1,721,088 research outputs found

    PENGARUH KOHESIVITAS KELOMPOK TERHADAP KUALITAS PERSAHABATAN DAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA SISWA SMA DI KOTA BANDUNG YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER

    Get PDF
    ABSTRAK Fitri Rahmawati (1406357). Pengaruh Kohesivitas Kelompok terhadap Kualitas Persahabatan dan Psychological well-being pada Siswa SMA di Kota Bandung yang Mengikuti Ekstrakurikuler. Skripsi pada Departemen Psikologi UPI Fakultas Ilmu Pendidikan. Bandung (2019). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kohesivitas kelompok terhadap kualitas persahabatan dan pengaruh kohesivitas kelompok terhadap psychological well-being siswa SMA di Kota Bandung yang mengikuti ekstrakurikuler. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan partisipan 387 siswa SMA yang mengikuti ekstrakurikuler. Instrumen pada penelitian ini menggunakan Youth Sport Environment Questionnaire (YSEQ) untuk mengukur kohesivitas kelompok. Friendship Quality Scale (FQS) untuk mengukur kualitas persahabatan dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale (RPWBS) untuk mengukur Psychological well-being. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh kohesivitas kelompok terhadap kualitas persahabatan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 2) terdapat pengaruh kohesivitas kelompok terhadap psychological well-being dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kata Kunci: kohesivitas kelompok, kualitas persahabatan, psychological well-being, ekstrakurikule

    SISTEM PAKAR KENAKALAN REMAJA DI LUAR SEKOLAH BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

    Get PDF
    FITRI RAHMAWATI (2021) : SISTEM PAKAR KENAKALAN REMAJA DI LUAR SEKOLAH BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Minimnya pengetahuan tentang kenakalan-kenakalan remaja serta terbatasnya jumlah psikologi yang ada di Indonesia menyebabkan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap remaja yang terkenak kenakalan remajak yang mengakibatkan hancurnya generasi untuk masa yang akan datang. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mengesampingkan upaya mencegah dan mengobati terhadap remaja yang terkenak kenakalan remaja. Penelitian ini membuat sistem pakar untuk diagnosa kenakalan remaja yang bermasalah, sehingga dapat membantu masyarakat untuk mengetahui tentang kenakalan remaja diluar sekolah yang sedang terjadi pada remaja serta dapat mengatasi permasalahan kelangkahan pakar psikologi. Basis pengetahuan sistem ini dibuat dalam bentuk aturan if-then. Metode inferensi yang digunakan adalah Forward Chaining. Platform yang digunakan adalah Android. Jenis kenakalan yang bisa didiagnosa oleh sistem ini berjumlah 9 kenakalan. Hasil uji Blackbox menunjukkan fitur-fitur sistem yang dibuat berjalan dengan tingkat keberasilan 100 persen. Hasil unit test menunjukkan bahwa sistem telah berhasil melakukan inferensi dengan benar. Hasil User Acceptance Test menunjukan tingkat penerimaan pengguna adalah sangat baik yaitu 93,03 persen. Berdasarkan hasil uji-uji tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem pakar yang telah dibuat dapat direkomendasikan untuk digunakan oleh masyarakat sebagai alat bantu untuk diagnosa kenakalan remaja di luar sekolah. Kata Kunci: android,forward chaining, kenakalan remaja,Sistem Paka

    PENINGKATAN KESELAMATAN PADA JALUR KERETA API BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR 94 TAHUN 2018 DI KOTA PADANG

    Get PDF
    ABSTRAK Fitri Rahmawati (2023) : Peningkatan Keselamatan Pada Jalur Kereta Api Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 Di Kota Padang Penelitian ini dilatar belakangi terjadi kasus kecelakaan di perlintasan sebidang di Kota Padang yang semakin meningkat setiap tahunnya terutama pada perlintasan sebidang yang tidak memiliki rambu keselamatan pada perlintasan sebidang. Hal ini bertentangan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 Tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api Dengan Jalan sehingga mengakibatkan keselamatan para pengguna perlintasan sebidang memprihatikan karena kurangnya rambu keselamatan pada perlintasan sebidang tersebut. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini, bagaimana pelaksanaan peningkatan keselamatan pada jalur kereta api berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 di Kota Padang, apa faktor penghambat dalam melaksanakan peningkatan keselamatan pada jalur kereta api berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 di Kota Padang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan peningkatan keselamatan pada jalur kereta api berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 Di Kota Padang dan untuk mengetahui faktor penghambat dalam melaksanakan peningkatan keselamatan pada jalur kereta api berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 Di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Hukum Sosiologis yaitu dengan mengguanakan pendekatan penelitian kualitatif, dalam pendekatan penelitian ini data diperoleh dari berbagai sumber secara langsung dengan melihat secara langsung perlintasan sebidang yang tidak memiliki rambu keselamatan sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 Tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Antara Jalur Kereta Api Dengan Jalan. Data yang diperoleh dari penelitian adalah angket dan wawancara dari beberapa respoden. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa pelaksanaan dalam peningkatan keselamatan pada jalur kereta api belum terlaksana sebagaimana dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 dikarenakan masyarakat yang tidak memperbolehkan perlintasan illegal tersebut ditutup, bangunan liar yang berada disekitar perlintasan rel kereta api yang menghalangi jarak pandangan masinis maupun pengguna perlintasan sebidang lainnya, sarana prasarana yang masih kurang serta ganti kerugian akibat kecelakaan yang terjadi sehinga mengakibatkan kerugian dari kedua belah pihak. Kata Kunci : Peningkatan, Keselamatan, Jalur Kereta Ap

    PENGARUH MEDIA KOLASE BAHAN BEKAS TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK KELOMPOK B TK AL KHODIJAH KEDUNGSOKO TULUNGAGUNG

    Get PDF
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengaruh Media Kolase Bahan Bekas Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Kelompok B TK Al khodijah Kedungsoko Tulungagung” yang ditulis oleh Fitri Rahmawati, NIM. 17206163003, pembimbing Germino Wahyu Broto, M.Si. NIP. 19800301 201403 1 001 Kata kunci : Media Kolase Bahan Bekas, Kemampuan Motorik Halus Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil pengamatan dan dokumentasi oleh peneliti bahwa dalam pembelajaran motorik halus anak di TK Al Khodijah Kedungsoko Tulungagung kurang maksimal. Hal ini terlihat dalam setiap pembelajaran anak dalam pengembangan motorik halusnya. Untuk meningkatkan kemampuan motorik halus guru harus kreatif dan inovatif, oleh karena itu peneliti mencoba memakai media dari bahan bekas yang diharapkan dengan penggunaan media tersebut dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Adakah pengaruh media kolase bahan bekas terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Al Khodijah Kedungsoko? (2) Seberapa besar pengaruh media kolase bahan bekas terhadap kemampuan motorik halus pada anak kelompok B3 dan B4 di TK Al Khodijah Kedungsoko?. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media kolase bahan bekas terhadap kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Al Khodijah Kedungsoko Tulunggung dan seberapa besar keefektivitasan dalam penggunaan media kolase bahan bekas tersebut untuk mengukur kemampuan motorik halus anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi. Populasi dan sampel dalam penelitian adalah kelompok B di TK AL Khodijah Kedungsoko dengan jumlah 34 anak. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang positif dan signifikan dengan ditunjukkan dari hasil uji independent t.test yang diperoleh dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak. Untuk mengetahui besar pengaruh dari media kolase bahan bekas terhadap kemampuan motorik halus menggunakan rumus effect size dan diperoleh hasil sebesar 0,8 berdasarkan interpretasi pada tabel Cohen’s menyatakan besarnya presentase tersebut yaitu 79% yang termasuk dalam kategori large (besar). Sedangkan dalam hitungan rata-rata N-Gain score untuk kelas eksperimen adalah 86,5211 atau 86,5% termasuk dalam kategori efektif

    PENGARUH INTERAKSI SOSIAL REMAJA AWAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 2 MALEBER KABUPATEN KUNINGAN

    Get PDF
    Fitri Rahmawati : “Pengaruh Interaksi Sosial Remaja Awal Terhadap Motivasi Belajar pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Maleber Kabupaten Kuningan”. Penelitian ini bertitik tolak dari perolehan data wawancara bahwa kelompok Interaksi sosial Siswa kelas VIII Tahun Ajaran 2012/2013 yang sudah dapat dikatakan dapat mentaati tata tertib (disiplin) mereka rata-rata termotivasi untuk mengikuti pembelajaran, ini terbukti dari keaktifannya di kelas, suka mengerjakan tugas-tugas atau PR, dan nilai-nilanya pun sudah memenuhi standar. Akan tetapi berbeda dengan kelompok Interaksi sosial siswa yang dibilang kurang disiplin, mereka rata-rata tidak termotivasi untuk belajar, ini terbukti dari sering masuk telat, pasif saat pembelajaran berlangsung, bahkan kadangkala suka mencontek, dan nilai-nilanya pun di bawah ratarata. Hal tersebut hampir terjadi pada semua mata pelajaran, terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Proses Interaksi Sosial Remaja Awal, untuk memperoleh dan mengetahui data mengenai motivasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas VIII, dan untuk memperoleh data mengenai pengaruh Interaksi Sosial Remaja Awal terhadap motivasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas VIII. Kerangka Pemikiran dalam skripsi ini bahwa kelompok/teman interaksi sosial yang selalu rajin belajar, rajin berangkat sekolah, memiliki minat belajar yang tinggi tentunya akan memberikan motivasi bagi remaja sendiri untuk mencontoh temannya sehingga remajapun akan rajin belajar, rajin berangkat dan pada akhirnya akan memiliki prestasi yang bagus. Akan tetapi, apabila mereka berteman/berinteraksi dengan siswa yang bodoh, nakal, kurang disiplin maka tidak menutup kemungkinan merekapun akan mempunyai motivasi belajar yang kurang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, angket dan study dokumentasi. Untuk memperoleh data yang otentik dilakukan penyebaran angket. Sampel yang dijadikan penelitian yaitu kelas VIII sebanyak 67 orang. Data yang sudah terkumpul diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik korelasi product moment. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah proses Interaksi sosial remaja di SMP tergolong kategori kurang baik, dengan hasil yang diperoleh 42,091%. Dan hasil motivasi belajar tergolong kategori kurang baik, dengan hasil yg diperoleh 48,954%. Adanya hubungan atau tidak antara interaksi social remaja awal dengan motivasi belajar PAI SMP Negeri 2 Maleber Kabupaten Kuningan siswa Kelas VIII terlihat pada hasil perhitungan yang didapat sebesar 0,52%, yang menunjukan adanya korelasi yang sedang. Dan berdasarkan prosentasenya hanya 27,04% saja interaksi social remaja awal dapat mempengaruhi motivasi belajar PAI, dan masih ada 72,96% faktor lainnya yang lebih mempengaruhi motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Peningkatan Pemahaman Makna Tembang Macapat melalui Dongeng

    Get PDF
    Faninda Fitri Rahmawati. “PENINGKATAN PEMAHAMAN MAKNA TEMBANG MACAPAT MELALUI DONGENG PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI PLERET KIDUL KULON PROGO TAHUN AJARAN 2014/2015”. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2015.            Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman makna Tembang Macapat melalui dongeng pada siswa kelas IV SD Negeri Pleret Kidul Kulon Progo tahun ajaran 2014/2015.            Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Pleret Kidul Kulon Progo tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 25 siswa. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dan berlangsung selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Variabel yang menjadi sasaran perbaikan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pemahaman makna Tembang Macapat. Sedangkan variabel yang menjadi solusi perbaikan adalah dongeng. Teknik pengumpulan data adalah observasi, tes, dokumentasi, dan wawancara. Uji validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif (Miles &amp; Huberman), yang terdiri dari empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi).            Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dongeng dapat meningkatkan pemahaman makna Tembang Macapat pada siswa kelas IV SD Negeri Pleret Kidul Kulon Progo tahun ajaran 2014/2015. Peningkatan tersebut dapat diketahui dari peningkatan jumlah siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (≥70) pada setiap siklus, yaitu persentase ketuntasan klasikal pada prasiklus sebesar 40% meningkat menjadi 60% pada siklus I dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 92%.            Simpulan dari penelitian ini adalah dongeng dapat meningkatkan pemahaman makna Tembang Macapat pada siswa kelas IV SD Negeri Pleret Kidul Kulon Progo tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci: Pemahaman makna Tembang Macapat, Tembang Gambuh, dongen

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore