123 research outputs found
STRUKTUR INTRINSIK NOVEL LEMBATA KARYA F. RAHARDI
Karya sastra merupakan karya universal interpretatif. Karya yang tidak membahasakan dan menyajikan sesuatu realitas secara matematis, tetapi justru memberikan ruang dan peluang yang bebas bagi para pembacanya untuk memahami dan menafsirkan apa yang tersurat pada karya sastra tersebut. Artikel ini membahas tentang potret lokalitas unsur intrinsik dalam novel Lembata, Sebuah Novel karya F. Rahardi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dengan teknik baca dan catat. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa novel Lembata, Sebuah Novel (a) bertemakan kemiskinan; (b) memiliki plot kausalis dan naratologi; (c) diperani oleh tokoh-tokoh cerita antara lain, Romo Pedro, Ola, Uskup, Romo Deken, Romo Alex, dan Ayah Ola; (d) memiliki setting semua daerah di Flores, pada area Keuskupan Larantuka, terutama Dekenat Lembata. Juga Jakarta dan beberapa tempat di Eropa dan Amerika; (e) memiliki amanat atau pesan kepada Gereja, LSM, dan pemerintah untuk berpihak kepada rakyat secara maksimal: merencanakan dan memulai pada apa yang sudah dipunyai rakyat; (f) sudut pandang menggunakan persona ketiga, yakni Dia dan Aku; dan (g) memiliki gaya bahasa hiperbola, retorik retisense, dan paradoks.Kata kunci: novel, Lembata, lokalitas, struktur, karya sastra Literary works are interpretive universal works. Works that do not discuss and present a mathematical reality, but instead provide free space and opportunities for the readers to understand and interpret what is written in the literary work. This article discusses the portrait of the locality of the intrinsic elements in the novel Lembata, A Novel by F. Rahardi. The research approach used is a qualitative descriptive approach. Data collection was obtained by reading and note-taking techniques. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the novel Lembata, A Novel (a) has the theme of poverty; (b) has a causal and narratological plot; (c) the characters of the story, among others, Father Pedro, Ola, Bishop, Father Deken, Father Alex, and Ayah Ola; (d) has the setting of all areas in Flores, in the area of the Diocese of Larantuka, especially the Dean of Lembata. Also Jakarta and some places in Europe and America; (e) has a mandate or message to the Church, NGOs, and the government to side with the people to the fullest: planning and starting on what the people already have; (f) point of view using the third person, namely He and I; and (g) have hyperbole, retaliatory rhetoric, and paradoxes.Keywords: novel, Lembata, locality, structure, literary works.Â
NGALAP BERKAH DALAM NOVEL RITUAL GUNUNG KEMUKUS KARYA F. RAHARDI (KAJIAN MAKNA SIMBOL RITUAL VICTOR TURNER)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan ritual peralihan dan makna simbol dalam novel Ritual Gunung Kemukus karya F. Rahardi dengan menggunakan teori simbol Victor Turner. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa kalimat yang ada pada novel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca dan catat. Hasil penelitian 1) tahap ritus peralihan dalam novel Ritual Gunung Kemukus karya F. Rahardi terdiri dari tahap reparasi, tahap liminal dan tahap reaggregation. Tahap reparasi ditandai dengan sebelum melakukan ritual ngalap berkah, maka pelaku ritual harus berziarah terlebih dahulu di makam Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan yang bertujuan untuk meyakinkan dan mengarahkan hati untuk meminta berkah dari Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan. Tahap liminal ditandai dengan pelaku ritual yang mandi di Sendang Ontrowulan. Mandi dilakukan karena sebagai bentuk pembersihan jasmani dan rohani pelaku ritual dari segala kotoran dan prasangka buruk. Setelah mandi, pelaku ritual harus menaruh bunga dan membakar kemenyan yang telah dibawa di area sendang. Tahap reaggregation ditandai dengan pelaku ritual yang telah berhasil akan kembali ke Kemukus untuk berziarah sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih karena telah berhasil dalam melakukan ritual sehingga usahanya mengalami peningkatan. Selain itu, ada juga pelaku ritual yang tidak akan datang kembali ke Kemukus karena ritual yang dijalani tidak berhasil. 2) simbol-simbol yang terdapat pada ritual ngalap berkah dalam novel Ritual Gunung Kemukus karya F. Rahardi diantaranya, kemenyan, tuguran, bunga tujuh macam, daun pandan, telur ayam kampung, uang dan mandi.
Kata Kunci: Ritual, Makna Simbol, Reparasi, Liminal, Reaggregatio
Analisis Terhadap Legalitas Kepemilikan Airsoft Gun di Indonesia / oleh Risky Aditya Rahardi
abstrak (A)Nama : RISKY ADITYA RAHARDI (205080153) (B) Judul Skripsi : Analisis Terhadap Legalitas Kepemilikan Airsoft Gun di Indonesia (C) Halaman : v + 102 + 2012. (D)Kata Kunci : Legalitas, Airsoft Gun. (E)Isi : Dewasa ini dalam masyarakat Indonesia sedang terjadi perkembangan berbagai macam hobi yang baru dan unik. Berbagai hobi yang tengah cosplay, dan fotografi. Salah satu hobi yang sedang berkembang pesat dan dipertanyakan oleh banyak kalangan dikarenakan bentuk, ukuran dan marking yang melekat pada mainan ini sangat otentik dengan senjata aslinya, sehingga sangat rawan disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan berbagai macam tindakan kriminal. Permasalahannya adalah mengenai legalitas terhadap kepemilikan dan perdagangan airsoft gun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Data dalam penelitian ini diperoleh dari pihak-pihak yang terkait masalah airsoft gun seperti Perbakin dan pedagang. Ditinjau dari teori, asas dan substansi peraturan-peraturan yang dihubungkan dengan airsoft gun dianggap tidak sesuai. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api Tajam memiliki sanksi pidana. Kepolisian seringkali berasumsi bahwa airsoft gun dapat diubah menjadi senjata api, maka hal tersebut harus dibuktikan oleh ahlinya seperti PT. Pindad sebagai produsen senjata api di Indonesia. Dari segi definisi yang didapat dari penelusuran undang-undang dan Perkap, semua definisi senjata api memuat unsur mesiu. Airsoft gun sama sekali tidak memiliki unsur mesiu, sehingga sangatlah tidak tepat bila airsoft gun diklasifikasikan sebagai senjata api. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) masih mampu mengakomodasi penyalahgunaan airsoft gun yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu seperti mengancam dengan airsoft gun dapat dikenai pasal perbuatan tidak menyenangkan dan pengancaman. Perampokan menggunakan airsoft gun dapat dikenai pasal perampokan atau pencurian dengan kekerasan. (F) Acuan : 22 (1987-2012) (G)Pembimbing : Muhammad Abudan, S.H., M.H. (H) Penulis : Rizky Aditya Rahard
Cerdas beragrobisnis mengubah rintangan menjadi peluang berinvestasi/ Rahardi
viii, 111 hal. : ill. ; 23 cm
Cerdas beragrobisnis mengubah rintangan menjadi peluang berinvestasi/ Rahardi
viii, 111 hal. : ill. ; 23 cm
Memulai dan mengelola industri kecil dan industri rumah tangga/ Rahardi
x, 166 hal.; 20 cm
Cerdas beragrobisnis mengubah rintangan menjadi peluang berinvestasi/ Rahardi
viii, 111 hal. : ill. ; 23 cm
- …
