1,720,971 research outputs found
THE EFFECT EXPERIENTIAL MARKETING OF ONLINE BUSINESS ON CONSUMPTION BEHAVIOR IN MUSLIM COMMUNITIES
Internet is a global network that connects electronic media with other media. The conveniences offered by internet services have changed people's lives. It is what eventually led to the term of e-commerce/market-place as an online business. Management has also become more thorough in determining its online business strategy, as there would be a lot of competition to increase customer satisfaction and loyalty. One solution to compete is to apply experiential marketing, which could stimulate customer experience to increase satisfaction and ultimately lead consumers to become loyal to a product or service. However, in consuming products as Muslim, we have to make sure what product we consume according to Islamic Principles. This paper aims to analyze the effect of experiential marketing on online business on Islam's consumption behavior, especially for the University of Darussalam Gontor for Girls collegian in Mantingan, Ngawi, East Java. The method used in this paper is multiple linear regression analysis, with a total sample of 342 respondents and the analysis tool uses Eviews7. This paper shows that the experiential marketing dimension consisting of sense, feel, think, act, and relate simultaneously has a significant influence on the principles of consumer behavior in Islam, which consists of the Syariah Principle, Quantity Principle, Priority Principle, Social Principle, and Environmental Rule. It is shown that online product and service providers can apply experiential marketing to increase customer satisfaction and loyalty
The Influence of Religiosity and Transparency on Production Factors of Sharecrops and Sharecropping Contract in East Java
This paper seeks the relations between the religiosity and the transparency to the production
factors usage in the land crops cultivation as well as the effect of production factor to the sharecropping
contract in East Java. The method employs in this study is Structural Equation Modelling (SEM) with the
respondent of the research is 400 farmers from the 8 counties in East Java. The result shows that
religiosity and transparency have positives and significant effect to the production factors usage in the
cultivation of the land crops in East Java with the p-value respectively 0.008 for religiosity to production
factors and 0.001 for transparency to production factors. Meanwhile, the influence of production factors
to the sharecropping contract is positive and significant with p-value about 0.001. Furthermore, the R�square of production factors is about 0.907 which mean 90.7% of production factors variable is explained
by religiosity and transparency variables while the rest of it is explained by other variables out of this
research. Meanwhile, the sharecropping contracts R-square is about 0.629 which means 62.9% of
sharecropping contracts variable is explained by production factors variable while the rest of it about
37.1% is explained by other variables out of this research
MEKANISME PEMBIAYAAN MUDHARABAH UNTUK USAHA KECILDAN MENENGAH (UKM) (Studi Kasus di Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Mitra Amanah Sejahtera Semarang Tahun 2011-2012)
Empowerment of SMEs is a strategic step to improve and strength the basis of economic life for most of Indonesian people. During its development, SMEs are still having problems, especially in a capital. To overcome this finance obstacle, it is necessary to improve and develop some access-financing sources. One of them is to activate a cooperative enterprise. ICE of Mitra Amanah Sejahtera is an Islamic financial institution that given a financing provision based on mudharabah system. In this research, the researcher discusses about the mechanism of mudharabah financing conducted by ICE of Mitra Amanah Sejahtera for SMEs. In addition, the researcher continues her research on respondent perceptions toward mudharabah financing. Furthermore, this research was continuing by compare their prior revenue and after engaging into mudharabah financing. This research includes a case study, which used a phenomenological approach. The population in this research was all of SMEs that obtained the mudharabah financing at ICE of Mitra Amanah Sejahtera, amounting to 1500 customers and by slovin formula there are 94 data as a sample. The research comes with a result that the mechanism of mudharabah financing from ICE of Mitra Amanah Sejahtera used the principle to provide a maximum funding on Rp. 1 million, with no collateral and based on trusty principles. In general, mudharabah system that has been undertaken by this cooperative can provide some benefits for its members. Their perceptions toward mudharabah financing at ICE of Mitra Amanah Sejahtera were as follow: these are some benefits that perceived the borrowers (82.98%), there is a significant influence on business development (83.30%), respondent satisfied toward mudharabah mechanism (79.79%), an easy administration (77.66%) and respondent satisfied toward mudharabah contract (81.92%). From paired test result, there is significant difference between the prior revenue and after engaging into financing. Thus, can be seen from small and medium enterprises’ prior revenues and after engaging into mudharabah financing with average revenue of Rp. 261.968. Based on this research, the researcher prefers to suggest the ICE of Mitra Amanah Sejahtera to maintain the mechanism of mudharabah financing, especially in order to develop a micro-economic life from it capital difficulties
IMPLEMENTASI GCG DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu paradigma baru yang pada akhir-akhir ini menjadi topik pernbicaraan terutama pada kalangan dunia bisnis. Apalagi pasca terjadinya krisis moneter pada tahun 1997-1998 yang disusul oleh krisis global pada tahun 2008, implementasi GCG merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar- tawar lagi. Bahkan, di beberapa negara maju, GCG saat ini sudah dianggap sebagai suatu asset perusahaan yang banyak mendatangkan beberapa manfaat, misalnya GCG dapat meningkatkan nilai tambah (value added) bagi pemegang saham dan mempermudah akses ke pasar modal domestik maupun global (internasional) serta memperoleh citra (image) yang positif dari publik .. Akan tetapi, penerapan prinsip-prinsip GCG masih sangat sulit sekali dilakukan di Indonesia, hal ini dikarenakan masih tingginya praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan oleh kalangan baik pejabat pemerintah, pengusaha, pebisnis, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, ketika banyak perusahaan atau unit-unit usaha yang menjalankan aktivitas usahanya dengan mengusung nilai- nilai islam sebagai pondasinya, salah satunya adalah Rumah Sakit 'Aisyiyah (RSA) Bojonegoro, maka bagaimana jika implementasi GCG dilakukan pada perusahaan yang berbasis nilai Islam dalam operasi usahanya terse but.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Analisa data yang peneliti gunakan adalah dengan metode reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa implementasi GCG di RSA Bojonegoro sudah dilaksanakan dengan baik, hal tersebut karena RSA Bojonegoro merupakan amal usaha bidang kesehatan yang dikelola oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) muslim yaitu Muhammadiyah. Yang mana prinsip-prinsip GCG ternyata selaras, khususnya dengan ajaran agama Islam, yaitu pada dimensi moral dari implementasi GCG terletak pada prinsip akuntabilitas (accountability), prinsip pertanggungjawaban (responsibility), prinsip keterbukaan (transparency), prinsip kewajaran (fairness) dan prinsip kemandirian (independency). Kemudian dalam perspektif Etika Bisnis Islami, implementasi GCG di RSA Bojonegoro merniliki kesesuaian dengan beberapa nilai dasar islami diantaranya adalah nilai tuhid, nilai khilafah, nilai Ibadah, kemudian nilai tazkiyah, dan nilai ihsan
نظرية بيع السلم في الاقتصاد الإسلامي (دراسة مكتبية)
Jual beli dalam islam adalah cara untuk mengelola harta kekayaan dengan memakai peraturan dan tata tertib yang mempunyai syarat-syarat yang wajib di jaga, agar terpercaya hak-hak yang sesuai, dan menetapkan ketententuan peraturan bila perselisihan dan kedholiman terjadi, serta menetapkan yang halal dan yang haram. maka untuk itu, Islam mengutamakan pekerjaan jual beli dan menyuruh melaksanakan syarat-syarat sahnya jual beli. Begitu juga dengan proses jual beli salam yang sekarang banyak dilakukan oleh masyarakat. Allah berfirman dalam Al qur'an, surat Al Baqoroh ayat 275: "Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba". dan dalam surat Al Baqoroh ayat 282" Allah berfirman: Hai Orang-orang yang beriman, apabila kamu bermua'malah, tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan jaganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya,...", Rosulullah juga bersabda: "Siapa saja yang melakukan jual beli salam, maka lakukanlah dalam ukuran (takaran) tertentu, timbangan tertentu dan waktu tertentu". (HR. Bukhori dan Muslim). Berangkat dari pemikiran di atas penulis ingin membahas lebih lanjut tentang jual beli secara salam menurut ekonomi islam. Penelitian ini merupakan kajian literer dengan pendekatan normative yang bertujuan untuk merumuskan sebuah teori tentang jaul beli salam dan bagaimana pelaksanaannya menurut Islam. Untuk pembahasan lebih mendalam sehingga dapat mencapai tujuan yang dimaksud, penulis berusaha mengumpulkan data-data baik primer maupun sekunder. Dalam mengumpulkan data-data tersebut penulis menggunakan metode observasi (Observasion Method) yang merupakan langkah awal untuk menjajagi, melihat dan mendapatkan data yang diperlukan dengan cara mengamati secara intensif buku-buku dan sumber data lainnya. Kemudian untuk mengumpulkan data selanjutnya penulis menggunakan metode dokumentasi (Decumentary Method). Setelah data terkumpul kemudian di analisa dengan menggunakan cara berfikir induksi (Induktive Method) untuk menemukan konsep jual beli secara ijon menurut islam yang bisa diaktualisasikan didalamnya, selanjutnya dibantu dengan metode deduksi (Deduktive Method) untuk menarik suatu kesimpulan. Agar analisa yang disampaikan lebih mendalam penulis melanjutkan analisanya dengan menggunakan tekhnik analisa deskriptif (Description Method) dan (Content Analysis) atau analisis isi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jual beli salam adalah akad yang disepakati dengan menentukan ciri-ciri tertentu dengan membayar harganya lebih dahulu, sedangkan barangnya diserahkan kemudian dalam suatu majlis akad. Jual beli secara ijon diperbolehkan dalam islam, adapun pelaksanaanya yaitu barang yang diperjual belikan harus jelas baik timbangan/takaran, kulalitas maupun kuantitasnya. Sedangkan pembayarannya diserahkan dimuka, adapun barangnya diserahkan beberapa hari setelah akad tersebut sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan. Demikianlah penelitian ini dapat disimpulkan, namun penulis sadar bahwa penelitian ini masih sangat jauh dari kesempurnaan dan membutuhkan kajian lebih lanjut. Besar harapan peneliti atas saran dan kritiknya dan semoga penelitian ini bermanfaat, bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya. Wallahu a'lam bisshowab
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Business System Analysis Based On Multi Level Marketing In The Perspective of Islamic Business Ethics (Case Study: PT. Veritra Sentosa International)
Nowadays, have came varieties of online application that can be used to make an online payment, one of it is Paytren. The application launched by Treni is applying MLM system in it's business. Nowadays, has come a lot of MLM companies that deviated from the business ethics. While in Islam, the application of Islamic business ethics is mandatory. This research aims to know the business system based on MLM and how the perspective of Islamic business ethics with the business that run by Treni. This research is a fi eld research with qualitative methods. Research data obtained from primary and secondary data. While primary data collected from interviews, observation and documentation. And secondary data collected from books, journals and other source that has same relation with the research. The conclusion are, the company is some company which sell a license for using an aplication with the aim for payying the daily needs and the montly bills, this aplication can be used in every kind of smartphone, especially in android and iOS. The partners get their commission from the selling of license to the other partners or from the transaction which done by their ownselves of by their downline. So for the implementation of Islamic business ethics, then Paytren has implemented an Islamic business ethics in it's business. It's known by the applied of the basic values of Islamic business ethics, namely Tawheed, khilafah, worship, tazkiyah and ihsan
IMPLEMENTASI GCG DALAM PERSPEKTIF ISLAM (Studi kasus di RS. 'Aisyiyah Bojonegoro)
Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu
paradigma baru yang pada akhir-akhir ini menjadi topik
pernbicaraan terutama pada kalangan dunia bisnis. Apalagi
pasca terjadinya krisis moneter pada tahun 1997-1998 yang
disusul oleh krisis global pada tahun 2008, implementasi
GCG merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar-
tawar lagi. Bahkan, di beberapa negara maju, GCG saat
ini sudah dianggap sebagai suatu asset perusahaan yang
banyak mendatangkan beberapa manfaat, misalnya GCG
dapat meningkatkan nilai tambah (value added) bagi
pemegang saham dan mempermudah akses ke pasar modal
domestik maupun global (internasional) serta memperoleh
citra (image) yang positif dari publik .
. Akan tetapi, penerapan prinsip-prinsip GCG masih
sangat sulit sekali dilakukan di Indonesia, hal ini dikarenakan
masih tingginya praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang
dilakukan oleh kalangan baik pejabat pemerintah,
pengusaha, pebisnis, dan lain sebagainya. Oleh karena itu,
ketika banyak perusahaan atau unit-unit usaha yang
menjalankan aktivitas usahanya dengan mengusung nilai-
nilai islam sebagai pondasinya, salah satunya adalah Rumah
Sakit 'Aisyiyah (RSA) Bojonegoro, maka bagaimana jika
implementasi GCG dilakukan pada perusahaan yang
berbasis nilai Islam dalam operasi usahanya terse but.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dan jenis penelitian studi kasus. Analisa data yang peneliti
gunakan adalah dengan metode reduksi data, penyajian
data dan pengambilan kesimpulan Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa
implementasi GCG di RSA Bojonegoro sudah
dilaksanakan dengan baik, hal tersebut karena RSA
Bojonegoro merupakan amal usaha bidang kesehatan yang
dikelola oleh organisasi kemasyarakatan (ormas) muslim
yaitu Muhammadiyah. Yang mana prinsip-prinsip GCG
ternyata selaras, khususnya dengan ajaran agama Islam,
yaitu pada dimensi moral dari implementasi GCG terletak
pada prinsip akuntabilitas (accountability), prinsip
pertanggungjawaban (responsibility), prinsip keterbukaan
(transparency), prinsip kewajaran (fairness) dan prinsip
kemandirian (independency). Kemudian dalam perspektif
Etika Bisnis Islami, implementasi GCG di RSA Bojonegoro
merniliki kesesuaian dengan beberapa nilai dasar islami
diantaranya adalah nilai tuhid, nilai khilafah, nilai Ibadah,
kemudian nilai tazkiyah, dan nilai ihsan
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
- …
