1,720,953 research outputs found

    KONSEP KAFĀ’AH DALAM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA PRESPEKTIF KITAB NAIL AL-AUTHAR

    Full text link
    ABSTRAK Fadli Azmi, 2024, Konsep Kafā’ah Dalam Keharmonisan Rumah Tangga Prespektif Kitab Nail al-Authar . Kafā’ah dalam pernikahan adalah untuk menghindari terjadinya krisis dalam rumah tangga, dan dengan adanya kafā’ah atau keserasian dalam perkawinan diharapkan mampu mendapatkan keserasian dan keharmonisan dalam menjalankan roda rumah tangga. Pernikahan merupakan sunnatullah yang umum dan berlaku pada semua makhluk-Nya, baik pada manusia, hewan maupun tumbuh-tumbuhan, dan suatu cara yang dipilih oleh Allah SWT sebagai jalan bagi makhluk-Nya untuk berkembang biak, dan melestarikan hidupnya. Pernikahan akan berperan setelah masing-masing pasangan siap melakukan peranannya yang positif dalam mewujudkan tujuan dari pernikahan itu sendiri. Termasuk dalam hal kafā’ah. Pasangan suami istri harus mampu mengaktualisasikannya dalam membangun keharmonisan rumah tangga, sehingga tercapai tujuan pernikahan yaitu sakinah, mawaddah wa rahmah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan. Untuk menemukan konsep kafā’ah prespektif kitab Nail al-Authar karya Al-Syauka >ni >. Hasil penelitian ini telah menemukan konsep kafā’ah dalam eharmonisan rumah tangga prespektif kitab Nail al-Authar yaitu: 1. Kafā’ah Keridhoan atau tidak ada paksaan dalam pernikahan. 2. Kafā’ah Nasab. 3. Kafā’ah Agama dan Akhlaknya 4. Kafā’ah Status Sosial. adapun urgensi kafā’ah dalam keharonisan rumah tangga adalah untuk mencapai tujuan pernikahan, kafā’ah memang tidak syarat mutlak semata, tetapi kafā’ah dapat menjadi penunjang yang utama, apalagi dalam hal agama dan akhlak yang baik. Pernikahan yang tidak memperhatikan konsep kafā’ah, maka rumah tangganya akan mengalami kesulitan untuk saling beradaptasi, saling melengkapi, saling mencintai, saling menghargai, serta saling pengertian. Oleh karena itu, prinsip kesepadanan dilaksanakan untuk dijadikan patokan dalam membentuk rumah tangga yang harmonis. Kata Kunci: kafā’ah, Keharmonisan Rumah Tangga, Nail al-Autha

    PAHA SEBAGAI AURAT DALAM TINJAUAN HADITS (STUDI KOMPARATIF ANTARA IMAM ALSYAUKANI DENGAN SYAKH AL-‘UTSAIMIN)

    Full text link
    ABSTARK Fadli Azmi (2023) : Paha Sebagai Aurat Dalam Tinjauan Hadits (Studi Komparatif Antara Imam Al-Syaukani Dengan Syakh Al-„Utsaimin). Aurat adalah perkara yang sangat urgen dalam kehidupan seorang muslim, menjaga aurat adalah identitas seorang muslim, lambang kesopanan dalam agama, dalam menjaga aurat seorang muslim harus mengetahui batasan aurat itu sendiri, batasan aurat seorang muslim masih menjadi hal yang kontroversi dikalangan ulama, terkhusus batasan aurat laki-laki, karena adanya beberapa hadits yang datang dari Rasulullah sallahu „alaihi wa sallam seakanakan bertolak belakang antara satu hadits dengan hadits yang lain mengenai hadits aurat laki-laki, dan diantara ulama yang berbeda dalam memahami hadits tersebut adalah Imam al-Syaukani dengan Syakh al-„Utsaimin. Tulisan ini adalah bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan kedua ulama tersebut dalam memahami hadits-hadits paha laki-laki sebagai aurat, perbedaan dan kesamaan dalam memahaminya, serta bagaimana konsekuensi hukum tersebut terhadap fhasion seorang laki-laki muslim hari ini. Dalam penulisan tulisan ini kami gunakan metode penelitian pustaka dengan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis, adapun sumber data primer adalah buku yang berkenaan dengan objek penelitian itu sendiri yaitu buku Nailul Author karya Imam al-Syaukani, dan buku Syarhul al-Mumti‟ karya syakh al-„Utsaimin, dan sumber skundernya adalah buku-buku hadits para ulama serta buku-buku yang berkenaan dengan tema yang diangkat. Dari penelitian yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa imam al-Syaukani memandang bahwa paha laki-laki adalah aurat, karena ia melihat dalam hadits Aisyah tidak ada kesengajaan Rasulullah dalam membuka paha, dan tidak ada dalil yang menunjukkan bagi kita untuk mengikuti hal tersebut, sedangkan Syakh al-„Utsaimin memandang bahwa paha bukanlah aurat, karena dalam hadits Aisyah jelas Rasulullah sallahu „alaihi wa sallam memperlihatkan pahanya kepada Abu Bakar dan Umar, dan Rasulullah adalah orang yang paling pemalu dalam melakukan dosa, dan dengan itu Rasulullah memperlihatkan pahanya kepada Abu Bakar dan Umar, kalau dilihat dari kaidah ushul fiqh “perkataan dalam hadits Rasulullah lebih diutamakan dari pada hadits dalam bentuk perbuatan”, maka hadits yang banyak dalam bentuk perkataan menunjukkan bahwa paha itu adalah aurat lebih diutamakan dari pada hadits dalam bentuk perbuatan bahwa paha itu bukan aurat. Semestinya seorang muslim zaman sekarang menjaga pahanya baikdalam kondisi bermain bola ataupun berenang di tempat umum. Kata kunci : Paha, Aurat, Imam al-Syaukani, Syakh al-„Utsaimi

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore