1,720,971 research outputs found

    Penggunaan media pembelajaran Appreciation Card untuk meningkatkan hasil belajar Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) siswa kelas V UPT SPF SD Inpres BTN IKIP I Kota Makassar

    Get PDF
    Fanny Aulia. 2023. Penggunaan media pembelajaran Appreciation Card untuk meningkatkan hasil belajar Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) siswa kelas V UPT SPF SD Inpres BTN IKIP I Kota Makassar. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. (dibimbing oleh Hikmawati Usman, S.Pd., M.Pd., dan Hotimah, S.Pd., Si., M.Pd.) Permasalahan penelitian adalah rendahnya hasil belajar siswa pada muatan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya kelas V UPT SPF SD Inpres BTN IKIP I Kota Makassar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran Appreciation Card untuk meningkatkan hasil belajar Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) siswa kelas V UPT SPF SD Inpres BTN IKIP I Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan alur kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi pada tiap-tiap siklus. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V UPT SPF SD Inpres BTN IKIP I Kota Makassar dengan jumlah siswa 30 orang yang terdiri dari 16 orang perempuan dan 14 laki-laki. Fokus penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran Appreciation Card dan hasil belajar Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan aktivitas guru dan siswa setelah penggunaan media pembelajaran Appreciation Card dengan dilakukan refleksi melihat kekurangan yang ada pada siklus I kemudian melakukan perbaikan pada siklus II, hal ini dapat dilihat melalui lembar observasi aktivitas guru dan siswa pada siklus II dengan kategori Sangat Baik (SB). Serta hasil belajar siswa pada muatan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Hal tersebut diikuti dengan meningkatnya hasil belajar siswa pada muatan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP). Peningkatan itu dapat dilihat dari presentase ketuntasan hasil belajar siswa setiap siklus, yaitu pada siklus I berada pada kategori sangat rendah, sedangkan pada siklus II berada pada kategori Baik dan ketuntasan minimal siswa sudah tercapai. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah hasil belajar Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) pada siswa kelas V UPT SPF SD Inpres BTN IKIP I Kota Makassar melalui penggunaan media pembelajaran Appreciation Card meningka

    CRYPTOCURRENCY DI ANTARA HAK KEBENDAAN DAN KEPEMILIKAN (PERSPEKTIF KUH PERDATA DAN HUKUM ISLAM)

    Get PDF
    Fanny Aulia Rahmasari. NIM: 1908202040, “CRYPTOCURRENCY DI ANTARA HAK KEBENDAAN DAN KEPEMILIKAN (PERSPEKTIF KUH PERDATA DAN HUKUM ISLAM)”, 2023. Dewasa ini, tidak ada hal yang luput dari perkembangan teknologi. Hampir seluruh aspek kehidupan terjamah oleh perkembangan teknologi. Dalam bidang ekonomi sendiri perkembangan teknologi sungguh terasa adanya. Mulai dari adanya pasar elektronik atau yang biasa disebut e-commerce, hingga adanya sistem pembayaran yang dilakukan dengan uang digital. Salah satu jenis uang digital adalah cryptocurrency. Cryptocurrency sendiri merupakan mata uang digital yang yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran berbasis elektronik. Mata uang ini juga cenderung terbatas penggunaannya, hanya tergantung pada jenis tertentu dan terbatas pada sesama penggunanya. Di sisi lain, bukti atas kepemilikan harta kripto juga dinilai sangat rawan. Pada dasarnya, harta kripto yang dimiliki oleh seorang penggunanya tidak dapat dibuktikan kecuali dengan akun yang dimilikinya. Tidak ada bukti lain yang dapat ditunjukan ketika nantinya web yang bersangkutan tidak dapat diakses lagi. Apabila hal ini terjadi tentunya akan menyebabkan kerugian bagi para pemilik harta kripto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum cryptocurrency dalam hak kebendaan dan kepemilikan menurut KUH Perdata, serta untuk mengetahui pandangan hukum Islam terhadap cryptocurrency sebagai hak kebendaan dan kepemilikan. Penelitian ini menggunakan jenis penulisan kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat deskriptif dan menggunakan analisis. Adapun jenis pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan hukum normatif, yaitu penelitian untuk menemukan hukum konkrit dari cryptocurrency. Adapun penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pertama, dalam hak kebendaan menurut KUH Perdata, cryptocurrency dapat dikategorikan sebagai bagian dari benda bergerak. Hal ini dikarenakan aset kripto merupakan salah satu dari jenis surat-surat berharga yang tergolong dalam benda bergerak, sehingga aset kripto boleh saja dijadikan sebagai objek dari suatu perikatan atau perjanjian. Sedangkan, dalam kepemilikan menurut KUH Perdata, cryptocurrency dapat dijadikan sebagai objek dari hak milik. Hal ini dikarenakan tidak ada peraturan yang melarang penggunaan cryptocurrency, sejauh ini pihak Bank Indonesia hanyalah memberikan himbauan kehati-hatian akan cryptocurrency. Kedua, dalam hukum Islam, cryptocurrency dapat dikategorikan sebagai harta (benda) karena sifatnya yang dapat dimiliki dan dikuasai oleh seseorang. Hanya saja, cryptocurrency sebagai objek dari transaksi jual beli belum bisa memenuhi syarat yang ditetapkan oleh agama Islam. Apabila syarat sebagai objek saja tidak dapat dipenuhi secara utuh, maka batal juga transaksi yang dilakukan, sehingga perolehan hak milik yang ditimbulkan menjadi batal pula. Kata Kunci: Cryptocurrency, Hak Kebendaan, dan Konsep Kepemilika

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore