2 research outputs found
Perancangan Mesin Pengiris Singkong Tenaga Ganda
ABSTRAK Faristya Anggella Putri dan Rahma Hidayati. 2016. Mesin Pengiris Singkong Tenaga Ganda. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Basuki, M.Pd. (II) Drs. Solichin, S.T., M.Kes Kata Kunci: Singkong, pengiris, produksi. Singkong merupakan tanaman umbi-umbian yang mengandung karbohidrat. Masyarakat Indonesia sudah mengenal singkong sebagai bahan makanan, bahkan menjadikannya sebagai makanan pokok. Seiring dengan perkembangan jaman, olahan singkong menjadi semakin bervariatif, salah satunya adalah keripik. Permintaan konsumen semakin meningkat, sehingga produsen keripik singkong kewalahan untuk memenuhi permintaan konsumen. Pada awalnya pengirisan singkong dilakukan manual dengan memanfaatkan tenaga manusia. Pengerjaan secara manual ini dilakukan dengan cara mengiris singkong yang dipegang oleh para pekerja ke pisau yang sudah dipasang pada suatu meja kayu. Hasil irisan singkong yang dikerjakan secara manual sangat sedikit yaitu lebih kurang 18 kg/jam. Hasil ini tidak sebanding dengan permintaan konsumen, sehingga beberapa produsen keripik singkong mulai beralih dengan menggunakan mesin pengiris singkong. Mesin pengiris singkong tenaga ganda adalah suatu mesin pengiris dengan menggunakan penggerak motor listrik dan engkol pemutar manual. Engkol dapat digunakan ketika listrik padam, sehingga produsen tetap dapat memproduksi keripik. Kelebihan dari mesin pengiris singkong tenaga ganda ini pada desainnya yang portable, sehingga tidak memerlukan tempat yang luas untuk penempatannya, menggunakan tambahan engkol dengan sistem manual yang bertujuan agar mesin tetap dapat dioperasikan saat listrik padam, serta jumlah pisau pengiris dan tempat singkong berjumlah tiga, sehingga hasil produksi lebih banyak. Disamping mempunyai kelebihan, mesin ini juga mempunyai kekurangan yaitu apabila pisau tumpul maka harus memesan pisau dengan ukuran yang telah ditentukan karena pisau tidak dijual di pasaran. Selain itu apabila pekerja bekerja menggunakan tuas/engkol, maka tempat singkong yang digunakan hanya 1 saja sehingga tempat singkong yang lainnya tidak terpakai. Perawatan mesin pengiris singkong tenaga ganda ini cukup mudah. Setelah selesai menggunakan mesin, mesin cukup dilap dan dibersihkan dari sisa-sisa potongan singkong yang menempel menggunakan kain basah, memberikan pelumasan pada gear box dan rantai tiap satu bulan sekali sehingga mesin tetap bekerja dengan baik, serta mengganti komponen mesin yang rusak atau tidak layak pakai dengan komponen yang baru
Studi Pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Kota Malang
ABSTRAK Putri, Faristya Anggella. 2017. Studi Pengelolaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) di SMK PGRI 3 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Yoto, S.T., M.Pd., M.M., (II) Drs. Yuni Sunarto., M.Pd. Kata Kunci: UKK, SMK, LSP-P1, Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI)Pendidikan menengah kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan pengembangan kemampuan peserta didik untuk pelaksanaan jenis pekerjaan tertentu. Namun, fakta empirik menyebutkan bahwa tingkat pengangguran terbuka penduduk usia 15 tahun ke atas menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan, lulusan sekolah menengah kejuruan dengan persentase tertinggi, yaitu 9,84%, meningkat dari 9,05%. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal ini adalah dengan melalui pengadaan Ujian Kompetensi Keahlian untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pelaksanaan UKK bertujuan untuk mengukur pencapaian kompetensi siswa pada level tertentu sesuai Kompetensi Keahlian yang ditempuh selama masa pembelajaran di SMK.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui persiapan sekolah dalam menyusun perencanaan pengelolaan uji kompetensi keahlian, pelaksanaan uji kompetensi keahlian, proses penilaian dan sertifikasi, faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan uji kompetensi keahlian di SMK PGRI 3 Kota Malang, serta untuk mengetahui perbedaan antara Uji Kompetensi LSP dengan Uji Kompetensi dengan pihak DUDI di SMK PGRI 3 Kota Malang.Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data diambil dari informan yang memiliki kemampuan dan kesesuaian dengan kasus yang ada diperkuat dengan bukti foto dokumentasi, dokumen pendukung, dan sebagainya. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan diakhiri penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data, maka dilakukan teknik triangulasi.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh lima simpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, persiapan pelaksanaan uji kompetensi keahlian BNSP sepenuhnya dilakukan oleh pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang. Dimulai dari mendaftarkan SMK untuk mengikuti uji kompetensi keahlian ke Dinas Pendidikan Kota Malang. Selanjutnya menyiapkan berkas verifikasi TUK, kemudian dilaksanakan verifikasi TUK dan diterbitkan Surat Keputusan (SK) tentang penetapan TUK. Disaat yang bersamaan, pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang juga menyiapkan siswa yang akan mengikuti UKK, soal yang akan diujikan, sarana dan prasarana yang dibutuhkan, serta asesor/penguji. Kedua, pelaksanaan UKK pada bulan Oktober dan berlangsung selama 1 minggu. Dalam 1 hari seorang asesor hanya di ijinkan untuk menguji 10 siswa. Bagi siswa yang dinyatakan tidak kompeten, maka akan mengikuti ujian remidi bersama pihak DUDI. Terlaksananya uji kompetensi yang sesuai dengan rencana tersebut tidak lepas dari peran beberapa pihak, yakni Kepala LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang, Kepala bengkel, dan asesor. Ketiga, penilaian UKK LSP terdiri dari ujian praktik dan teori. Penilainnya meliputi persiapan, unjuk kerja, hasil kerja, serta sikap kerja. Syarat-syarat lulus uji kompetensi keahlian yaitu untuk ujian teori siswa harus mendapat nilai 80%, dan untuk ujian praktek minimal ada 4 item yang tidak sesuai ukuran. Pada tahap akhir pelaksanaan uji kompetensi keahlian, pihak LSP-P1 SMK PGRI 3 Malang akan memberikan sertifikat yang diterbitkan oleh BNSP kepada siswa yang dinyatakan kompeten. Keempat, Faktor pendukung dalam pelaksanaan uji kompetensi keahlian di SMK PGRI 3 Malang adalah peralatan dan mental siswa. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kendala teknis serta siswa yang sudah dijadwalkan untuk mengikuti ujian terkadang tiba-tiba berhalangan hadir. Solusi untuk kendala teknis seperti listrik yang tiba-tiba mati, sekolah memiliki jenset yang dapat digunakan sebagai solusi saat hal ini terjadi. dan disiapkan 1 mesin sebagai cadangan yang dapat digunakan oleh siswa jika ditengah ujian praktek tiba-tiba mesin mengalami kendala. Kelima, perbedaan pokok antara UKK yang diselenggarakan oleh LSP-P1 dengan UKK yang bekerjasama dengan pihak DUDI adalah materi yang diujikan, syarat kelulusan, waktu pelaksanaan, asesor, serta sertifikatnya untuk UKK LSP diterbitkan oleh BNSP, sedangkan UKK DUDI diterbitkan oleh institusi pasangan. Saran yang diberikan dari hasil penelitian yaitu: (1) Kepada SMK yang belum membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) disarankan untuk segera membentuk LSP-P1 mengingat Inpres No.9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, dan kompetensi yang dimiliki oleh siswa setelah lulus dari SMK dapat diakui secara nasional; (2) Kepada industri disarankan untuk membuka peluang yang lebih besar bagi SMK yang siswanya telah memiliki sertifikat yang berstandar nasional. Selain itu, nama perusahaan akan menjadi lebih baik lagi jika karyawannya memiliki kompetensi yang diakui secara nasional; (3) kepada pemerintah disarankan untuk lebih giat lagi dalam melakukan sosialisasi pada SMK untuk membentuk LSP-P1 (4) Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk membahas secara lebih mendalam sub penelitian dalam penelitian ini
