100 research outputs found

    Black American Youth and Their Barriers to Therapeutic Care: A Scoping Review

    No full text
    Netania Stewart's New York University - Shanghai Capstone

    Strategi pemasaran food manufacturing produk susu yang bersertifikat halal pada PT. Netania Kasih Karunia Pasuruan.

    No full text
    Fokus masalah pada penelitian ini adalah Bagaimana strategi pemasaran food manufacturing produk susu yang bersertifikat halal?Dalam menjawab permasalahan tersebut digunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu penelitian ini menghasilkan data deskriptif yang berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati. Pengumpulan data dikumpulkan dengan studi kepustakaan dan studi lapangan. Teknik analisa data menggunakan teknik triangulasi data dengan tujuan untuk menguji keabsahan data yang diperoleh. Selanjutnya, data dianalisis dimulai dengan memilah-milah data, menyajikan data secara keseluruhan, kemudian menarik kesimpulan dari hasil analisis yang diperoleh.Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan analisis data yang telah dilakukan mengenai “ Strategi Pemasaran Food Manufacturing Produk Susu yang Bersertifikat Halal pada PT. Netania Kasih Karunia Pasuruan” maka dapat diambil kesimpulan, bahwa strategi yang digunakan oleh PT. Netania Kasih Karunia menggunakan pendekatan: a. demografis b. labeling c. packaging (kemasan)

    Komponen pengawasan melekat pada SDM komite halal: studi pada pabrik olahan susu PT. Netania Kasih Karunia Pasuruan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai Komponen Pengawasan melekat SDM Komite Halal Studi pada Pabrik Olahan Susu PT. Netania Kasih Karunia Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data yang dipakai adalah data primer yaitu “data yang langsung ia dapatkan dari sumbernya (informan). Hasil penelitian komponen pengawasan melekat SDM komite halal sudah efektif. Hal ini dapat dilihat dari komponen-komponen atau unsur-unsur pengawasan melekat yang digunakan untuk menerapkan pengawasan. Komponen-komponen tersebut yaitu Struktur organisasi, kebijakan dan pelaksanaannya, rencana kerja, prosedur kerja, pencatatan dan pelaporan hasil kerja serta pembinaan personil. Dari komponen-komponen tersebut secara keseluruhan telah didayagunakan secara efekti

    Analisis Audit Operasional untuk Menilai Efisiensi dan Efektivitas Produksi (Studi pada Bagian Produksi PT Netania Kasih Karunia, Pasuruan, Jawa Timur

    No full text
    Perkembangan dunia bisnis yang semakin pesat menyebabkan adanya perubahan besar dalam hal persaingan dalam bidang produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya dan sumber dana yang dimiliki oleh perusahaan, serta pengelolaan hubungan yang baik antara perusahaan dengan konsumen dan perusahaan dengan para pesaingnya. Perusahaan manufaktur juga termasuk salah satu perusahaan yang dituntut untuk terus bertahan di tengah persaingan dengan perusahaan lainnya. Perusahaan manufaktur dalam menjalankan kegiatan operasionalnya sering dihadapkan pada persoalan-persoalan yang berhubungan dengan kebutuhan dan tuntutan konsumen mengenai kualitas dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan, kemudian perusahaan juga sering dihadapkan pada permasalahan tuntutan kenaikan gaji para karyawan, dan perusahaan juga dituntut untuk mengembalikan laba yang tinggi dalam tingkat pengembalian yang secepatnya. Berdasarkan pada permasalahan yang telah disebutkan sebelumnya mengarahkan perusahaan pada gagasan mengenai efisiensi dan efektivitas produksi. Penerapan audit operasional pada bagian produksi sangat membantu dalam menggali informasi tentang efisiensi dan efektivitas kegiatan produksi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah tahap audit pendahuluan, tahap review dan pengendalian manajemen, audit terinci (lanjutan), pelaporan, dan tindak lanjut. Penelitian yang dilakukan ini menunjukkan bahwa pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 penggunaan bahan baku masih belum efisien, begitu juga dengan penggunaan tenaga kerja pada rentang tiga tahun tersebut juga masih belum efisien. Kapasitas menganggur dari mesin produksi dari tahun 2010 sampai dengan 2012 mengalami peningkatan sehingga menyebabkan penurunan efisiensi. Efektivitas penggunaan bahan baku, tenaga kerja, dan kapasitas mesin cenderung masih dibawah 100%. PT Netania Kasih Karunia sebaiknya mulai memperbaiki kembali sistem pengadaan bahan baku yang akan digunakan dalam kegiatan produksi, lebih cermat dalam pengadaan tenaga kerja pada bagian produksi, serta memperhatikan besarnya kapasitas menganggur dari mesin produksi dan menindak lanjuti rekomendasi yang telah dibuat oleh auditor

    Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan

    No full text
    The general objective of this research is to test how the influence of leadership style to job satisfaction. And to find the dominant leadership style in international Bank. To obtain this data ,Questiamains is used and spreading them to 54 respondent which are employees of International Bank. The method to analyze data is used Single Regression Analysis and Anova with Post Hoc Pairwise Multiple Comparisons. This research indicates that there is a relationship between leadership style and Job satisfaction. And the dominant leadership style in international Bank is task-oriented leadership style

    Pengaruh Karakteristik Kepemimpinan Kharismatik (Model Conger-kanungo) terhadap Tipe Kepemimpinan Lainnya

    No full text
    The general objective of this research is to determine the indicator characteristics in Conger —Kanungo model that can be use to scale charismatic leadership in internasional bank in Jakarta, and to analyze influence of charismatic leadership characteristics in Conger — Kanungo model to another leadership style. According to the research, the result all characteristics in Conger-Kanungo model can be use to scale charismatic leadership. There are influence from charismatic leadership (Conger-Kanungo Model) to all another leadership style. This is show relationship between characteristics charismatic with Task-Oriented Leadership, relationship between environmental sensitivity, vision and articulation with participative leadership, relationship between vision and articulation, sensitivity to member needs to people oriented leadership dan relationship between sensitivity to member needs, vision and articulation with Bass Charisma Scale

    Analisis Kualitas Bahan Kemasan Pada Produk Susu di PT.Netania Kasih Karunia.

    No full text
    Magang Kerja ini bertujuan untuk mempelajari analisa kualitas bahan kemasan yang diterapkan oleh PT. Netania Kasih Karunia. Metode yang dilakukan yaitu dengan melakukan wawancara, observasi, pengumpulan dan pencatatan data, pengamatan lapang serta studi pustaka. PT. Netania Kasih Karunia merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan hasil peternakan. Produk yang dihasilkan oleh PT.Netania Kasih Karunia berupa susu bubuk. PT.Netania Kasih Karunia menggunakan tiga jenis kemasan yaitu kemasan primer, kemasan sekunder dan kemasan tersier dimana secara berurutan berupa laminated foil, inner box dan kertas karton. Proses analisis dilakukan dengan menggunakan tiga criteria defect yakni critical defect, major defect dan minor defect dimana disetiap jenis kemasan memiliki standar spesifikasi yang telah ditentukan. Semua lot yang dianalisis tidak ditemukan jumlah kecacatan yang melebihi standar, sehingga dapat diterima dan diteruskan ke bagian produksi

    LEADERSHIP DAN ORGANIZATIONAL CULTURE: PENGARUHNYA TERHADAP LEARNING ORGANIZATION DAN EMPLOYEE\u27S JOB SATISFACTION

    No full text
    The purpose of this study is to investigate the relationship among Leadership, Organizational culture, the operation of Learning organization and Employee\u27s job satisfaction. The result obtained from 224 respondents which are selected using purposive sampling and analyzing using Structural Equation Modeling from AMOS. This research indicate that the various operation extents of Learning organization have significant difference under the dimensions of Leadership, Organizational culture and the operation of Learning organization. Leadership has significantly and positively influence Learning organization, Organizational culture is not signifantly effect on Leadership, both Leadership and Learning organization have a significantly positive effect on Employee\u27s job satisfaction. One more finding is Organizational culture is not significantly has an effect to employee\u27s job satisfaction.Keywords: Leadership, Organizational culture, Learning organization, Job satisfactio

    Desain Interior Quatro Music Academy Berkonsep Modern Interaktif dengan Optimalisasi Akustika Sebagai Upaya Menunjang Musikalitas Siswa

    No full text
    Pendidikan Non Formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan non formal dapat diselenggarakan oleh lembaga khusus yang berpedoman pada standar nasional pendidikan. Tujuan dilaksanakannya pendidikan non formal adalah untuk meningkatkan kualitas dari individu yang melaksanakan pendidikan tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang diikuti oleh pelaksana pendidikan non formal. Pendidikan non formal memiliki fungsi sebagai pelengkap, tambahan dan atau pengganti pendidikan formal. Salah satu contoh dari fungsi pendidikan non formal sebagai tambahan adalah kursus musik. Tujuan pendidikan musik adalah menumbuhkan musikalitas (perasaan musik). Untuk memenuhi tujuan tersebut dibutuhkan fasilitas yang baik dan optimal untuk menunjang aktivitas pendidikan. Quatro Music Academy adalah penyelenggara pendidikan non formal di bidang kursus musik yang jenjang pendidikannya beragam mulai anak-anak di bawah usia 3 tahun sampai usia remaja dengan dominasi kategori usianya adalah anak-anak. Penyediaan fasilitas pendidikan musik di Quatro Music Academy akan berpedoman pada standar ruang sekolah musik yang sudah ada seperti kebutuhan untuk adanya Practice Room, Classroom, Listening Room, Studio, dan Recital Room. Setiap ruangan yang berbeda memiliki aktivitas dan kebutuhan ruang yang berbeda. Ruang kelas dengan fungsi utama untuk proses belajar mengajar akan membutuhkan fasilitas yang bisa menunjang aktivitas tersebut. Begitu juga dengan ruangan lain seperti konservatorium yang memiliki fungsi untuk pertunjukan membutuhkan fasilitas yang berbeda dalam usaha menunjang aktivitas pertunjukan. Quatro Music Academy memiliki beberapa tantangan dalam aspek desain interiornya, antara lain adalah kondisi bangunan yang awalnya bukan merupakan bangunan khusus untuk fasilitas kursus musik, termasuk recital hall pada eksisting yang belum memenuhi standar ruang auditorium dengan fungsi pertunjukan musik. Kondisi tersebut memerlukan adanya perancangan interior yang dikhususkan untuk kepentingan kursus musik yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dengan kelompok usia dominan anak-anak dan tetap mempertimbangkan fasilitas dan aspek akustiknya. ================================================================================================================================= Non-Formal Education is an educational pathway outside of formal education that can be implemented in a structured and systematic manner. Non-formal education can be conducted by specialized institutions that adhere to national education standards. The purpose of non-formal education is to enhance the quality of individuals undergoing this education in accordance with the values followed by non-formal education providers. Non-formal education serves as a complement, addition, or substitute for formal education. One example of non-formal education as an addition is music courses. The goal of music education is to nurture musicality (musical feeling). To achieve this objective, it requires well-equipped and optimal facilities to support educational activities. Quatro Music Academy is a provider of non-formal education in the field of music courses, catering to various educational levels ranging from children under 3 years old to teenagers, with the majority of students falling into the children category. The provision of music education facilities at Quatro Music Academy will adhere to the existing music school room standards, such as the need for Practice Rooms, Classrooms, Listening Rooms, Studios, and Recital Rooms. Each different room has different activities and spatial requirements. Classrooms, with their main function for the teaching-learning process, will require facilities that can support these activities. Similarly, other rooms like the conservatory, with a function for performances, will require different facilities to support performance activities. Quatro Music Academy faces several challenges in its interior design aspect, including the initial building condition not being specifically designed for music course facilities, including the existing recital hall that does not yet meet the standards of an auditorium space with musical performance functions. This condition necessitates interior design tailored to the needs of music courses, catering to the predominantly young age group of children while still considering facilities and acoustic aspects

    Henri Temianka Correspondence; (davrath)

    No full text
    This collection contains material pertaining to the life, career, and activities of Henri Temianka, violin virtuoso, conductor, music teacher, and author. Materials include correspondence, concert programs and flyers, music scores, photographs, and books.https://digitalcommons.chapman.edu/temianka_correspondence/3479/thumbnail.jp
    corecore