112 research outputs found

    PROGRAM MATA NAJWA “EPISODE REFORMASI KITA” SEBAGAI BENTUK DISKUSI RUANG PUBLIK RAKYAT INDONESIA

    No full text
    Mata Najwa adalah sebuah siaran yang sering membahasa isu mengenai cinta kebangsaan, korupsi, HAM dan toleransi. Melalaui naraumber yang diundang Najwa berhasil melakukan berbagai kajian isu salah satunya diangkat pada episode reformasi kita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi deliberative dalam sebuah ruang public (mata najwa) yang dilakukan oleh bebagai narasumber dalam menanggapi isu UU KPK. Kajian ini mengunakan pendekatan stdi kasus, data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Hasil dari kajian ini adalah Mata Nasjwa semua peserta baik dari mahasiswa, pemerhati politik, lembaga hokum dan pemerintah, berusaha memecahkan persoaaln yang sedang terjadi secara kooperatif demi tercapainya konsesus yang intersubjektif sesuai dengan kehendak semua peserta, hal ini diketahui dari pertama adanya kesetaraan (egaliter) diantara semua narasumber baik yang pro dan tidak terhadap UU KPK. Kedua setiap nara sumber bebas untuk menyatakan pendapat. Ketiga endapat itu dinyatakan secara rasional dan dibantah secara rasional. Kempat semua narasumber bersifat sangat terbuka dalam menyelesaikan persoalan penetapan UU KPK dan RKUHP

    CYBERBULLYING DI KALANGAN REMAJA PADA JEJARING SOSIAL

    No full text
    Perilaku bullying pada dasarnya sama antara cyberbullying dengan traditionalbullying. Pembeda di antara keduanya adalah cyberbullying hanya dilakukan secaraverbal. Pembeda lainnya adalah medium yang digunakan. Cyberbullying menggunakan medium teknologi informasi dan komunikasi yang memiliki jangkauan tak terhingga. Berbeda dengan traditional bullying yang hanya menjangkau kalangan atau lingkungan tertentu saja

    Life-Span Developmental Psychology: Midlife and Later Years in Western and Non-Western Societies

    No full text
    This chapter discusses the basis on which studies have been done on the later years of life in Western and non-Western cultures. It suggests that because Westerners value independence, most research on aging in Western societies has focused on how to help the individual maintain his or her functional independence throughout the life-span. Non-Westerners, on the other hand, value interdependence. Therefore, most research on aging has focused on the availability of social support in later life. But with Westernization influences in non-Western societies, there should be a shift in research efforts in order to accommodate a new understanding of aging and human development that includes the promotion of functional independence in later life

    Published Authors, Poets will Read During UD\u27s First Literary Fest, Featuring Book Sale and Children\u27s Activities

    No full text
    News release announces Author Samia Serageldin will join poets and writers from the Miami Valley in helping launch the University of Dayton\u27s first literary festival

    Samia cynthia versus Bombyx mori : Comparative gene mapping between a species with a low-number karyotype and the model species of Lepidoptera

    No full text
    We performed gene-based comparative FISH mapping between a wild silkmoth, Samia cynthia ssp. with a low number of chromosomes (2n = 25-28) and the model species, Bombyx mori (2n = 56), in order to identify the genomic components that make up the chromosomes in a low-number karyotype. Mapping of 64 fosmid probes containing orthologs of B. mori genes revealed that the homologues of either two or four B. mori chromosomes constitute the S. c. ricini (Vietnam population, 2n = 27♀/28♂, Z0/ZZ) autosomes. Where tested, even the gene order was conserved between S. c. ricini and B. mori. This was also true for the originally autosomal parts of the neo-sex chromosomes in S. c. walkeri (Sapporo population, 2n = 26♀/26♂, neo-Wneo-Z/neo-Zneo-Z) and S. cynthia subsp. indet. (Nagano population, 2n = 25♀/26♂, neo-WZ1Z2/Z1Z1Z2Z2). The results are evidence for an internal stability of lepidopteran chromosomes even when all autosomes had undergone fusion processes to form a low-number karyotype

