16,737 research outputs found
Perancangan Buku Ilustrasi Mengenai Tradisi Fang Sheng untuk Anak Usia 5-12 Tahun
Dalam agama Buddha, tradisi Fang Sheng merupakan praktik kebajikan yang dilakukan dengan melepaskan satwa ke habitat asalnya berdasarkan semangat cinta kasih dan welas kasih. Tradisi Fang Sheng juga dapat dijadikan media pembelajaran moral sejak dini. Namun, hingga saat ini belum ada media informasi yang tepat dan mudah dipahami mengenai tradisi Fang Sheng, terutama untuk anak-anak. Selain itu, pelaksanaan tradisi Fang Sheng saat ini juga mulai melenceng dari makna dan tata cara pelaksanaan yang seharusnya, hal ini tentunya dapat menimbulkan pandangan negatif terhadap tradisi Fang Sheng. Pengumpulan data menggunakan mix methods melalui wawancara, focus group discussion, kuesioner, dan studi referensi. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk merancang buku ilustrasi mengenai tradisi Fang Sheng untuk anak usia 5-12 tahun. Diharapkan dengan adanya media pembelajaran ini anak akan memahami pentingnya tradisi Fang Sheng dan mengetahui makna dan tata cara tradisi Fang Sheng
MENCARI KEBERKAHAN DI KELENTENG TRIDARMA GIE HAP BIO KOMUNIKASI RITUAL DALAM TRADISI FANG SHENG 方生 (Studi Etnografi Komunikasi pada Tradisi Fang sheng di Klenteng Tridarma Gie Hap Bio Kota Palembang Sumatera Selatan)
Judul penelitian ini adalah “Mencari Keberkahan Di Klenteng Tri
Darma Gie Hap Bio Komunikasi Ritual Dalam Tradisi fang sheng (Studi
Etnografi Komunikasi Pada Tradisi Fang Sheng Di Klenteng Tri Darma Gie
Hap Bio Kota Palembang Sumatera Selatan)”. Tujuan penelitian ini adalah
menjelaskan proses, tindakan pengalaman, etika serta upaya pelestarian
tradisi Fang sheng pada masyarakat Tionghoa di Klenteng Tri Darma Gie
Hap Bio. Metode yang digunakan adalah metode studi etnografi komunikasi
holistic. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori interaksi
simbolik dan etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui teknik observasi
dan wawancara dengan beberapa informan. Hasil dari penelitian ini adalah
Proses pelaksanaan terdapat dua tata cara dalam tradisi fang sheng, yakni
secara individu dan dipimpin oleh biksu ataupun pandita. Tindakan
Pengalaman komunikasi ritual dalam tradisi fang sheng terdapat dua
bentuk tindakan komunkasi yakni komunikasi verbal dan non verbal. Etika
dalam tradisi fang sheng terdapat beberapa larangan dan anjuran seperti
hewan-hewan yang akan dibeli, tidak boleh dibeli sebelum hari
pelaksanaan, tidak diperbolehkan untuk menangkap, memakan hewan yang
telah mereka bebaskan. Kemudian hewan yang habitatnya di perairan
sangat dianjurkan untuk dilepaskan di sungai yang mengalir. Tradisi fang
sheng memiliki arti welas asih dimana seseorang harus saling menjaga dan
melindungi terhadap sesama makhluk hidup. Upaya dalam pelestarian
tradisi fang sheng dibutuhkan kesadaran diri sendiri, keyakinan dari
masing masing umat, media massa, pelaksanaan di alam terbuka, keluarga,
serta sering mengikuti ceramah. Orang tua memiliki peran penting
mendidik anaknya supaya mampu memberikan contoh yang baik terhadap
anak-anaknya.
Kata Kunci: Budha, Etnografi, Ritual, Tradisi
Blockprinted Editions of Liu Zhi's Tian-Fang Dian-Li and Tian-Fang Zhi-Sheng Shi-Lu
The purpose of this paper is to put into some kind of logical order blockprinted editions of the early Qing period scholar Liu Zhi 劉智’s Tian-Fang Dian-Li 天方典禮 and Tian-Fang Zhi-Sheng Shi-Lu 天方至聖實錄 that were transmitted to Japan and examine the conditions under which the Islamic works written by Muslims of the late Ming / early Qing period were circulated and handed down.The oldest extant edition of Tian-Fang Dian-Li was published by Yang Fei-lu 楊斐菉 in 康煕 49 (1710) and that of Tian-Fang Zhi-Sheng Shi-Lu was published in Cheng-du 成都 by Huan-chun-tang 還淳堂 in 道光 7 (1827).There are three different extant editions of Tian-Fang Dian-Li: the Tong Guo-xuan, Dian-nan 滇南 and Jiang-zhang-tang 絳帳堂 editions. There was also a Huan-chun-tang edition, as seen in a preface by Huan-chun-tang’s Ma Da-en 馬大恩 appearing in the Dian-nan and the Bao-zhen-tang 寶眞堂 Huang-chun-tang edition.There are two different editions of Tian-Fang Zhi-Sheng Shi-Lu: The Huan-chun-tang and Zhen-jiang Mosque editions. The list of Islamic literature contained in the Tong-zhi 同治 13 / Guang-xu 光緒 1 (1874) printings of the latter is important for knowing about publication of that genre during the late Ming / early Qing period.After many Islamic works written by Muslims at that time were published by Ma Da-en in Cheng-du during the Dao-guang 道光 era (1830s and 40s), similar publication continued during the Tong-zhi era (1860s) in Yunnan 雲南, and then by Yuhaiting 余海亭 in Cheng-du. Therefore, in southeast China, the publication of Islamic books followed a route from Cheng-du to Yunnan, then back to Cheng-du, with Ma Da-en playing the pioneering role.In addition, Islamic works preserved in Zhen-jiang and Guang-dong 広東 became very valuable after the loss of many books due to the Muslim risings of the Tong-zhi era.Finally, the author points out that there is no evidence that the works of Liu-Zhi were published or printed by either the Shan-xi 陝西 or Shan-dong 山東 Schools.journal articl
MENCARI KEBERKAHAN DI KELENTENG TRIDARMA GIE HAP BIO KOMUNIKASI RITUAL DALAM TRADISI FANG SHENG 方生: (Studi Etnografi Komunikasi pada Tradisi Fang sheng di Kelenteng Tridarma Gie Hap Bio Kota Palembang Sumatera Selatan)
Skripsi ini bertujuan untuk mengkaji tentang “Mencari Keberkahan Di Klenteng Tridarma Gie Hap Bio Komunikasi Ritual Dalam Tradisi fang sheng (Studi Etnografi Komunikasi Pada Tradisi Fang sheng Di Klenteng Tri Darma Gie Hap Bio Kota Palembang Sumatera Selatan)”. Metode yang digunakan adalah metode studi etnografi holistic. Kemudian menggunakan teori interaksi simbolik dan etnografi komunikasi. Data diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara dengan informan. Hasil dari penelitian ini adalah Proses pelaksanaan terdapat dua tata cara dalam tradisi fang sheng, yakni secara individu dan dipimpin oleh biksu ataupun pandita. Tindakan Pengalaman komunikasi ritual dalam tradisi fang sheng terdapat dua bentuk tindakan komunkasi yakni komunikasi verbal dan non verbal. Etika dalam tradisi fang sheng terdapat beberapa larangan dan anjuran seperti hewan-hewan yang akan dibeli, tidak boleh dibeli sebelum hari pelaksanaan, tidak diperbolehkan untuk menangkap, memakan hewan yang telah mereka bebaskan. Kemudian hewan yang habitatnya di perairan sangat dianjurkan untuk dilepaskan di sungai yang mengalir. Upaya dalam pelestarian tradisi fang sheng dibutuhkan kesadaran diri sendiri, keyakinan dari masing masing umat, media massa, pelaksanaan di alam terbuka, keluarga, serta sering mengikuti ceramah. Orang tua memiliki peran penting mendidik anaknya supaya mampu memberikan contoh yang baik terhadap anak-anaknya
Yang yi ya yan dan yao ji fang
許克昌, 畢法同輯.綫裝.框18.3x12.7公分, 10行22字. 白口, 左右雙邊, 單黑魚尾. 版心上鐫題名, 中鐫卷次及小題, 下鐫葉次.同治丁卯[1867]易崇堦"重刻外科證治弁言"詳言刻書事.《中國中醫古籍總目》09418著錄.卷末附刻: 全生集醫案 / 王洪緖 -- 瘍醫雅言丹藥集方 / 曹畸菴.鈐"莊兆祥印", "莊兆祥".Xian zhuang.Kuang 18.3 x 12.7 gong fen, 10 hang 22 zi. Bai kou, zuo you shuang bian, dan hei yu wei. Ban xin shang juan ti ming, zhong juan juan ci ji xiao ti, xia juan ye ci.Detailed notes in vernacular field only.Detailed notes in vernacular field only.Xu Kechang, Bi Fa tong ji.Juan mo fu ke: Quan sheng ji yi an / Wang Hongxu -- Yang yi ya yan dan yao ji fang / Cao Jian.Qian "Zhuang Zhaoxiang yin", "Zhuang Zhaoxiang"
Qi sheng fang lue.
