324,907 research outputs found
Diffusive author(s), cohesive author: Analysis of S/N (1994)
This study indicates the ways in which various aspects of the author(s) are brought forth in Dumb type’s performance art, the S/N production. Previous research has suggested a non-hierarchical organization of Dumb type and the absence of a “privileged author” in Dumb type’s collaborative work, S/N. However, the results that I have investigated from member’s interviews on the creative process of S/N along with my analysis of the recorded images of S/N, indicate a different aspect of the author(s). First, S/N was created through, so to speak, the collective ideas of the members of Dumb type. Further, S/N has at least nine quotations from previous performances, installations, and printed writings, besides the work-in-progress technique. Explicating one of the “author functions” as given by Michel Foucault, each text has plural subjects of the author. However, it has been revealed from members’ interviews that Teiji Furuhashi had a decision-making role in selecting the members’ ideas within the performance. Since then, S/N has had plural subjects of creation; however, Furuhashi is one of the subjects of creation along with the “privileged author.” S/N has plural authors (diffusive authors) yet at the same time, it has a “privileged author,” Teiji Furuhashi (cohesive author)
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Krisis Keuangan Indonesia 1997 dan Intervensi IMF suatu Kajian Ekonomi Politik
Thera are many approaches used by analysist to analize the effect of the monetary crisis in Indonesia lately. As shown in this article, Endang Sih Prapti uses a political economic perspective to analize the crisis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
TRADISI NGUNJUNG BUYUT NYI MAS ENDANG GEULIS PENGAMPON DESA DANAWINANGUN KECAMATAN KLANGENAN KABUPATEN CIREBON (KAJIAN LIVING HADIS)
Tradisi Ngunjung buyut Nyi Mas Endang Geulis Pengampon merupakan
sebuah upacara adat yang diadakan oleh masyarakat Pengampon Desa
Danawinangun Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon. Tradisi ini bertujuan
untuk menghormati dan mengenang jasa leluhur, khususnya Nyi Mas Endang
Geulis. Nyi Mas Endang Geulis adalah istri dari Pangeran Cakrabuana (Mbah
Kuwu Cirebon), dan putri dari Sahyang Danuwarsih, yang dianggap sebagai tokoh-
tokoh penting dalam sejarah dan kebudayaan lokal. Sementara blok pengampon
ialah suatu daerah yang terletak di sebelah Barat Kota Cirebon, yang konon di
daerah tersebut merupakan salah satu tempat yang pernah di singgahi oleh Nyi
Mas Endang Geulis. Dan masyarakat di daerah tersebut merupakan salah satu
masyarakat yang masih kental terhadap pelestarian adat istiadat, sehingga tempat
persinggahan tersebut dijadikan sebagai tempat untuk ritual kebudayaan bagi
masyarakat setempat yang kini menjadi sebuah tradisi.
Berangkat dari latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk meneliti lebih
dalam mengenai tradisi tersebut. Sebab, di dalam tradisi tersebut terdapat
beberapa unsur-unsur keagamaan yang menarik untuk dikaji. Adapun jenis
penelitian ini ialah penelitian lapangan (
field research) dengan menggunakan
metode kualitatif, dan mengaplikasikannya dengan teori living hadis untuk
mengidentifikasi hadis apa saja yang hidup di masyarakat serta menjadi acuan
dalam prosesi tradisi ngunjung buyut Nyi Mas Endang Geulis Pengampon.
Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara
agama dan budaya lokal dalam tradisi ngunjung Buyut Nyi Mas Endang Geulis.
Hal tersebut terlihat dalam prosesinya, yang melibatkan masyarakat dari berbagai
kalangan, mulai dari kalangan bawah, kalangan menengah hingga kalangan atas,
baik laki-laki maupun perempuan. Adapun prosesinya, dari awal hingga akhir tidak
lepas dari ritual-ritual keagamaan seperti membaca dzikir yang mudah diikuti oleh
semua kalangan. Adapun dzikir dan do’a yang dibaca ketika prosesi tersebut ialah
Pertama, s}alawa>t Nabi yang merujuk pada hadis Nabi riwayat Imam Nasa’i, nomor
1292 tentang dianjurkannya membaca s}alawa>t Nabi serta hadis riwayat Imam
Tirmidzi, nomor 486 dan 484 tentang keutamaan membaca s}alawa>t Nabi.
