30 research outputs found
Qalqalah. The Subject of Language
1 h 8 min«Qalqalah: The Subject of Language» is a fictional departure from «Delusions of Reference: From Language to Art», which grapples with the question ‘what is an institution?’ Through the fictional character Qalqalah, Sarah Rifky, follows a tangent to speak to art institutions and their futures through curatorial thinking and practice. Prior to asking about the future of art institutions, we must pose two questions: what is the future of art? And more importantly, what is the future of language?
The talk will be followed by a Q&A with the audience, expanding on Rifky’s practice on how to think about institution building curatorially, how her relationship to institutions has changed in relation to the failure of insurrection and her work with Beirut 2012-2105 as well as her tribulations with the historiography of art in the Arab world.
Sarah Rifky is a writer and curator based in Cairo, where she co-founded Beirut in 2012, an art space that thinks about institution building as a curatorial act. She is founder of CIRCA (Cairo International Resource Center for Art). She was a Curatorial Agent of dOCUMENTA 13 in Kassel, Germany. In 2010 she was Adjunct Professor of Art History and Theory at the American University in Cairo. Rifky is author of «The Going Insurrection» (2011) and «Delusions of Reference: In Defense of Art» (forthcoming). She is co-editor of the artist book «Damascus: Tourists, Artists and Secret Agents» (2009)
Pengaruh Kesesuaian taraf Intensitas Bunyi Musik Sebagai ilustrasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Hasil Belajar di SMP IV-8 Kartika Kota Malang
PENGARUH KESESUAIAN TARAF INTENSITAS BUNYI MUSIK SEBAGAI ILUSTRASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SMP IV-8 KARTIKA KOTA MALANGFahrizal Rifky, Soerjo Wido Minarto, Ika Wahyu Widyawati Universitas Negeri MalangEmail: [email protected], [email protected], [email protected] ABSTRAK: Tujuan penelitian ini yaitu mencari taraf intensitas bunyi musik sebagai ilustrasi pembelajaran dan pengaruh kesesuaian taraf intensitas bunyi musik terhadap hasil belajar. Bentuk penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest-Postest Design. Variabel bebas yaitu penggunaan iringan musik dengan taraf intensitas bunyi yang sudah ditentukan pada pembelajaran biologi. Sedangkan variabel terikat, yaitu hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi di SMP IV-8 Kartika Kota Malang. Populasi penelitian ini siswa kelas VIIIC dan VIIID. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen untuk mengukur hasil belajar menggunakan pre-test dan post-test. Validitas instrumen tes diuji dengan rumus product moment karl pearson dan reliabilitasnya diuji dengan rumus alpha. Teknik analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata pre test sebesar 68,5 dan nilai post test sebesar 85,0. Kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata pre test sebesar 71,0 dan nilai post test sebesar 75,0. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,013< 0,05. Kata Kunci: taraf intensitas bunyi musik, ilustrasi pembelajaran, hasil belajar, SMP IV-8Pendidikan merupakan hal yang tidak bisa lepas dari manusia. Karena pentingnya pendidikan berlangsung terus-menerus dari generasi ke generasi dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya (UU No.2 Tahun 1985). Belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. Sedangkan pembelajaran adalah proses belajar mengajar (Margaret, 1991: 1). Tujuan dari pembelajaran yaitu membantu siswa agar memperoleh perubahan tingkah laku yang positif. Tingkah laku yang dimaksud meliputi pengetahuan, keterampilan, dan nilai/norma yang berfungsi sebagai pengendali sikap dan perilaku siswa.Namun, seiring dengan berkembangnya pendidikan terdapat permasalahan dalam proses belajar mengajar. Permasalahan tersebut berkaitan dengan kemampuan pendidik dalam menyusun rencana pembelajaran, kemampuan dalam berinteraksi atau melaksanakan kegiatan pembelajaran (Aziz, 2014:51). Masalah dalam proses pembelajaran tidak dapat diatasi secara cepat, melainkan dapat diatasi secara perlahan atau bertahap. Sehingga untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan cara atau metode yang tepat. Salah satu metode untuk mengatasi masalah belajar adalah dengan menggunakan metode Quantum Learning yang dikembangkan oleh Georgi Lozanov yang disebut Suggestology atau Suggesto-pedia. Prinsip dari metode ini adalah sugesti dapat meningkatkan hasil belajar dengan menggunakan sugesti yang positif. Salah satu teknik yang digunakan untuk memberikan sugesti positif adalah memasang musik latar di kelas (Deporter & Hernacki, 2016: 14). Maksud dari memasang musik latar di kelas yakni musik menjadi background saat pendidik melaksanakan proses belajar mengajar. Menurut Lozanov, musik sebenarnya berhubungan dan mempengaruhi kondisi fisiologis. Saat tekanan darah dan denyut jantung meningkat, otot-otot menjadi tegang, selama relaksasi dan meditasi maka semuanya akan menurun. Bukti bahwa relaksasi ini berhasil adalah percobaan intensif oleh Lozanov terhadap para siswa, sehingga tercetuslah bahwa kuncinya adalah musik. Relaksasi yang diiringi dengan musik membuat pikiran selalu siap dan mampu berkonsentrasi. Musik yang menurut Lozanov paling membantu adalah musik barok seperti Bach, Handel, Pachelbel, dan Vivaldi (Deporter & Hernacki, 2016: 72).Musik berperan terhadap lingkungan di dunia pendidikan. Tidak hanya dari Lozanov, Campbell juga menyatakan bahwa belajar lebih mudah dan cepat jika pelajar dalam kondisi santai dan tenang. Salah satu penelitian yang terkenal adalah penelitian tentang musik Mozart yang banyak diuji cobakan oleh peneliti. Musik Mozart sering sekali digunakan sebagai topik utama, terkenal sejak tahun 1993 dari Amerika bahkan ke Indonesia. Musik Mozart digunakan untuk diteliti terhadap anak autis (ABK), Ibu hamil, pasien stroke, bayi, anak-anak kecil dan lain-lain.Campbell (Qauliyah, 2006:5) mendefinisikan efek Mozart sebagai berikut:The Mozart effect is an inclusif term signifying the transformationa powers of music in health, education, and well-being. It represents the general use of music to reduce stress, depression, and anxiety; and improve memory or awareness. Innovative and experimental uses of music and sound can improve listening disorders, dyslexia, attention deficit disorder, autism, and other mental and phyisical disorders and injuries.Efek Mozart adalah istilah inklusif menandakan kekuatan trasformasional musik di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Ini merupakan penggunaan umum musik untuk mengurangi stres, depresi, dan kecemasan; menyebabkan relaksasi atau tidur; mengaktifkan tubuh dan meningkatkan daya ingat atau kesadaran. Inovatif dan eksperimental menggunakan musik dan suara dapat meningkatkan gangguan mendengarkan, disleksia, gangguan defisit perhatian, autisme, dan gangguang mental dan fisik lainnya dan cedera.Musik Mozart merupakan musik klasik yang memiliki keistimewaan tersendiri, karena musiknya dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. Selain itu, musik klasik memberikan fungsi yang positif bagi subyek, yaitu merasakan tenang dan dapat berpikir jernih saat belajar menggunakan musik klasik. Efeknya tidak lagi merasakan jantung berdebar kencang dan justru lebih fokus saat belajar (Devi dan Faridah, 2011:138). Pernyataan tersebut digunakan pada penelitian Lozanov dan Campbell, hanya saja fakta setiap peserta didik mempunyai karakter masing-masing ada yang senang dengan musik (misalnya musik klasik) saat belajar dan juga ada yang tidak senang.Buku dengan judul “Matinya Efek Mozart” menunjukkan bahwa musik Mozart tidak berpengaruh sama sekali terhadap meningkatkan kecerdasan maupun intelegensi peserta didik. Efek musik Mozart dianggap mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia di semua aspek