2 research outputs found

    Optimisasi Jaringan Gas Alam pada Kondisi Multifasa Multikomponen

    No full text
    Kebutuhan energi semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk di seluruh dunia tak terkecuali di Indonesia. Kebutuhan gas alam Indonesia terus mengalami pertumbuhan hingga mencapai 10% year-on-year tertinggi diantara negara-negara Asia lainnya. Disamping itu, ketersediaan cadangan minyak bumi terutama di Indonesia hanya tersedia untuk 9,5 tahun. Saat ini, masalah utama yang terkait dengan produksi gas alam adalah transportasi dan konsumsi energi yang tinggi sehingga dibutuhkan skema optimisasi. Optimisasi superstruktur dapat menangani pengaturan yang cukup rumit mengingat bahwa permasalahan tersebut dapat didefinisikan secara matematis. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan desain natural gas network yang optimal dengan memaksimalkan laju alir produksi net sales gas dan meminimalkan kebutuhan daya kompresor berdasarkan existing operation network serta untuk mendapatkan pengaruh analisa sensitivitas laju alir gas well terhadap konfigurasi jaringan gas alam. Pada studi ini, terdapat konfigurasi gas alam yang sudah ada di Indonesia kemudian terdapat data-data setiap unit operasi seperti pada sumur gas, separator, dan kompresor. Data-data tersebut di sintesiskan menggunakan GAMS, lalu juga dilakukan simulasi menggunakan Aspen HYSYS V.14 untuk membandingkan hasil produk gas dan liquid sekaligus untuk membandingkan propertinya. Selain itu, dilakukan analisa sensitivitas menaikkan laju alir pada sumur gas dengan mengubah konfigurasi jaringan. Dari kedua tujuan tersebut didapatkan bahwa optimisasi jaringan gas alam pada Existing Operation Case dengan menggunakan GAMS dapat mengurangi kebutuhan total daya kompresor sebesar 37.6% dan pada laju alir gas bersih dinilai i lebih menguntungkan dibandingkan dengan jaringan gas alam berdasarkan dari jaringan Existing Operation Case. Kemudian untuk analisa sensitivitas penambahan laju alir pada sumur gas didapatkan bahwa kebutuhan power kompresor akan akan meningkat akan tetapi terhadap produksi gas alam bersih mengalami fluktuasi dengan variabel Case 2 memiliki net product tertinggi serta Case 3 yang bernilai negatif. ==================================================================================================================================== Energy demand is increasing in line with population growth around the world and Indonesia is no exception. Indonesia's natural gas demand continues to grow, reaching 10% year-on-year, the highest among other Asian countries. In addition, the availability of petroleum reserves, especially in Indonesia, is only available for 9.5 years. Currently, the main problems associated with natural gas production are transportation and high energy consumption, so an optimization scheme is needed. Superstructure optimization can handle quite complicated settings given that the problem can be defined mathematically. The purpose of this study is to obtain an optimal natural gas network design by maximizing the net sales gas production flow rate and minimizing the compressor power requirement based on the existing operation network and to obtain the effect of well gas flow rate sensitivity analysis on the natural gas network configuration. In this study, there is an existing natural gas configuration in Indonesia and then there is data on each operating unit such as gas wells, separators, and compressors. These data are synthesized using GAMS, then simulations are also carried out using Aspen HYSYS V.14 to compare the results of gas and liquid products as well as to compare their properties. In addition, a sensitivity analysis was conducted to increase the flow rate at the gas well by changing the network configuration. From these two objectives, it was found that optimization of the natural gas network in the Existing Operation Case using GAMS can reduce the total compressor power requirement by 37.6% and the net gas flow rate is considered more profitable than the natural gas network based on the Existing Operation Case iii network. Then for the sensitivity analysis of the addition of flow rates at the gas wells, it was found that the compressor power requirements would increase but the net natural gas production fluctuated with the Case 2 variable having the highest net product and Case 3 having a negative value

    Fraksinasi Lignoselulosa dari TKKS dengan Metode Steam Explosion Pretreatment Disertai Penambahan Asam Formiat

    Get PDF
    Tandan Kosong Kelapa Sawit merupakan salah satu limbah dari kelapa sawit yang sering kali kurang begitu dilirik untuk dimanfaatkan, sehingga produk samping ini hanya sering dijadikan limbah industri kelapa sawit. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, produksi kelapa sawit semakin meningkat dengan rata-rata 9,471% setiap tahun, oleh karenanya limbah TKKS yang dihasilkan juga meningkat tiap tahun. Terdapat tiga fraksi penting yang terkandung di dalam TKKS yaitu selulosa, hemiselulosa dan lignin yang masing-masing memiliki nilai ekonomis sehingga dapat dimanfaatkan lebih lanjut. dalam produksi energi terbarukan berupa biohidrogen serta bioetanol. Steam explosion merupakan salah satu metode pretreatment lignoselulosa dengan menggunakan uap bertekanan tinggi. Dalam proses ini, biomassa diperlakukan dengan uap panas (180 hingga 240°C) diikuti dengan peningkatan tekanan secara drastis yang kemudian uap tersebut diledakkan ke atmosfer sehingga tekanan akan kembali secara cepat. Pelepasan tekanan tiba-tiba menghasilkan aksesibilitas yang lebih baik dari selulosa untuk hidrolisis enzimatik dan fermentasi. Diharapkan pabrik fraksinasi TKKS ini dapat memenuhi kebutuhan etanol Indonesia sebesar 27,4%, sehingga direncanakan pabrik ini beroperasi dengan asumsi 330 hari produksi dan waktu kerja pabrik 20 jam/hari. Proses fraksinasi lignoselulosa ini terdiri dari 2 dua unit proses yang digolongkan berdasarkan fungsi utama dari keseluruhan proses. Unit pertama ialah pre-treatment dan unit kedua ialah fraksinasi bertujuan untuk memisahkan tiga senyawa lignoselulosa yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin ke dalam 3 aliran yang terpisah sebagai produk dari pabrik ini. Pabrik fraksinasi lignoselulosa dari TKKS ini didirikan di Kawasan Industri Dumai, dengan pertimbangan ketersediaan bahan, lokasi pemasaran, ketersediaan air, dan lain-lain. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil berupa IRR sebesar 24,33%, POT yaitu 4,48 tahun, dan BEP sebesar 28,86%. Secara keseluruhan, rata-rata %IRR, BEP dan POT masih menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan
    corecore