58 research outputs found
PENGARUH METODE LATIHAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN SEPAKBOLA PADA SISWA AKADEMI PERSIB KOTA BANDUNG USIA 14 TAHUN
ABSTRAK
PENGARUH METODE LATIHAN SMALL SIDED GAMES TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN SEPAKBOLA PADA SISWA AKADEMI PERSIB KOTA BANDUNG USIA 14 TAHUN
Pembimbing 1 : Dr. Kardjono, M.Sc.
Pembimbing 2 : Dr. Moch. Yamin Saputra,M.Pd
MUHAMMAD RIJAL DARMAWAN
1903978
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan small sided games tehadap peningkatan keterampilan pada permainan sepakbola. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dalam pendekatan eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah pretest postest control group design. Jumlah populasi yang ada di Akademi Persib usia 14 tahun berjumlah 30 orang. Pada penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang penulis gunakan adalah purposive sampling. Dari total populasi yang diambil berjumlah 24 orang siswa untuk sampel. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah keterampilan passing stopping menggunakan instrumen dari Jam jam, (2007), keterampilan dribbling menggunakan instrumen menggiring bola oleh Nurhasan & Cholil, (2007) dan keterampilan shooting menggunakan instrumen menendang bola ke gawang oleh Nurhasan & Cholil, (2007). Teknik analisis data yang diperoleh selama penelitian adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis diperoleh hasil tes passing stopping yaitu thitung 12.460 > ttabel 2.200., tes dribbling yaitu thitung 4.284 > ttabel 2.200, dan tes shooting yaitu thitung 5.272 > ttabel 2.200. kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bawha metode latihan Small sided Games memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan passing stopping, dribbling dan shooting dalam permainan sepakbola di Akademi Persib Kota Bandung usia 14 Tahun.
Kata Kunci: Small Sided Games, Keterampilan, Sepakbola
ABSTRACT
THE EFFECT OF THE SMALL SIDED GAMES TRAINING METHOD ON IMPROVING FOOTBALL SKILLS IN PERSIB ACADEMY STUDENTS IN BANDUNG CITY AGED 14 YEARS
Advisor 1 : Dr. Kardjono, M.Sc.
Advisor 2 : Dr. Moch. Yamin Saputra, M.Pd
MUHAMMAD RIJAL DARMAWAN
1903978
The purpose of this study was to determine the effect of small sided games training on improving skills in football games. This type of research uses quantitative in an experimental approach. The research method used is pretest postest control group design. The total population at Persib Academy aged 14 years is 30 people. In this study, the sampling technique that the author used was purposive sampling. Of the total population taken, 24 students were sampled. The research instruments used in the study were passing stopping skills using instruments from Jam Jam, (2007), dribbling skills using dribbling instruments by Nurhasan & Cholil, (2007) and shooting skills using instruments kicking the ball into the goal by Nurhasan & Cholil, (2007). Data analysis techniques obtained during the study are normality test, homogeneity test, and hypothesis test. Based on data processing and analysis results, passing stopping test results were obtained, namely tcount 12,460 > ttable 2,200., dribbling test namely tcount 4,284 > ttable 2,200, and shooting test tcount 5,272 > ttable 2,200. The conclusion of this study shows that the Small sided Games training method has a significant influence on skills passing stopping, dribbling and shooting in a football game at Persib Academy Bandung City aged 14 years.
Keywords: Small Sided Games, Skills, Footbal
Eksistensi Lembaga Pendidikan DDI di Kabupaten Maros 1980-2004 (Perspektif Sosio Historis)
Berdasarkan hasil penelitian DDI di Kabupaten Maros dapat disimpulkan sebagai berikut : DDI dimaros sudah ada sejak lahirnya MAI Mangkoso 1938 M bertempat di kassi kebo yang dipimpin langsung oleh Qadhi Maros. Akan tetapi mengalami krisis kepemimpinan dan akhirnya jalan ditempat. Disamping pengurus daerah DDI
sudah terbentuk ditambah lagi alumni mangkoso murid pertama gurutta AGH. Abd
Rahman Ambo Dalle berasal dari maros kembali ke kampung halaman merintis
sebuah pesantren di kecamatan Camba kabupaten Maros pada tahun 1960an akan
tetapi tidak begitu berkembang sehingga pada tahun 1980an S. Muhammad Rijal
bersama dengan para sahabat-sahabatnya merintis kembali Organisasi DDI hingga
mendirikan pesantren dan madrasah DDI ditingkat kecamatan dan desa hingga saat
ini masih eksis. DDI tampil dengan menanamkan rasa cinta dalam masyarakat yaitu rasa cinta yang tidak berlebihan. DDI menginginkan dasar kecintaan adalah mementingkan
pendidikan dengan Islam sebagai dasar pengetahuannya.Semua kegiatan DDI pada
intinya adalah lembaga pendidikan yang dapat menjalin kerjasama yang baik
dengan semua pihak baik pemerintah atau instansi swasta lainnya. Sekolah-sekolah
DDI beserta siswa-siswinya melakukan kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan.
