6 research outputs found
KAJIAN SOSIOLOGIS TENTANG PENGARUH SISTEM SOSIAL BUDAYA DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Abstract: Focus of study in this simple inscription about various sosial environment which can effect the grouth of motivation and success of studies in children and adolescents, both of them can get effect easily from Sosial environment where they are growth. Basically, there are effects which support and hamper and both of them will be discussed by explaining the role that is expected of environment which are revealed in the behaviour patterns of individual. As for the environment are the focus of this paper are family, Friend, School which will be explained by sociological approach especially the concept about the role children’s interaction and adolecents with their environments. Sometimes because of parents’ bussiness or lack of knowledge and limitation time for gathering with children and adolescents’ it caused the role of this environment tends to ignored. So, through this simple inscription is expected focus introduction that environment gives direction for educators/ teachers and minimalized the negative effect or something which can humper motivating their successful in studying .Keywords: Environment, Sociology. Abstrak: Fokus kajian dalam tulisan sederhana ini tentang berbagai lingkungan sosial yang dapat mempengaruhi pertumbuhan motivasi dan keberhasilan studi pada anak-anak dan remaja, keduanya bisa mendapatkan efek dengan mudah dari lingkungan Sosial di mana mereka tumbuh. Pada dasarnya, ada efek yang mendukung dan menghambat dan keduanya akan dibahas dengan menjelaskan peran yang diharapkan dari lingkungan yang terungkap dalam pola perilaku individu. Adapun lingkungan adalah fokus dari makalah ini keluarga, teman, sekolah yang akan dijelaskan dengan pendekatan sosiologis terutama konsep tentang interaksi dan remaja anak-anak peran dengan lingkungan mereka. Kadang-kadang karena 'bisnis atau kurangnya pengetahuan dan keterbatasan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan remaja orang tua itu disebabkan peran lingkungan ini cenderung diabaikan. Jadi, melalui tulisan sederhana ini diharapkan pengenalan fokus bahwa lingkungan memberikan arah bagi pendidik / guru dan meminimalkan efek negatif atau sesuatu yang dapat humper memotivasi sukses mereka dalam belajar.Kata Kunci: Lingkungan, Sosiolog
Tinjauan sosiologis tentang pentingnya agama dalam perubahan sosial
In fact, the phenomenon of social change illustrates and explains us that
religion is one of the factors of social change itself. Religion became a basic
format formation of the culture, how people live and thrive in the
community. Religious teachings espoused, will characterize someone’s life
in society, like or not, intentionally or unintentionally religious values had it
could affect him in addressing the social changes occur. The question is
whether religion that gives color to change or even religion becomes lost in
the change.
Studies in this article to make sense of how religious teaching can provide
color in addressing current social changes that were increasingly more
complex. A phenomenon that occurs writer temporary observation, religious
teachings impressed being abandoned by the people with increased style
and model of the changes that occur in people's lives can be widespread
phenomenon JIL is factual enough to make Muslim unrest in this country.
So through this paper is expected to eventually changes may have occurred,
but the teachings of religion are upheld by its adherents as a driving force
and source of ultimate truth and would be better serve as a filter against the
change
STRATEGI INTERNALISASI NILAI KARAKTER MORAL PADA KEARIFAN LOKAL DALIHAN NA TOLU BATAK ANGKOLA SUMATERA UTARA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pelanggaran moral yang dilakukan oleh
remaja dan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi melalui
strategi internalisasi nilai karakter moral pada kearifan lokal Dalihan Na Tolu. Metode yang
digunakan Mix Methode dengan Strategi Eksploratoris Sequensial dan paradigma fenomenologi
interpretatif. Pengolahan data kualitatif menggunakan langkah Miles & Huberman dan data
kuantitatif menggunakan uji Regresi. Hasil penelitian menunjukkan 41 nilai karakter moral yang
ditemukan pada unsur Dalihan Na Tolu, unsur tradisi, unsur pangupa, pada tutur poda dalam sidang
adat. Karakter moral utama meliputi hormat marmora, elek maranakboru, manat markahanggi.
Strategi internalisasi nilai karakter moral pada kearifan lokal Dalihan Na Tolu dilakukan di sekolah,
keluarga, masyarakat adat dan melalui program pemerintah daerah, dengan metode intervensi,
habituasi, conditioning dan modelling.. Analisis data menggunakan uji regresi berganda
menunjukan dampak strategi internalisasi nilai kearifan lokal dalihan na tolu terhadap karakter
moral masyarakat Batak Angkola secara simultan di keluarga (X1), masyarakat (X2), sekolah (X3)
dan pemerintah (X4) berpengaruh signifikan sebesar 70%. Sedangkan secara parsial strategi yang
dilakukan pada X1 berpengaruh positif sebesar 0,426, X2 sebesar 2,801, X3 sebesar 0,313, dan X4
sebesar 1,080. Berdasarkan data ini yang paling berpengaruh dalam membentuk karakter moral
Dalihan Na Tolu adalah masyarakat, oleh sebab itu bagi masyarakat perlu sosialisasi dan kerjasama
yang terintegrasi dengan keluarga, sekolah,dan pemerintah. Setiap unsur tersebut memiliki pengaruh
dan fungsi terhadap internalisasi nilai karakter moral. Produk riset penelitian ini berupa model
hipotetik dan panduan manual yang direkomendasikan untuk diadaptasi serta diimplementasikan
pada sekolah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan lembaga pendidikan non formal.
This research is motivated by the numerous moral violations committed by adolescents and society
in general. The aim of this research is to find solutions through the internalization strategy of moral
character values in the local wisdom of Dalihan Na Tolu. The method used is a Mix Method with
Sequential Exploratory Strategy and interpretative phenomenology paradigm. Qualitative data
processing uses Miles & Huberman steps, and quantitative data uses Regression analysis. The
research results indicate 41 moral character values found in the elements of Dalihan Na Tolu,
traditional elements, pangupa elements, and tutur poda in customary meetings. The main moral
characteristics include hormat marmora, elek maranakboru, manat markahanggi.The
internalization strategy of moral character values in the local wisdom of Dalihan Na Tolu is carried
out in schools, families, indigenous communities, and through local government programs, with
intervention, habituation, conditioning and modeling methods. Data analysis using multiple
regression tests shows the simultaneous impact of internalization strategies of local wisdom values
of Dalihan Na Tolu on the moral character of Angkola Batak society in families (X1), communities
(X2), schools (X3), and government (X4) significantly by 70%. While partially, the strategies carried
out on X1 have a positive effect of 0.426, X2 of 2.801, X3 of 0.313, and X4 of 1.080. Based on this
data, the most influential in shaping the moral character of Dalihan Na Tolu is the community,
therefore, for the community, there needs to be socialization and integrated cooperation with
families, schools, and government. Each element has an influence and function in the internalization
of moral character values. The research output of this study is a hypothetical model and a manual
guide recommended for adaptation and implementation in schools, Community Learning Activity
Centers (PKBM), and non-formal education institutions
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM PENDIDIKAN IPS: KONSEP, IMPLEMENTASI, DAN ANALISIS KEUNGGULAN SERTA KELEMAHANNYA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, serta keunggulandan kelemahan model pembelajaran kooperatif dalam konteks pendidikan IlmuPengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar. Model pembelajaran kooperatif dipandangmampu mengembangkan kemampuan sosial, berpikir kritis, dan kerja sama antarsiswa melalui kegiatan belajar yang menekankan interaksi dan tanggung jawabkelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan denganmenelaah berbagai sumber literatur, baik nasional maupun internasional, yang relevandengan penerapan pembelajaran kooperatif dalam IPS. Hasil kajian menunjukkanbahwa model ini efektif dalam meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperkuatketerampilan komunikasi, serta menumbuhkan sikap toleransi dan empati sosial.Namun, penerapannya juga memiliki tantangan, seperti kesulitan dalam pengelolaanwaktu, perbedaan kemampuan antar siswa, dan kebutuhan akan peran guru yang lebihintensif sebagai fasilitator. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan pembelajaran yangmatang serta pelatihan bagi guru agar pelaksanaan model pembelajaran kooperatifdapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi maksimal terhadap peningkatankualitas pembelajaran IPS
Internalization of Moral Character Values through the Role of Dalihan natolu (Case Study on Manyonggot-Manyonggoti Tradition of the Angkola Batak Tradition)
The Indonesian government emphasizes that customary and cultural values must not be abandoned in carrying out every aspect of the life of the nation and state. However many young people seem to stutter about their own nation's culture and even local wisdom values are increasingly being eroded by global changes that have penetrated the world. Therefore, re-discovering local values to be used as a model of value education is urgent. This study aims to describe the internalization of local wisdom values through the role of dalihan natolu in the manyonggot-nyonggoti tradition which is character education for pregnant women. The method used is a qualitative approach with a qualitative-phenomenological approach paradigm, namely describing the meaning of the informant's life related to concepts or phenomena carried out in natural settings. Therefore, researchers interact closely with research subjects to find the meaning of information and social settings extracted from informants. The informants of this research consisted of Mora, Kahanggi, Anak Boru, and traditional leaders. The results showed that the manyonggot-nyonggoti tradition contains very good character values to be explored and used as a model for character education in the Angkola Batak and Indonesian society in general. Several character values were found, such as: moral values, social values (empathy, caring) and religious values, discipline, independence, help each other, love, generous and respect for gifts. Therefore, it can be said that the manyongot-nyonggoti tradition is very good to be explored and used as a model for character education
The Local Wisdom 0f Dalihan Na Tolu Batak Angkola and the Perspective of al-Ghazali's Moral Thoughts in the Formation of Moral Character
This local wisdom encourages strong social relations within the Toba Batak community, while al-Ghazali's thought emphasizes individual virtues in Islam. This research aims to understand the contribution of each concept in shaping moral character and moral thinking, as well as exploring the similarities and differences between the two. Apart from that, this research also aims to highlight the relevance and applicability of these two concepts in the context of modern life. This research uses a qualitative approach by analyzing relevant literature about Dalihan Na Tolu's local wisdom and al-Ghazali's moral thoughts. The data was analyzed thematically to identify the two concepts' patterns, similarities, and differences. The research results show that Dalihan Na Tolu local wisdom and al-Ghazali's moral thoughts have significant value in forming moral and moral character. Even though they come from different cultural and religious backgrounds, they can complement each other in enriching their understanding of morality and morals. In addition, this research also highlights the importance of integrating local and universal values in the formation of sustainable moral character in modern society. This research underlines the importance of understanding and appreciating cultural and religious values in the formation of moral and moral character. By utilizing the local wisdom of Dalihan Na Tolu and al-Ghazali's moral thinking, we can develop a holistic and inclusive approach to creating a more ethical and harmonious society.
Kearifan lokal ini mendorong hubungan sosial yang kuat dalam komunitas Batak Toba, sementara pemikiran al-Ghazali menekankan kebajikan individual dalam Islam. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kontribusi masing-masing konsep dalam membentuk karakter moral dan pemikiran akhlak, serta mengeksplorasi kesamaan dan perbedaan di antara keduanya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menyoroti relevansi dan aplikabilitas kedua konsep ini dalam konteks kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis literatur yang relevan tentang kearifan lokal Dalihan Na Tolu dan pemikiran akhlak al-Ghazali. Data dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola, kesamaan, dan perbedaan antara kedua konsep tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Dalihan Na Tolu dan pemikiran akhlak al-Ghazali memiliki nilai yang signifikan dalam pembentukan karakter moral dan akhlak. Meskipun berasal dari latar belakang budaya dan agama yang berbeda, keduanya dapat saling melengkapi dalam memperkaya pemahaman tentang moralitas dan akhlak. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dan universal dalam pembentukan karakter moral yang berkelanjutan dalam masyarakat modern. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya memahami dan menghargai nilai-nilai budaya dan agama dalam pembentukan karakter moral dan akhlak. Dengan memanfaatkan kearifan lokal Dalihan Na Tolu dan pemikiran akhlak al-Ghazali, kita dapat mengembangkan pendekatan yang holistik dan inklusif dalam menciptakan masyarakat yang lebih beretika dan harmonis