pada dasarnya hanya sebuah mitos. Penelitian yang dilakukan Newman dkk (1994) membuktikan dengan tes inteligensi Stanford-Binet antara anak-anak yang suka musik klasik dan anak-anak yang tidak suka musik klasik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa anak-anak yang tidak suka musik klasik lebih tinggi nilainya dari anak-anak yang suka musik klasik (Salim, 2007:82).Pernyataan tersebut saling bertolak belakang dan memiliki kesenjangan terhadap masing-masing teori. Pernyataan Lozanov adalah musik barok sangat tepat untuk relaksasi yaitu temponya yang sesuai dengan detak jantung. Pernyataan Campbell menyebutkan bahwa musik Mozart dapat meningkatkan kecerdasan karena irama, melodi, dan frekuensi-frekuensi tinggi pada musik Mozart merangsang dan memberi daya kepada daerah-daerah kreatif dan motivatif dalam otak. Serta didukung oleh pernyataan Djohan Salim bahwa tidak hanya musik Mozart yang mampu meningkatkan kecerdasan, akan tetapi semua musik yang melodinya sesuai dengan pembelajaran. Berdasarkan pernyataan dari Lozanov dan Djohan Salim, bahwa tidak hanya musik Mozart yang mampu meningkatkan kecerdasan melainkan semua musik yang mengandung melodi, irama, dan tempo yang sesuai dengan situasi pembelajaran.Maka dari itu, musik yang menjadi pendukung dalam pembelajaran tidak hanya mengandung melodi, irama, dan tempo, melainkan perlu frekuensi yang sesuai untuk pembelajaran. Frekuensi dalam musik berkaitan erat dengan bunyi. Setiap skala atau intesitas bunyi yang dikeluarkan musik maka akan mempunyai efek yang berlainan. Bunyi musik penting sekali diukur untuk menyesuaikan kadar yang tepat. Stephen E. Stunz dalam jurnalnya berjudul ”The Effect of Sound Intensity Level on Judgement of Tonal Range and Volume Level” mengungkapkan bahwa tingkat suara atau bunyi mempengaruhi psikologi manusia. Berdasarkan eksperimen yang dilakukan Stephen dalam menyelidiki preferensi pendengar dari berbagai kondisi dengan rentang frekuensi dan tingkat intesitas musik.Intensitas musik berkaitan dengan kebisingan, karena kebisingan merupakan bunyi atau suara yang ada karena tidak dikehendaki serta dapat mengganggu kenyamanan, kesehatan, dan bahkan ketulian (Buchari, USU Repository, 2007:1).Taraf intensitas bunyi bisa diartikan dengan tingkat kebisingan suatu bunyi pada pendengaran manusia. Bunyi yang mempunyai taraf intensitas yang tinggi akan membuat telinga menjadi pekak atau tuli seperti bunyi ledakan bom atau pesawat terbang. Namun ada juga bunyi yang sangat pelan sampai sampai tidak terdengar oleh telinga. Taraf intensitas bunyi merupakan perbandingan nilai logaritma antara intensitas bunyi yang diukur dengan intensitas ambang pendengaran. Satuan dari taraf intensitas bunyi adalah desiBell (dB). Intensitas ambang pendengaran adalah intensitas bunyi terkecil yang masih mampu didengar oleh telinga (Kemendikbud Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumber Belajar Penunjang PLPG 2017 (FISIKA), 2017:4).Berdasarkan paparan di atas, taraf intensitas bunyi musik sangat berpengaruh terhadap pendengaran bahkan psikologis manusia, namun tidak ditetapkan taraf intensitas bunyi secara khusus yang sesuai untuk musik dalam pembelajaran. Peneliti mencari taraf intensitas bunyi musik yang sesuai digunakan untuk mengiringi pembelajaran. Tingkat kebisingan bisa dikategorikan sesuai dengan kadar yang tetap serta penggunaan musik untuk proses mengiringi pembelajaran. Peneliti akan mencari taraf intensitas bunyi musik dan menerapkannya pada sekolah SMP Kartika IV-8 Kota Malang. Sekolah tersebut merupakan sekolah swasta yang menurut peneliti cocok sebagai tempat pelaksanaan penelitian. Hasil penelitian terdahulu dengan judul “Pengaruh Musik Terhadap Konsentasi Belajar Siswa Kelas 2 SMUK Salatiga” bahwa musik latar yang digunakan yaitu heavy metal berpengaruh negatif. Musik degung sunda berpengaruh positif pada tes bahasa Inggris dan berpengaruh negatif pada tes matematika (Salim, 2010:31). Adapun manfaat dari penelitian sebelumnya yaitu adanya perbandingan antara pemberian musik Eropa dan musik tradisional Indonesia terhadap konsentrasi belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian dan manfaat penelitian sebelumnya dapat diterapkan pada penelitian ini. METODEBentuk penelitian ini yaitu eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest-Postest Design. Variabel bebas yaitu penggunaan iringan musik dengan taraf intensitas bunyi yang sudah ditentukan pada pembelajaran biologi. Sedangkan variabel terikat, yaitu hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi di SMP IV-8 Kartika Kota Malang. Populasi penelitian ini siswa kelas VIIIC dan VIIID. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen untuk mengukur hasil belajar menggunakan pre-test dan post-test. Validitas instrumen tes diuji dengan rumus product moment karl pearson dan reliabilitasnya diuji dengan rumus alpha. Teknik analisis data menggunakan t-test. HASIL DAN PEMBAHASANSkala Taraf Intensitas Suara GuruBerdasarkan hasil observasi dan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, untuk mencari skala rata-rata suara guru telah ditemukan. Sesuai dengan hasil observasi menunjukkan bahwa guru mata pelajaran Biologi kelas VIII C dan VIII D tersebut merupakan perempuan. Proses pencarian skala rata-rata suara guru menggunakan aplikasi dari via gadget yaitu sound meter dan hasilnya akan ditranskripkan kedalam alat ukur kebisingan Sound Level Meter di laboratorium IPA UM sebagai ahli alat ukur taraf intensitas bunyi. Adapun faktor lain yang mempengaruhi saat pencarian skala rata-rata suara guru yaitu jumlah kursi, jumlah meja, jumlah jendela (terbuka/tertutup), jumlah pintu (terbuka/tertutup), dan jumlah siswa (hadir/tidak hadir).Observasi dilakukan pada hari senin, 1 Oktober 2018 dengan taraf intensitas bunyi minimal 57 dB, rata-rata 59 dB, dan maksimal 61 dB. Rabu, 3 Oktober 2018 dengan taraf intensitas bunyi minimal 58 dB, rata-rata 60 dB, dan maksimal 62 dB. Senin, 8 Oktober 2018 dengan taraf intensitas bunyi minimal 58 dB, rata-rata 60 dB, dan maksimal 61 dB. Rabu, 10 Oktober 2018 dengan taraf intensitas bunyi minimal 54 dB, rata-rata 58 dB, dan maksimal 60 dB. Senin, 15 Oktober 2018 dengan taraf intensitas bunyi minimal 57 dB, rata-rata 59 dB, dan maksimal 61 dB. Rabu, 17 Oktober 2018 dengan taraf intensitas bunyi minimal 58 dB, rata-rata 60 dB, dan maksimal 61 dB. Senin, 22 Oktober 2018 dengan taraf intensitas bunyi minimal 59 dB, rata-rata 60 dB, dan maksimal 61 dB. Kesimpulannya adalah rata-rata skala taraf intensitas suara guru sebesar 60 dB. Taraf Intensitas Bunyi MusikPenelitian pertama yaitu menggunakan musik klasik dan musik karawitan dengan tingkat volume 15 pada mixer laptop dengan rata-rata desibel 60-69 dB. Jarak sumber bunyi dengan siswa paling belakang berkisar 2,5 meter. Desibel yang dihasilkan 60-69 dB merupakan keadaan kelas tanpa suara guru. Apabila guru mulai mengajar atau berbicara maka tingkat desibel berubah menjadi 61-72 dB. Perubahan desibel yang terjadi akan mempengaruhi keadaan kelas. Saat guru tidak berbicara, skala 60-69 dB musik yang diperdengarkan akan terdengar oleh siswa yang duduk paling depan maupun paling belakang. Hal tersebut akan berbeda saat guru berbicara, maka musik yang menjadi ilustrasi pembelajaran akan terdengar tipis sekali berbanding jauh dengan suara guru. Apabila semua aktif berbicara baik guru maupun siswa maka desibelnya berubah menjadi 62-77 dB. Saat desibel seperti itu maka keadaan kelas akan kurang kondusif karena aktifnya semua yang berbicara pada kelas tersebut. Sesuai hasil observasi keadaan siswa dengan tingkat volume 15 (61-72 dB) membuat keadaan kelas sangat kondusif, siswa dapat memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi biologi dan kelas lebih aktif saat guru memberikan soal tanya-jawab dengan siswa. Penelitian kedua menggunakan musik klasik dan musik karawitan dengan tingkat volume 17 pada