1,720,955 research outputs found
Praktik Penundaan Pembagian Warisan Pada Masyarakat Banjar Perspektif Hukum Islam dan Sosiologis
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena penundaan
pembagian warisan yang menjadi praktik umum dalam masyarakat Banjar,
meskipun hukum Islam melalui sistem faraidh menganjurkan untuk penyegeraan
pembagian harta waris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik
penundaan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan budaya yang
memengaruhinya serta menelaahnya melalui perspektif hukum Islam dan
sosiologis.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris
(socio-legal) dengan pendekatan sosiologi hukum. Data primer diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan informan di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Banjar,
Kabupaten Barito Kuala, dan Kota Banjarbaru, yang kemudian dianalisis menjadi
tiga kasus. Objek penelitian difokuskan pada perilaku hukum masyarakat terkait
kepatuhan terhadap pelaksanaan hukum waris Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pembagian warisan
dalam masyarakat Banjar didorong oleh motivasi etika dan budaya, seperti rasa
hormat kepada almarhum, upaya menjaga keharmonisan keluarga, dan nilai agar
tidak terkesan tergesa-gesa mengurus harta. Adapun dalam perspektif hukum
Islam, penundaan yang mengabaikan hak ahli waris atau menimbulkan
kemudaratan seperti pada Kasus I tidak dapat dibenarkan dan harus segera
diselesaikan guna menghindari sengketa waris bertingkat (munasakhat), seperti
pada kasus III. Sebaliknya, penundaan yang didasarkan pada kesepakatan mufakat
dan kerelaan ahli waris pada kasusu II diperbolehkan karena tetap menjaga
maslahat keluarga.
Secara sosiologis, praktik penundaan pembagian warisan mencerminkan
pluralisme hukum yang di mana norma hukum Islam, adat istiadat dan nilai
kesopanan berjalan secara berdampingan dalam pengambilan keputusan keluarga.
Penelitian ini menegaskan bahwa penilaian terhadap penundaan pembagian
warisan tidak semata-mata ditentukan oleh lamanya waktu melainkan oleh
indikator kemaslahatan dan pencegahan mudarat. Oleh karena itu, pembagian
warisan idealnya disegerakan apabila penundaan berpotensi menimbulkan konflik,
ketidakpastian hukum atau kerugian bagi ahli wari
Pendapat Ulama Terhadap Arah Kiblat Pemakaman di Desa Tabing Rimbah Kecamatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala
Masyarakat Indonesia umumnya kurang memperhatikan arah kiblat
pemakaman. Mereka hanya mengandalkan makam yang terdahulu saja tanpa
memverifikasi keakuratan arah kiblatnya. Di Desa Tabing Rimbah, terdapat
bebarapa makam di pemakaman yang ada disana tidak sesuai dengan arah kiblat
yang seharusnya. Perbedaannya adalah sekitar 23di komplek pemakaman
Muslim Ray 06 dan sekitar 11 di pemakaman area masjid Hidayatullah, dan juga
ingin mengetahui pendapat ulama terkait hal ini.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Data
primer diperoleh melalui observasi lapangan menggunakan metode Rashd Al�Qiblah (bayang kiblat) dan wawancara dengan tiga ulama sebagai informan. Data
sekunder terdiri dari buku, ensiklopedia, artikel, dan tulisan yang relevan dengan
penelitian. Data yang digunakan mencakup pengukuran arah kiblat pemakaman
dan pandangan ulama di Desa Tabing Rimbah, Kecamatan Mandastana,
Kabupaten Barito Kuala terkait ketidaksesuaian arah kiblat dalam pemakaman.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara, dan
dokumentasi. Analisis data mengggunakan metode deskriptif analisis dengan
menjelaskan berupa pengukuran lebih detail dan hasil wawancara dari tiga
informan yang dikaitkan dengan beberapa teori terkait.
Hasil temuan penulis menunjukan bahwa arah kiblat beberapa makam
dikedua pemakaman tersebut belum akurat, sesuai dari hasil pengukuran arah
kiblat yang mana arah beberapa makam di pemakaman Muslim Ray 06 Desa
Tabing Rimbah yaitu 270 selisih 23 dan diarea Masjid Hidayatullah Desa
Tabing Rimbah yaitu 282 selisih 11 dari arah kiblat sebenarnya, padahal arah
kiblat untuk wilayah Mandastana yaitu 292,83 dibulatkan 293. Menurut tiga
ulama yang menjadi informan pada penelitian ini, mereka sepakat bahwa
menghadapkan mayat ke arah kiblat merupakan suatu yang dianjurkan bahkan
wajib. Namun, mereka juga setuju untuk tidak membongkar pemakaman yang
sudah ada demi menjaga kehormatan dan kemaslahatan jasad atau mayat yang
telah lama dimakamkan. Oleh karena itu, disarankan agar pemakaman di masa
mendatang lebih teliti dalam memastikan keakuratan arah kiblat pemakaman
Praktik Penundaan Pembagian Warisan Pada Masyarakat Banjar Perspektif Hukum Islam dan Sosiologis
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena penundaan
pembagian warisan yang menjadi praktik umum dalam masyarakat Banjar,
meskipun hukum Islam melalui sistem faraidh menganjurkan untuk penyegeraan
pembagian harta waris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik
penundaan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan budaya yang
memengaruhinya serta menelaahnya melalui perspektif hukum Islam dan
sosiologis.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris
(socio-legal) dengan pendekatan sosiologi hukum. Data primer diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan informan di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Banjar,
Kabupaten Barito Kuala, dan Kota Banjarbaru, yang kemudian dianalisis menjadi
tiga kasus. Objek penelitian difokuskan pada perilaku hukum masyarakat terkait
kepatuhan terhadap pelaksanaan hukum waris Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pembagian warisan
dalam masyarakat Banjar didorong oleh motivasi etika dan budaya, seperti rasa
hormat kepada almarhum, upaya menjaga keharmonisan keluarga, dan nilai agar
tidak terkesan tergesa-gesa mengurus harta. Adapun dalam perspektif hukum
Islam, penundaan yang mengabaikan hak ahli waris atau menimbulkan
kemudaratan seperti pada Kasus I tidak dapat dibenarkan dan harus segera
diselesaikan guna menghindari sengketa waris bertingkat (munasakhat), seperti
pada kasus III. Sebaliknya, penundaan yang didasarkan pada kesepakatan mufakat
dan kerelaan ahli waris pada kasusu II diperbolehkan karena tetap menjaga
maslahat keluarga.
Secara sosiologis, praktik penundaan pembagian warisan mencerminkan
pluralisme hukum yang di mana norma hukum Islam, adat istiadat dan nilai
kesopanan berjalan secara berdampingan dalam pengambilan keputusan keluarga.
Penelitian ini menegaskan bahwa penilaian terhadap penundaan pembagian
warisan tidak semata-mata ditentukan oleh lamanya waktu melainkan oleh
indikator kemaslahatan dan pencegahan mudarat. Oleh karena itu, pembagian
warisan idealnya disegerakan apabila penundaan berpotensi menimbulkan konflik,
ketidakpastian hukum atau kerugian bagi ahli wari
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