Kedua,
melakukan
tawassul,
tahlilan, dan do’a bersama, merujuk pada hadis Nabi riwayat
Muslim, nomor 1631 tentang amalan yang bisa sampai kepada mayit setelah
meninggal.
Ketiga, mengarak benda pusaka sambil diiring dengan lantunan
kalimat
la> ila>ha illallah, merujuk pada hadis Nabi riwayat Imam Ibnu Majah,
nomor 3800 tentang keutamaan orang yang membaca
tahmid
TRADISI NGUNJUNG BUYUT NYI MAS ENDANG GEULIS PENGAMPON DESA DANAWINANGUN KECAMATAN KLANGENAN KABUPATEN CIREBON (KAJIAN LIVING HADIS)
Tradisi Ngunjung buyut Nyi Mas Endang Geulis Pengampon merupakan sebuah upacara adat yang diadakan oleh masyarakat Pengampon Desa Danawinangun Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon. Tradisi ini bertujuan untuk menghormati dan mengenang jasa leluhur, khususnya Nyi Mas Endang Geulis. Nyi Mas Endang Geulis adalah istri dari Pangeran Cakrabuana (Mbah Kuwu Cirebon), dan putri dari Sahyang Danuwarsih, yang dianggap sebagai tokoh-tokoh penting dalam sejarah dan kebudayaan lokal. Sementara blok pengampon ialah suatu daerah yang terletak di sebelah Barat Kota Cirebon, yang konon di daerah tersebut merupakan salah satu tempat yang pernah di singgahi oleh Nyi Mas Endang Geulis. Dan masyarakat di daerah tersebut merupakan salah satu masyarakat yang masih kental terhadap pelestarian adat istiadat, sehingga tempat persinggahan tersebut dijadikan sebagai tempat untuk ritual kebudayaan bagi masyarakat setempat yang kini menjadi sebuah tradisi.
Berangkat dari latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai tradisi tersebut. Sebab, di dalam tradisi tersebut terdapat beberapa unsur-unsur keagamaan yang menarik untuk dikaji. Adapun jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif, dan mengaplikasikannya dengan teori living hadis untuk mengidentifikasi hadis apa saja yang hidup di masyarakat serta menjadi acuan dalam prosesi tradisi ngunjung buyut Nyi Mas Endang Geulis Pengampon.
Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara agama dan budaya lokal dalam tradisi ngunjung Buyut Nyi Mas Endang Geulis. Hal tersebut terlihat dalam prosesinya, yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan bawah, kalangan menengah hingga kalangan atas, baik laki-laki maupun perempuan. Adapun prosesinya, dari awal hingga akhir tidak lepas dari ritual-ritual keagamaan seperti membaca dzikir yang mudah diikuti oleh semua kalangan. Adapun dzikir dan do’a yang dibaca ketika prosesi tersebut ialah Pertama, s}alawa>t Nabi yang merujuk pada hadis Nabi riwayat Imam Nasa’i, nomor 1292 tentang dianjurkannya membaca s}alawa>t Nabi serta hadis riwayat Imam Tirmidzi, nomor 486 dan 484 tentang keutamaan membaca s}alawa>t Nabi. Kedua, melakukan tawassul, tahlilan, dan do’a bersama, merujuk pada hadis Nabi riwayat Muslim, nomor 1631 tentang amalan yang bisa sampai kepada mayit setelah meninggal. Ketiga, mengarak benda pusaka sambil diiring dengan lantunan kalimat la> ila>ha illallah, merujuk pada hadis Nabi riwayat Imam Ibnu Majah, nomor 3800 tentang keutamaan orang yang membaca tahmid.Tradisi Ngunjung buyut Nyi Mas Endang Geulis Pengampon merupakan sebuah upacara adat yang diadakan oleh masyarakat Pengampon Desa Danawinangun Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon. Tradisi ini bertujuan untuk menghormati dan mengenang jasa leluhur, khususnya Nyi Mas Endang Geulis. Nyi Mas Endang Geulis adalah istri dari Pangeran Cakrabuana (Mbah Kuwu Cirebon), dan putri dari Sahyang Danuwarsih, yang dianggap sebagai tokoh-tokoh penting dalam sejarah dan kebudayaan lokal. Sementara blok pengampon ialah suatu daerah yang terletak di sebelah Barat Kota Cirebon, yang konon di daerah tersebut merupakan salah satu tempat yang pernah di singgahi oleh Nyi Mas Endang Geulis. Dan masyarakat di daerah tersebut merupakan salah satu masyarakat yang masih kental terhadap pelestarian adat istiadat, sehingga tempat persinggahan tersebut dijadikan sebagai tempat untuk ritual kebudayaan bagi masyarakat setempat yang kini menjadi sebuah tradisi.
Berangkat dari latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam mengenai tradisi tersebut. Sebab, di dalam tradisi tersebut terdapat beberapa unsur-unsur keagamaan yang menarik untuk dikaji. Adapun jenis penelitian ini ialah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif, dan mengaplikasikannya dengan teori living hadis untuk mengidentifikasi hadis apa saja yang hidup di masyarakat serta menjadi acuan dalam prosesi tradisi ngunjung buyut Nyi Mas Endang Geulis Pengampon.
Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara agama dan budaya lokal dalam tradisi ngunjung Buyut Nyi Mas Endang Geulis. Hal tersebut terlihat dalam prosesinya, yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan bawah, kalangan menengah hingga kalangan atas, baik laki-laki maupun perempuan. Adapun prosesinya, dari awal hingga akhir tidak lepas dari ritual-ritual keagamaan seperti membaca dzikir yang mudah diikuti oleh semua kalangan. Adapun dzikir dan do’a yang dibaca ketika prosesi tersebut ialah Pertama, s}alawa>t Nabi yang merujuk pada hadis Nabi riwayat Imam Nasa’i, nomor 1292 tentang dianjurkannya membaca s}alawa>t Nabi serta hadis riwayat Imam Tirmidzi, nomor 486 dan 484 tentang keutamaan membaca s}alawa>t Nabi. Kedua, melakukan tawassul, tahlilan, dan do’a bersama, merujuk pada hadis Nabi riwayat Muslim, nomor 1631 tentang amalan yang bisa sampai kepada mayit setelah meninggal. Ketiga, mengarak benda pusaka sambil diiring dengan lantunan kalimat la> ila>ha illallah, merujuk pada hadis Nabi riwayat Imam Ibnu Majah, nomor 3800 tentang keutamaan orang yang membaca tahmid
Author's address:
Can archives of audiovisual TV interviews be used to make authors more visible to students, and thereby reduce the learning gap between native and non-native language speakers in college classes? We examined students in a college course who learned about one scholar's ideas through watching an audiovisual TV interview (i.e., visible author format) and about another scholar's ideas through reading a formal text description (i.e., invisible author format). For the invisible author, native language speakers scored significantly higher than the non-native language speakers on a corresponding exam question (i.e., a cognitive measure), generated more words on the exam question (i.e., a motivational measure), and mentioned the author's name more often in answering the exam question (i.e., an affective measure). For the visible author, the groups did not differ on any of these measures. These findings provide evidence for the idea that making the author visible through audiovisual TV interviews can eliminate the learning gap between native and non-native language speakers. 3 Universities around the world serve students who are non-native speakers of th
The vanishing author in computer-generated works: a critical analysis of recent Australian case law
Abstract
The use of software is ubiquitous in the creation of many copyright works, yet the requirement in copyright law that every work have a human author who engages in independent intellectual effort means that its use may prevent copyright subsistence. Several recent Australian cases have refocused attention on authorship as an essential criterion of copyright subsistence, and these cases suggest that much computer-produced output may be authorless and thus lack copyright protection. This article, the first in a two-part series, analyses how each case deals with the question of authorship of computer-produced works and why the use of software diminishes copyright protection for a significant number of computer-generated works. The article critiques the application of conventional notions of human authorship developed in the pre-computer age to modern productions and suggests alternative approaches to authorship that satisfy both the major objectives of copyright policy and the need to adapt to the computer age. The article argues that, without a broader judicial approach to authorship of computer-generated works, Parliament must remedy the lacuna in protection for these ‘authorless’ works. Possible solutions for reform are suggested. In a forthcoming article, the author comprehensively examines those reform proposals
- …
