1,721,122 research outputs found

    PERAN KAJIAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBENTUK SIKAP KEBERAGAMAAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN FATIMATUZZAHRA PURWOKERTO

    No full text
    Dalam pandangan agama, banyaknya degradasi moral yang terjadi, salah satu penyebabnya yakni jauhnya manusia dari nilai-nilai agama Islam. Salah satu alternatif untuk mendapatkan pengalaman nilai-nilai agama Islam yang dapat menekan tindakan amoral yakni kajian pendidikan agama Islam yang ada di pesantren. Pondok pesantren Fatimatuzzahra merupakan salah satu pondok pesantren yang menyelenggarakan kajian pendidikan agama Islam bagi santrinya dan lingkungan sekitar yang menghidupkan kembali esensi dan peran kajian agama Islam, yakni membentuk umat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT sekaligus memiliki sikap keberagamaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kajian pendidikan agama Islam dalam membentuk sikap keberagamaan santri. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi yang diteliti adalah pondok peantren Fatimatuzzahra Purwokerto. Pihak yang menjadi subyek penelitian adalah ketua takmir masjid Fatimatuzzahra sekaligus koordinator pesantren, ketua bidang jama’ah masjid Fatimatuzzahra sekaligus penanggung jawab kajian pendidikan agama Islam, ustadz dan ustadzah yang mengisi kajian, dan santri pondok pesantren Fatimatuzzahra Purwokerto. Hasil dari penelitian ini menunjukkan dan menggambarakan bahwa kajian pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk sikap keberagamaan santri yakni sebagai wadah untuk meperdalam ilmu-ilmu agama Islam, sebagai tempat/alat untuk menanamkan sikap keberagamaan,selain itu kajian pendidikan agama Islam juga berimplikasi pada sikap keberagamaan santri dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan metode yang digunakan dalam kajian pendidikan agama Islam di pondok pesantren Fatimatuzzahra Purwokerto yakni, metode ceramah, nasihat, tanya jawab dan keteladanan

    MANAJEMEN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN KEMAKMURAN MASJID (Studi Di Masjid Fatimatuzzahra Kel. Grendeng Kec. Purwokerto Utara Kab. Banyumas)

    No full text
    Masjid Fatimatuzzahra adalah salah satu diantara sekian masjid yang dianggap pengelolaannya baik yang ada di kota Purwokerto. Salah satu Unit Pemakmuran Masjid Fatimatuzzahra yaitu Perpustakaan Mafaza yang merupakan salah satu unit untuk memakmurkan masjid. Perpustakaan Mafaza menyediakan berbagai pustaka, terdiri dari kitab-kitab dan buku-buku keislaman. Perpustakaan Mafaza didirikan untuk menumbuhkan jiwa ilmiah para jamaah dan meningkatkan literasi di zaman era globalisasi ini. Harapannya ingin menginspirasi banyak orang dengan adanya buku-buku di Perpustakaan Mafaza. Dengan rajinnya jamaah membaca buku, diharapkan akan menumbuhkan sikap religiusitas dan meningkatkan wawasan keagamaan para jamaah. Peran Perpustakaan di masjid sangat penting dan dibutuhkan untuk menunjang jalannya aktivitas pendidikan dan pengajaran. Sehingga penulis tertarik untuk mengetahui manajemen yang dilakukan perpustakaan mafaza dalam meningkatkan kemakmuran masjid Fatimatuzzahra. Metode penelitian yang digunakan penulis adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan ini menghasilkan data deskriptif terkait manajemen perpustakaan dalam meningkatkan kemakmuran masjid Fatimatuzzahra. Dengan mengambil lokasi penelitian di Masjid Fatimatuzzahra Kel. Grendeng Kec. Purwokerto Utara Kab. Banyumas. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggali sumber data yaitu dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan dalam analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen perpustakaan mafaza meliputi perencanaan dalam perpustakaan mafaza dengan menentukan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan selama setahun kedepan, dalam upaya untuk ikut serta memakmurkan masjid perpustakaan mafaza merencanakan kegiatan yang melibatkan dan mendatangkan banyak orang yang meliputi program harian, program mingguan, program bulanan dan program Ramadhan. Pengorganisasian di perpustakaan mafaza meliputi pembagian tugas dan wewenang dari anggota pengurus perpustakaan yang memiliki Job deskripsinya masing-masing sesuai bidangnya. Untuk pelaksanaan kegiatan di perpustakaan mafaza yaitu dengan menjalankan perencanaan yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk pengawasan di perpustakaan mafaza dilakukan oleh Ketua Takmir masjid Fatimatuzzahra karena takmir bertugas sebagai pengawas Unit-unit Pemakmuran Masjid Fatimatuzzahra

    ANALISA KUALITAS LAYANAN DENGAN MODEL KANO DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PADA JNE EXPRESS (Studi Kasus: JNE Express, Cabang Gresik)

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prioritas dari kebutuhan dan keinginan konsumen (customer requirements) dan karakteristik teknis (technical responses) dari jasa pengiriman barang JNE Epress cabang Gresik dengan menerapkan model Kano dengan integrasi metode Quality Function Deployment (QFD). Sampel penelitian ini merupakan konsumen dari jasa pengiriman barang JNE Epress cabang Gresik yang diambil sebanyak 80 orang. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan model Kano yang diintegrasikan dengan metode Quality Function Deployment (QFD). Pendekatan model kano digunakan untuk mengklasifikasikan atribut-atribut kebutuhan konsumen ke dalam 4 kategori kano yaitu kategori attractive, one dimensional, must be dan Indifferent, tahap selanjutnya pada metode Quality Function Deployment (QFD) pada House Of Quality menghitung matriks perencanaan dan prioritas kebutuhan konsumen. Hasil pengolahan metode Kano menunjukkan bahwa tidak ada atribut yang masuk ke dalam kategori Indifferent, dimana dari 12 pernyataan 3 masuk pada kategori attractive, 4 pada one dimensional dan 5 sisanya pada must be. Sedangkan pengolahan metode Quality Function Deployment (QFD) dan House Of Quality (HOQ) menerjemahkan kebutuhan konsumen dalam bentuk karakteristik teknis dan dikembangkan ke dalam target spesifikasi serta analisa perhitungan untuk mendapatkan urutan prioritas untuk peningkatan kualitas pelayanan jasa pengiriman barang. Hasil dari QFD dan HOQ menunjukan atribut yang memiliki prioritas pertama yaitu adanya Kesesuaian waktu pengiriman yang dijanjikan dengan kedatangan paket dengan nilai tingkat kepentingan sebesar 4,86. Respons teknis yang menjadi prioritas pertama yaitu SDM yang handal

    PERAN PESANTREN MAHASISWA MASJID FATIMATUZZAHRA PURWOKERTO DALAM MENGATASI DEGRADASI MORAL MAHASISWA

    No full text
    Era globalisasi saat ini, banyak perubahan yang terjadi terutama dalam bidang kehidupan. Salah satu hal yang menggelisahkan dan sering dibicarakan masyarkat adalah masalah moral. Degradasi moral saat ini telah menjangkit ke berbagai kalangan masyarakat termasuk mahasiswa. Bentuk degradasi moral yang dilakukan seperti meningkatnya kekerasan, penggunaan kata-kata yang memburuk, meningkatnya penggunaan narkoba, alkohol, seks bebas, kaburnya batasan moral baik-buruk, rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta rendahnya rasa tanggung jawab individu dan warga negara. Permasalahan ini merupakan tanggungjawab semua lembaga termasuk lembaga agama yaitu Pesantren. Pesantren Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra merupakan salah satu pesantren yang menghidupkan kembali esensi peran sebagaimana semestinya sekaligus menjadi jembatan umat muslim dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada umat yang dalam hal ini mengatasi degradasi moral pada mahasiswa . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pihak yang menjadi subyek penelitian adalah ketua takmir. takmir harian, ketua pesantren mahasiswa, ustadz, santri/mahasiswa, dan masyarakat sekitar Pesantren Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan dalam menganalisis data menggunakan pereduksian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini langkah-langkah yang dilakukan dalam mengatasi degradasi moral yaitu melalui pembiasaan, motivasi, (bimbingan/nasehat), pendampingan, keteladanan, dan kaderisasi. Pesantren Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto dalam mengatasi degradasi moral yakni memerankan tiga fungsinya. Antara lain fungsi pendidikan, fungsi sosial dan fungsi dakwah (religius). Dengan pesantren menjalankan sesuai fungsinya tersebut, maka Pesantren Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra dapat menjadi rujukan moral bagi mahasiswa maupun masyarakat. Peran Pesantren Mahasiswa Masjid Fatimatuzzahra dalam mengatasi degradasi moral terlihat pada perilaku mahasiswa yaitu mereka memiliki rasa respek, rasa tanggungjawab, rasa peduli, rasa kewarganegaraan, dan kepekaan sosial

    PENGARUH KEBIJAKAN DIVIDEN, KEBIJAKAN UTANG, GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN CASH HOLDING TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Kasus Pada Perusahaan Subsektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024)

    No full text
    Tsalitsa Fatimatuzzahra, 2025, Pengaruh Kebijakan Dividen, Kebijakan Utang, Good Corporate Governance Dan Cash Holding Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Subsektor Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2020-2024). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kebijakan dividen, kebijakan utang, good corporate governance dan cash holding terhadap nilai perusahaan pada perusahaan subsektor makanan dan minuman. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini termasuk data sekunder. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh perusahaan go public yang terdaftar di BEI selama tahun 2020-2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga menghasilkan 45 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan kepemilikan institusional, ukuran dewan direksi dan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan. Dan kebijakan utang dan cash holding tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kata Kunci: Kebijakan Dividen, Kebijakan Utang, Good Corporate Governance, Kepemilikan Institusional, Ukuran Dewan Direksi, Komisaris Independen, Cash Holding, Nilai Perusahaan

    MASJID SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN AKHLAK (STUDI PERAN MASJID FATIMATUZZAHRA GRENDENG PURWOKERTO)

    No full text
    Dekadensi moral dewasa ini telah menjangkit keseluruh kalangan masyarakat. Tidakan seperti korupsi, pornografi, kekerasan, perkelahian, perusakan lingkungan banyak telah dilakukan.Dalam pandangan agama hakikatnya kemunduran moral yang terjadi menjadi indikasi makin jauhnya manusia dari nilai-nilai syariat Islam. Salah satu alternatif untuk mendapatkan pengalaman syariat Islam sekaligus untuk menekan tindakan amoral yang terjadi yaitu masjid. Salah satu masjid yang menghidupkan kembali esensi peran dan fungsi masjid sebagaimana semestinya sekaligus menjadi jembatan umat muslim dalam menanamkan nilai-nilai akhlak kepada umat adalah masjid Fatimatuzzahra Grendeng Purwokerto. Di dalamnya terdapat sedikitnya 16 Unit Pemakmuran Masjid (UPM), yang diperuntukkan bagi semua kalangan. Sehingga mempermudah dalam membentuk umat yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT sekaligus mempunyai akhlak mulia. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan(field research) yang bersifat deskriptif-kualitatif. Pihak yang menjadi subyek penelitian adalah Takmir, ustaz/ustazah, dan jamaah masjid Fatimatuzzahra Grendeng Purwokerto, sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah peran Masjid sebagai pusat pendidikan akhlak di masjid fatimatuzzahra Grendeng Purwokerto. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan dalam menganalisis data digunakan pendekatan analisis Miles and Huberman yang meliputi pereduksian data, penyajian data hingga verifikasi dan penyimpulan data. Hasil dari penelitian ini menunjukan dan menggambarkan bahwa peran masjid sebagai pusat pendidikan akhlak adalah sebagai tempat/alat menanamkan akhlak terpuji, wadah untuk memperdalam ilmu agama dan umum untuk membentuk akhlak terpuji dan sebagai penggerak dalam penyebarkan akhlak terpuji. Metode yang digunakan adalah keteladanan, pembiasaan, pemberian nasihat,targhib dan tarhib,dan pemberian perhatian/pengawasan. Sedangkan faktor pendukungnya diantaranya tempat yang strategis, animo masyarakat dan sistem pengurus yang tertata dan SDM yang profesional, kesadaran beragama yang tinggi dan tanpa paksaan dan program kegiatan yang bervariasi untuk semua kalangan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah anggapan eksklusif oleh sebagian masyarakat, kesibukan pengurus masjid dan kurangnya pengawasan program kerja