mixer laptop dengan rata-rata desibel 60-75 dB. Tingkat volume yang dinaikkan bertujuan untuk mencari titik akurat desibel pada proses pembelajaran. Jarak sumber bunyi sama dengan sebelumnya yaitu berkisar 2,5 meter terhadap siswa paling belakang. Desibel yang dihasilkan 60-75 dB merupakan keadaan kelas tanpa suara guru. Apabila guru mulai mengajar atau berbicara maka tingkat desibel berubah menjadi 62-75 dB. Perubahan desibel yang terjadi akan mempengaruhi keadaan kelas. Saat guru tidak berbicara, skala 60-75 dB musik yang diperdengarkan akan terdengar oleh siswa yang duduk paling depan maupun paling belakang akan tetapi suara yang dihasilkan sedikit nyaring. Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, hal tersebut merupakan akibat faktor instrumen musiknya alat pukul dan tingkat kebisingan yang berbeda. Apabila semua aktif berbicara baik guru maupun siswa maka desibelnya berubah menjadi 63-77 dB. Saat desibel seperti itu maka keadaan kelas akan lebih kurang kondusif karena aktifnya semua yang berbicara pada kelas tersebut. Sesuai hasil observasi keadaan siswa dengan tingkat volume 17 pada mixer laptop (60-75dB) membut keadaan kelas sangat tidak kondusif, siswa juga kurang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan materi biologi dan kelas lebih aktif berbicara sama teman dan mengikuti suara musik. Tes Awal (Pre test)Hasil pre test yang sudah didapat dari kelompok eksprerimen dan kelompok kontrol akan dijabarkan pada tabel sebagai berikut.Hasil Tes Awal (Pre test) Kelompok Eksperimen dan Kelompok KontrolNo Kelas Jumlah Siswa Rata-rata Nilai1 VIIID (eksperimen) 32 68,52 VIIIC (kontrol) 30 71,0Total 62 Berdasarkan hasil perhitungan statistik, maka diperoleh nilai rata-rata tes awal (pretest) kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah 68,5 (enam puluh delapan koma lima) dan 71,0 (tujuh puluh satu koma no;). Pelaksanaan Perlakuan (Treatment)Kelompok EksperimenPelaksanaan perlakuan pada kelompok eksperimen yaitu pada kelas VIII D berdasarkan hasil pretest nilai kelas VIII D rendah dari pada kelas VIII C. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian musik dengan genre (Klasik dan Tradisional) dengan taraf intensitas bunyi yang sudah ditetapkan. Guru menjelaskan pelajaran Biologi seperti biasa dan musik dimainkan dilatar pembelajaran. Peneliti mencari skala rata-rata suara guru, kemudian mencari taraf intensitas bunyi yang ditetapkan untuk diuji cobakan. Selain itu peneliti juga membuat soal Biologi yang dikonsultasikan dengan guru bersangkutan, mempersiapkan peralatan dalam memberikan perlakuan, serta menentukan waktu pelaksanaan. Adapun pelaksaan perlakuan/treatment ini yakni 2 kali pertemuan pada saat mata pelajaran Biologi. Selama kelas eksperimen berlangsung, peneliti juga mengamati aktifitas guru dan siswa. Kelompok KontrolPelaksaan pada kelompok kontrol yaitu kelas VIII C. Kelas ini tidak diberi perlakuan sama sekali, hanya saja kelas ini diberikan pretest dan postest. Tujuan dari kelompok kontrol ini sebagai pembanding antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Maka pada kelompok kontrol menjalani proses pembelajaran seperti biasanya tanpa adanya perlakuan. Pengamatan (Observasi)Saat pemberian perlakuan/treatment pada kelompok eksperimen yakni menggunakan musik dengan taraf intensitas yang sudah ditentukan saat pembelajaran berlangsung, peneliti juga melaksanakan pengamatan (observasi). Observasi dilakukan pada kelompok eksperimen dan juga kelas kontrol. Tujuan dari observasi ini adalah mengetahui kondisi kelas dan langkah-langkah eksperimen yang sudah direncanakan. Guru bertindak seperti biasanya, menjelaskan materi dan peneliti sebagai pengamat. Hasil Observasi Aktivitas Guru Pada Kelompok Eksperimen Pertemuan I dan IIHasil observasi aktivitas guru pada kelompok eksperimen dengan menggunakan musik dengan taraf intensitas yang sudah ditentukan. Pertemuan I didapatkan hasil aspek pra-pembelajaran sebesar 2 dan pertemuan II sebesar 2. Aspek kegiatan awal pertemuan I sebesar 2 dan mengalami peningkatan pada pertemuan II yakni sebesar 3. Aspek kegiatan inti pada pertemuan I sebesar 3, dan mengalami peningkatan pada pertemuan II yakni sebesar 4. Aspek terakhir yaitu kegiatan akhir pada pertemuan I sebesar 1 dan meningkat pesat pada pertemuan II sebesar 3. Berdasarkan statistik yang didapat bahwa pertemuan I sebesar 66,6% dan pertemuan II sebesar 83,3%, sehingga aktivitas guru dari pertemuan I hingga pertemuan II mengalami peningkatan sebesar 16,7%. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Kelompok Eksperimen Pertemuan I dan IIHasil observasi aktivitas siswa pada kelompok eksperimen dengan menggunakan musik dengan taraf intensitas yang sudah ditentukan. Pertemuan I didapatkan hasil aspek ketenangan/kondusif sebesar 27 dan pertemuan II sebesar 29. Aspek pemahaman/kemampuan berfikir pertemuan I sebesar 5 dan mengalami peningkatan pada pertemuan II yakni sebesar 8. Aspek keaktifan pada pertemuan I sebesar 3, dan mengalami peningkatan pada pertemuan II yakni sebesar 5. Tes Akhir (Post test)Tahap tes akhir merupakan langkah terakhir dari test. Tujuan dari tes akhir ini adalah mengetahui pengaruh musik dengan taraf intensitas yang sudah ditentukan yang diberikan kepada kelompok eksperimen. Adapun tes akhir/post test ini diberikan kepada kedua kelompok eksperimen dan kelompok kontrol agar peneliti dapat menganalisis keberhasilan dari treatment yang sudah dilakukan. Hasil post test yang sudah didapat dari kelompok eksprerimen dan kelompok kontrol akan dijabarkan pada tabel sebagai berikut.No Kelas Jumlah Siswa Rata-rata Nilai1 VIIID (eksperimen) 32 85,02 VIIIC (kontrol) 30 75,0Total 62 Berdasarkan hasil perhitungan statistik, maka diperoleh nilai rata-rata tes awal (post test) kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah 85.0 (delapan puluh lima koma nol) dan 75,0 (tujuh puluh lima koma nol).Uji t Pre Test Pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok KontrolH0 : tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai pre test dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrolH1 : ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai pre test dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrolKesimpulannya adalah jika nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel, atau nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka H1 diterima sehingga disebut ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai pre test dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sebaliknya jika nilai t hitung lebih kecil dari pada t tabel, atau nilai signifikasi lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak sehingga disebut tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai pre test dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Berdasarkan dari hasil analisis uji t menunjukkan bahwa nilai t sebesar 0,620 dan nilai signifikansi 0,516. Nilai signifikansi yang ditemukan lebih besar dari 0,05 sehingga H0 diterima dan H1 ditolak maka tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai pretest dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kemampuan sama.Uji t Post Test Pada Kelompok Eksperimen dan Kelompok KontrolH0 : tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai post test dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrolH1 : ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai post test dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrolKesimpulannya adalah jika nilai t hitung lebih besar dari pada t tabel, atau nilai signifikasi lebih kecil dari 0,05 maka H1 diterima sehingga disebut ada perbedaan yang signifikan terhadap nilai post test dari kelompok eksperimen dan kelompok k
Pengaruh rasio profitabilitas, rasio leverage, dan rasio likuiditas terhadap harga saham
The aim of this research is to determine the effect of profitability, leverage and liquidity ratios on stock prices of metal & mineral sub-sector companies listed on the IDX for the 2018-2021 period. Obtained as many as 7 (seven) samples of companies using purposive sampling method. This research uses the associative method with multiple linear regression data analysis techniques and hypothesis testing assisted by the SPSS 26 program, which includes a partial test (t test) and simultaneous test (F test) to determine the effect between variables. The results of the research state that profitability does not have a partial effect on stock prices with a significant profitability of 0.628, leverage does not have a partial effect on stock prices with a significant leverage of 0.533, liquidity has a partial effect on stock prices with a significant 0.008. The results of the research state that profitability, leverage, and liquidity simultaneously affect stock prices with a significant 0.014. This research is expected to help companies to improve financial performance in order to avoid a decline, can help investors in making investment decisions
Pembuatan website informasi rebel gym Bandung dan Jakarta : laporan kerja praktek
Sebuah Aplikasi perangkat lunak dibuat untuk membantu meningkatkan kinerja sebuah system yang telah ada. Pembuatan aplikasi perangkat lunak yang baik dan terstruktur diperlukan perencanaan yang matang dan pengerjaan yang kontinu, salah satu yang perlu dilaksanakan juga adalah antisipasi terhadap perubahan.Aplikasi Penyedia Informasi, adalah aplikasi berbasis web. Yang menampilkan informasi tentang instansi terkait, untuk dapat diakses secara bersama.Aplikasi Perangkat lunak yang telah dibuat selalu memerlukan perawatan dan pembaharuan, hal ini untuk menyesuaikan dengan keadaan yang ada dan juga menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang mungkin belum terpikirkan pada saat perancangan perangkat lunak tersebut
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM SEBAGAI TEMA LUKISAN KACA
Exploitation Of Natural Resources As A Glass Painting Theme A writing of artworks that deals with industry-caused environmental problems and impacts social problems, namely the exploitation of natural resources. With a variety of complex sources and problem factors, dealing with the ideology of capitalism to affect consumerism is a complex form of problem. This work is visualized into glass paintings using idiom forms and objects of industrial mining, buildings, machinery and animal figures also devil in the form of wayang. The author hopes to have a positive impact through the work of glass painting and to inspire, give awareness, or cultivate the feelings of the appreciators or the community. But the author also hopes to open apresiator mind with his work to be aware of environmental and social problems in the community. Keywords: Exploitation Natural Resources, Industrial Objects, Consumerism, Wayang Figures________________________________________________________________ Sebuah penciptaan karya seni yang membahas permasalah lingkungan yang disebabkan industri dan berdampak kepada permasalahan sosial, yaitu eksploitasi sumber daya alam. Dengan berbagai sumber dan faktor masalah yang rumit, berhubungan dengan faham kapitalisme sampai berdampak menjadi faham konsumerisme adalah sebuah bentuk masalah yang kompleks. Karya ini divisualisasikan ke dalam lukisan kaca dengan memakai idiom-idiom bentuk dan objek industrial pertambangan, bangunan, permesinan dan tokoh-tokoh binatang serta siluman berupa wayang dengan menggunakan teknik seni lukis kaca.Kata Kunci: Eksploitasi Sumber Daya Alam, Objek Industrial, Konsumerisme, Tokoh Wayan
PERWALIAN UNTUK PROSES PERALIHAN HAK ATAS TANAH YANG TERJADI KARENA PEWARISAN
Author wrote the final project report with the title \"Trusteeship for Transition
Process of Land which Occurs Due to Inheritance\", because author wanted to know
what kind of procedure and documents must be completedfor transition when there is
an underage children as a heir.
In addition to writing the final project report, student is required to perform
internship which aims to absorb knowledge from internship. By performing Field
internship, author also had an opportunity to get more comprehensive knowledge and
learned how to apply the competencies as a diploma internship.
By law, parent who still alive become a trustee for underage children.
However, if the transfer of the assets happen, the child�s trustee should be appointed
through Court Decision. This process must be accomplished so that the parent can act
as a trustee in the transfer process of the assets
Boosting Students’ Writing Competency Using Writing Workshop
This study explores the implementation of writing workshop towards beginner college students of Universitas Ahmad Dahlan. Writing workshop known as the instruction focuses on the goal of fostering lifelong writers and it is designed with different developmental and curricular needs. There are four principles of writing workshop, (1) students will write about their own lives, (2) students will use a consistent writing process, (3) students will work in authentic ways, (4) students will be able to encourage themselves in writing independently. The writing workshop may help students to find their “voice†in writing with less interference from the lecturer. Normally applied in elementary level, writing workshop is now adapted to be employed in higher education. It is become an important trail to facilitate the students in improving writing competency using continuous and integrated steps. This paper is an effort to share a down-to-earth idea of the implementation of writing workshop in higher education.This study exploits quantitative methods using students’ feedback as the data collection technique. A questionnaire was designed and distributed to 120 university students in English Education Departement at Universitas Ahmad Dahlan. Results revealed that students' feedback of the implementation of writing workshop in the class for improving their writing skills were generally positive. Through writing workshop, the writing process becomes more attractive for students. To the lecturers, act as a mentor author, modeling writing techniques and conferring with students as they move through the writing process perceptions give a diverse point of view in improving students’ writing competency. Keywords: writing, writing workshop, college student
Pengaruh Implementasi Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Sukarela (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021)
The purpose of this study is to identify and analyze how much influence the implementation of Corporate Governance has on voluntary disclosure of manufacturing companies listed on the Indonesian Stock Exchange for the 2017-2021 period. There are four principles that must be applied so that the objectives of good corporate governance can be achieved, namely fairness, accountability, transparency and responsibility. Therefore, it is mandatory for all organs in the company to implement these principles, so in this research the author uses the variables independent board of commissioners, managerial ownership, and institutional ownership for voluntary disclosure. The population in this research is all manufacturing sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the observation period, namely 2017-2021. The sample determination in this research was carried out using non-probability purposive judgment sampling, where the sample was determined based on certain criteria determined by the author and has limitations in terms of generalization. The results indicate that partially, the variables of independent board of commissioners and managerial ownership do not affect voluntary disclosure in the company's annual reports. However, institutional ownership variable significantly influences voluntary disclosure in the company's annual reports
