6 research outputs found
Legal Aspects of Medical Malpractice: Patient Protection and Physician Liability
Medical malpractice represents a significant violation within healthcare services, posing serious risks to patient safety and eroding public trust. In Indonesia, incidents of malpractice are relatively frequent, yet many remain unresolved due to limited legal awareness and inadequate access to justice for patients. This article examines the legal dimensions of medical malpractice by focusing on two critical aspects: the legal protection afforded to patients and the legal liability borne by medical practitioners. Employing a normative juridical approach, alongside an analysis of relevant legislation and case studies, this paper aims to provide a comprehensive understanding of the existing legal frameworks and the practical challenges faced in their enforcement. The findings are expected to serve as a valuable reference for stakeholders, including patients, healthcare professionals, and legal institutions
Analisis Yuridis Pelanggaran Hak Pasien dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional: Legal Analysis of Violations of Patient Rights in the National Health Insurance System
Artikel ini mengkaji pelanggaran hak pasien yang terjadi dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa semua orang di Indonesia memiliki akses yang sama ke layanan kesehatan. Meskipun tujuan utama JKN adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang setara, berbagai pelanggaran hak pasien terus terjadi. Empat masalah utama yang dibahas dalam artikel ini adalah diskriminasi dalam pemberian layanan, ketidaksetaraan akses ke layanan kesehatan, kualitas layanan yang buruk, dan masalah pengelolaan klaim dan administrasi JKN. Diskriminasi antara pasien JKN dan non-JKN, kesenjangan fasilitas antara kota dan pedesaan, dan kualitas layanan yang buruk adalah masalah penting yang mempengaruhi pemenuhan hak pasien. Selain itu, pasien yang membutuhkan perawatan medis seringkali dibebani dengan proses administrasi klaim yang rumit dan lambat. Selain itu, artikel ini membahas faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran hak pasien dalam sistem JKN dan menyarankan perbaikan kebijakan, pengelolaan klaim, pengawasan, dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan. Diharapkan upaya ini akan melindungi hak pasien dengan cara yang sesuai dengan prinsip keadilan sosial dan kemanusiaan
Legal Implications of Health Service Denial for BPJS Patients: A Study on the Principles of Universal Health Coverage
Both the patients and the service providers face serious legal ramifications when health services are denied to BPJS Kesehatan participants. Such rejection might have serious legal repercussions in the context of Universal Health Coverage (UHC), which seeks to provide inclusive and equitable access to health treatments. Using the core tenets of UHC, which uphold everyone's access to healthcare free from discrimination, this article seeks to examine the legal ramifications of BPJS patients' refusal of health services. This article examines a number of variables that contribute to service denials and the legal tools that can be employed to safeguard patients' rights within the BPJS-based healthcare system by looking at pertinent legal legislation and industry practices
Legal Protection for Victims of Domestic Violence
Domestic violence is any action that causes suffering or misery in the form of domestic violence, whether physical, sexual, psychological, or neglect of someone, especially women, within the household, victims of domestic violence are those who have a social position or status. the weak, which makes someone a victim, especially women and children. The method used in this research is a normative juridical legal research approach which then results in the conclusion that perpetrators of domestic violence will receive legal consequences in accordance with their motives for violence as explained in the Law on the Elimination of Domestic Violence, while the victims receive protection. their rights include protection from family, law enforcement agencies, social institutions, medical needs, confidentiality, legal assistance and assistance as well as spiritual guidance service
Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis pada Masyarakat Bantaran Sungai Martapura (RT. 01 Desa Keliling Benteng Ulu)
Sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarkat oleh civitas akademika PSKPS FK ULM adalah masyarakat di RT 01, Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar yang tinggal di bantaran sungai Martapura. Kegiatan pengabdian ini mempunyai tema Pemeriksaan Kesehatan Dan Pengobatan Gratis Pada Masyarakat Bantaran Sungai Martapura (RT. 01 Desa Keliling Benteng Ulu). Pemilihan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai martapura menjadi salah satu motivasi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Beberapa penyakit yang teridentifikasi di lingkungan masyarakat RT. 01 diantaranya adalah 1) sebagian ibu-ibu dan bapa-bapa mengalami kebas di tangan baik sebagian atau kedua belah tangan, 2) terdapat sebagian warga mengalami mata perih, 3) Mayoritas masyarakat RT. 01 memiliki riwayat kolesterol yang tinggi, 4) Mayoritas masyaraka RT. 01 memiliki riwayat tensi darah yang tinggi dan 5) sebagian warga terlebih khusus para anak-anak dan remaja mengalami penyakit kulit. Fenomena yang ditemui di RT. 01 kemungkinan disebabkan karena habit gaya makan yang tidak terpola seperti suka makan gorengan dan berlemak. Di samping itu higiene dan sanitasi masyarakat dan lingkungan yang masih kurang bersih serta adanya agen penyakit di sekitarnya. Masyarakat yang sakit berupaya untuk melakukan sendiri dengan obat-obatan yang tersedia di warung terdekat dai ke Puskesmas. Upaya yang dilakukan ialah 1) pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai makanan yang baik untuk dikonsumsi dan hidup bersih, 2) pemeriksaan sekaligus pengobatan gratis. Kegiatan ini dimulai dengan persiapan koordinasi dengan aparat desa dan jajarannya dilanjutkan dengan pemeriksaan dan pengobatan gratis, meliputi edukasi pola makan sehat dan hidup bersih, pengukuran berat badan, pengkuran tinggi badan, pemeriksaan tensi darah, pemeriksaan kolesterol, pemeriksaan gula darah, pemeriksaan asam urat dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter serta di akhir dengan pemberian obat
