297 research outputs found
PENETASAN TELUR IKAN PATIN SIAM (Pangasionodon hypopthalmus) DALAM AQUARIUM DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui padat tebar yang baik pada telur Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) terhadap lama waktu penetasan telur dan daya tetas telur di aquarium. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan 31 Oktober 2023 – 30 November 2023 bertempat di Instalasi Budidaya Ikan Lahan Gambut (IBILAGA) Desa Garung, Kabupaten Pulang Pisau. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (kepadatan telur ikan 1 gram/liter), perlakuan B (kepadatan telur ikan 1,5 gram/liter) dan perlakuan C (kepadatan telur 2 gram/liter).Hasil penelitian menunjukkan penetasan telur Ikan Patin Siam dengan padat tebar telur Ikan Patin Siam yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap waktu penetasan dengan nilai signifikan (0,000) melalui analisis sidik ragam (ANOVA) nilai F Hitung 76,319 > F Tabel 5% (2:6) 5,14. Padat tebar telur Ikan Patin Siam yang berbeda juga berpengaruh nyata terhadap daya tetas atau persentase penetasan telur Ikan Patin Siam dengan nilai signifikan (0,045) dengan nilai F Hitung 5,456 > F Tabel 5% (2:6) 5,14.Kepadatan telur Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophtalmus) sebanyak 1 gram/liter hingga 1,5 gram/liter merupakan respon tercepat dalam waktu penetasan dengan kisaran waktu penetasan 25,16 jam – 25,27 jam dengan daya tetas (hatching rate) mencapai 80,66% - 80,92%
Pengaruh Padat Tebar Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Sidat di Balai Benih Ikan Kota Gorontalo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan sidat (Anguilla marmorata). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap 3 perlakuan dan 3 ulangan. Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan sidat (Anguilla marmorata) sebanyak 225 ekor. Panjang awal 4,8 cm dan berat awal 0,103 gram, dan volume air 5 liter/wadah. Pemeliharaan selama 28 hari dengan padat tebar berbeda, yaitu (A) 2 ekor/l, (B) 5 ekor/l dan (C) 8 ekor/l. Wadah yang digunakan 9 buah wadah box sintetis ukuran 40 x 30 x 22 cm, dilengkapi Aerasi dan potongan pipa paralon. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan mutlak panjang dan berat tertinggi pada perlakuan B (5 ekor/l) sebesar 0,29 cm dan 0,063 g, disusul perlakuan C (8 ekor/l) sebesar 0,16 cm dan 0,040 g, dan terendah A (2 ekor/l) sebesar 0,12 cm dan 0,026 g. Kelangsungan hidup benih ikan Sidat perlakuan A sebesar 100%, perlakuan B: 82,6% dan C: 79,1%. Hasil analisis sidik ragam panjang dan berat benih ikan sidat menunjukan bahwa padat tebar yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata F hit > F tabel, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) diperoleh pada setiap perlakuan berbeda sangat nyata.
Kata kunci: Padat tebar, pertumbuhan, kelangsungan hidu
ANALISIS KEBERADAAN PT TEBAR TANDAN TENERAHSAMPOERNA AGRO TBK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT
AbstractThis study aims to identify and describe the existence of PT Tebar Tandan TenerahSampoerna Agro Tbk in increasing the income of the people of Sidan Village, Menyuke District, Landak Regency. The method used in this research is qualitative with the type of interactive inquiry. The informants in this study consisted of 10 unskilled workers (laborers) based on work ring and gender, the head of the IV division of PT Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk and the Village Head of Sidan. The data collection technique was done by means of observation, interview and documentation. The data analysis technique was carried out in 3 stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that PT Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk has carried out corporate social responsibility in the economic dimension in Sidan Village by assisting in economic development, building facilities and infrastructure, and having oil palm plantation business operations. The opening of job opportunities by PT Tebar Tandan Tenerah-Sampoerna Agro Tbk has an impact on increasing the income of the people of Sidan Village so that people can meet their daily needs such as food and education properly.Keyword: Community Income, Rough Workers (laborers), The existence of the compan