Case title.On double leaves, oriental style, in cases.v. 1-420. Qin ding jiao ping Yue fei fang lue 420 juan -- v. 421-741. Qin ding jiao ping Nian fei fang lue 320 juan -- v. 742-792. Qin ding ping ding Yunnan Hui fei fang lue 50 juan -- v. 793-832. Qin ding ping ding Guizhou Miao fei ji lue 40 juan -- v. 833-1154. Qin ding ping ding Shan Gan Xinjiang Hui fei fang lue 320 juan.Mode of access: Internet
Eugamasus yinchuanensis Bai, Fang & Gu 1994
81. Eugamasus yinchuanensis Bai, Fang & Gu, 1994 Host/Habitat. Decaying wood. Distribution. Jiexiu: Mianshan (Bai & Ma 2013).Published as part of Ma, Min, Li, Sheng-Cai & Fan, Qing-Hai, 2015, Mites and ticks (Acari) in Shanxi Province, China: an annotated checklist, pp. 1-39 in Zootaxa 4006 (1) on page 14, DOI: 10.11646/zootaxa.4006.1.1, http://zenodo.org/record/28926
Qin Jin liang sheng yan he fang yan bi jiao yan jiu /
Ben shu yi qin jin liang sheng huang he yan an fang yan de yu yin he ci hui wei zhu yao kao cha dui xiang, dui gai qu yu de fang yan shi shi jin xing miao xie, bi jiao, zai ci ji chu shang jin xing li lun de kao cha he jie shi = 本书以秦晋两省黄河沿岸方言的语音和词汇为 主要考察对象, 对该区域的方言事实进行描写, 比较, 在此基础上进行理论的考察和解释.Includes bibliographical references (pages 248-254).Ben shu yi qin jin liang sheng huang he yan an fang yan de yu yin he ci hui wei zhu yao kao cha dui xiang, dui gai qu yu de fang yan shi shi jin xing miao xie, bi jiao, zai ci ji chu shang jin xing li lun de kao cha he jie shi = 本书以秦晋两省黄河沿岸方言的语音和词汇为 主要考察对象, 对该区域的方言事实进行描写, 比较, 在此基础上进行理论的考察和解释
Fungsi dan Makna Fang Sheng pada Masyarakat Tionghoa di Kota Medan 《放生在棉兰市的华人中功能与意义》 (Fàng Shēng Zài Mián Lán Shì De Huárén Zhōng Gōngnéng Yǔ Yìyì)
The title of this research is "The Functions and Meanings of Fang Sheng in Chinese Communities in Medan City". The purpose of this study is to describe the functions and meaning of Fang Sheng in the Chinese community in the city of Medan. The method used is a qualitative research method and described descriptively. The theory used in this study is the theory of functionalism from Bronislaw Malinowski and the semiotic theory from Charles Sanders Peirce. Data obtained through observation and interview techniques with several informants and people around. Data obtained through observation and interview techniques with several informants. The results of this study are Fang Sheng in Chinese society in Medan city has a function to pay karmic debt, to develop universal love for all living things, to pray for all the goodness, to learn more to be a vegetarian, and to maintain the balance of the living ecosystem. The meaning of Fang Sheng in the Chinese Community in Medan City is to provide opportunities for living creatures, especially animals, to pray for animals when reincarnation becomes a more perfect form, to expect good karma, and an explanation of the meaning of carrying out Fang Sheng rituals and ritual procedures.Judul penelitian ini adalah “Fungsi dan Makna Fang Sheng Pada Masyarakat Tionghoa di Kota Medan”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Fungsi dan Makna Fang Sheng pada masyarakat Tionghoa di Kota Medan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dan diuraikan secara deskripstif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fungsionalisme dari Bronislaw Malinowski dan teori semiotik dari Charles Sanders Peirce. Data diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara dengan beberapa informan dan orang sekitar. Data diperoleh melalui teknik observasi dan wawancara dengan beberapa informan. Hasil dari penelitian ini adalah Fang Sheng pada Masyarakat tionghoa di kota medan memiliki fungsi untuk membayar hutang karma, untuk mengembangkan cinta kasih universal terhadap semua makhluk hidup, untuk berdoa meminta segala kebaikan, untuk lebih belajar menjadi seorang vegetarian, dan untuk menjaga keseimbangan ekosistem kehidupan. Adapun makna Fang Sheng pada Masyarakat Tionghoa di Kota Medan adalah untuk memberi kesempatan kepada makhluk hidup khususnya hewan, untuk mendoakan hewan-hewan apabila reinkarnasi menjadi wujud yang lebih sempurna, untuk mengharap karma baik, dan penjelasan makna dari pelaksanaan ritual dan tatacara ritual Fang Sheng.152 HalamanSkripsi Sarjan
Sheng zheng lun bu ping 2 juan
Text of Sheng cheng lun based chiefly on the Yu han shan fang ji yi shu ed.Mode of access: Internet
- …