    PENGARUH PAJAK RESTORAN, BEA BALIK NAMA KENDARAAN BERMOTOR, DAN PAJAK REKLAME TERHADAP KINERJA KEUANGAN DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA (STUDI KASUS TAHUN 2009 – 2011)

    Full text link
    Fatimatuzzahra, 2013 : The Influence of Restaurant Tax, Motor Vehicle Transfer Tax and Advertisement Tax on Financial Performance in DKI Jakarta Provincial (Case Study Years 2009-2011). The purposes of this research are: 1) describes the influence of Restaurant Tax on financial performance in the Government of Jakarta Provincial; 2) describes the influence of Motor Vehicle Transfer Tax (BBN-KB) to the financial performance of Jakarta Provincial Government; 3) describes the influence of Advertisement Tax on the financial performance of Jakarta Provincial Government; 4) describes the influence of Restaurant Tax, Motor Vehicle Transfer Tax (BBN-KB) and Advertisement Tax on the financial performance of Jakarta Provincial Government. The unit of analysis is the whole area municipalities in DKI Jakarta with observational data for January 2009 - December 2011 (36 Months) which includes a data reception of Restaurant Tax, BBN-KB and Advertisement Tax, Regional Revenue Receipt (PAD) and the data of Total regional revenue receipts. Descriptive analysis indicates: a) Restaurant Tax has the lowest contribution of 4.95% which occurred in November of 2011 and the highest value of 8.29%, which occurred in January of 2009, b) BBN-KB has the lowest contribution by 19.60% which occurred in May of 2009 and the highest rate of 33.93%, which occurred in April of 2010; c) Advertisement Tax has the lowest contribution of 1.24%, which occurred in September 2011 and the highest number of 3.28% of which occurred in December of 2009; d) the financial performance of DKI Jakarta region has the lowest level of independence by 48.78%, which occurred in September 2009 and the highest percentage of 65.31%, which occurred in November of 2011. Hypothesis testing results showed: 1) Restaurant Tax has an influence on the financial performance of the region with a significance level of 0.04 <0.05; 2) BBN-KB does not have any effect on the financial performance of the region with a significance level of 0.180> 0.05; 3) Advertisement Tax has an influence on the financial performance of the region with a significance level of 0.015 <0.05; 4) Restaurant Tax, BBN-KB and Advertising Tax simultaneously have an impact on the financial performance area with a significance level of 0.000 <0.05 and the coefficient of determination 46.4%. Key word : Restaurant Tax, Motor Vehicle Transfer Tax, Advertisement Tax, Regional financial performanc

    KORELASI ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU RELIGIUSITAS ANAK DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN MASJID FATIMATUZZAHRA PURWOKERTO

    No full text
    ABSTRAK Setiap anak yang lahir ke dunia sebenarnya berpotensi menjadi cerdas, hal ini demikian karena secara fitri, manusia dibekali kecerdasan oleh Allah swt. dalam rangka mengaktualisasikan dirinya sebagai hamba (‘abid) dan wakil Allah (Khalifatullah) di bumi. Bahkan menurut berbagai riwayat yang patut dipercaya dinyatakan bahwa sebelum Allah swt. menciptakan segala sesuatu, terlebih dahulu menciptakan kecerdasan (intelegensi atau intelek). Goleman menyebutkan beberapa unsur pembentukan kecerdasan emosional, seperti “keyakinan, rasa ingin tahu, niat, kendali diri, keterkaitan, kecakapan komunikasi, dan koperatif.” Unsur keyakinan inilah kemudian yang diajarkan oleh agama dalam menyikapi segala hal, termasuk bagaimana menyikapi dan meluapkan emosi. Agama (khususnya Islam) telah mengajarkan etika kepada manusia tentang bagaimana meregulasi emosi dengan baik, sehingga sudah seharusnya kita sebagai manusia yang beragama mampu mengendalikan emosi dan menempatkannya pada persoalan yang baik pula. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalahadakah korelasi antaran kecerdasan emosional dengan perilaku religiusitas anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Fatimatuzzahra Dalam penelitian ini penulis menggunakanpendekatan kuantitatif, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik. Metode yang digunakanadalahobservasi, angketataukuisioner, danwawancara. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ditemukan kesimpulan mengenai korelasi antara kecerdasan emosional dengan perilaku religiusitas di Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto, yaitu 1)Hasil perhitungan yang diperoleh rxy sebesar 0,362 atau (rxy = 0,362). 2) Hasil yang telah ditemukan yakni (rxy = 0,362) kemudian dikonsultasikan dengan nilai r tabel (rt) yang terdapat dalam tabel product moment. Hal tersebut dapat diketahui dengan menggunakan uji taraf signifikan yakni 5% dan 1%. 3) Dari uji signifikan 5% ternyata nilai rxy lebih kecil dari pada nilai r tabel atau (0,362 < 0,444). 4) Dari uji signifikan 1% ternyata rxy lebih kecil dari nilai r tabel atau (0,362 < 0,561). 5) Hipotesis penelitian yang penulis ajukan (Ha)ditolak maka Ho yang berbunyi “ Tidak terdapat korelasi antara kecerdasan emosional dengan perilaku religiusitas anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto ” diterima kebenarannya, dan 6) Nilai rxy sebesar 0,362 berada diantara nilai 0,200-0,400 pada tabel. Dari hasil tersebut berarti antara variabel X (Kecerdasan Emosi) dan variabel Y (Religiusitas) memang terdapat korelasi, akan tetapi korelasi itu lemah atau rendah sehingga korelasi itu diabaikan atau dianggap tidak ada korelasi antara kecerdasan emosional dengan perilaku religiusitas anak di Taman Pendidikan Al-Qur’an Masjid Fatimatuzzahra Purwokerto

    PENANAMAN NILAI-NILAI RELIGIUS MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN PADA JAMAAH DI MASJID FATIMATUZZAHRA GRENDENG PURWOKERTO

    No full text
    Permasalahan kemerosotan nilai, moral, dan akhlak telah menjadi salah satu problematika kehidupan bangsa Indonesia. Menurut pandangan agama, kerusakan moral pada hakekatnya merupakan salah satu tanda jauhnya manusia dari syariat Islam. Solusi atas permasalahan ini adalah menanamkan sikap religius kepada seseorang. salah satu cara menanamkan nilai-nilai religius maka perlu di bangkitkan kembali peran dan fungsi masjid secara maksimal sesuai ajaran Rasulullah SAW. Untuk itu Masjid Fatimatuzzahra membentuk badan unit pemakmuran masjid yang terdiri atas 16 unit dan diperuntukkan untuk semua kalangan dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai religius melalui berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif kualitatif. Pihak yang menjadi subyek penelitian adalah Takmir, ustadz, dan jamaah masjid, sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah penanaman nilai-nilai religius melalui kegiatan keagamaan pada jamaah di Masjid Fatimatuzzahra Grendeng Purwokerto. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan dalam menganalisis data digunakan pendekatan Miles and Huberman yang meliputi pereduksian data, penyajian data, dan penyimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai religius melalui kegiatan keagamaan pada jamaah di Masjid Fatimatuzzahra Grendeng Purwokerto dilaksanakan melalui beberapa metode diantaranya metode keteladanan (uswatun khasanah), metode pembiasaan, metode kisah, metode ceramah, metode perumpamaan (amtsal), metode nasehat (maui’dzoh khasanah), dan metode peringatan. Berbagai jenis kegatan keagamaan diantaranya yaitu senyum, sapa dan salam, sholat wajib berjamaah, kajian ba’da subuh, kajian ba’da maghrib, tadarus al-Qur’an, infaq, sholat jumat, TPQ, kajian studi Islam intensif, kajian bina keluarga, kajian ibu-ibu lansia, tilawah surat al-Kahfi, sholat Idul Adha, pemotongan hewan qurban, zakat fitrah, amaliyah ramadhan, buka bersama, dan pendidikan guru TPQ. Semua kegiatan keagamaan tersebut masuk dalam nilai religius, baik nilai ibadah, nilai ruhul jihad, nilai akhlak, dan nilai ikhlas
    corecore