1,721,023 research outputs found

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used

    EFEKTIVITAS CYBER EXTENSION SEBAGAI MEDIA DALAM DISEMINASI INFORMASI KATAM TERPADU PADA PETANI SAWAH IRIGASI TEKNIS DI KECAMATAN SUNGAI SERUT

    No full text
    Cyber extension merupakan salah satu mekanisme pembangunan jaringan komunikasi informasi pertanian yang terprogram secara efektif dengan mengimplementasikan teknologi informasi dengan komunikasi dalam sistem komunikasi inovasi atau penyuluhan pertanian yang memberikan banyak keuntungan yang potensial. Cyber extension sudah banyak dikembangkan salah satu yang menjadi fokus pengembangan saat ini adalah Kalender Tanam (KATAM) Terpadu. KATAM TERPADU berbasis web ataupun aplikasi digunakan untuk diseminasi informasi petanian melalui media digital dengan menggunakan prinsip-prisip serta keunggulan cyber extension yang ada yaitu akses yang cepat, mudah, dan tepat. KATAM TERPADU memberikan berbagai macam informasi pertanian bagi penggunanya. Kecamatan Sungai Serut berada didekat wilayah perkotaan serta memiliki infrastruktur alat komunikasi yang dianggap sudah lengkap dan tidak asing lagi dengan berbagai macam alat komunikasi untuk mengakses perangkat cyber extension. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas cyber extension sebagai media dalam diseminasi KATAM Terpadu di Kecamatan Sungai Serut dan ingin mengetahui hubungan karakteristik petani, persepsi petani serta aksesibilitas yang menggunakan KATAM Terpadu di Kecamatan Sungai Serut dengan efektivitas cyber extension sebagai media dalam diseminasi KATAM Terpadu. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2020. Metode analisis data menggunakan Analisis Efektivitas dan Analisis Rank Spearman. Sampel penelitian sebanyak 37 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas media komunikasi cyber extension mendapatkan nilai sebesar “46%” yang menunjukkan bahwa cyber extension dinilai tidak efektif dalam mendiseminasikan informasi KATAM Terpadu. Karakteristik petani, persepsi petani dan aksesibilitas memiliki hubungan dengan efektivitas cyber extension yang ditunjukkan dari Analisis Rank Spearman yang di peroleh. Kata kunci: Efektivitas, Cyber Extension, KATAM Terpadu, Karakteristik, Aksesibilita

    ANALISIS PENDAPATAN USAHA PEDAGANG SAYUR DI KOTA BENGKULU (Studi Kasus Pasar Minggu Kota Bengkulu)

    Full text link
    Sayuran adalah salah satu bahan pangan populer di masyarakat Indonesia. Selain mudah didapatkan,murah harganya serta dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan yang lezat,sayuran juga banyak mengandung komponen antioksidan seperti karotenoid, flavonoid, asam askorbat, asam organic tertentu, peptide, zat pereduksi, tokoferol dan tanin. Penelitian ini di lakukan di Pasar Minggu Kota Bengkulu, bertujuan untuk : (1) Menganalisis Jumlah Pendapatan pedagang sayuran di Pasar Minggu Kota Bengkulu; (2) Menganalisis Tingkat Efisiensi Pendapatan pedagang sayuran di Pasar Minggu Kota Bengkulu. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan R/C ratio atau rasio pendapatan biaya adalah 2.07. Rasio ini menunjukkan perbandingan antara penerimaan (revenue) dan biaya (cost) dalam suatu periode tertentu. Jika nilai rasio lebih dari 1, artinya penerimaan lebih besar dari biaya, yang mengindikasikan keuntungan

    ANALISIS PENAWARAN IKAN KERING TINGKAT PRODUSEN DI KELURAHAN SUMBER JAYA KOTA BENGKULU

    Full text link
    Potensi perikanan tangkap laut di Kota Bengkulu cukup besar dibandingkan beberapa kota lainnya yang ada di Kota Bengkulu. Akan tetapi, banyaknya hasil tangkapan ini sangat rentan terhadap penurunan kualitas ikan, kerusakan ikan ini dapat disebabkan dari beberapa aktivitas yaitu pendaratan ikan dan pendistribusian ikan yang cukup lama. Oleh karena itu, penanganan ikan setelah penangkapan itu sangat penting untuk memaksimalkan nilai jualnya. Salah satu penanganan setelah penangkapan bisa dilakukan seperti pengolahan pasca penangkapan yaitu menjadi ikan kering. Usaha pembuatan ikan kering merupakan salah satu usaha rumah tangga berbasis pengolahan hasil perikanan tangkap laut yang secara tidak langsung jumlah ikan kering yang ditawarkan bergantung dengan jumlah hasil tangkapan yang menyebabkan jumlah produksi dan jumlah penawaran ikan kering terhadap pasar menjadi tidak pasti. Penelitian ini dimaksudkan untuk : (1) Menganalisis nilai produksi ikan kering tingkat produsen di Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu dan (2) Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi penawaran ikan kering tingkat produsen di Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2022 di Kota Bengkulu, lebih tepatnya di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu. Kelurahan Sumber Jaya dipilih secara sengaja (purposive) dengan mempertimbangkan bahwa daerah ini sentra pembuatan ikan kering di Kota Bengkulu berdasarkan hasil survei awal penelitian. Sampel penelitian ini berjumlah 86 orang yang dipilih menggunakan metode sensus dimana seluruh populasi dijadikan sampel. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder, serta analisis yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Nilai produksi ikan kering dalam satu kali proses produksi memiliki rata-rata sebesar 2.889.610 rupiah dengan rata-rata jumlah penawaran sebesar 104 kg dalam satu kali proses produksi. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran ikan kering secara parsial adalah harga ikan kering, harga es balok dan upah. Harga ikan kering berpengaruh secara positif, harga es balok berpengaruh secara negatif dan upah berpengaruh secara negatif terhadap penawaran ikan kering di Kelurahan Sumber Jaya Kota Bengkulu. Kata Kunci : Ikan Kering, Penawaran Ikan, Nilai Produk
    corecore