1,721,045 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Aplikasi beberapa model fungsi produksi pada usaha tani kubis di Kecamatan Pujon

    No full text
    Penelitian ini dilakukan di tiga desa Pandesari, Ngroto dan Tawangsari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Objek yang diteliti adalah para petani yang menanam tanaman kubis yang merupakan usaha pokok. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis tentang model fungsi produksi yang sesuai bagi usahatani kubis di Kecamatan Pujon dan menilai keefisienan penggunaan masukan dari usahatani tersebut. Oleh karena itu, analisis data diarahkan untuk memperoleh dugaan model fungsi produksi yang sesuai bagi usahatani kubis, dan menduga elastisitas produksi dari setiap masukan yang digunakan pada usahatani tersebut

    Analisis usaha sapi perah dan peran Koperasi Unit Desa dalam pemasaran susu (studi kasus di desa Pagersari Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang)

    No full text
    Hasil penelitian ini menunjukkan sebagai berikut(1)Keuntungan bersih usaha ternak laktasi pada setiap bulannya, pendapatan usaha sapi perah penerima kredit mengalami kerugian sebesar Rp 6.968,00 dan untuk usaha sapi perah bukan penerima kredit keuntungan yang bisa didapat sebesar Rp 41.132,00 Pendapatan keluarga peternak sapi perah sebesar Rp 53.708,00 usaha tani ternak sapi perah penerima kredit dan Rp 89.817,00 untuk usaha sapi perah bukan penerima kredit. Sedangkan analisis usaha tani untuk semua ternak yang diusahakan peternak pendapatan mengalami kerugian sebesar Rp 86.141,00 untuk usaha sapi perah penerima kredit dan Rp 81.338,00 untuk usaha sapi perah bukan penerima kredit. Pendapatan keluarga tani yang diperoleh dan sapi perah yang diusahakan adalah sebesar Rp 43.513,00 untuk usaha sapi perah penerima kreditdan Rp 42.864,00 untuk usaha sapi perah bukan penerima kredit.(2)Struktur pasar yang terjadi, meskipun Koperasi Unit Desa dalam kegiatan ekonomi ini berfungsi sebagai pembeli tunggal (monopsoni) akan tetapi KUD tidak menekankan harga di tingkat peternak.(3)Integrasi pasar yang terjadi, ternyata secara statistik antara harga jual susu sapi perah di tingkat KUD dengan harga jual susu sapi perah di tingkat peternak mempunyai keeratan hubungan

    Analisis Keamanan Dan Kenyamanan Objek Wisata Penanjakan 1 Bromo

    Get PDF
    Jawa Timur memiliki Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang terdiri dari berbagai objek wisata. salah satu dari objek wisata tersebut adalah objek wisata Penanjakan 1 yang memiliki atraksi sunrise dan keindahan pemandangan alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Karena keindahan dan keunikan atraksi wisata pada objek wisata Penanjakan 1, objek wisata ini sangat ramai dikunjungi. Selain itu kebijakan pembangunan preoritas pemerintah dan Bebas Visa Kunjungan dapat membantu meningkatkan jumlah kunjungan pada tiap tahunya. Objek yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik asing maupun nusantara harus memberikan pelayanan yang baik khususnya keamanan dan kenyamanan. Oleh karena itu peneliti ingin mengakat judul “Analisis Keamanan dan Kenyaman Objek Wisata Penanjakan 1 Bromo”. Peneliti ini menggunakan metode deskriptif pendekatan kualitatif dengan tiga rumusan masalah, yaitu (1) Bagaimana keamanan dan kenyamanan objek wisata Penanjakan 1 Bromo? (2) Bagaimana peran Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebagai pengelola dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan objek wisata Penanjakan 1 Bromo? (3) Hambatan dalam pengelolaan keamanan dan kenyamanan objek wisata Penanjakan 1 Bromo?. Sumber data diperoleh dari informan, observasi, dokumen dan juga dokumentasi. Analisis data menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pada perjalanan menuju objek wisata penanjakan 1 masih memiliki kendala yaitu minimnya lampu penerangan serta pernah terjadinya kecelakaan akibat rem blong untuk kendraan speda motor. Pada objek wisata Penanjakan 1 masih mengalami kendala sampah. (2) pihak pengelola pada perjalanan malakukan himbauan baik tertulis dan lisan agar wisatawan berhati-hati. Pada objek wisata Penanjakan 1 pihak pengelola menambah fasilitas dan melakukan pembatasan wisatawan. (3) hambatan yang dialami pihak pengelola adalah SDM yang terbatas sehingga terjadinya minim pengawasan pada objek wisata Penanjakan 1. Berdasarkan uraian, peneliti memberi rekomendasi yaitu kepada pihak Balai Besar TNBTS dan Resort Wonokitri selaku pengelola, dan bagi wisatawan yang berkunjung ke Objek wisata Penanjakan 1

    PENGARUH PELATIHAN SAFE COMMUNITY TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU BIDAN DESA DALAM MENGEMBANGKAN DESA SIAGA

