124 research outputs found
KOMPOSISI DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI ASAP CAIR SABUT KELAPA YANG DIBUAT DENGAN TEKNIK PEMBAKARAN NON PIROLISIS Composition and Antibacterial Activity of Liquid Smoke of Coconut Fiber Made by NonPirolisis Combusting Technique
Food preservation by liquid smoke was one of the food conservation techniques that was easy to be conducted.Nonetheless, it was difficult in reality for people to product liquid smoke because of the complicated process in making pirolisis tools. This study was conducted to learn how to make liquid smoke by non pirolisis technique using the basic material of coconut fiber. And then, it must be performed in the liquid smoke, the redistilation and the adsorption process using active carbon. The quality of liquid smoke was examined by observing the components using Gas chromatography-Mass Spectrophotometry (GC-MS) and performing test of antibacterial activity to three kinds of bacterias: Salmonella choleraeaeus, Bacillus subtilus, and Staphylococcus aureus using technic of well in the PCA media of 108/ml in population. Based on the study results, it was found that the original liquid smoke (without redistilation and adsorption process using active carbon) consisted at least of 21 components, redistilated liquid smoke consist at least of 31 components, and adsorpted liquid smoke using active carbon consisted at least of 5 components. From the result of test of antibacterial activity, it was found that the redistilated liquid smoke showed better bacterial activity than in the original liquid smoke, whereas the absorpted liquid smoke using active carbon had the smallest activity among them. It was because of the content of the 2-methoxiphenol compound in the redistilated liquid smoke was the highest among them. And based on this phenomena, it was found that redistilation technique could increase the quality of liquid smoke of coconut fiber made by non pirolisis combusting method.
ABSTRAK
Pengawetan menggunakan asap cair merupakan salah satu teknik pengawetan bahan pangan yang mudah diaplikasikan.Meskipun demikian, pada kenyataannya, masyarakat kesulitan memproduksi asap cair dikarenakan sulitnya membuat peralatan pirolisis. Penelitian ini dilakukan guna mengkaji pembuatan asap cair dengan teknik non pirolisis dari bahan dasar sabut kelapa. Selanjutnya pada asap cair yang dihasilkan dengan teknik ini, dilakukan redistilasi dan penyerapan dengan karbonaktif. Kualitas asap cair yang dihasilkan diuji dengan melihat komponen penyusun asap cair dengan kromatografi gas - spektrofotometer massa (GC-MS) serta uji aktivitas antibakteri terhadap 3 jenis bakteri yaitu Salmonella choleraeaeus, Bacillus subtilus dan Staphylococcus aureus menggunakan teknik sumur pada media PCA dengan jumlah populasi 108/ml. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa asap cair asli (tanpa redistilasi dan penyerapan dengan karbon aktif) sedikitnya mengandung 21 komponen, asap cair redistilasi sedikitnya mengandung31 komponen dan asap cair hasil penyerapan dengan karbon aktif mengandung sedikitnya 5 komponen. Dari hasil uji antibakteri diketahui bahwa asap cair hasil redistilasi menunjukkan aktivitas antibakteri yang lebih baik dibandingkan asap cair asli, sedangkan asap cair hasil penyerapan dengan karbon aktif mempunyai aktivitas yang paling kecil dibandingkan keduanya. Hal tersebut dikarenakan kandungan senyawa 2-metoksifenol yang paling tinggi pada asap cair redistilasi dibandingkan keduanya. Berdasarkan hal tersebut, diketahui bahwa teknik redistilasi dapat meningkatkan kualitas asap cair sabut kelapa yang dibuat dengan metode pembakaran non pirolisis
MEMPELAJARI REAKSI ISOMERISASI SAFROL DENGAN PEREAKSI KOH/n-BuOH DAN NaOH/CH2OHCH2OH
The studies have been done about the transformation of safrole into isosafrole. The transformation was done using reagents, namely KOH/n-BuOH and NaOH/CH2OHCH2OH. The purities of all
products were tested with thin layer and gas chromatography. Thereafter the structures were identified with infrared spectrophotometers, NMR1H and 13C spectrometry, and mass spectrometry. The
isomerization product of safrole into isosafrole with highest percentage yield (75%) was given NaOH/CH2OHCH2OH
(Peer Review + Similarity + Document) Manajemen Inovasi Bernafaskan Islam Melalui Analisis SWOT pada UMKM Kuliner
UMKM merupakan salah satu penentu kecepatan pergerakan ekonomi disaat ini. UMKM yang berpotensi
baik pada pasar ialah UMKM kuliner. Hal ini disebabkan makanan adalah kebutuhan pokok manusia dan
penunjang pada pergaulan. Jenis UMKM Kuliner yang memiliki prospek yang cukup menjanjikan dan
menguntungkan adalah 1) UMKM kuliner makanan ringan, 2) UMKM Kuliner usaha minuman, 3) UMKM
kuliner warung tenda, 4) UMKM Kuliner Rumah Makan, 5) UMKM Kuliner bisnis katering. UMKM kuliner
saat ini berkembang pesat terutama di daerah kampus Kabupaten Jember tepatnya di Kecamatan Sumbersari.
Di daerah kampus ada beberapa Perguruan Tinggi sehingga banyak terdapat mahasiswa baik yang dari
Jember atau luar Jember. Namun, banyak UMKM kuliner yang tidak mampu bertahan lama dan tutup ini
membuktikan bahwa dalam menjual produk tidak hanya membutuhkan harga yang bersaing. Tetapi perlu juga
manajemen inovasi. Kegiatan ini bertujuan membuat manajemen inovasi bernafasan Islam melalui analisis
SWOT yang tepat pada UMKM kuliner di wilayah kampus Kabupaten Jember. Penelitian dilaksankan secara
kualitatif deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT dalam menentukan manajemen inovasi yang akan
diterapkan pada UMKM, yang didukung melalui mencari data dengan tehknik wawancara, observasi dan
dokumentasi. Hasil penelitian yaitu bahwa secara garis besar UMKM kuliner di wilayah kampus memiliki
peluang adanya potensi pasar yang terus tumbuh dan dukungan dari pemerintah, ancamannya adalah persaingan
yang semakin ketat, kekuatannya memiliki semangat untuk terus berkarya dan berinovasi, sedangkan
kelemahannya adalah terbatasnya modal. Sehingga UMKM harus terus menerapkan manajemen inovasi
terutama manajemen inovasi bernafasan Islam agar bisa bertahan dan terus berkembang. Pengaplikasian
manajemen inovasi bernafasan Islam pada UMKM kuliner di daerah kampus adalah dengan cara penetapan
standar kualitas produk dan pelayanan, Mengembangkan kualitas produk dan pelayanan, menetapkan harga
yang mampu besaing, Memanfaatkan dan memberdayakan kekuatan dan peluang, serta menerapkan sistem
persaudaraan dan selalu menjaga kepercayaan dalam segala kegiatan. Sistem persaudaraan berarti menjalin
hubungan baik dengan pemasok, pesaing dan pelanggan. Pemasok yang menganggap kita saudara akan
memasok barang tepat waktu, kualitas terjamin dan harga bersaing. Pesaing yang menganggap kita saudara akan
melakukan persaingan secara sehat dan bersifat saling membantu. Pelanggan yang menganggap kita saudara
akan bersifat loyal terhadap usaha kita. Sistem persaudaraan ini bisa berjalan terus apabila terdapat kepercayaan.
