4 research outputs found
Penerapan Qrcode Sebagai Media Pelayanan Untuk Absensi Pada Website Berbasis Php Native
<p dir="ltr"><span>Semakin berkembang pesatnya kemajuan teknologi kita tentunya sangat penting untuk bidan pendidikan dan sebagainya. Dan kita menjadi mengikuti perkembangan kemajuan teknologi tersebut. Pada Perguruan Tinggi Absensi merupakan suatu keunggulan karena Absensi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menunjukan kehadiran seseorang. Dan proses absensi yang biasanya masih berjalan adalah menggunakan absensi memakai kertas ataupun absensi menggunakan mengisi form google docs menjadi tidak rapih dan tidak tertata dengan baik. Di zaman yang serba canggih ini penulis melakukan metode penelitian, pengumpulan data dan perumusan masalah yang sering terjadi pada proses absensi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah menggunakan sistem baru yang bernama Pensil (Penilaian Asisten Lab) yang dimana saat ini masih dalam tahan proses pembuatan. Dalam sistem ini menerapkan absensi menggunakan Qrcode, yang seorang asisten lab kalau absensi hanya tinggal create Generate Qrcode pada sebuah website pensil.raharja.ac.id lalu tinggal scan qrcode pada device yang telah disediakan, dengan adanya sebuah sistem baru ini semoga absensi menjadi efektif. </span></p><div><span>Kata Kunci— Absensi, Asisten Lab, Qrcode </span></div></jats:p
Pelaksanaan E - Court Dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian Di Pengadilan Agama Kelas 1 – A Medan
65 HalamanPerkembangan teknologi mengakibatkan adanya tuntutan bagi pengadilan untuk melaksanakan administrasi dan persidangan berbasis elektronik atau saat ini dikenal dengan e-court, yang ditetapkan oleh Mahkamah Agung RI melalui Perma No. 3 Tahun 2018 Jo No. 1 Tahun 2019 tentang administrasi perkara dan persidangan di pengadilan secara elektronik yang merupakan salah satu upaya lembaga peradilan untuk mewujudkan asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan, yang memungkinkan pihak berperkara untuk dapat lebih mudah menjalani proses peradilan dengan menggunakan suatu aplikasi e-court. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : Bagaimana pelaksanaan sistem e-court di Pengadilan Agama kelas 1-A Medan? Bagaimana hambatan pelaksanaan e-court dalam penyelesaian sengketa perceraian di Pengadilan kelas 1 – A Medan? Adapun jenis penelitian adalah yuridis normatif yaitu metode penelitian yang yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder seperti bahan hukum primer, sekunder, tersier. Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa pelaksanaan sistem e-court di Pengadilan Agama kelas 1-A Medan melaui proses pendaftaran perkara secara online, pembayaran panjar biaya secara online, pemanggilan secara online dan persidangan secara online dengan mengirim dokumen persidangan (jawaban, replik, duplik, kesimpulan). Sistem e-court di Pengadilan Agama Medan sudah memenuhi asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan, serta memudahkan pencari keadilan untuk menyelesaikan masalahnya di muka pengadilan dalam menangani perkara apapun. Pengadilan selalu mengarahkan kepada masyarakat kota Medan untuk menginformasikan kepada klien apabila tidak mengetahui bagaimana menggunakan sistem e-court. Adapun hambatan pelaksanaan e-court dalam penyelesaian sengketa perceraian di Pengadilan kelas 1 – A Medan adalah keterbatasan jangkauan server Mahkamah agung dalam pendaftaran e-court karena server Mahkamah Agung berada di Jakarta yang jangkauannya terbatas, sedangkan server yang tersedia harusnya mampu untuk menjangkau seluruh pengadilan yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, juga kendalanya adalah keterbatasan sumber daya manusia yang tidak mampu dan cakap untuk menerapkan sistem e-court. Technological developments have resulted in demands for courts to carry out electronic-based administration and trials or currently known as e-court, which was established by the supreme court of the Republic of Indonesia through Perma No.3 / 2018 Jo No.1 / 2019 concerning Administration of cases and Trials in courts Electronically is one of the judicial institutions' efforts to realize the principle of simple, fast and low cost justice, which enables litigants to more easily undergo the judicial process by using an e-court application. The formulation of the problem in this research is: How is the