207 research outputs found

    Navigasi Multiagen Menggunakan Reciprocal Velocity Ibstacles Berelasi Leader Follower Dengan Tingkat Prioritas

    Full text link
    Pada simulasi kerumunan, kepadatan agen dalam kerumunan menimbulkan masalah dalam pergerakan agen. Hal ini mengharuskan adanya metode navigasi khusus yang dapat memastikan manuver penghindaran yang tidak mengakibatkan kekacauan massal tanpa adanya komunikasi eksplisit antar agen. Untuk simulasi kerumunan dengan relasi leader-follower, agen follower diharuskan mampu mengikuti leader kelompoknya. Agen follower juga perlu memberikan agen leader-nya kebebasan bernavigasi, yang berarti gerakan agen follower sebisa mungkin tidak mengganggu leader-nya. Hal ini dikarenakan navigasi agen follower yang bergantung terhadap leader-nya. Reciprocal Velocity Obstacle (RVO) sebagai salah satu metode navigasi multiagen tidak memerlukan komunikasi eksplisit dengan agen lain dalam penghindaran, dan bebas dari gerak osilasi yang terjadi pada Velocity Obstacle biasa. Diharapkan dengan memakai RVO sebagai navigasi multiagen yang memiliki variasi tingkat prioritas, didapatkan simulasi kerumunan dengan relasi leader-follower yang bebas dari tabrakan, osilasi, dan kehilangan arah. ======================================================================================== In crowd simulation, agents density on crowds cause problem in agents movement. This oblige a particular navigation method that can ensure the avoidance maneuver that does not result in mass chaos without any explicit communication between agents. To simulate the crowd with leader-follower relationships, agents follower is expected to follow the group leader. followers agent need to give their leader freedom of navigation, which is mean that followers movement shall not make any disturbance to their leader. This is because the navigation of agent follower depends on the leader. Reciprocal Velocity Obstacle(RVO) as one method of multi-agent navigation does not require explicit communication with other agents in avoidance, and free from oscillation movement that occur on regular Velocity Obstacle. RVO usage with variant in level of priority as multi-agents navigation is expected to bring out crowd simulation with leader-follower relationship that is free of collisions, oscillation, and loss direction

    Simulasi Kerumunan Menggunakan Navigasi Multiagen Berbasis Reciprocal Velocity Obstacles dengan Relasi Leader Follower

    Full text link
    Pada simulasi kerumunan, kepadatan agen dalam kerumunan me- nimbulkan masalah dalam pergerakan agen. Hal ini mengharuskan adanya metode navigasi khusus yang dapat memastikan manuver penghindaran yang tidak mengakibatkan kekacauan massal tanpa adanya komunikasi eksplisit antar agen. Untuk simulasi kerumun- an dengan relasi leader-follower, agen follower diharuskan mampu mengikuti leader kelompoknya. Reciprocal Velocity Obstacle (RVO) sebagai salah satu metode navigasi multiagen tidak memerlukan ko- munikasi eksplisit dengan agen lain dalam penghindaran, dan bebas dari gerak osilasi yang terjadi pada Velocity Obstacle biasa. Diha- rapkan dengan memakai RVO sebagai navigasi multiagen didapatk- an simulasi kerumunan dengan relasi leader-follower yang bebas da- ri tabrakan, osilasi, dan kehilangan arah. ======================================================================================================== In crowd simulation, agents density on crowds cause problem in agents movement. This oblige a particular navigation method that can ensure the avoidance maneuver that does not result in mass chaos without any explicit communication between agents. To si- mulate the crowd with leader-follower relationships, agents follower is expected to follow the group leader. Reciprocal Velocity Obsta- cle(RVO) as one method of multiagent navigation does not requi- re explicit communication with other agents in avoidance, and free from oscillation movement that occur on regular Velocity Obstacle. RVO usage as multiagent navigation is expected to bring out crowd simulation with leader-follower relationship that is free of collisions, oscillation, and loss directio

    Velocity Obstacles-Induced Steering Behavior: Emotional Reciprocal Velocity Obstacles and Flocking-Induced Velocity Obstacles Models for Multi-Agent Navigation