    Get PDF
    Zaenal Fanani, S 540907123, 2008. The effect of Training safe community To Knowledge And Behavior of Midwife village in Developing Prepared village. Tesis : Postgraduate Program of Surakarta Sebelas Maret University. The general objective of research is to study effect of training safe community to knowledge and behavior of Midwife village in developing prepared village. The research design is experiment of kuasi before and after with control. Research place in Regency of Blitar. Time research of June up to Juli 2008. Source population is Midwife in village Regency of Blitar. Election of sample by purposive sampling, with criterion inklusi the following (1) representing Midwife in village, (2) status of PNS / CPNS / PTT, ( 3) is less than 36 years old, (4) final education P2B and diploma of III, (5) doesn’t attend the management training in 1 the last year, (6) work duration at least 1 year. Sample of 68 consist of 36 for group of treatments and 32 for group of controls. Free variable is training safe community and of variable tied is knowledge and behavior of Midwife in village. Training safe of community can improve knowledge of Midwife in village about prepared village so soon as after training (t : 6.93; p : 0.000), and also 14 days after training (t : 3.79; p : 0.000). Training of community safe can improve behavior of Midwife in village about prepared village 14 days after training (t : 13.03; p 0. 000). Training of community safe can improve knowledge and also behavior of Midwife in village about prepared village. Statistically signifikan. Suggested to getting done similar training in place other. Keyword : midwife in village safe community, knowledge, behavioral prepared village

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGANGGARAN DAN PENDAPATAN ASLI DESA

    Get PDF
    The purpose of this study was to examine the influence of village characteristics factors, leadership styles, political legitimacy, access to information, and village head motivation on community participation in village budgeting and to examine the effect of community participation in budgeting on village original revenues. The population of this study is the village head of all villages in East Java Province, the sample is 100 village heads. Data analysis techniques used to test the hypothesis using Structural Equation Modeling (SEM) with software Wrap-PLS 5.0. The result of the research shows that the factor of political legitimacy influences the motivation of village head, the character of the village influences the participation of the society in budgeting in the village. Factors of leadership style, political legitimacy, and access to information, have no effect on the village head's motivation. Factors of leadership style, political legitimacy, and access to information, and the motivation of village heads do not influence public participation in village budgeting. Public participation in budgeting has an effect on the original income of the village

    Kemampuan Guru dalam Berpikir Tingkat Tinggi dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di Kabupaten Banjar

    Get PDF
    Minimnya informasi tentang kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi menjadi hambatan dalam pengembangan kurikulum Diklat guru. Untuk mengatasinya, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi dan faktor penyebabnya. Metode deskripstif dengan instrumen tes untuk menggali kemampuan guru dalam berpikir tingkat tinggi dan kuesioner untuk menggali faktor penyebabnya. Sampel penelitian sebanyak 40 guru SD Kabupaten Banjar. Teknik analisis digunkan untuk mengetahui persentasi guru yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dan faktor penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 90% guru tidak memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Faktor penyebabnya, sebagian besar guru kurang memiliki pengalaman dalam melakukan serangkaian eksperimen dan analisis pola data hasil eksperimen

    Peningkatan Kemampuan Teknik Dasar Passing Permainan Bola Voli Melalui Metode Drill

    No full text
    Permasalahan yang dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini adalah, bagaimanakah peningkatan kemampuan teknik dasar passing permainan bola voli melalui metode drill di kelas IX A semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 di SMP Negeri 2 Trenggalek. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran mengenai peningkatan peningkatan kemampuan teknik dasar passing permainan bola voli melalui metode drill di kelas VII A semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 di SMP Negeri 2 Pogalan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini hasil tes performance siklus 1 dan siklus 2. Maka dari hasil tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa, dari seluruh pelaksanaan kegiatan tindakan kelas melalui pembelajaran metode drill dapat meningkatkan kemampuan teknik dasar passing permainan bola voli pada siswa kelas VII A semester 1 tahun pelajaran 2016/2017 di SMP Negeri 2 Trenggale

    STRATEGI IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM KEUANGAN DESA: STUDI KASUS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN NGANJUK

    Get PDF
    This study aims to explore the strategy of implementing the village financial system application: a case study of the district government of Nganjuk. The formulation of the problem of this study is how is the implementation and assistance of Nganjuk District village financial management? how did the workshop affect the village financial management of Nganjuk Regency? how is the problem of village financial management in Nganjuk Regency (positive and negative aspects)? The research method was carried out a case study at the Nganjuk Regency Community and Village Empowerment Office (PMD). Data obtained from interviews with informants related to village financial management and observation. The results of the study show that the strategy for implementing the village financial system in Nganjuk district government by using this workshop was very effective and efficient. Problems in the village financial management of Nganjuk Regency are divided into 2 things, positive and negative aspects. Positive aspects include the synergy between the sub-district head, the PMD service, the legal bureau and the inspectorate, the ability of village operators to operate the system (SILOKDES), the completeness of village financial management regulations. Negative aspects include non-compliance with the cycle and delays in disbursing funds, capacity and personnel, non-labor-based development and not fully describing the needs of the village, and the transparency of the plans for the use and accountability of the Village Budge
    corecore