1,720,965 research outputs found
Perancangan Desain S.O.P dan Logo Kompetisi Marketing oleh Susu Cair Siap Minum
Memilih PT. Nutrifood Indonesia sebagai tempat magang karena ingin mengetahui cara bekerja secara profesional di perusahaan besar. Ingin mencoba mendesain brand-brand besar yang telah terkenal. Bagaimana alur kerja dan hubungan antar sesama partner kerja. Kemudian kendala kedua yang ditemukan penulis yaitu kebosanan. Penulis merasa tidak bebas dalam berkarya desain pada awalnya. Hal ini dikarenakan sudah adanya desain awal karya desainer sebelumnya. Tetapi setelah mengerti akan perbandingan jumlah desain yang harus selesai antara waktu yang singkat. Penulis mulai dapat menerima hal-hal tersebut. Selain itu pembimbing penulis yang melihat hal ini memberikan penulis kesempatan untuk menciptakan desain baru. Berupa perancangan desain kompetisi marketing untuk mempromosikan brand susu dari Nutrifood. Dengan hal-hal yang telah dilalui oleh penulis selama periode magang ini. Penulis banyak belajar sesuatu yang baru. Seperti cara menjaga hubungan baik di lingkungan kantor. Selain itu dapat beretika baik tanpa melihat posisi atau jabatan. Hal ini dapat diteladani dari para atasan-atasan yang tetap sopan kepada penulis maupun terhadap lainnya
AN ANALYSIS OF INTERNAL AND EXTERNAL INFLUENCES OF IMPULSE BUYING
AN ANALYSIS OF INTERNAL AND EXTERNAL INFLUENCES OF IMPULSE BUYING -
Penuntutan tindak pidana korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berdasarkan UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi / oleh Femmy
Perancangan Media Informasi Pengenalan Tokoh-tokoh Pewayangan Wanita Indonesia untuk Usia 17-23 Tahun
Media informasi yang akan diangkat pada tugas akhir ini bertemakan tokoh-tokoh wayang wanita yang memiliki sudut pandang tersendiri dalam kisah-kisah pewayangan. Sehingga peristiwa dibalik kisah terkenal pewayangan dapat diketahui oleh generasi muda Indonesia. Remaja Indonesia dengan gaya hidup modern dan serba instan, malas untuk mengenal pewayangan. Mereka lebih menyukai hiburan yang simpel tetapi tetap mengasyikan. Sedangkan wayang di mata para remaja sangat kuno dan kurang diminati. Sebagai generasi penerus bangsa, remaja diharapkan dapat mengenal budaya dan tradisi bangsnya sendiri. Oleh karena itu kebudayaan Indonesia berupa pewayangan harus dipelajari. Selain itu media informasi tentang tokoh-tokoh pewayangan wanita ini diharapkan dapat menghilangkan pandangan bahwa wayang sangat tradisional dan rumit. Media informasi dengan ilustrasi yang menarik dapat mendekatkan keduanya. Sehingga pewayangan dapat dikenal dan dicintai oleh para remaja
Kurikulum muatan lokal: di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu perspektif sejarah
Buku ini mengkaji tentang kurikulum muatan lokal, khususnya proses penyusunan, pelaksanaan pembelajaran dan faktor yang mendorong dan menghambat proses pelaksanaan pembelajaran kurikulum muatan lokal di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu perspektif sejarah. Di Kabupaten Rejang kurikulum muatan lokal sudah diterapkan sejak tahun 2009. Penerapan kurikulum muatan lokal sejak tahun 2009 di Kabupaten Rejang Lebong tersebut pun tidak terlepas dari pengaruh penerapan undang-undang otonomi daerah, 4 yang memberikan kewenangan untuk mengurus daerahnya masing-masing salah satunya bahan kurikulum muatan lokal serta desakan dari Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Rejang Lebong. Melalui rapat para anggota BMA akhir tahun 2008 direkomendasikan untuk penerapan kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah di Kabupaten Rejang Lebong. Muatan lokal dimaksudkan untuk mengembangkan potensi yang ada di Kabupaten Rejang Lebong sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan disekolah, serta mengembangkan potensi sekolah sehingga memiliki keunggulan yang kompetitif.
Di Kabupaten Rejang Lebong proses pelaksanaan pembelajaran kurikulum muatan lokal di laksanakan di tingkat SD (Sekolah Dasar)/ MI (Madrasah Ibtidaiyah), yakni Aksara Ka Ga Nga, termasuk bahasa dan budaya Rejang, baca tulis Al-Qur‟an, tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama)/MTS (Madrasah Tsanawiyah), dan SMA (Sekolah Menengah Atas)/MA (Madrasah Aliyah) disesuaikan dengan kondisi sekolah, umumnya adalah bahasa Inggris, keterampilan seni dan budaya Rejang yakni aksara Ka Ga Nga. Namun, muatan lokal yang wajib diajarkan yakni budaya dan bahasa Rejang termasuk didalamnya aksara Ka Ga Nga dan Baso Jang Te- bahasa dan aksara Rejang itu sendiri. Penguatan akan hal ini ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Rejang Lebong nomor 2 tahun 2009 pasal 41 ayat (4a) bahwa kurikulum muatan lokal ditetapkan berdasarkan kebutuhan belajar khusus masyarakat Rejang Lebong yakni budaya dan bahasa Rejang
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Metode Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas V Di SDN 6 Langkai Palangka Raya
This study aims to determine the increase in the learning activity of fifth grade students by applying the talking stick learning method. The research method used is Classroom Action Research (CAR) or Classroom Action Research which consists of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were fifth grade students at SDN 6 Langkai Palangka Raya which consisted of 25 students. The research was conducted in 2 cycles, each cycle was carried out 3 times with data collection techniques using student activity observation sheets and field notes. The results showed that the application of the talking stick learning method can increase student learning activity, this is evidenced in the pre-cycle activities as a whole, the results of observations got an average score of 50.9, in the first cycle of meeting 1 it increased to 59.1, at the second meeting. increased to 65, at the 3rd meeting increased to 72.7. Furthermore, in the second cycle of meeting 1, student activity reached 79.8, the second meeting reached 84.7 and at the third meeting increased to 92.6 with a very good category. So that the increase from pre-cycle activities of 50.9 to the first cycle of 72.7 activities, there was an increase of 21.8 points. As for the activities of the first cycle of 72.7 to the activities of the second cycle of 92.6, there was an increase of 19.9 points. In addition, the success of the application of the talking stick learning method is influenced by the skills of the teacher in guiding students during learning, so that learning using the talking stick method feels fun. Thus, it can be concluded that the application of the talking stick learning method is proven to increase the learning activity of fifth grade students at SDN 6 Langkai Palangka Raya.Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar siswa kelas V dengan penerapan metode pembelajaran talking stick. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN 6 Langkai Palangka Raya yang terdiri dari 25 siswa. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi keaktifan siswa dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran talking stick dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa, hal ini dibuktikan pada kegiatan pra siklus secara keseluruhan hasil pengamatan mendapat skor rata-rata sebesar 50,9, pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 59,1, pada pertemuan 2 meningkat menjadi 65, pada pertemuan 3 meningkat menjadi 72,7. Selanjutnya siklus II pertemuan 1 keaktifan siswa mencapai 79,8, pertemuan 2 mencapai 84,7 dan pada pertemuan 3 meningkat menjadi 92,6 dengan kategori sangat baik. Sehingga diperoleh peningkatan dari kegiatan pra siklus sebesar 50,9 hingga kegiatan siklus I sebesar 72,7 terdapat peningkatan sebesar 21,8 poin. Adapun dari kegiatan siklus I sebesar 72,7 hingga kegiatan siklus II sebesar 92,6 terdapat peningkatan sebesar 19,9 poin. Di samping itu keberhasilan penerapan metode pembelajaran talking stick dipengaruhi oleh kemahiran guru dalam memandu siswa selama pembelajaran, sehingga pembelajaran dengan menggunakan metode talking stick terasa menyenangkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran talking stick terbukti dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas V SDN 6 Langkai Palangka Raya
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