    No full text
    Autonomous agents in virtual environments, such as crowd simulations and digital animations, require precise steering behaviors to navigate complex spaces while avoiding collisions. This task becomes more challenging when agents must operate as a group, balancing individual movement with overall cohesion. Traditional methods address this by defining external steering behaviors, which are then adjusted using the Velocity Obstacles (VO) framework. However, this approach limits adaptability, particularly in real-time scenarios that demand fluid inter-agent coordination. This dissertation introduces a novel method where steering behaviors are directly generated within the VO process, enabling agents to dynamically adapt to group navigation needs without external inputs. By embedding behaviors such as leader-following and flocking into the VO framework, this approach enhances multi-agent coordination, improving responsiveness and reducing disruptions. In leader-following, agents adjust their spacing based on a stress-based safety mechanism that prioritizes the leader’s movement. For flocking, the Flocking-induced Velocity Obstacles (FIVO) method incorporates alignment, cohesion, and separation principles to promote unified movement through velocity consensus. Simulation results show that ERVO reduces interaction overhead by 0.753 seconds and collision rates by 18.81% in leader-following scenarios, while FIVO supports cohesive group movement. This approach represents a significant advancement in multi-agent navigation, improving fluidity and coordination in real-time group interactions within virtual environments. ================================================================================================================================== Agen otonom dalam lingkungan virtual, seperti simulasi keramaian dan animasi digital, memerlukan steering behavior yang presisi untuk menavigasi ruang yang kompleks dan menghindari tabrakan. Tantangan ini semakin besar ketika agen beroperasi dalam grup, menyeimbangkan kebutuhan pergerakan individu dengan kohesi grup. Secara tradisional, masalah ini diatasi dengan mendefinisikan steering behavior eksternal yang disesuaikan melalui kerangka kerja Velocity Obstacles (VO). Namun, ketergantungan pada perilaku eksternal membatasi adaptabilitas, terutama dalam situasi yang memerlukan responsif waktu nyata dan koordinasi antar-agen yang dinamis. Disertasi ini memperkenalkan pendekatan inovatif dengan menghasilkan steering behavior langsung dalam proses VO, memungkinkan agen beradaptasi dinamis dengan tuntutan navigasi grup tanpa input eksternal. Pendekatan ini meningkatkan koordinasi multi-agen dan mengurangi gangguan dalam navigasi lingkungan virtual yang kompleks. Studi ini berfokus pada dua steering behavior: leader-following dan flocking. Dalam leader-following, seorang leader memandu follower menuju tujuan bersama, dengan Emotional Reciprocal Velocity Obstacles (ERVO) memastikan jarak optimal antar agen. Untuk flocking, Flocking-induced Velocity Obstacles (FIVO) menggabungkan aturan keselarasan, kohesi, dan pemisahan dalam VO, mendorong pergerakan terpadu. Hasil simulasi menunjukkan ERVO mengurangi interaction overhead sebesar 0,753 detik dan tabrakan sebesar 18,81% dalam leader-following, sementara FIVO mendukung pergerakan grup yang kohesif. Pendekatan berbasis VO ini menandai kemajuan signifikan dalam navigasi multi-agen, meningkatkan koordinasi dalam interaksi grup waktu nyata

    ROBOT PENGKLASIFIKASI GAS DENGAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE

    Full text link
    Kebakaran sering terjadi di lingkungan pabrik kimia industri yang disebabkan oleh gas berbahaya. Rangkaian listrik dan gas berbahaya yang terdapat di lingkungan pabrik memiliki resiko akan terjadinya kebakaran dan kerusakaan lainnya. Untuk meminimalisir kejadian yang dapat dipicu oleh gas tersebut dibutuhkan alat yang mampu mengidentifikasi dan mengklasifikasi gas yang berada di lingkungan industri. Mengenai kebakaran yang dipicu oleh gas berbahaya tersebut, penulis menawarkan solusi dalam merancang dan membangun sebuah mobile robot yang dapat mengklasifikasi gas yang berbahaya dengan menggunakan metode pattern recognition. Walaupun usia SVM terbilang masih relatif muda, namun kelebihan SVM dibandingkan metode yang lain terletak pada kemampuannya untuk menemukan hyperplane terbaik yang memisahkan dua buah class. SVM berusaha menemukan hyperplane yang terbaik. Pada dasarnya proses SVM dibagi menjadi dua tahap yaitu proses pelatihan dan proses pengujian. Pada proses pelatihan, variabel hyperplane yang didapat akan disimpan. Kemudian data tersebut akan digunakan sebagai data latih pada proses pengujian. Dengan kata lain, proses pelatihan adalah untuk mencari support vector dari data input. Berdasarkan hasil pengujian SVM berhasil mengelompokkan data sesuai dengan kelasnya. Dari 18 sampel pengujian, robot mengalami 2 kali gagal dalam mengklasifikasi gas. Tingkat akurasi yang dicapai SVM dalam mengklasifikasi mencapai 86,66%

    EVALUASI BUSINESS MODEL CANVAS TERHADAP BISNIS START-UP (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PT. SOLUSI HIJAU INDONESIA)

    Full text link
    Perkembangan Start-up di Indonesia saat ini tumbuh dengan signifikan. Setiap bulan bahkan banyak founder-founder Start-up bermunculan. Sekarang ini terdapat setidaknya lebih dari 1500 startup lokal yang ada di Indonesia. Pengguna internet Indonesia yang semakin naik dari tahun ke tahun tentunya merupakan suatu lahan basah untuk mendirikan sebuah Start-up (dailysocial.net). Pemerintah pun saat ini telah menyiapkan gerakan 1000 startup di tahun 2020 untuk mendukung pertumbuhan startup di Indonesia, (techinasia.com). PT Solusi Hijau Indonesia merupakan salah satu start-up lokal yang sedang berkembang di Indonesia namun dalam dua tahun terakhir gagal mencapai target yang sudah di proyeksikan. Berdasarkan data keuangan proyeksi ke depan dan saat ini pada tahun 2017 hingga 2019 perusahaan harus menghasilkan profit yang cukup besar yaitu (30,846)padatahun2017,(97,254) pada tahun 2017, (97,254) pada tahun 2018, dan (199,354$) pada tahun 2019. Dapat disimpulkan tantangan perusahaan ke depan pun mempunyai target yang cukup tinggi agar bisa stabil dan terus berjalan,dimana perusahaan harus mencetak keuntungan berkali-lipat dengan pendanaan yang terbatas. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi dan kuesioner yang ditunjukan kepada tiga narasumber yang kemudian di dipetakan dalam sembilan blok bangunan Business Model Canvas. Berdasarkan hasil dari analisis terhadap blok bangunan Business Model Canvas, maka PT.Solusi Hijau Indonesia perlu beberapa perbaikan untuk memperkuat model bisnis dan strategi bisnis di masa mendatang. Terdapat delapan elemen yang direkomendasikan untuk dilakukan perubahan diantaranya Costumer Segments, Value Proposition, Channels, Costumer Relationships, Revenue Streams, Key Resources, Key Activities, dan Key Partnerships. Rancangan Business Model Canvas yang disempurnakan. Kata kunci: Business Model Canvas, Star-up, SWOT

    Kendala Bawaslu Kabupaten Pemalang Menyikapi Praktik Money Politic Dalam Pencanangan Program Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang

    Full text link
    Pilkada yang baik secara konstitusional merupakan salah satu prasyarat terciptanya kehidupan demokrasi yang ideal di suatu negara. Pelaksanaan proses Pilkada yang baik membutuhkan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pemilu seperti penyelenggara pemilu, calon atau peserta Pilkada, serta semua pihak yang terlibat di dalamnya. Fenomena demokrasi yang berlangsung sangat cepat di Indonesia ternyata di lain pihak hingga saat ini telah menimbulkan masalah baru dalam bidang sosial, politik, dan hukum di Indonesia yakni maraknya praktek politik uang yang berlangsung hampir di seluruh tingkatan Pemilihan Umum, alhasil rasionalitas pemilih pada saat pemungutan suara menjadi layak untuk dipertanyakan. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan kehadiran Badan Pengawas Pemilu dengan upaya untuk meningkatkan kualitas Pemilihan Umum termasuk di tingkat Daerah Kabupaten/Kota sampai kebawah, juga untuk menekan angka kecurangan yang terjadi selama Pemilu berlangsung. Melalui program Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang yang dicanangkan oleh Bawaslu Kabupaten Pemalang, dapat dilihat bagaimana pengaruh pasca dideklarasikannya program tersebut, apa saja kendala yang dihadapi, serta upaya penyelesaian pelanggaran dalam pelaksanaanya. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berasal dari wawancara, observasi, dan dokumentasi (data primer) dan dari dokumen, buku, hasil penelitian dalam bentuk laporan, skripsi, jurnal, berita, dan publikasi yang berhubungan dengan objek penelitian (data sekunder). Hasil penelitian ini menunjukkan upaya yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Pemalang dalam melaksanakan program Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang menemui berbagai kendala seperti luasnya wilayah desa tempat dicanangkannya program yang tidak dapat dijangkau oleh semua personil Bawaslu Kabupaten Pemalang, kebudayaan masyarakat yang menganggap politik uang sebagai “rejeki yang tidak boleh ditolak’, tidak adanya peraturan yang mengikat dan pemberian sanksi untuk masyarakat desa tempat dicanangkannya program, dan kasus pelanggaran politik yang berhenti di tengah jalan karena lembaga yang tergabung dalam Gakkumdu (Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan) tidak jarang menemui titik perbedaan

    Visualisasi Model 3D Dinamis Berbasis Web Menggunakan WEBGL

    Full text link
    Penelitian ini memanfaatkan suatu graphic library yang memungkinkan visualisasi model dimensi 3(3D) pada website. Graphic library yang dimaksud adalah WebGL. Visualisasi objek didunia nyata dengan foto biasa tidak mewakili perspektif dimensi tiga dari objek tersebut. Hal ini dikarenakan foto diambil dari satu perspektif, kemudian memproyeksikan objek dunia nyata yang memiliki ukuran volumetrik kedalam bidang planar dalam bentuk citra digital. Karena itulah WebGL sebagai graphic library yang bersifat open source dan mendukung penggunaan dalam website, dapat menjadi solusi dalam visualisasi 3D dalam bentuk aplikasi berbasis web. Hasil yang didapat menunjukkan tampilan visualisasi 3D yang tertanam pada server website, dan dapat ditampilkan dalam antarmuka client yang mengakses konten visualisasi pada server tersebut

    IMPLEMENTATION OF ISLAM RELIGIOUS DEVELOPMENT TO INCREASE FAITH AND DEVOUTNESS FOR CONVICTS IN CLASS II B PENITENTIARY INSTITUTIONS IN INDRAMAYU

    Full text link
    Abstract: Islamic religious guidance is expected to enable convicts to be able to develop the quality of life and life, both as individuals and as members of society, so that after leaving the Penitentiary they will have the provision of knowledge, faith and become fully human beings who can carry out a better life in society. In carrying out the research, a descriptive research method was used where the data used used population and sample data where convicts were the population in Class I Correctional Institutions in Tangerang, while the samples were prisoners who participated in Islamic religious training in Class II B Correctional Institutions in Indramayu. Then to support the research, data collection was carried out by observation, interviews, and literature studies. Finally, it can be concluded that religion is a very important need for humans, with religion humans have a way of life as a provision to face problems in their lives. With the development of the Islamic religion at Class II B Penitentiary in Indramayu, it is hoped that convicts will understand Islam, repent and practice it in daily life and be aware of mistakes that can harm society and themselves.   Keywords: Development of the Religion of Islam, Private and Communit

    ANALISIS MENURUNNYA KERJA RELIQUEFACTION PLANT DALAM MERUBAH MUATAN GAS MENJADI CAIR DI MT GAS KOMODO DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS

    Full text link
    Moch. Tarom, 2017, NIT : 49124578.T. “Analysis of declining employment in the Reliquefaction plant working change the gas into a liquid cargo in MT Gas Komodo”, thesis Technic Studies Program , Program Diploma IV, Semarang Merchant Marine Polytechnic, Supervisor I : Achmad Wahyudiono, M.M., Supervisor II : H. Suharso, S.H., S.P.d., S.E., M.M. LPG cargo is cargo that has special characteristics, one of them highly flamable nature. To cope with danger posed by LPG cargo evaporates, it needs Reliquefaction plant operation. Operation of this system as the efforts has made to overcome obstacles in order to maintain a fixed charge on the LPG liquid state. Thus the authors formulate the problem formulation 1) what are the factors causing the decline of Reliquefaction plant working in change the gas into a liquid cargo, 2) What efforts are made to maximize Reliquefaction plan. Fault tree analysis is a technique used to identify risks that contribute to the occurrence of a failure. This method is carried out with an approach that is top down, starting with the assumption of failure or loss of peak incidence then detailing causes a peak incidence reached a basic failure. Based on the results of research by the author to the decline in employment Reliquefaction plant in turning gas into a liquid cargo is dirty condensers, cooling of the intercooler not optimal cooling, valve positioners are not working properly.Meanwhile, efforts to maximize employment Reliquefaction plant is checking routine cleaning of the condenser appropriate working hours, checking the intercooler, valve positioner checks on a regular basis. Key word: Reliquefaction plant, fault tree analysis method, condenser, intercooler, valve positione
    corecore