1,730,942 research outputs found

    Pengembangan Sistem Informasi Monitoring Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUP Fatmawati Tahun 2020

    Full text link
    Informasi yang tidak efektif disebabkan oleh adanya keterlambatan pengembalian dan ketidaklengkapan pengisian data rekam medis. Kepmenkes Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit menetapkan waktu pengembalian dokumen rekam medis yaitu 1x24 jam dan kelengkapan dokumen rekam medis harus 100%. Di RSUP Fatmawati Jakarta terdapat peningkatan prosentase keterlambatan pengembalian dan ketidaklengkapan dokumen rekam medis rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi alur, kebutuhan sistem informasi yang akan dikembangkan, serta merancang sistem informasi monitoring dokumen rekam medis rawat inap di RSUP Fatmawati. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dilakukan secara bertahap sesuai tahapan SDLC, serta menggunakan pendekatan metode prototype. Adanya masalah-masalah pada sistem informasi rumah sakit saat ini yang membuat petugas masih harus melaksanakan pekerjaannya secara manual. Sistem informasi monitoring dokumen rekam medis rawat inap dirancang melalui penyusunan alur sistem, perancangan basis data, tampilan antarmuka (userinterface), SPO, dan manualbook. Sistem informasi yang baru dapat mengatasi permasalahan yang terjadi, mempercepat dan mempermudah pekerjaan petugas, serta menghasilkan laporan yang bermutu. Sehingga capaian SPM rumah sakit dan indikator mutu IRMIK meningkat. Sebaiknya ada dukungan penyediaan sarana dan prasarana dari rumah sakit untuk pengembangan sistem informasi monitoring dokumen rekam medis rawat inap, perlu adanya sosialisasi SPO dan manualbook, proses uji coba sistem kepada user, serta sebaiknya dilakukan upaya perawatan basis data secara berkala

    Pasang surut rumah sakit fatmawati dalam penanganan tuberkulosis anak tahun 2012-2020

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana penanganan tuberkulosis anak di Rumah Sakit Fatmawati pada tahun 2012 hingga tahun 2020 ? penulis menggunakan metode historis yang di dalamnya terdapat empat tahapan. Mulai dari heuristik (pengumpulan data), kritik sumber, interpretasi, dan yang terakhir adalah historiografi (penulisan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Sakit Fatmawati pada tahun 2012 hingga tahun 2020 memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, khususnya anak-anak penderita tuberkulosisi.iii,60 hl

    Fatmawati Sukarno : The first lady

    No full text
    Sang Dwiwarna, Merah Putih, merupakan bendera Indonesia yang mengidentitaskan kebang-sanegaraannya. Lebih dari itu, bendera yang bermakna semiotik-filosofis berani dan suci itu menjadi sebuah lambang kebanggaan warga negara Indonesia. Sejarah kemerdekaan Indonesia pun terukir di balik warna merah dan putih tersebut. Sejarah kemerdekaan Indonesia tecermin pula pada penjanjian bendera pusaka tersebut.Adalah Fatmawati, seorang perempuan Indonesia yang menjahit bendera tersebut sehingga pada 17 Agustus 1945, proklamasi kemerdekaan Indonesia dimeriahkan dengan pengibaran bendera. Meskipun bendera tersebut tidak sesuai dengan standar ukuran bendera yang seharusnya, kain dua warna yang terjahit menjadi satu itu kemudian menjadi bendera yang sangat disakralkan oleh bangsa Indonesia. Nama Fatmawati pun tercatat dalam sejarah sebagai wanita penjahit bendera pusaka.Arifin Suryo Nugroho, melalui bukunya berjudul Fatmawati Sukarno; The First Lady, menguraikan biografi sang penjahit bendera tersebut dengan ulasan yang menarik. Fatmawati, seorang wanita asli Indonesia yang telah berjasa menjahit bendera pusaka tersebut, merupakan perempuan penting dalam sejarah kemer-dekaan Indonesia.Fatmawati sebagai ibu negara setelah Soekarno dipilih menjadi presiden Indonesia yang pertama, dengan setia mendampingi sang suami tersebut. Hingga akhirnya, prahara rumah tangga pun terjadi. Kehadiran Hartini telah mengguncang rumah tangga Soekarno-Fatmawati. Hingga akhirnya Fatmawati memilih keluar dari istana dan hidup menyendiri tanpa Soekarno. Meski demikian, cinta Fatmawati terhadap Soekarno tidaklah sirna. Begitu juga dengan cinta Soekarno kepada Fatmawati, hanya saja telah terbelah kepada Hartini yang kemudian menyusul Haryati, Yurike, dan Naoko Nemoto atau Ratna Sari Dewi.Semenjak itu, Fatmawati hidup tanpa sosok suami di dalam rumahnya meskipun status perikahannya belumlah terputus atau diceraikan. Namun, Fatmawati yang bersikap an-tipoligami tetap berkeras kepala untuk tidak kembali lagi ke istana. Hingga akhirnya situasi politik di Indonesia pun kacau dan banyak fitnah.Soekarno sebagai presiden pikirannya terforsir oleh situasi politik yang kacau tersebut sehingga sangat menyibukkan dirinya. Kekacauan itu melonjak pada klimaksnya ketika Soekarno dikudeta oleh Soeharto dengan legitimasi Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Mulai saat itu, kesehatan Soekarno pun terus menurun dan mengantarkannya ke gerbang ajal.Kepergian Soekarno menjadi tekanan dan pukulan bagi Fatmawati. Meskipun cinta Soekarno telah terbelah, Fatmawati masih menaruh rasa cinta pada sang proklamator kemerdekaan Indonesia tersebut. Dengan membaca buku ini, pembaca diajak untuk mengulas biografi Fatmawati yang pernah men]adifirst lady di Indonesia. Dari biografi tersebut, banyak pelajaran yang dapat diambil tentang sosok Fatmawati dan selebihnya sejarah Indonesia dari masa penjajahan Belanda, Jepang, hingga setelah kemerdekaan. Selain itu, para pembaca akan dikenalkan dengan sejarah Indonesia yang dibaca dari sisi Fatmawati sebagai pemeran utamanya

    Impact of Organizational Development and Work Culture on Lecturers' Professional

    Full text link
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh budaya kerja terhadap prestasi kerja Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu; mengetahui pengaruh pengembangan organisasi terhadap prestasi kerja Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu; dan mengetahui pengaruh budaya kerja dan pengembangan organisasi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Penelitian ini dilaksanakan di UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Penelitia ini adalah penelitian kuantitatif dengan 148 dosen sebagai sample yang diambil dengan menggunakan proportional stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Budaya Kerja (X1) yang diukur oleh Prestasi Kerja (Y) memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap tinggi rendahnya Prestasi kerja. Dengan demikian, tinggi rendahnya Prestasi Kerja dijelaskan oleh besarnya pengaruh Pengembangan Organisasi yang secara langsung berpengaruh positif terhadap Prestasi Kerja sebesar (0,292)2 = 0,085 = 8,5 %; (2) Pengembangan Organisasi (X2) yang diukur oleh Prestasi kerja (Y) memiliki pengaruh langsung positif dan signifikan terhadap tinggi rendahnya Prestasi Kerja. Dengan demikian, tinggi rendahnnya Prestasi kerja   dijelaskan melalui Pengembangan Organisasi. Besarnya pengaruh Pengembangan Organisasi yang secara langsung berpengaruh positif terhadap Prestasi Kerja sebesar (0,292)2 = 0,085 = 8,5 %; dan secara simultan Budaya Kerja (X1) dan Pengembangan Organisasi (X2) berpengaruh langsung positif secara simultan terhadap Prestasi kerja (Y) sebesar 0,386 = 38,6%. Dan sisanya adalah pengaruh dari variabel lain sebesar 61,4 % yang merupakan pengaruh yang datang dari faktor lain.Keyword: Budaya Kerja, Pengembangan Organisasi, Prestasi Kerja Dose

    Dampak Negatif Perilaku Toxic Friendship dengan Kualitas Pertemanan Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

    Full text link
    Artikel ini menjelaskan tentang dampak negatif Toxic Friendship  terhadap Kualitas Pertemanan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu angkatan 2020-2021. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yaitu untuk melihat adanya hubungan. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri  Fatmawati Sukarno Bengkulu angkatan 2020-2021 dengan jumlah populasi 172 Mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan probability sampling pengambilan sampel menggunakan perhitungan rumus slovin dengan taraf kesalahan sebesar 5%, jumlah sampel 123. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan angket model skala likert, kemudian penyebaran angket melalui google form. Metode analisis menggunakan uji korelasi product moment dengan hasil korelasi -0.204 dengan tarif signifikan sebesar 0.024 (p < 0,05) dengan kategori hubungan lemah dan arah negatif, jadi dapat diartikan bahawasanya ada hubungan yang signifikan antara toxic friendship dengan kualitas pertemanan yang berarah negatif. Semakin tinggi toxic friendship maka semakin rendah kualitas pertemanan, sebaliknya semakin rendah toxic friendship maka semakin tinggi kualitas pertemanan. Dengan demikian Ha menyatakan ada hubungan yang signifikan antara toxic friendship dengan kualitas pertemanan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu angkatan 2020-2021. dan Ho yang menyatakan tidak ada hubungan antara toxic friendship dengan kualitas pertemanan mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri  Fatmawati Sukarno Bengkulu angkatan 2020-2021 di tolak

    PERAN FATMAWATI DALAM MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN INDONESIA (1945-1955)

    Full text link
    Tercapainya proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, tidak terlepas dari dukungan dan bantuan seluruh rakyat Indonesia, terutama perempuan. Salah satu di antara perempuan-perempuan yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia ialah Fatmawati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) latar belakang kehidupan Fatmawati; (2) peran Fatmawati dalam kemerdekaan Indonesia; dan (3) peran Fatmawati sebagai ibu negara.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari 5 tahap, yaitu pertama menentukan topik penelitian, kedua heuristik atau, ketiga verifikasi, keempat interpretasi, dan terakhir historiografi.. Salah satu sumber yang digunakan yaitu autobiografi Fatmawati yang berjudul Catatan Kecil Bersama Bung Karno.Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Fatmawati merupakan istri presiden pertama Republik Indonesia yang lahir di Bengkulu. Fatmawati hidup di masa pergerakan nasional dan orangtuanya berjuang melalui organisasi Muhammadiyah. Pada tahun 1938 Fatmawati tinggal di rumah Soekarno sebagai murid, kemudian tahun 1943 Fatmawati dipinang Soekarno menjadi istri; (2) peran Fatmawati dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu sebelum merdeka (1942-1945) dan masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia (1946-1950). Sebelum Fatmawati menikah dengan Soekarno, dia ikut  ibunya dalam organisasi Muhammadiyah. Setelah Fatmawati menikah dengan Soekarno, Fatmawati menjadi tombak di garis belakang, membantu para gerilyawan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan pakaian saat berada di lapangan; dan (3) peran Fatmawati sebagai ibu negara, mendampingi Soekarno sebagai pemimpin, salah satunya ketika keluarga Presiden berlindung ke hutan dari serangan Agresi Militer Belanda I di Yogyakarta. Fatmawati dan Soekarno kembali ke Jakarta tahun 1949. Soekarno meminta izin untuk menikah lagi, hal inilah yang membuat Fatmawati meninggalkan Istana Merdeka pada tahun 195

    Pengembangan Bahan Ajar Museologi Berbasis Museum pada pada Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

    Full text link
    Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran, termasuk di perguruan tinggi. Terkhsus untuk perkuliahan Museologi, idealnya bahan ajar yang digunakan tidak semata-mata berupa teori, melainkan perpaduan antara teori dan praktek. Untuk itu, bahan ajar bermasis museum sangat dibutuhkan dalam menunjang perkuliahan. Peneltiian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar museology berbasis museum pada program studi Sejarah Peradaban Islam UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu; 2) mengembangkan bahan ajar museology berbasis museum; dan 3) menguji validitas bahan ajar museology berbasis museum. Penelitian dilakukan dengan metode kombinasi (kualitatif dan kuantitatif) dengan desain penelitian dan pengembangan model Borg and Gall yang terdiri dari sepuluh tahapan utama: 1) Research and Information Collecting; 2) Planning; 3) Develop Preliminary Form a Product; 4) Preliminary Field Testing; 5) Main Product Revition; 6) Main Field Testing; 7) Operational Product Revetion; 8) Operational Field Testing; 9) Final Product Revition; dan 10) Dissemination and Implementation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengembangan bahan ajar museology berbasis museum sangat diperlukan oleh mahasiswa dan dosen pada program studi Sejarah Peradaban Islam karena minimnya ketersedian bahan ajar museology serta guna mengatasi kesulitan mahasiswa dalam memahami materi pembelajaran; 2) bahan museology berbasis museum hasil pengembangan terdiri dari tiga bagian utama, yakni pendahuluan, isi dan penutup. Terkhsus untuk isi bahan ajar terdiri dari tujuh bab, yakni: 1) museum; 2) Bangunan,Fasilitas, Visi dan Misi Museum; 3) Struktur Organisasi; 4) Koleksi; 5) Label Imformasi dan Edukasi; 6) Marketing, Kerjasama dan Pembiayaan Museum; dan 7) Pameran; 3) hasil validasi ahli menunjukkan bahwa bahan ajar museelogi berbasis museum layak untuk digunakan dengan catatan beberapa perbaikan.

    ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. “S” MASA KEHAMILAN SAMPAI DENGAN MASA KELUARGA BERENCANA DI BPM JULIA FATMAWATI Amd. Keb, DESA GONDEK MOJOWARNO - JOMBANG

    No full text
    Kesehatan ibu merupakan aset terpenting dalam kehidupan. Namun, banyak faktor yang dapat memperberat dan membahayakan kesehatan ibu dan bayinya, terutama pada ibu yang tidak mendapatkan asuhan yang dimulai dari kehamilan, melahirkan, nifas, neonatus dan pemasangan alat kontrasepsi dari tenaga kesehatan. Sehingga Angka Kematian Ibu (AKI)dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikanAsuhan Kebidanan secara Continuity of Care yang harus diberikan pada Ny. “S” Mulai Masa Kehamilan sampai dengan Masa KB di BPM Julia Fatmawati Amd. Keb, Desa Gondek – mojowarno – Jombang Tahun 2016. sesuai dengan 6 standar asuhan kebidanan dengan pendekatan managemen kebidanan. Metode penelitian Studi Kasus dengan menggunakan Asuhan Kebidanan yang meliputi pengkajian data, merumuskan diagnosa/masalah aktual maupun potensial, melaksanakan tindakan segera atau kolaborasi perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, evaluasi terhadap Asuhan Kebidanan pada Ny. “T” Mulai Masa Kehamilan sampai dengan Masa KB di BPM Julia Fatmawati Amd. Keb, Desa Gondek – mojowarno –Jombang Tahun 2016. Hasil yang didapat selama 6 bulan yaitu masalah-masalah yang di hadapi ibu dapat teratasi dan ibu tidak terjadi komplikasi. Anemia ibu hamil dapat teratasi dengan pemberian jambu biji, ibu lebih nyaman dalam proses persalinan dengan massage effleurage, bayio lahir spontan dan semua dalam batas normal, dan produksi ASI lebih lancar dengan pijat oksitosin, dan KB ibu mengalami keberhasilan. Kesimpulan asuhan kebidanan yang telah dilakukan terhadap Ny”S” mulai masa hamil sampai masa KB sesuai 6 standart asuhan kebidanan yaitu terdapat kesenjangan pada pemberian ASI eksklusif dan penggunaan KB. Untuk asuhan lainnya berjalan sesuai teori yang terpapar pada bab II

    Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Tingkat Spiritualitas Mahasiswa Anggota UKM Kerohanian (UKMKI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap tingkat spiritualitas mahasiswa. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kecerdasan emosional (X) dan spiritualitasitas (Y). Sampel dalam Penelitian ini adalah mahasiswa anggota ukm kerohanian (UKMKI) Uin Fatmawati Sukarno Bengkulu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap spiritualitasitas dengan uji korelasi dapat dikatakan bahwa Ha diterima dengan uji hipotesis pearson correlation 0,809 dengan signifikasi 0,00 < 0,05, sumbangsih pengaruh berdasarkan R square sebesar 0,654 atau 65,4% kecerdasan emosional mempengaruhi spiritualitasitas mahasiswa UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. Berdasarkan nilai r hitung person correlation yaitu 0,809 yang di peroleh maka kriteria kekuatan hubungan antara variabel kecerdasan emosional dan spiritualitas mahasiswa cukup besar dan cukup kuat

    FATMAWATI: SOSOK PENDAMPING SOEKARNO DALAM REVOLUSI KEMERDEKAAN 1923 – 1949

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Fatmawati sebagai sosok pendamping Soekarno dalam revolusi kemerdekaan. Fatmawati sosok yang membangkitkan semangat Soekarno dalam menghadapi gejolak perjuangan kemerdekaan. Fatmawati memiliki kepribadian dan sikap yang hangat sehingga pandai membangun kedekatan dengan orang-orang penting di sekitar Soekarno yang memberikan dampak terhadap kemerdekaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode historis: Tahap pertama pemilihan topik, didasari kedekatan intelektual karena peneliti mengkaji tulisan atau buku-buku Fatmawati Soekarno. Tahap kedua heuristik, data didapat melalui sumber primer seperti karya Fatmawati yaitu Catatan Kecil Bersama Bung Karno dan hasil wawancara keluarga Fatmawati. Sedangkan sumber sekunder antara lain buku Kisah Cinta Pak Karno & Ibu Fatmawati, Fatmawati Soekarno: The First Lady, Kisah Cinta Pak Karno dan Ibu Fatmawati, dan sumber relevan lainnya. Tahap ketiga verifikasi sumber intern dan ekstern, membandingkan buku Catatan Kecil Bersama Bung Karno dengan Suka Duka Fatmawati Soekarno. Kemudian mengidentifikasikan identitas buku, tahun terbit, penerbit, tempat terbit dan kertas yang digunakan. Tahap keempat interpretasi, menganalisis sumber yang telah diverifikasi sehingga fakta sejarah yang diperoleh berkesinambungan. Tahap kelima historiografi, penulisan deskriptif-naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiprah Fatmawati sebagai pendamping Soekarno menunjukkan keberhasilan dalam meraih kemerdekaan. Saat Indonesia diperkenankan merdeka oleh Jepang, Chuuoo Sangi In (badan bentukan Jepang terdiri dari orang Indonesia dan Jepang) mengadakan sidang tidak resmi tanggal 12 September 1944, salah satu pembahasannya yaitu pengaturan pemakaian bendera. Namun pada saat itu sulit mendapatkan kain dalam ukuran besar karena Jepang menerapkan sistem ekonomi perang sehingga menyebabkan kelangkaan tekstil dan produksinya diutamakan untuk kebutuhan logistik tentara Jepang saja. Kemudian atas perintah Soekarno, Fatmawati membujuk Shimizu sebagai kepala propaganda Jepang di Indonesia untuk memberikannya dua blok kain merah dan puith yang terbuat dari bahan katun halus setara dengan jenis Primissima untuk batik tulis dan Fatmawati menjahit kain tersebut menjadi bendera merah putih berukuran 2x3 meter. This study aims to describe Fatmawati as Soekarno's companion figure in the independence revolution. Fatmawati, a figure who raised Soekarno's spirit in the face of the turmoil of the independence struggle. Fatmawati has a warm personality and attitude so she is good at building closeness with important people around Soekarno who have an impact on Indonesian independence. This research uses the historical method: The first stage is topic selection, based on intellectual closeness because the researcher examines Fatmawati Soekarno's writings or books. The second stage of heuristics, data obtained through primary sources such as Fatmawati's work, namely Notes with Bung Karno and the results of interviews with Fatmawati's family. While secondary sources include the book The Love Story of Pak Karno & Ibu Fatmawati, Fatmawati Soekarno: The First Lady, The Love Story of Pak Karno and Ibu Fatmawati, and other relevant sources. The third stage is verification of internal and external sources, comparing the Small Notes book with Bung Karno with the Suka Duka Fatmawati Soekarno. Then identify the identity of the book, year of publication, publisher, place of publication and the paper used. The fourth stage is interpretation, analyzing verified sources so that the historical facts obtained are sustainable. The fifth stage is historiography, descriptive-narrative writing. The results showed that Fatmawati's gait as Soekarno's companion showed success in achieving independence. When Indonesia was allowed to become independent by Japan, Chuuoo Sangi In (a body formed by Japan consisting of Indonesians and Japanese) held an informal session on September 12, 1944, one of the discussions was the regulation of the use of the flag. However, at that time it was difficult to get cloth in large sizes because Japan implemented a war economy system, causing a shortage of textiles and its production was prioritized for the logistical needs of the Japanese army. Then at Soekarno's order, Fatmawati persuaded Shimizu as head of Japanese propaganda in Indonesia to give her two blocks of red and white cloth made of fine cotton equivalent to the Primissima type for written batik and Fatmawati sewed the cloth into a red and white flag measuring 2x3 meters
    corecore