Kata Kunci: Manajemen, Inovasi, Islam, UMKM, Kuliner, SWO
LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANGGOTA ‘AISYIYAH DALAM PEMBERDAYAAN POTENSI EKONOMI DAERAH UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DIRI DAN KEMAJUAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH DI BALUNG JEMBER
MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANGGOTA ‘AISYIYAH DALAM PEMBERDAYAAN POTENSI EKONOMI DAERAH UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DIRI DAN KEMAJUAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH DI BALUNG JEMBER
berdasarkan kepada ajaran tauhid dan tawakkal kepada Allah. Muhammadiyah dalam gerakannya memiliki amal usaha. Memajukan amal usaha Muhammadiyah juga merupakan kewajiban anggota ‘Aisyiyah. ‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan Persyarikatan Muhammadiyah. ‘Aisyiyah dapat berperan meningkatkan kemajuan amal usaha Muhammadiyah dengan menjalankan berbagai kegiatan positif salah satunya dengan cara Pemberdayaan Potensi Ekonomi daerah. Pemberdayaan potensi ekonomi lingkungan adalah mempergunakan kelebihan dan peluang ekonomi yang ada di daerah untuk meningkatkan kesejahteraan. Pemberdayaan potensi ekonomi daerah dapat dilaksanakan dengan cara memanfaatkan peluang usaha dan melakukan pelatihan dalam membuka usaha. Kegiatan pemberdayaan potensi ekonomi daerah yang dilaksanakan anggota ‘Aisyiyah diharapkan dapat meningkatkan kemandirian diri dan kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah dengan cara memanfaatkan keunggulan dan potensi yang ada di daerah menjadi kegiatan usaha sehingga dapat meningkatkan kemadirian diri, meningkatkan kemajuan amal usaha Muhammadiyah cabang Balung dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Pemberdayaan, Potensi, Ekonomi, daera
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI DAUN LALAPAN (THE ANTIOXIDANT ACTIVITY OF LALAPAN LEAFS)
This Research was to determined of the total of phenol content and also to test the antioxidant activity of four lalapan leafs that are kemangi (sweet bacil, Ocinum Bacilicum), kemang (Mangifera kemanga), selada (cress) and also poh pohan (Pilea trinervina). The total of phenol content of extract of lalapan leafs determined as tannic acid, whereas the test of antioxidant activity determined by method of diene conjugation. The result of analysis indicated that the total of the highest phenol content is extract of kemang leaf (1,14 mg/g), followed by pohpohan (0,84 mg/g), kemangi (0,68 mg/g) and also selada (0,54 mg/g). Pursuant to concentration of diene conjugation, knew that the kemang has the highest activity than the other lalapan leafs
Artikel (STRATEGI KREATIF UMKM KERAJINAN TANGAN DI ERA DIGITAL PADA WILAYAH KABUPATEN JEMBER)
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Identifikasi perilaku
konsumen terhadap produk UMKM Kerajian Tangan di wilayah Jember dan
bagaimana strategi kreatif UMKM kerajinan tangan di era digital pada wilayah
Kabupaten Jember. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 100 responden. Dalam
penelitian ini menggunakan alat analisis data Importance-Performance Analysis,
Diagram sebab-akibat (Fish Bone Diagram), Analisis SWOT. Hasil identifikasi
perilaku konsumen terhadap produk UMKM adalah produk UMKM belum
mampu mempengaruhi perilaku konsumen untuk membeli. Dibuktikan dengan
nilai rata-rata pelaksanaan adalah 2,67. Nilai rata-rata harapan adalah 4,03.
Variabel-variabel yang dipertimbangkan untuk identifikasi perilaku konsumen
terhadap produk UMKM Kerajian Tangan di wilayah Jember adalah Faktor
Budaya, Faktor Sosial, Faktor Pribadi, dan Faktor Psikologi. Strategi yang
digunakan untuk meningkatkan kepuasan masyarakat adalah: Strategi SO: 1)
Perbaikan kualitas produk dan pelayanan. 2) Research and development. Strategi
WO: 1) Penggalian modal 2) Promosi 3) Pengembangan mutu SDM. 4)
Meningkatkan semangat kerja SDM. Strategi ST: Optimalisasi kualitas
pelayanan. Strategi WT: Community development. Strategi SO (Strenghts –
Opportunities) merupakan alternatif strategi yang harus segera dilaksanakan oleh
UMKM, hal ini dikarenakan alternatif strategi SO dapat meningkatkan
kemampuan bersaing UMKM dengan cepat dan menanggulangi masalah-masalah
penting yang dihadapi oleh UMKM. Penggunaan alternatif strategi SO berarti
pemanfaatan kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh UMKM secara optimal.
