1,720,960 research outputs found
Analisis Buku Sekolah Elektronik (BSE) Geografi Kelas XI Karangan Eni Anjayani dan Tri Haryanto Terbitan Depdiknas pada Kompetensi Dasar Menganalisis Aspek Kependudukan
ABSTRAK Suryandari, Dahlia Ayu. 2012. Analisis Buku Sekolah Elektronik (BSE) Geografi Kelas XI Karangan Eni Anjayani dan Tri Haryanto Terbitan Depdiknas pada Kompetensi Dasar Menganalisis Aspek Kependudukan. Skripsi, Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Edy Purwanto, M.Pd, (II) Drs. Djoko Soelistijo, M.Si. Kata Kunci: analisis BSE, kependudukan, kebenaran konsep, kebenaran bahasa, kesesuaian fungsi gambar Buku teks merupakan salah satu komponen pembelajaran yang sangat penting peranannya, baik bagi guru maupun siswa. Namun, buku teks yang beredar di sekolah-sekolah ternyata masih memiliki banyak kesalahan yang menyebabkan kualitas buku teks rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebenaran konsep, bahasa dan kesesuaian fungsi gambar yang terdapat dalam BSE karangan Anjayani dan Haryanto pada materi kependudukan agar diketahui kualitas BSE tersebut, layak digunakan pada pembelajaran atau masih harus direvisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis isi, yaitu pendekatan yang menggunakan dokumen sebagai objeknya. Sumber data yang digunakan adalah BSE kelas XI karangan Anjayani dan Haryanto. Sumber data ditentukan berdasarkan pertimbangan banyaknya BSE kelas XI yang digunakan di SMA-SMA Negeri di Kota Malang. Data hasil analisis dikumpulkan dengan menggunakan instrumen berupa pedoman analisis kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif, yaitu menjelaskan suatu permasalahan, gejala atau keadaan sebagaimana adanya, dan bukan menguji hipotesis. Berdasarkan analisis data diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, kebenaran konsep dibagi menjadi 2, yaitu: terdapat 4 konsep terdefinisi yang salah dari 35 konsep yang ada dan tidak terdapat konsep konkret pada BSE. Kedua, kebenaran bahasa dibagi menjadi empat, yaitu: kebenaran tanda baca sebesar 78%, kebenaran kosakata sebesar 99%, kebenaran kalimat sebesar 80%, dan kebenaran paragraf sebesar 86%. Ketiga, dari 16 gambar yang ada terdapat 2 gambar yang tidak berfungsi dan 14 gambar yang berfungsi, dengan rincian 7 gambar berfungsi sebagai pemantapan pemahaman, 3 gambar sebagai tambahan informasi, dan 4 gambar sebagai ilustrasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diajukan saran kepada. 1) Guru, harus bisa memilih buku teks geografi yang baik, yaitu berisi konsep dan bahasa yang benar serta berisi gambar yang dapat mendukung pemahaman siswa. 2) Penulis buku, penyusunan buku harus mencantumkan konsep yang benar sesuai ilmu pengetahuan yang ditetapkan dan menggunakan bahasa yang baik dan benar agar penyampaian materi pada buku mudah dipahami oleh pembaca, khususnya siswa. 3) Editor buku, buku teks hasil karangan penulis harus dikaji dengan teliti agar kesalahan yang masih ada dapat diperbaiki sehingga tidak tersampaikan dalam pembelajaran di sekolah. 4) Ilustrator buku, pencantuman gambar pada buku teks harus sesuai dengan materi yang disajikan, jelas, dan komunikatif.
Mengenal organisasi pelestarian lingkungan.
Buku ini kamua akan mengenal lebih dekat beberapa organisasi lingkungan hidup.iv, 68 hlm.: ilus.; 25 cm
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Indonesia di pertemuan 3 lempeng tektonik.
Buku ini akan menjelaskan tentang mengapa bencana geologi sering melanda Indonesia, mengenal lempeng teknologi dunia, nasip Indonesia di tiga lempeng tektonik, antisipasi bencana gunung api, gempa bumi, dan tsunami.iv,68 hm.: ilus.; 25 cm
- …
