1,720,989 research outputs found
DESIGNING A BOOKLET OF AL-QUR’AN AL-AKBAR MUSEUM
DESIGNING THE BOOKLET OF AL-QUR’AN AL-AKBAR MUSEUM
(FITRI ANI, 2016, 49 pages, 41 pictures, 1 diagram)
The purpose of this study is to design the booklet of Al-Qur’an Al-Akbar Museum. The Research and Development Modification method by Sukmadinata et. al (2005) was used to design the booklet. The Research and Development Modification consists of preliminary study, model development and final product testing step. In preliminary study, the booklet draft was design based on the literature study, interview and observation about Al-Qur’an Al-Akbar Museum and booklet design. In model development, the booklet draft was developed by the comments of some experts in limited and wider testing. The experts were commented on the content of the booklet draft, including adding, paraphrasing, organizing and completing the information included in the booklet draft. In final product testing, the revised booklet draft was checked by two experts in terms of booklet design (background, color, fonts) and information about Al-Qur’an Al-Akbar museum. The valuable comments from the experts helped the writer to design the final booklet entitled “Al-Qur’an Al-Akbar Museum”. The booklet is expected to provide information about Al-Qur’an Al-Akbar Museum
Jual Beli Muhaqalah Menurut Imam al-Syafi’i ( W. 204 H/819 M) Dan Imam Ahmad Ibn Hanbal (W. 241 H/855 M)
ABSTRAK
Sah Fitri Ani : Jual Beli Muhaqalah Menurut Imam al-Syafi’i ( W. 204 H/819 M) Dan Imam Ahmad Ibn Hanbal (W. 241 H/855 M)
Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat antara Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad Ibn Hanbal mengenai hukum jual beli muhaqalahkedua Imam menggunakan dalil yang sama tetapi metode istinbath hukumnya berbeda. Adapun rumusan masalah dipenilitian ini adalah: Bagaimana pendapat Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad tentang hukum jual beli muhaqalah. Apa dalil yang digunakan oleh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad untuk mengistinbathkan hukum mengenai hukum jual beli muhaqalah. Bagaimana tinjauan fiqh muqaran tentang hukum jual beli muhaqalah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan pendapat Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad Ibn Hanbal mengenai hukum jual beli muhaqalah. Untuk mengetahui dan menjelaskan dalil yang digunakan oleh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad Ibn Hanbal mengenai hukum jual beli muhaqalah, serta untuk mengetahui bagaimana istinbath hukum yang digunakan oleh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad Ibn Hanbal mengenai hukum jual beli muhaqalah.
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), yaitu dengan menelaah literatur yang berhubungan dengan pembahasan ini. Sumber data terdiri atas sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer yaitu kitab-kitab fiqh Imam al-Syafi’i dan Imam Ahmad, serta bahan hukum sekunder yaitu kitab-kitab fiqh yang berkaitan dengan penelitian. Kitab-kitab tersebut dikumpulkan, kemudian dibahas dan dianalisa dengan menggunakan metode deskriptif, deduktif, induktif, dan komparatif.
Menurut analisis tinjauan fiqh muqaran, pendapat Imam al-Syafi’i lebih kuat yaitu tidak diperbolehkan jual beli apa yang belum tampak kebaikannya, dan apa yang masih berada didalam tanah. Sebagaimana penjelasan hadits dari Ibnu Umar Rasulullah melarang penjualan buah sebelum tampak baik, juga hasil tanaman yang dibulit-bulirnya sebelum aman dari kerusakan beliau melarang penjual dan pembeli. Menurut Ulama Hadits kedudukan hadits tersebut shahih serta pendapat ini lebih mashur dikalangan ulama
ANALISIS IMPLEMENTASI KERJA SAMA TERNAK SAPI DI DESA TITIAN RESAK KECAMATAN SEBERIDA DITINJAU MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH
ABSTRAK
Evi Nur Fitri Ani (2021): Analisis Implementasi Kerja Sama Ternak Sapi Di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida Ditinjau Menurut Perspektif Ekonomi Syariah.
Penelitian ini dilatar belakangi karena melihat banyaknya masyarakat Desa Titian Resak Kecamatan Seberida yang melakukan kerjasama di bidang ternak sapi. Praktik kerjasama ini lazim dilakukan karena dianggap dapat menjadi tabungan serta dapat membantu perekonomian masyarakat. Namun, dalam prakatiknya akibat kurangnya pengetahuan mengenai bentuk-bentuk kerjasama menyebabkan tidak terpenuhinya hak serta kewajiban dari masing-masing pihak. Untuk itu tujuan dari penelitian ini ialah memberikan pemahaman kepada masyakat desa mengenai pelaksanaan kerjasama ternak sapi yang sesuai dengan pandangan ekonomi syari’ah.
Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana implementasi kerjasama ternak sapi yang terjadi, bagaimana sistem bagi hasil atas kerjasama ternak sapi tersebut, serta bagaimana perspektif ekonomi syariah terhadap sistem kerjasama ternak sapi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian ini adalah pemilik dan pengelola yang bekerjasama ternak sapi.yakni berjumlah 26 orang dengan pengambilan jumlah sample subjek menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode yang diguanakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) bentuk kerjasama ternak sapi yang dilakukan di Desa Titian Resak Kecamatan Seberida bila dianalisis dengan menggunakan perspektif ekonomi syari’ah maka termasuk dalam bentuk kerjasama dengan akad mudharabah dengan pembagian hasil usaha dalam bentuk persentase tidak dengan menetapkan harga tertentu. (2) pada pelaksanaannya masih terdapat beberapa hal yang kurang sesuai dengan akad mudharabah diantaranya yaitu, bentuk akad hanya dalam lisan tidak ada bukti tertulisnya, tidak adanya batasan tertentu mengenai waktu kerjasama, masih adanya campur tangan pemilik modal (shahibul mal) dalam proses usaha mudharib untuk mendapatkan keuntungan yakni pada proses jual beli sapi. (3) pelaksaan bagi hasil menerapkan sistem perhitungan revenue sharing, yakni perhitungan pendapatan usaha sebelum dikurangi dengan beban usaha. Saran dari penelitian ini adalah bagi masyarakat Desa Titian Resak hendaknya ada perjanjian tertulis yang mengikat yang memuat hak dan kewajiban sipemilik modal dan pengelola. Hendaknya ada batasan waktu serta adanya kuasa penuh pengelola dalam menjalankan usaha.Selain itu hendaknya ada kejelasan mengenai perhitungan biaya-biaya perawatan yang dikeluarkan dalam mengelola ternak sapi. Hal ini tentu agar menghindari adanya salah satu pihak yang merasa terdzalimi dengan akad kerjasama tersebut.
Kata kunci: kerjasama, ternak sapi, mudharabah, bagi hasi
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
ANALISIS TINGKAT KREATIVITAS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI LINGKARAN PADA SISWA KELAS VIII MTs NURUL HUDA PULE TRENGGALEK TAHUN AJARAN 2017/2018
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “AnalisisTingkat Kreativitas Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Materi Lingkaran pada Siswa Kelas VIII MTs Nurul Huda Pule Trenggalek Tahun Ajaran 2017/2018” ini ditulis oleh Fitri Ani, NIM 1724143100, dibimbing oleh Dr. Muniri, M.Pd.
Kata Kunci : Tingkat Kreativitas, Menyelesaikan Masalah
Masalah yang terjadi dalam penelitian ini adalah masih banyaknya guru yang menekankan pemahaman tanpa memperhatikan kreativitas siswa dalam pembelajaran matematika. Hal ini terlihat saat siswa mengerjakan soal, mereka hanya berpatokan pada contoh yang diberikan guru. Kebanyakan siswa tidak mempunyai cara yang berbeda dari yang sudah diajarkan oleh guru, akibatnya tingkat kreativitas siswa tidak berkembang. Padahal tujuan pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan tingkat kreativitas siswa. Tingkat kreativitas sendiri dapat diketahui dan dikembangkan melalui pendekatakan penyelesaian masalah. Masalah yang digunakan berupa soal matematika non rutin atau kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah Bagaimana tingkat kreativitas siswa dalam menyelesaikan masalah matematika materi lingkaran pada siswa kelas VIII MTs Nurul Huda Pule Trenggalek tahun ajaran 2017/2018? Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan tingkat kreativitas siswa dalam menyelesaikan soal matematika materi lingkaran pada siswa kelas VIII MTs Nurul Huda Pule Trenggalek tahun ajaran 2017/2018.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun lokasi penelitian yang dipilih adalah MTs Nurul Huda Pule Trenggalek dengan subyek penelitian 5 peserta didik berdasarkan hasil tes. Data yang digunakan adalah data hasil tes dan wawancara dengan subyek. Tes yang digunakan mencakup materi lingkaran yang berkaitan dengan luas lingkaran dan garis singgung lingkaran. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data dan menarik simpulan. Adapun pengecekan keabsahan data melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan atau keajegan pengamat, triangulasi dan teman sejawat melalui diskusi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kefasihan dalam menyelesaikan masalah lingkaran ditunjukkan dengan kemampuan peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang diajukan dengan satu atau lebih cara yang tepat dan hasilnya benar. Kefasihan merupakan komponen kreativitas yang dominan dicapai oleh peserta didik. (2) Fleksibilitas dalam menyelesaikan masalah lingkaran ditunjukkan dengan kemampuan peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang diajukan dengan beberapa cara yang memiliki pendekatan berbeda secara tepat.(3) Kebaruan dalam menyelesaikan masalah ditunjukkan dengan kemampuan peserta didik dalam memecahkan permasalahan yang diajukan dengan satu cara tersendiri atau baru yang tidak digunakan oleh peserta didik lain.(4) Tingkat kreativitas tertinggi yang dicapai subyek yaitu Tingkat 4 (Sangat Kreatif) karena mampu menunjukkan kefasihan, fleksibilitas dan kebaruan. (5) Tingkat 3 (Kreatif) dicapai oleh tiga subyek, dua subyek pada soal nomor 1 dan 2 dan satu subyek pada soal nomor 1 karena mampu menunjukkan kefasihan dan fleksibilitas, tingkat ini merupakan tingkat yang paling dominan dicapai oleh subyek. (6) Tingkat 1 (Kurang Kreatif) dicapai oleh satu subyek pada soal nomor 1 karena hanya mampu menunjukkan kefasihan saja. (7) Tingkat kreativitas 0 dicapai oleh dua subyek yakni subyek pertama pada nomor 1 maupun nomor 2 dan subyek kedua pada nomor dua karena tidak mampu memenuhi satu pun dari indikator kreativitas
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
