah dilakukannya perhitungan terhadap tegangan-tegangan yang terjadi pada kait akibat adanya beban. Setelah mendapatkan hasil perhitungan tegangan pada kait maka perlu dilakukan perbandingan antara tegangan yang terjadi dengan tegangan yang diizinkan.Untuk mendapatkan tegangan yang diizinkan perlu dilakukan perhitungan terhadap faktor keamanan, jadi kait yang telah dibuat dinyatakan layak untuk digunakan dan aman karena tegangan yang terjadi pada kait lebih kecil dari tegangan yang diizinkan.Kata kunci: kait, baja karbon, tegangan dan faktor keamanan

    OPTIMASI PROSES PENGGERINDAAN PERMUKAAN

    No full text
    Abstrak: Mesin gerinda merupakan suatu alat yang digunakan untuk meratakan permukaan,mengasah, memotong benda kerja. Dalam penelitian ini mesin gerinda yang digunakan mesin gerindadatar dan bahan yang digunakan yaitu baja karbon HQ 705. Pengujian terlebih dahulu dilakukanproses pemesinan dengan variasi ketebalan makan batu gerinda yaitu 0.05 mm, 0.1 mm, 0.15mm.Setiap proses pemesinan akan dihitung waktu dan kecepatan untuk setiap satu produk. Ketebalanpemakanan terhadap permukaan baja karbon HQ 705 dalam penelitian ini akan menghasilkan datayang berbeda dari setiap variasi tebal pemakanan. Karena waktu, kecepatan, dan biaya yangdikeluarkan tiap  benda uji berbeda-beda. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa tebalpemakanan 0.05 mm akan lebih lama  produk untuk diselesaikan tapi hasil akhir dari penggerindaanlebih halus dibandingkan tebal pemakanan 0.1 mm dan 0.15 mm. Berdasarkan data yang diperolehdari hasil penelitian, bahwa optimasi proses penggerindaan yang baik dilihat dari harga produk, waktu,kecepatan adalah proses penggerindaan dengan tebal pemakanan 0.05 mm yang paling baik hasilnyadan halus, tapi untuk kecepatan pengerjaannya 0.1 mm dan 0.15 mm lebih cepat menyelesaikannya.Kata kunci: Proses pemesinan, HQ 705, Optimasi
    corecore