Eps15 is constitutively oligomerized due to homophilic interaction of its coiled-coil region
Eps15 is a member of an emerging family of proteins containing a novel protein/protein interaction domain, the EH domain, of as yet unknown function. Recent findings of Eps15 association with clathrin adaptor complex AP-2 and its localization in clathrin-coated pits have implicated Eps15 in the regulation of vesicle trafficking. Here we show that Eps15 exists in several multimeric states in vivo. When purified recombinant Eps15 or lysates of NIH 3T3 cells were treated with cross-linking reagents, covalent dimers of Eps15 and larger covalent multimers were detected in high yield. Large Eps15 oligomers co-immunoprecipitated with AP-2 at an efficiency higher than that of Eps15 dimers. Furthermore, cross-linking of the membrane-bound fraction of Eps15 in mildly permeabilized cells was as efficient as that of the cytosolic fraction. Size-exclusion column chromatography of recombinantly produced Eps15 and of total cell lysates was performed to examine the equilibrium ratio of the monomers versus the aggregated forms of Eps15. These experiments showed that essentially all the Eps15 was aggregated, whereas monomers of Eps15 could be obtained only under strong denaturing conditions. To map the region of Eps15 responsible for dimerization, fusion proteins corresponding to the three structural domains of Eps15 were prepared. Cross-linking analysis revealed that the central portion of Eps15, which possesses a coiled-coil region (residues 321-520), serves as the interacting interface. The possibility that hetero-oligomeric complexes of Eps15 dimers and AP-2 function during the recruitment of proteins into coated pits is discussed
PENGARUH SISTEM AKUAPONIK DENGAN JENIS TANAMAN SAWI (Brassica juncea) PADA PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA GESIT (Oreochromis niloticus) DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA
Budidaya ikan sistem akuaponik merupakan sistem budidaya yang dapat menghemat penggunaan lahan dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan hara dari sisa pakan serta metabolisme ikan. Tujuan penelitian adalah mengukur pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila gesit (Oreochromis niloticus) pada penggunaan sistem akuaponik dengan jenis tanaman sawi dengan padat tebar yang berbeda. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu padat tebar A 5 ekor/m², B 10 ekor/m², dan C 15 ekor/m². Data dianalisis dengan ragam ANOVA, bila terjadi perbedan diantara perlakuan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat penebaran berpengaruh sangat nyata (F-hitung﹥F-tabel (0,01)) terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan berpengaruh nyata (F-hitung﹥F-tabel (0,05)) terhadap kelulushidupan. Hasil penelitian yang dilakukan selama 35 hari menunjukkan bahwa peningkatan nilai tertinggi terdapat pada perlakuan A dengan padat penebaran 5 ekor/m² memberikan hasil terbaik dari semua variabel dengan nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR) (1,05%) dan tingkat kelangsungan hidup ikan sebesar (SR) (73,33%). Sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan C. Kualitas air pada semua perlakuan secara umum menggambarkan kisaran yang masih berada dalam batas toleransi dan tidak membahayakan bagi pertumbuhan ikan nila gesit
Pengembangan Teknologi Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Dengan Penambahan Substrat Dan Padat Tebar Berbeda Di Karamba Jaring Apung (Kja)
Udang merupakan salah satu komoditas perikanan unggulan dan bernilai ekonomis dalam perdagangan internasional. Saat ini, budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) lebih berkembang bila dibandingkan dengan budidaya udang windu. Hal ini dikarenakan udang vaname memiliki beberapa keunggulan diantaranya respon pakan yang cukup tinggi, pertumbuhannya cepat, tahan terhadap serangan penyakit dan perubahan lingkungan, memiliki nilai konversi pakan yang rendah serta pangsa pasar yang tinggi dan masih terbuka lebar (Adiwijaya et al., 2008). Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di Karamba Jaring Apung merupakan teknologi budidaya yang baru yang dapat memberikan keuntungan lebih dan sebagai salah satu alternatif budidaya selain di tambak. Budidaya udang di Karamba Jaring Apung di perkenalkan di Indonesia mulai sekitar tahun 2014. Masalah budidaya udang vaname di KJA adalah tingkat FCRnya yang masih relative tinggi bila dibandingkan dengan budidaya di Tambak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seberapa efektif pengaruh penggunaan padat tebar dan substart buatan terhadap kelangsungan hidup, pertumbuhan kandungan glikogen dan kandungan asam aminonya. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Kelompok. Pengujian dilakukan selama 60 hari dengan 6 perlakuan yaitu A (100 ekor/m3), B (100/m3 + substrat), C (200 ekor/m3), D (200 ekor/m3 + substrat), E (300/m3 ) dan F (300/m3 + substrat). Ukuran jaring KJA yang digunakan adalah 3m x 3m x 2,5m. Adapun substrat terbuat dari bahan PE berukuran 180 cm x 180 cm. Rata-rata berat udang vaname yang digunakan adalah 0.6 g. Frekuensi pemberian pakan enam kali sehari. Dosis pakan mengikuti petunjuk dari produsen pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kelangsungan hidup/survival rate (SR) pada perlakuan dengan penambahan substrat (B 83,56%, D 80%, F 78,26%) lebih baik bila dibandingkan dengan yang tanpa substrat (A 77%, C 75,69%, E 74,3%). Laju pertumbuhan harian spesifik (SGR) pada perlakuan dengan substrat (B 0,1816 g/hari, D 0,1495 g/hari, F 0,1294 g/hari) lebih baik bila dibandingkan dengan yang tanpa substrat (A 0,1650 g/hari, C 0,1346 g/hari, E 0,1186 g/hari). Nilai efisiensi pakan pada penelitian menunjukkan bahwa bahwa nilai efisiensi pakan yang tertinggi diperoleh pada perlakuan B (100 ekor/m3 + substrat) dengan nilai efisiensi pakan sebesar 84,91% sedangkan yang terendah di peroleh pada perlakuan E (300 ekor/m3) dengan nilai efisiensi pakan sebesar 60,65%. Nilai konversi pakan (FCR) pada perlakuan B (100 ekor/m3 + substrat) merupakan perlakuan yang terbaik yaitu sebesar 1,18 dan sedangkan perlakuan E (300 ekor/m3) merupakan perlakuan yang terendah yaitu sebesar 1,65. Kandungan glikogen pada udang vaname (L. vannamei) tertinggi adalah pada perlakuan B (100 ekor/m3+ substrat) sebesar 24,51 mg/g sampel dan yang paling rendah adalah pada perlakuan C (200 ekor/m3) sebesar 11,05 mg/gr sampel. Kandungan asam amino pada perlakuan substrat adalah lebih baik bila dibandingkan dengan yang tanpa substrat. Berdasarkan hasil yang didapat dapat disimpulkan bahwa penggunaan substrat buatan pada budidaya udang vaname di KJA dapat meningkatkan produktivitasnya dan padat tebar yang terbaik untuk budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) di KJA adalah dengan 100 ekor/m3 dengan menggunakan substrat. Kandungan asam amino dan gikogen juga pada perlakuan yang menggunakan substrat juga lebih tinggi dibandingkan yang tanpa substrat. Penggunaan substrat buatan pada budidaya udang vaname di KJA dapat bermanfaat untuk menambah luasan permukaan wadah budidaya sehingga dapat untuk meningkatkan padat tebar dan dapat mengurangi efek negatif dari padat tebar yang tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi
Thoracic radiofrequency spectroscopy for noninvasive detection of GERD and patient data
This data sheet presents the spectral data of 49 patients obtained using a chest-mounted probe capable of performing radiofrequency spectroscopy within the 40 Hz to 1 MHz range, with tomographic capability to reach the esophagus. The spectra include measurements from patients with an empty esophagus, as well as those taken while ingesting water, orange juice, and 1% (w/w) brine. Additionally, comprehensive patient data are provided, including body mass, height, protein content, fat percentage, visceral fat levels, age, presence of digestive issues, smoking status, and GERD diagnosis. This dataset enables a thorough analysis of esophageal dielectric properties and their correlation with physiological and lifestyle factors.Agencia Estatal de Investigación
Ministerio de Economía, Industria y Competitividad, Programa Estatal de I+D+i orientada a los Retos de la Sociedad: AGL2016-80643-RPeer reviewe
Correlación entre los datos manométricos y phmétricos en la enfermedad por reflujo gastroesofágico / Jesús Cifuentes Tebar ; directores Pascual Parrilla Paricio, Mª Angeles Ortiz Escandell, Luisa F. Martínez de Haro.
Tesis-Universidad de Murcia.MEDICINA ESPINARDO. DEPOSITO. MU-Tesis 415.Consulte la tesis en: BCA. GENERAL. ARCHIVO UNIVERSITARIO. T.M.-1179
PERTUMBUHAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) STRAIN CANGKRINGAN PADA TAHAP PEMBESARAN PERTAMA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan ikan mas Cangkringan dibandingkan dengan ikan mas Majalaya pada tahap pembesaran pertama dan mengetahui pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan ikan mas Cangkringan pada tahap pembesaran pertama. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan. Perbandingan pertumbuhan ikan mas Cangkringan dan ikan mas Majalaya menggunakan padat tebar 20 ekor/m3, selanjutnya dilakukan Uji F dan Uji T. Pengaruh padat tebar terhadap pertumbuhan ikan mas Cangkringan pada tahap pembesaran pertama menggunakan padat tebar 20, 40, 60 ekor/m3 dan uji ANOVA yang dilanjutkan Uji DMRT dengan ketelitiaan 95%. Hasil penelitian menunjukan pertumbuhan ikan mas Cangkringan tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan ikan mas Majalaya. Sedangkan padat tebar optimal pada tahap pembesaran pertama ikan mas Cangkringan yaitu 60 ekor/m3
Manajemen Pendederan Benih Ikan Patin (Pangasius djambal) Pada Sistem Resirkulasi Akuaponik
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui padat tebar optimal pada pendederan benih ikan patin (Pangasius djambal) dengan system resirkulasi akuaponik, dengan mengamati laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan dan mengamati kualitas air pada pemeliharaan benih ikan. Metode yang diterapkan adalah Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan sebagai berikut perlakuan A (padat tebar 3 ekor/lt), perlakuan B (padat tebar 6 ekor/lt), perlakuan C (padal tebar 9 ekor/lt) dan perlakuan D (padat tebar I2 ekor/lt), setiap perlakuan dengan 3 (tiga) kali ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan benih (berat mutlak dan panjang mutlak) dan sintasan pada pemeliharaan benih ikan patin selama 30 hari, sebagai data penunjang dilakukan pengamatan kualitas air. Dari hasil pengamatan berat mutlak menunjukkan bahwa masing-masing perlakuan menunjukan berat mutlak perlakuan A (2.08 gram), perlakuan B (1.85 gram), periakuan C (1.65 gram) dan perlakuan D(1.53 gram) , serta rata-rata pertambahan panjang untuk setiap perlakuan A (4.28 cm), B (4.05 cm), C (3.9 cm) dan D (3.89 cm). Dari hasil analisa sidik ragam terhadap kelangsungan hidup benih , diperoleh bahwa F Hitung < F Tabel, hal ini menunjukan bahwa perbedaan perlakuan padat tebar A(3 ekor/It), B(6 ekor/lt),C(9 ekor/lt) dan D(12 ekor/lt) tidak memberikan pengaruh yang signifikan terbadap kelangsungan hidup benih ikan Patin, hal ini disebabkan pemeliharaan dilakukan seeara terkontrol dan kualitas air berada pada kondisi optimal untuk kehidupan benih ikan patin . Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, dengan dosis pemberian pakan yaitu 8 % dari biomass benih, dan dari hasil analisa data lebih lanjut dengan menggunakan analisa sidik ragam, diperoleh hasil F Hitung < F Tabel , hal ini menunjukkan perlakuan perbedaan padat tebar 3,6, 9, dan 12 ek/lt pada pendederan benih ikan patin tidak memberikan pengaruh nyata terhadap konversi pakan, karena pakan diberikan dalam jenis dan dosis yang sama. Pengamatan kualitas air pada media hidroponik dilakukan secara bersamaan dengan pengamatan kualitas air pada wadah pemeliharaan benih ikan patin yaitu seminggu sekali. Suhu pada media pemeliharaan yaitu berkisar antara 27-30 °c, pH 6,7-7,2, DO 5.06 – 6.46 mg/I, Kandungan Amoniak berkisar antara 0,003- 0,06 mg/l, kandungan nitrit 0-5 mg/I, dan kandungan nitrat berkisar 0-30 mg/I. Berdasarkan pengamatan , kualitas air tersebut dapat memberikan pertumbuhan yang cukup baik bagi tanaman kangkung dan berada dalam kisaran yang dapat ditoleransi oleh benih ikan patin pada semua perlakuan sehingga terlihat bahwa padat penebaran yang dilakukan tidak mengakibatkan penurunan atau fluktuasi kualitas air yang ekstrim. Sehingga bermanfaat untuk optimalisasi penggunaan lahan dan air yang terbatas di daerah perkotaan. Dari hasil analisa usaha, Sistem Resirkulasi Akuaponik dengan padat tebar tinggi lebih ekonomis dalam usaha pendederan benih ikan palin dibanding padat tebar renda
- …