    Poets, Books and More at First UD Literary Test

    No full text
    News release announces that author Samia Serageldin and more than 20 poets and writers from the Miami Valley will read from their works during the University of Dayton\u27s first literary festival

    POLA KOMUNIKASI TRADISI MAROSOK ANTARA SESAMA PENJUAL DALAM BUDAYA DAGANG MINANGKABAU

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami pola komunikasi tradisi marosok antara sesama penjual dalam budaya dagang Minangkabau. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi etnografi komunikasi. Subjek penelitian adalah para penjual ternak di Balai Cubadak. Subjek dipilih secara purposive sampling (sampel bertujuan) dengan jumlah 6 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknis analisis dengan mengumpulkan data, mendeskripsikan, menganalisis, dan melakukan interpretasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peristiwa komunikasi diantara sesama penjual yaitu (1) menanyakan harga (2) memberikan nasihat (3) berdiskusi mengenai pengalaman bertransaksi. Peristiwa terjadi diparkiran, los, dan warung. Pesan disampaikan bernada santai menggunakan bahasa Minangkabau baik verbal dan non verbal, dilandaskan kepada norma dan nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi kegenerasi lainnya, meskipun beberapa tradisi mulai ditinggalkan. Pola komunikasi tradisi marosok antara sesama penjual dalam budaya dagang minangkau dibentuk atas dasar kesadaran untuk menjaga silaturahmi melalui forum diskusi antara sesama penjual, keharusan mewariskan nilai-nilai dan membantu sesama. Oleh karena itu, semua penjual berpartisipasi aktif menuangkan semua pengalaman yang didapatkan selama bertransaksi dan kemudian dibagi ke forum, dan mengambil pelajaran. Pelajaran inilah yang kemudian digunakan sebagai landasan bertindak dalam berdagang di kemudian hari.Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami pola komunikasi tradisi marosok antara sesama penjual dalam budaya dagang Minangkabau. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi etnografi komunikasi. Subjek penelitian adalah para penjual ternak di Balai Cubadak. Subjek dipilih secara purposive sampling (sampel bertujuan) dengan jumlah 6 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknis analisis dengan mengumpulkan data, mendeskripsikan, menganalisis, dan melakukan interpretasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peristiwa komunikasi diantara sesama penjual yaitu (1) menanyakan harga (2) memberikan nasihat (3) berdiskusi mengenai pengalaman bertransaksi. Peristiwa terjadi diparkiran, los, dan warung. Pesan disampaikan bernada santai menggunakan bahasa Minangkabau baik verbal dan non verbal, dilandaskan kepada norma dan nilai luhur yang telah diwariskan dari generasi kegenerasi lainnya, meskipun beberapa tradisi mulai ditinggalkan. Pola komunikasi tradisi marosok antara sesama penjual dalam budaya dagang minangkau dibentuk atas dasar kesadaran untuk menjaga silaturahmi melalui forum diskusi antara sesama penjual, keharusan mewariskan nilai-nilai dan membantu sesama. Oleh karena itu, semua penjual berpartisipasi aktif menuangkan semua pengalaman yang didapatkan selama bertransaksi dan kemudian dibagi ke forum, dan mengambil pelajaran. Pelajaran inilah yang kemudian digunakan sebagai landasan bertindak dalam berdagang di kemudian hari

    Hydraulic simulations to evaluate and predict design and operation of the Chashma Right Bank Canal

    No full text
    Irrigation systems / Irrigation canals / Flow control / Velocity / Canal regulation techniques / Hydraulics / Simulation models / Design / Operations / Crop-based irrigation / Distributary canals / Water delivery / Policy / Protective irrigation / Water allocation / Water requirements / Sedimentation / Water distribution / Equity / Water conveyance / Pakistan / Chashma Right Bank Canal
    corecore