12
Prototype sistem monitoring curah hujan menggunakan Water Tipping Bucket berbasis Internet of Thing
Kehadiran hujan sangat penting dalam kehidupan, karena dapat memenuhi kebutuhan air semua makhluk hidup, namun hujan yang terlalu besar juga dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan. Pengukuran curah hujan diperlukan untuk mengambil tindakan yang diperlukan seperti persiapan musim tanam maupun pencegahan kemungkinan bencana, namun alat yang tersedia pada UPTD Dinas Pertanian Kec. Ganeas di wilayah terpencil masih menggunakan ombrometer manual yang memiliki kelemahan dalam pengumpulan data pada hari libur. Untuk mengatasi hal tersebut, diusulkan membuat sistem monitoring berbasis IoT yang dapat memonitor ketinggian curah hujan secara real time tanpa harus dating ke lokasi pengukuran. Komponen utama yang digunakan adalah sensor water tipping bucket yang mengukur ketinggian curah hujan berdasarkan jumlah tip yang diperoleh dan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 yang dikoneksikan pada internet dan aplikasi blynk untuk menampilkan data pada smartphone ataupun web dashboard. Hasilnya sistem dapat mengumpulkan data secara bervariasi mulai dari curah hujan per hari, curah hujan per jam dan status cuaca dengan tepat dan sesuai. Performa sensor water tipping bucket sendiri memiliki akurasi sebesar 97,54% apabila disandingkan dengan ombrometer observatorium sebagai pembanding
Memahami desain metode penelitian kualitatif
Tujuan artikel ini untuk memahami desain metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research), pengumpulan data dengan cara mencari sumber dan merkontruksi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan riset-riset yang sudah ada. Hasilnya bahwa penelitian kualitatif dilakukan dengan desain penelitian yang temuan-temuannya tidak didapatkan melalui prosedur statistik atau dalam bentuk hitungan, melainkan bertujuan mengungkapkan fenomena secara holistik-kontekstual dengan pengumpulan data dari latar/setting alamiah dan memanfaatkanpeneliti sebagai instrument kunci. Penelitian kualiatif memiliki sifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis pendekatan induktif, sehingga proses dan makna berdasarkan perspektif subyek lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif ini. Desain penelitian kualitatif ini dapat dijadikan sebagai metode dalam penelitian, karena desainnya dijabarkan secara komprehensif yang mudah untuk dipahami oleh kalangan peneliti dan akademisi.
The purpose of this article is to understand the design of qualitative research methods. The method used is library research, data collection by searching for sources, and reconstruction from various sources such as books, journals, and existing researches. The result is that qualitative research is conducted with a research design where the findings are not obtained through statistical procedures or in the form of calculations, but rather aim to reveal phenomena in a holistic-contextual manner by collecting data from natural settings and utilizing the researcher as a key instrument. Qualitative research has a descriptive nature and tends to use an inductive approach analysis so that the process and meaning based on the subject's perspective are emphasized more in this qualitative research. This qualitative research design can be used as a method in research because the design is described in a comprehensive manner that is easy to understand by researchers and academics
Peran Modal Sosial dalam Pendidikan Sekolah
Tujuan dalam artikel ini adalah mendeskripsikan peran modal sosial dalam pendidikan sekolah. Peran modal sosial pada dasarnya masih belum dinilai sebagai aspek penting dalam proses perbaikan kualitas sekolah. Ada kecenderungan bahwa sekolah masih belum menyadari dan belum menganggap penting bahwa modal sosial sangat strategis untuk dikembangkan dalam pola-pola hubungan sosial yang terjadi dalam proses belajar baik di dalam keluarga, masyarakat dan di sekolah. Metode dalam penelitian menggunakan metode kepustakaan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa modal sosial sangat efektif apabila mampu mengembangkan dan mempertahankan dari unsur-unsur modal sosial itu sendiri, sehingga peran modal sosial itu akan nampak apabila terus membangun dan mengembangkan kepercayaan, nilai/norma dan jaringan sosial, kerjasama dan partisipasi dalam rangka untuk meningkatkan perbaikan kualitas sekolah
Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan dan Relevansinya Di Era Revolusi Industri 4.0 (Society 5.0)
Philosophy and science are human efforts in understanding the concepts and methods of a scientific discipline. The changing times and developments have ushered the philosophy of a configuration by showing how the "tree of knowledge" grows and branches fruitfully from each of the disciplines, to break away from the trunk of its philosophy, develop and follow its methodological trends. This research method uses the hermeneutic method in explaining the reality that occurs with elements of interpretation and description. The results of the research can be described that the study of the relationship between philosophy and science has progressed so intensely. Philosophy and science are indispensable for their presence during the development of science and technology which is marked by the sharpening of scientific specialization, because by studying philosophy scientists are expected to be aware of their limitations so as not to be trapped into intellectual arrogance. It is impossible to counter-discourse developing science and technology, but rather to reduce the negative impact of the technology itself. In the era of the industrial revolution 4.0 and Society 5.0, the community groups are very heterogeneous, so it is very risky to the problems faced regarding the development of technology and can change the mindset of life into a more sophisticated pattern of life with the power of technology such as robots and the internet. So the science that is used as an axiological milestone in directing and controlling the development of science and technology in a positive way for the benefit of mankind and its environment is philosophy and science.
Digital Pedagogy Philosophy: Building Critical Awareness of The Role of Technology in Education
Technology integration in education raises the need for a philosophical foundation that guides the use of technology in learning contexts. The philosophy of digital pedagogy is an approach that provides an ethical basis and values that guide the application of technology in the educational process. This paper aims to explore the relationship between digital pedagogical philosophy, critical consciousness, and the role of technology in shaping contextual and adaptive learning experiences. This research uses a hermeneutic approach to describe the reality of Digital Pedagogical Philosophy in building critical awareness of the role of technology in education. This method involves elements of interpretation and description in analyzing and understanding the implications and significance of technology integration in the learning context. The philosophy of digital pedagogy provides a foundation for integrating technology into learning to support the formation of critical, creative, and responsible individuals. Critical awareness of the role of technology in education creates a deeper understanding of the challenges and opportunities faced in the digital environment. This approach can increase student interaction with course material, increase understanding of concepts, and promote critical thinking
Tindakan Preventif Guru Pendidikan Agama Islam Terhadap Eksistensi Paham Radikal Di Sekolah
The development of the era goes hand in hand with human thought which is capable of touching various aspects of life, including religion. Many groups of people who are too excessive in studying religion in a way that is not right that ultimately results in the emergence of deviations of thought that deviates from the true nature which later became known as radical. Bearers of this radical understanding are also trying to spread their doctrine to various groups including the dominant schoolchildren who have a high level of curiosity. The purpose of writing this article is to provide education to several parties especially Islamic Religious Education teachers to address the spread of radical understanding in the school environment. The method that author use in this article is library research by gathering various library information. This article describes various efforts to promote radical understanding in spreading its doctrine and preventive actions that can be implemented by Islamic Religious Education teachers in schools
Tela'ah Hadis Tentang Memotong Kuku dan Mencukur Bulu Halus dalam Waktu 40 Hari
Memotong kuku dan mencukur bulu halus merupakan sunnah bagi setiap muslim terutama karena itu termasuk dalam upaya setiap kaum muslim untuk menjaga kebersihan anggota tubuhnya. Dalam melakukan takhrij hadis banyak hal yang perlu dilakukan mulai dari mencari potongan hadis kemudian mencarinya di kitab mujam muffaras dengan kata kunci unik. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu library reaserch dengan metode bi lafzi. Hasil yang didapatkan dari artikel ini yaitu potongan hadis tentang memotong kuku dan bulu halus yang dicari menurut kitab mujam muffaras terdapat pada kitab At-Tirmidzi pada bab tentang waktu memotong kuku dan menghilangkan kumis, maka setelah itu dapat ditelusuri lebih lanjut terkait hadis lengkapnya beserta rijal hadis dan jarh wa tadil dari sanadsanad pada potongan hadis tersebu
Tela'ah Hadis Tentang Memotong Kuku dan Mencukur Bulu Halus dalam Waktu 40 Hari
Memotong kuku dan mencukur bulu halus merupakan sunnah bagi setiap muslim terutama karena itu termasuk dalam upaya setiap kaum muslim untuk menjaga kebersihan anggota tubuhnya. Dalam melakukan takhrij hadis banyak hal yang perlu dilakukan mulai dari mencari potongan hadis kemudian mencarinya di kitab mujam muffaras dengan kata kunci unik. Metode yang digunakan pada artikel ini yaitu library reaserch dengan metode bi lafzi. Hasil yang didapatkan dari artikel ini yaitu potongan hadis tentang memotong kuku dan bulu halus yang dicari menurut kitab mujam muffaras terdapat pada kitab At-Tirmidzi pada bab tentang waktu memotong kuku dan menghilangkan kumis, maka setelah itu dapat ditelusuri lebih lanjut terkait hadis lengkapnya beserta rijal hadis dan jarh wa tadil dari sanadsanad pada potongan hadis tersebu
- …