implementation of the e-court system in the religious courts class 1-A Medan? What are the obstacles to implementing e-court in resolving divorce disputes in class 1 - A Medan Courts? The type of research is juridical normative, namely research methods carried out by examining library materials or secondary data such as primary, secondary, tertiary legal materials. Based on the results of the research that the author has done, the author can conclude that the implementation of the e-court system at the religious courts class 1-A Medan through the online case registration process, online payment of down-payment, online summons and online trials by sending documents trial (answer, replik, duplicate, conclusion). The e-court system at the Medan religious court has fulfilled the principles of simple, fast and low cost justice, and makes it easy for justice seekers to solve their problems before the court in handling any case. The court always directs the people of Medan city to inform clients if they do not know how to use the e-court system. The obstacles to implementing e-court in resolving divorce disputes in class 1 - A Medan Courts are the limited reach of the supreme court servers in e-court registration because the supreme court servers are located in Jakarta which have limited coverage, while the available servers should be able to reach all courts that have limited coverage. spread throughout Indonesia. Apart from that, another obstacle is the limited ability of human resources who are unable and competent to implement the e-court system
Developing Board Game Media Based on Egrang Batok to Support Aksara Sunda Learning in PGSD
The objective of this study is to design and develop learning media in the form of a game board inspired by the traditional egrang batok game. The utilization of Egrang Batok media has been the subject of prior research; however, no studies have been conducted on Sundanese language content. The objective of this media is to facilitate the acquisition of Sundanese script by PGSD students. Following the observation that students encountered difficulties in comprehending and acquiring proficiency in Sundanese script through the utilization of visual media exclusively, the author endeavored to conceptualize a board game employing the principles of batok egrang as a medium for Sundanese script instruction. The present study employed the ADDIE development model, which comprises five stages: The following sequence of steps is imperative: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The findings of the research suggest that: The batok engrang board game medium has been determined to have a high level of validity, with an average score of 0.90 for content, 0.80 for media, and 0.8 for language, classified as sufficiently high. In terms of practicality, questionnaire results from teachers and students indicate that this medium is highly practical to use, with an average score of 95%. On the whole, the Egrang Batok-based board game is regarded as suitable and effective for use in learning activities at PGSD
Penerapan Qrcode Sebagai Media Pelayanan Untuk Absensi Pada Website Berbasis Php Native
Semakin berkembang pesatnya kemajuan teknologi kita tentunya sangat penting untuk bidan pendidikan dan sebagainya. Dan kita menjadi mengikuti perkembangan kemajuan teknologi tersebut. Pada Perguruan Tinggi Absensi merupakan suatu keunggulan karena Absensi merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menunjukan kehadiran seseorang. Dan proses absensi yang biasanya masih berjalan adalah menggunakan absensi memakai kertas ataupun absensi menggunakan mengisi form google docs menjadi tidak rapih dan tidak tertata dengan baik. Di zaman yang serba canggih ini penulis melakukan metode penelitian, pengumpulan data dan perumusan masalah yang sering terjadi pada proses absensi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah menggunakan sistem baru yang bernama Pensil (Penilaian Asisten Lab) yang dimana saat ini masih dalam tahan proses pembuatan. Dalam sistem ini menerapkan absensi menggunakan Qrcode, yang seorang asisten lab kalau absensi hanya tinggal create Generate Qrcode pada sebuah website pensil.raharja.ac.id lalu tinggal scan qrcode pada device yang telah disediakan, dengan adanya sebuah sistem baru ini semoga absensi menjadi efektif. Kata Kunci— Absensi, Asisten Lab, Qrcod