Kekuatan dan peluang yang dimiliki UMKM harus dimanfaatkan sebaik mungkin
karena ini merupakan aset yang dimiliki oleh UMKM
Analisis program hafalan Al-Qur’an pada siswa kelas IV MI Miftahul Huda Kelurahan Karang Pamulang Kecamatan Mandala Jati Kota Bandung
Penelitian ini dilakukan disebabkan karena adanya suatu fenomena menarik terkait adanya program hafalan Al-Qur’an yang ditemukan pada siswa kelas IV di MI Miftahul Huda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui program hafalan Al-Qur’an dan untuk mengetahui kesulitan menghafal Al-Qur’an yang dirasakan oleh siswa kelas IV MI Miftahul Huda.
Program hafalan Al-Qur’an merupakan suatu cara untuk meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an yang dimiliki oleh seseorang. Untuk mengetahui baik atau buruknya hafalan dan faktor kesulitan menghafal siswa kelas IV MI Miftahul Huda penulis melakukan serangkaian tes lisan kepada siswa dan melakukan proses wawancara terhadap siswa dan guru terkait faktor kesulitan menghafal yang terjadi kepada siswa.
Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis data yang penulis digunakan pada penelitian ini yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah tes lisan kepada siswa, wawancara kepada siswa dan guru serta dokumentasi untuk memperkuat data yang ada.
Adapun hasil penelitian yang telah dilakukan diantaranya yaitu: sebanyak 8 siswa dengan persentase 40% memiliki kualitas hafalan yang baik sekali, sebanyak 5 siswa dengan persentase 25% memiliki kualitas hafalan yang baik, sebanyak 7 siswa dengan persentase 35% memiliki kualitas hafalan cukup dan tidak ada siswa yang memiliki kualitas hafalan yang kurang dan sangatlah kurang. Secara keseluruhan telah diketahui bahwa kualitas hafalan yang dimiliki oleh siswa kelas IV MI Miftahul Huda memiliki kualitas hafalan yang cukup baik. Hal ini terjadi karena adanya suatu program hafalan di MI Miftahul Huda yang bernama program WAFA MimHa.
Kata Kunci: Kualitas, Hafalan Al-Qur’an, Kesulitan Menghafal, Madrasah Ibtidaiya
Peer review (THE INNOVATION OF MSME CULINARY MARKETING STRATEGY)
The innovation of marketing strategy that can be done by SMES Culinary in Jember for business
development needed an analysis about the business conditions. The formulation of the problems
studied in this research is how to innovate marketing strategy with SWOT analysis for MSME
culinary that exist in Jember. This method of research is done using a qualitative method of
descriptive analysis with SWOT analysis. Results of external Internal MSMES is in the V
quadrant marked Asterix (2.45; 2.6) which means having a stability/growth strategy to develop
in the future, the strategy that can be applied to SMES, namely the strategy of maintaining and
Maintaining, market penetration and product development. Result of the SWOT of the SMES
culinary Jember has a strategy of S-O strategy that can be done in a SME that is to maintain
product quality, set a cheap price as well as utilize local potentials. Based on the results of the
innovations marketing strategy SMES culinary Jember namely developing the quality of existing
products and adding product variants, set a cheap price to attract consumers as well as utilize
local potential for example tourism and Culture
LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANGGOTA ‘AISYIYAH DALAM PEMBERDAYAAN POTENSI EKONOMI DAERAH UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DIRI DAN KEMAJUAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH DI BALUNG JEMBER
- …
