1,721,502 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Tinjauan Kriminologi Terhadap Penganiayaan Yang Mengakibatkan Hilangnya Nyawa Seseorang (Studi Di Polsek Medan Labuhan)

    Full text link
    Indonesia merupakan negara hukum, berbagai aturan hukum berdiri untuk melindungi hak-hak seseorang, akan tetapi adanya hal demikian tidak menjadikan Indonesia sebagai negara yang bebas dari kasus-kasus kriminalitas, kejahatankejahatan seperti penganiayaan kerap kali terjadi di tengah masyarakat dan dengan berbagai modus yang salah satunya dilakukan empat orang kepada seseorang. Yang dilatar belakangi emosi kepada korban. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui modus pelaku penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, dan agar mengetahui upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kejahatan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan yuridis empiris dan menggunakan data primer melalui wawancara dan didukung oleh data sekunder berupa bahan hukum primer, bahan hukum skunder dan tersier. Berdasarkan hasil penelitian dapat dipahami bahwa kejahatan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang ini terjadi karena beberapa faktor antara lain faktor emosi, lingkungan dan faktor kenakalan remaja. Oleh karena itu pihak aparatur penegak hukum baik kepolisian maupun badan eksekutif untuk melakukan upaya-upaya secara kriminologi dengan cara represif yaitu upaya masyarakat untuk menanggulangi kejahatan dapat dilakukan secara represif melalui sistem peradilan pidana. Upaya penangggulangan kejahatan lewat jalur penal lebih menitik beratkan pada sifat represif sesudah kejahatan terjadi dan upaya preventif adalah cara melakukan suatu usaha yang positif, serta cara untuk menciptakan suatu kondisi seperti keadaan ekonomi, llingkungan, juga kultur masyarakat yang menjadi suatu daya dinamika dalam pembangunan dan bukan sebaliknya seperti menimbulkan ketegangan-ketegangan sosial yang mendorong timbulnya perbuatan yang menyimpang. Sehingga agar kejahtan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnnya nyawa seseorang khususnya diwilayah Polsek Medan Labuhan bisa berkurang sehingga dapat menimbulkan ketentraman dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    Analisis Variasi Diameter Katup Masuk Terhadap Kinerja Sepeda Motor Suzuki Smash 110 Cc Dengan Bahan Bakar Premium 88 Dan Pertamax 92

    No full text
    Motor bakar adalah salah satu jenis dari mesin kalor, yaitu mesin yang mengubah energi termal untuk melakukan kerja mekanik atau mengubah energi kimia bahan bakar menjadi energi mekanis. Katup merupakan bagian mesin motor yang mengatur aliran gas yang masuk dan keluar ke ruang bakar. Salah satu hal yang mempengaruhi kinerja katup adalah diameter katup. Semakin besar diameter katup, maka konsumsi gas yang hisap pada proses pembakaran akan semakin besar pula dan sebaliknya. Untuk mengetahui pengaruh variasi katup masuk terhadap kinerja motor dengan bahan bakar premium dan pertamax, maka dilakukan penelitian terhadap motor bakar. Objek yang digunakan adalah sepeda motor 4 langkah suzuki smash 110 cc. Pengujian dilakukan secara bergantian untuk masing-masing katup dan variasi bahan bakar guna memperoleh perbandingan torsi, daya dan konsumsi bahan bakar spesifik pada rata rata putaran mesin 3000-10000 rpm, dengan menggunakan dynotest di laboratorium teknik mesin universitas muhammadiyah sumatera utara. Dari hasil penelitian kondisi katup standar dengan katup variasi beban pengereman 1 kg, pada putaran mesin tertinggi torsi 268 kg.mm (standar), 328 kg.mm (variasi) dan untuk beban pengereman 2 kg pada putaran mesin tertinggi torsi 421 kg.mm (standar), 483 kg.mm (variasi), sedangkan pada nilai daya beban pengereman 1kg, pada putaran mesin tertinggi 2,6 kW (standar), 3,4 kW (variasi) dan untuk pembebanan 2 kg pada putaran mesin tertinggi 4,5 kW (standar), 5,2 kW (variasi), untuk konsumsi bahan bakar spesifik pada putaran tertinggi 0,03 kg/kW-hr (standar), 0,03 kg/kW-hr (variasi), sedangkan pada bahan bakar beban pengereman 1 kg, pada putaran mesin tertinggi torsi 268 kg.mm (premium), 212 kg.mm (pertamax) dan untuk beban pengereman 2 kg pada putaran mesin tertinggi torsi 421 kg.mm (premium), 461 kg.mm (pertamax) sedangkan nilai daya beban pengereman 1 kg pada putaran tertinggi 2,61 kW (premium), 2,91 kW (pertamax) dan beban pengereman 2 kg pada putaran mesin tertinggi 4,51 kW (premium), 4,98 kW (pertamax) untuk konsumsi bahan bakar spesifik pada pada putaran mesin tertinggi 0,03 kg/kW-hr (Premium), 0,04 kg/kW-hr (pertamax). Dapat disimpulkan bahwa tingkat beban pengereman sangat berpengaruh terhadap besarnya putaran mesin dan daya sangat berpengaruh terhadap diameter masing masing katup dan jenis oktan bahan baka

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore