1,720,957 research outputs found

    Implementasi Pendidikan Karakter di TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur dan PTQ Al-Anshari Banjarmasin

    Get PDF
    Tingginya kasus penyimpangan moral di kalangan pelajar, seperti kekerasan antarpelajar dan keterlibatan remaja dalam aksi kriminalitas, mencerminkan lemahnya karakter generasi muda dan menjadi sorotan serius dalam dunia pendidikan. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah formal, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama, termasuk lembaga pendidikan non-formal seperti lembaga pendidikan al-Qur’an. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan pendidikan karakter yang lebih terarah dan menyeluruh sejak dini agar peserta didik memiliki fondasi moral yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter sopan santun, disiplin, mandiri, dan tanggung jawab di TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur, dan PTQ Al-Anshari Banjarmasin sebagai bentuk kontribusi pendidikan non-formal dalam pembentukan karakter anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif di tiga lembaga pendidikan al-Qur’an, yaitu TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur, dan PTQ Al Anshari. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, pengasuh pondok, ustadz/ustadzah dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter sopan santun, disiplin, dan mandiri diimplementasikan melalui tiga aspek utama, yaitu 1) pengetahuan moral, 2) perasaan moral, dan 3) perilaku moral, sedangkan karakter tanggung jawab dikembangkan melalui dua aspek, yaitu 1) pengetahuan moral dan 2) perilaku moral. Seluruh karakter ini ditanamkan melalui tiga pendekatan, yaitu 1) kegiatan pembelajaran di kelas/halaqah, 2) pembentukan budaya lembaga, dan 3) kegiatan kokurikuler. Karakter sopan santun dikembangkan dengan metode 1) ceramah, 2) nasihat, 3) keteladanan, 4) penguatan, 5) perumpamaan, 6) hukuman, 7) tutor sebaya, 8) pembiasaan, dan 9) bermain peran. Kemudian karakter disiplin dikembangkan melalui metode 1) ceramah, 2) nasihat, 3) keteladanan, 4) cerita, 5) pengalaman langsung, 6) hukuman, 7) diskusi, dan 8) pembiasaan. Adapun karakter mandiri dikembangkan melalui metode 1) cerita, 2) pembiasaan, 3) tutor sebaya, 4) penguatan, dan 5) pengalaman langsung. Dan karakter tanggung jawab dikembangkan melalui metode 1) pembiasaan, 2) diskusi, dan 3) pengalaman langsung

    Implementasi Pendidikan Karakter di TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur dan PTQ Al-Anshari Banjarmasin

    No full text
    Tingginya kasus penyimpangan moral di kalangan pelajar, seperti kekerasan antarpelajar dan keterlibatan remaja dalam aksi kriminalitas, mencerminkan lemahnya karakter generasi muda dan menjadi sorotan serius dalam dunia pendidikan. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah formal, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama, termasuk lembaga pendidikan non-formal seperti lembaga pendidikan al-Qur’an. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan pendidikan karakter yang lebih terarah dan menyeluruh sejak dini agar peserta didik memiliki fondasi moral yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter sopan santun, disiplin, mandiri, dan tanggung jawab di TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur, dan PTQ Al-Anshari Banjarmasin sebagai bentuk kontribusi pendidikan non-formal dalam pembentukan karakter anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif di tiga lembaga pendidikan al-Qur’an, yaitu TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur, dan PTQ Al Anshari. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, pengasuh pondok, ustadz/ustadzah dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter sopan santun, disiplin, dan mandiri diimplementasikan melalui tiga aspek utama, yaitu 1) pengetahuan moral, 2) perasaan moral, dan 3) perilaku moral, sedangkan karakter tanggung jawab dikembangkan melalui dua aspek, yaitu 1) pengetahuan moral dan 2) perilaku moral. Seluruh karakter ini ditanamkan melalui tiga pendekatan, yaitu 1) kegiatan pembelajaran di kelas/halaqah, 2) pembentukan budaya lembaga, dan 3) kegiatan kokurikuler. Karakter sopan santun dikembangkan dengan metode 1) ceramah, 2) nasihat, 3) keteladanan, 4) penguatan, 5) perumpamaan, 6) hukuman, 7) tutor sebaya, 8) pembiasaan, dan 9) bermain peran. Kemudian karakter disiplin dikembangkan melalui metode 1) ceramah, 2) nasihat, 3) keteladanan, 4) cerita, 5) pengalaman langsung, 6) hukuman, 7) diskusi, dan 8) pembiasaan. Adapun karakter mandiri dikembangkan melalui metode 1) cerita, 2) pembiasaan, 3) tutor sebaya, 4) penguatan, dan 5) pengalaman langsung. Dan karakter tanggung jawab dikembangkan melalui metode 1) pembiasaan, 2) diskusi, dan 3) pengalaman langsung

    POLA PEMBELAJARAN AL-QURAN DI PONDOK AL-QURAN AR-RAUDHAH DESA TILAHAN KECAMATAN HANTAKAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH

    Get PDF
    Pondok Al-Quran Ar-Raudhah adalah pondok yang mengajarkan Al-Quran di masyarakat pedalaman Meratus. Walaupun dengan fasilitas yang sederhana, output yang dihasilkan pondok ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Dari pondok ini sudah banyak anak-anak Pedalaman Meratus yang mampu membaca Al-Quran dengan lancar, bahkan ada yang telah hafal 7 juz Al-Quran. Semua hasil yang telah dicapai tersebut tidak terlepas dari kegigihan dan pola pembelajaran yang dipakai. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pola pembelajaran Al-Quran yang diterapkan dan apa saja problematika yang dihadapi santri dalam belajar Al-Quran. Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 70 santri dan 3 ustadz/pengajar di Pondok Al-Quran Ar-Raudhah. Objek penelitian ini adalah pola pembelajaran Al-Quran dan problematika yang dihadapi santri dalam mempelajari Al-Quran. Untuk teknik pemgumpulan data, penulis menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Dan untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembelajaran yang diterapkan di Pondok Al-Quran Ar-Raudhah Tilahan adalah pola pembelajaran tradisional guru dengan media. Media yang digunakan dalam proses pembelajaran diantaranya buku Iqro‘, papan tulis dan poster huruf hijaiyyah sebagai suplemen. Dalam pelaksanaannya didukung penggabungan antara metode Iqro‘ dengan metode sorogan, metode demonstrasi, dan metode drill. Adapun problematika yang ditemui dari aspek internal diantaranya: santri kurang semangat, malas, tidak fokus dan konsentrasi terganggu karena kondisi kelas tidak kondusif. Sedangkan dari aspek eksternal: rasio ustadz dan santri yang tidak proporsional, sarana dan prasarana pembelajaran masih belum memadai. Dan evaluasi hanya dalam bentuk lisan atau tidak tertulis

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore